
Pagi itu Ani duduk di lobi rumah sakit dengan menatap pintu masuk rumah sakit SEGER WARAS. sebenarnya shift malamnya belum berakhir, masih kurang sekitar setengah jam lagi. tadi setelah memastikan tidak ada pasien yang harus ia tangani ia pergi ke lobi dan duduk disana.
Raut mukanya tampak sedih. Sesekali ia mengusap air mata yang meleleh di pipinya. Ia tak menangis terisak-isak hanya mengusap hidungnya dengan tisu berulang kali karena terus menerus mengeluarkan cairan kental hingga ujung hidungnya menjadi merah karena berulang kali di jepit oleh jari-jarinya
Ia menunggu dan berharap seseorang yang dirindukannya akan datang, orang Yang bisa mencairkan suasana hatinya yang sedang sedih tak terkira. Ia sedang butuh bahu untuk menangis, menyandarkan kepala agar bisa mereset pikirannya kembali.
Setengah jam yang lalu zainal baru saja menelponnya. Ani ingin memintanya untuk datang tapi bibirnya tak bisa mengatakannya, ia takut zainal akan menganggapnya gampangan, murahan atau semacamnya. Ani merasa sangat rindu pada pria yang kini jadi tambatan hatinya itu karena sudah satu minggu lebih mereka tak bertemu dan hanya beberapa kali saja saling bertukar pesan.
Terkadang ia ingin sekali bersikap sedikit agresif dengan mengirim pesan terlebih dahulu tetapi ia takut jika zainal menganggap jika dirinya yang lebih menyukai zainal dan takut jika kekasihnya itu hanya mempermainkannya, kemudian setelah mendapatkan hatinya dia akan ditinggalkan begitu saja. Ia punya banyak ketakutan dan kecemasan karena ini adalah pengalaman pertama ia punya pacar.
.
.
.
Pagi itu zainal merasa badannya remuk redam. setelah solat subuh ia berbaring lagi di tempat tidur tapi kemudian dia meraih hp nya dan mengirim pesan pada kekasihnya, menanyakan kabarnya.
Sudah satu minggu lebih sejak kepulangannya dari Bogor untuk bertemu klien dan mengikuti seminar. ia mendapat banyak pelajaran dan mencoba menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. salah satunya tidak boleh tidur setelah subuh karena akan membuat pelakunya fakir dan bodoh. Dan zainal mempercayainya .
__ADS_1
Ia langsung menaruh hp nya di tempat semula setelah menekan kata send. ia yakin Ani tidak akan langsung menjawabnya. sebenarnya dia ingin menelpon dan mendengar suara si cantik yang dirindukannya, tapi Hari masih sangat pagi dan pasti ani masih sibuk beraktifitas pikirnya
Beberapa hari ini dia super sibuk sampai-sampai tidak bisa menemui kekasihnya. Setiap hari lembur hingga larut malam. Pak dirman memberinya tumpukan map yang harus dipelajarinya, dikoreksi dan kemudian dikembalikan lagi pada pak dirman untuk ditanda tangani. Pak dirman juga menyuruhnya bertemu banyak klien bahkan juga menemui perwakilan dinas industri dan pariwisata
Pak dirman sekarang sudah tak sungkan lagi untuk menyuruhnya menyelesaikan banyak hal. Justru sekarang zainal yang bersikap sopan dan manis, tak Iagi bisa lagi menolak permintaan orang yang paling dipercayai papanya itu. Ia tak lagi merengek meminta pak dirman melakukan ini dan itu seperti yang biasa dia lakukan .
Pak dirman ingin menguji zainal dan sebaliknya zainal juga ingin membuktikan diri bahwa ia adalah pria bertanggung jawab dan bisa dipercaya untuk mengemban amanah.
Zainal berganti baju kemudian berlari mengelilingi rumahnya beberapa kali. Berlari diantara tetumbuhan yang mengeluarkan udara yang segar dengan kicauan burung yang saling bersahutan diantara rerimbunan pohon yang ada di sekitar rumahnya membuatnya tersenyum mengagumi alam ciptaan Tuhan, ia pun mendendangkan lagu maher zein sambil terus berlari
every bird in the sky
says as it falls from the clouds
every ant every plant
every breeze and all the seas
they all sing
__ADS_1
subhanaka robbi subhanak
subhanaka ma a'dhoma sanak
nad 'uka wa narju ghufronak
nad 'uka wa narju ghufronaka
Robbi......
Nafasnya tersengal-sengal, peluhnya bercucuran dan tubuhnya merespon dengan melepaskan hormon dopamin yang membuatnya bahagia.
Ia masuk ke kamarnya setelah melihat dapur yang sudah mengepulkan banyak asap karena para pekerja sudah sibuk beraktifitas. Ia meraih hp nya dan melihat ada notifikasi dari dia, yang sesuai dengan harapannya.
Ani membalas pesannya
'baik, mas zein apa kabar?'
zainal kemudian tersenyum dan langsung menelponnya
__ADS_1