
Dirumah Bang Alif semua orang sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara lamaran Lukman. Mukena yang dihias menjadi bentuk bunga , kain, baju, sandal, Daleman wanita, handuk, make up dan ada gelang di kotak beludru warna merah. Kue yang berasal dari beras ketan hampir semuanya ada. Ketan salak, tetel, Mendut, lemper, pisang raja, parcel buah-buahan, gula kopi.
Kenapa kue yang dibawa saat lamaran biasanya yang berbahan dasar dari beras ketan katanya biar sang calon pengantin semakin lengket. Kalau gula kopi yang dibawa oleh pihak lelaki itu maknanya jika sang mempelai pria sudah siap untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga seperti gula dan kopi. kalau pisang raja yang dibawa oleh calon mempelai laki-laki itu artinya dia siap menjadi kepala rumah tangga dan bertanggung jawab serta memiliki hak penuh akan istrinya seperti seorang raja.
Ketika semua sudah siap akan berangkat ada seorang tamu tak diundang datang. Dokter Ibrahim datang membawa jurnal untuk Ani tapi ia mengatakan ada kepentingan dengan Karina.
Karena para tetangga sudah masuk ke mobil pak dirman maka merekapun berangkat duluan dengan pak dirman sebagai sopirnya. Sekarang tinggal bang Alif, Mia, Ani, Zainal dan Karina ditambah lagi dengan dokter ibrahim.
Setelah beberapa saat menunggu bang Alif ikut masuk ke ruang tamu karena Karina dan tamunya hanya bertukar beberapa kata saja kemudian keduanya diam saja.
"mohon maaf dokter Baim.... hari ini kami punya acara. kalau berkenan barangkali mau ikut sama kami. Kasihan keluarga kami yang ada disana sudah menunggu."
"acara keluarga... lamaran adik saya, kakaknya Rina ." lanjut bang Alif
"saya tidak keberatan jika itu tidak merepotkan Abang sekeluarga" Baim ragu tapi ia penasaran dengan keluarga Karina dan Ani.
__ADS_1
"ya sudah kalau begitu kita langsung berangkat saja. Naik mobil saya saja.... nggak papa kan? biar nggak macet. Apa alergi naik mobil yang biasa?" bang Alif tadi melihat mobil yang dibawa oleh tamunya itu berlogo BMW dengan desain khasnya, desain mata yang tak pernah ketinggalan.
"ti-tidak masalah" Karina melihat orang yang selalu menindasnya itu gugup. Orang yang selalu memarahi dan menakutinya.
Bang Alif dan Mia duduk didepan sedangkan Zainal dan Ibrahim duduk di bangku nomer dua dengan memangku bingkisan buah dan pisang raja. Hal yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. sedangkan Ani dan Laila di bangku paling belakang dengan membawa bingkisan kue.
Sampai di gang masuk rumah Laila nampak Lukman dengan style barunya nampak merengut karena sudah menunggu lama. Ia diam saja.
"ayo masuk...!"Perintah bang Alif pada Lukman dan Zainal membuka pintu agar Lukman duduk di bangku nomer dua dengan ia dan dokter Baim.
Lukman masuk ke dalam mobil dan menyadari ada wajah baru disitu. Zainal yang kini duduk di tengah diantara dr Baim dan Lukman kemudian menyalaminya. Dr Baim yang melihatnya kemudian mengikuti dan ikut menjabat tangan Lukman.
"saya Ibrahim, panggil saja Baim."Lukman tak melepaskan jabatan tangan pria berwajah oriental dan berbadan tinggi besar itu. Ia mengangkat sedikit dagunya sambil menautkan alisnya.
"saya atasannya Karina.... aaah..." Baim mencoba menarik tangannya yang dicengkeram oleh Lukman.
"Lukmanul hakim......" lukman melepaskan cengkraman tangannya karena mendengar bang Alif memanggil nama lengkapnya.
Ia masih mengamati Baim yang mengipas-ngipaskan tangannya yang masih terasa panas sedangkan tangan yang lainnya memeluk bingkisan buah di pangkuannya. Menyadari ada tatapan yang menyelidik dari orang yang membuat tangannya nyeri ia mencoba duduk sambil menempelkan punggungnya di sandaran jok seperti yang dilakukan Zainal agar tak terlihat oleh Lukman.
__ADS_1
Lukman memegang pundak Zainal dan mengarahkannya ke depan sehingga ia tampak seperti orang yang hendak ruku' posesif, batin Zainal tapi ia menurut saja tak ingin menimbulkan masalah meski ia kesulitan karena ada bingkisan buah pisang di pangkuannya.
putih, matanya sipit seperti wajah peranakan, alis dan rahangnya tegas hidungnya biasa saja dan bibirnya tebal sedikit hitam, seperti perokok. Badannya tinggi besar tapi lembek. Nggak pernah olah raga. Umurnya 30 tahun lebih. Sepertinya anak orang kaya dan sedikit nakal. karakternya galak dan suka mengintimidasi. Lukman menarik bibirnya seperti mengejek. Ia lupa kalau itu mirip karakternya.
Bang Alif keluar dari pintu ketika sudah sampai ditempat tujuan. Barulah Lukman menyadarinya kemudian segera keluar dan Baim mengelus dadanya, merasa lega karena bisa bernafas lagi.
************%%%%%%%%%%%************
ini tadi malam aku mencoba merangkai bunga untuk mamiku sebagai hadiah hari ibu untuknya.
terus tak ganti jadi seperti ini
wkwkwk...... pokoke tak umek-umek biar keliatan cantik meskipun hasilnya belum memuaskan.
Semoga aku bisa menjadi ibu yang baik yang
__ADS_1
bijaksana yang bisa membawa anak-anak menjadi anak-anak yang Soleh solehah yang bisa berkontribusi untuk ummat. Semoga aku bisa menjadi anak yang berbakti pada orang tua, yang memuliakan keduanya dan bisa membahagiakan dan membanggakan keduanya didunia dan akhirat.
Selamat hari ibu semuanya semoga selalu bersemangat untuk menjadi ibu yang lebih baik lagi setiap harinya