
"abang tahu darimana?" tanya Ani
" waktu kau menelpon tadi aku ada didekatnya".
"An...."pak dirman dan bang alif bebarengan memanggil namanya dengan pelan meminta penjelasan
"Dia mendekatiku beberapa hari yang lalu. Dia bilang sudah beberapa kali melihat dan mengamatiku. Aku hanya ingin merasakan seperti apa punya kekasih, aku ingin seperti yang lainnya, menikmati masa mudaku sebelum menikah. Aku hampir menyelesaikan intern shipku Sebentar lagi aku bahkan bisa membuka praktek sendiri"
"An...."- alif
"percayalah padaku, aku tau batasannya" -ani
" Tapi setan juga tidak akan diam An.... jangan sampai kalian hanya berduaan saja!" -alif
".An, apa kau tahu Zainal itu siapa dan bagaimana sifatnya?"- Lukman
" belum bang! karena itu aku ingin lebih mengenalnya barangkali dia adalah jodohku"-ani
__ADS_1
"Kau jatuh cinta pada pandangan pertama an?"- lukman
"Apaan coba? bahas yang lain do..ng!" -ani
"Hati-hati An! dia itu mata keranjang lo..."-
lukman
"abang sok tahu..!" - ani. Matanya menatap televisi tapi hatinya berkelana ke mana-mana. Ia jadi sedikt ragu pada zainal. Bahkan belum sampai 24 jam sejak mereka jadian tapi Ani sudah merasa ketakutan bila apa yang dikatakan abangnya adalah benar.
Abangnya punya stand di swalayan itu. Ia menjual accecoris pria seperti tas, topi, keychan, dompet dll di sana. Mungkin saja abangnya itu pernah memergoki zainal sedang melihat cewek-cewek.' Ah... kenapa jadi seperti ini? Aku ingin hubungan yang tenang tanpa ombak kalau bisa' batinnya. Dan tanpa sadar ia menggelengkan kepalanya.
" ini urusan orang dewasa, anak kecil tidak boleh tahu apalagi ikut-ikutan" - lukman
"Memangnya kenapa aku selalu dianggap anak kecil? umurku bahkan lebih tua dari kak mia. "-karina
"umur kak mia memang lebih muda dari kita tapi kak mia lebih dari dewasa, sedangkan kamu....? umurmu sudah tua tapi masih seperti anak kecil"-lukman
__ADS_1
"Apaan sih bang?... Bahkan kak mia sekarang sedang hamil dan akan menjadi ibu. Jadi aku yang sudah berumur ini sudah boleh menikah kan? aku nggak akan pacaran kok, tapi langsung nikah aja. ok??"
kak mia melotot pada karina yang keceplosan. Kabar gembira itu belum disampaikannya pada suaminya. Karina menutup mulut dengan kedua tangannya. kakak iparnya sudah memintanya untuk tutup mulut dulu sebelum memastikan semuanya tapi mulutnya malah ember.
"waaoow, alhamdulillah..... akhirnya.... selamat ya kak!" kata ani dengan memeluk kak mia
"masya Alloh, akhirnya aku akan jadi paman. Selamt ya bang!"-lukman
"selamat ya nak," kata pak dirman sambil memeluk alif
Alif menanggapi dengan tersenyum tapi pandangan matanya menusuk mata istrinya. Itu adalah berita yang sangat diharapkannya tapi...
"sudah malam..... ayo semua tidur!" pak dirman beranjak dari duduknya menuju pintu diikuti oleh lukman pulang ke rumah yang ada disamping bangunan itu.
Alif juga langsung beranjak ke kamarnya tanpa ekspresi membuat ketiga wanita yang sedang melihat TV itu tahu jika ia sedang marah. kak mia menggigit bibir bawahnya kemudian mengambil air minum dalam gelas besar dan segera menyusul suaminya.
Alif sedang melepas celananya sebelum ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ia terbiasa tidur hanya menggunakan sarung kumal ayahnya tanpa memakai baju. Alif keluar kamar mandi dengan tubuh yang segar
__ADS_1
Mia langsung memeluknya dari belakang" maafkan aku mas, aku tidak bermaksud menyembunyikannya darimu. Aku ingin USG dulu dan memberikan fotonya padamu. Aku takut jika test packnya tidak akurat. Kita sudah menunggu ini sangat lama. Aku takut jika aku terlalu berharap dan itu tidak sesuai dengan harapan kita. Maafkan aku mas..." Air matanya melelah mengenai punggung alif