Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
fun


__ADS_3

Seorang gadis cantik berpakaian seksi berjalan mendekat kearah mereka. ia bersalaman dengan Burhan kemudian mencium pipi kiri dan kanannya. Ia melakukan hal yang sama pada teman-teman Zainal baik yang wanita maupun yang pria.


"Halo Zein apa kabar?" Gadis itu mengulurkan tangannya pada Zainal dan juga siap menyodorkan pipinya untuk cipika cipiki.


"Aku baik. Kenalkan dia calon istriku!" kata Zainal sambil memegang lengan Ani agar bersalaman dengan cewek tadi. Cara menghindar yang relatif aman. Gadis itu menyalami Ani sambil merengut. Ia ingat terakhir bertemu dengan Zainal ia masih mau diajak bersalaman tapi sekarang ia ditolak di depan banyak orang. Sungguh memalukan.


Kening Ani berkerut saat mendengar Zainal mengatakan kalau dia calon istrinya. Ia menoleh ke arah Zainal yang juga sedang melihat matanya, calon istri? sejak kapan, mas Zein ngomongnya serius atau cuma ingin menghindari gadis ini?. Ani jadi penasaran.


Teman-teman Zainal yang sudah lama mengenal karakter Zainal kadang juga masih merasa kesal karena Zainal kerapkali menolak untuk diajak bersenang-senang. Minum minuman keras, berjoget atau pergi ke klub untuk having fun saja dia tidak pernah mau ikut.


Tapi sekarang lebih parah , masak bersalaman dengan lawan jenis saja tidak mau. Itu hal yang lumrah bagi mereka, mumpung masih muda, cuma sekali-kali saja , nanti kalau sudah berkeluarga juga akan jera dan akan berhenti melakukannya. Begitu pikiran mereka. tapi Zainal tetap pada prinsipnya tidak mau mencoba-coba sesuatu yang menurutnya tercela dan terlebih itu juga dilarang agama.


"Parah lu zein, masak salaman aja nggak mau. ckckck....." kata salah satu teman prianya.


"Sudah berapa lama pacaran dengan Zainal?" kata salah satu gadis mengajak bicara Ani untuk menghilangkan atmosfer yang kurang menyenangkan diantara mereka.

__ADS_1


"Baru beberapa bulan" Ani menjawabnya dengan tersenyum.


"Wah ... ada bos swalayan nih. tumben banget.... Seorang pria kebule-bulean datang sambil bersalaman dengan Zainal kemudian membenturkan pundak mereka pelan sebagai tanda persahabatan pria.


Melihat gadis cantik dan menik-menik dengan pakaian batiknya membuat membuat pria setengah bule itu ingin menggodanya. Padahal Ani hanya memakai make up sederhana dan mengepang rambutnya kiri kanan kemudian ujungnya disatukan dengan pita yang berbentuk bunga.


"Hai pretty..... " pria itu membungkukkan sedikit badannya sambil menengadahkan tangannya seperti orang yang hendak mengajak seorang wanita untuk berdansa.


Ani hanya tersenyum sambil mengangguk memberi salam hormat. Zainal menaruh tangannya ditelapak tangan pria tadi kemudian mengangkatnya dan menyentuhkan punggung tangganya pada hidung mancung teman pria setengah bulenya itu.


"Isshhh... apa-apaan kau ini " katanya sambil menarik tangannya dari Zainal.


"Mengobati orang sakit..." jawab Ani


"Waaow .... Anda seorang dokter? sepertinya aku rela sakit agar bisa berobat pada anda dokter....." katanya sambil mengedipkan matanya pada Ani

__ADS_1


"Modus lu..." kata yang lain menimpali yang dijawab oleh Ani dengan senyum manisnya.


"Ada rencana pelebaran sayap di bidang kain nggak Zein? aku ada pemasok kain dari Cina. Harganya murah, kau bisa menyewa desainer dan membuat baju lalu kau bisa memasarkannya langsung di tokomu maupun dijual secara online? Atau kain tenun lokal asli daerah aku juga bisa suply" . Salah seorang yang memakai dasi kupu-kupu mencoba melobi.


"Belum ada pemikiran sampai kesana" jawab Zainal. Satu swalayan saja masih amburadul mau melebarkan sayap ke mana? hatinya mencemooh dirinya sendiri yang masih saja belum cakap menjalankan bisnis orang tuanya.


Sedang Ani mulai menerka -nerka apakah Zainal ini yang memiliki swalayan tempatnya menjadi manajer atau mungkin punya swalayan di tempat lain?


Setelah beberapa saat berbincang Zainal pamit pada teman-temannya untuk mengucapkan selamat pada pengantin dan setelah itu akan langsung pulang.


Teman-temannya mencoba membujuk Zainal agar tinggal lebih lama karena mereka jarang bertemu dan ini adalah kesempatan untuk saling curhat tentang masalah pribadi maupun tentang bisnis yang sedang mereka jalani.


Zainal beralasan Ani harus segera pulang karena kakak-kakaknya sudah berpesan tidak boleh lama-lama.


"Kalian tahu dimana aku bekerja, datanglah sesekali kesana. Aku tunggu!" kata Zainal kemudian berlalu bersama Ani yang lagi-lagi memegang lengan baju Zainal saat akan naik ke panggung tempat pengantin dan keluarganya duduk di pelaminan.

__ADS_1


Merekapun membiarkan Zainal pergi sambil melihat interaksi keduanya . pasangan aneh, kata mereka yang biasanya melakukan sesuatu yang lebih dari itu bersama kekasihnya.


Zainal dan Ani bahkan tidak berpegangan secara langsung, buat apa pacaran kalau nggak bisa ngapa-ngapain, mereka menggunjing Zainal dan Ani sambil tertawa. Mencemooh perbuatan Zainal yang seperti orang bodoh meski hati nurani memuji Zainal yang bisa menahan diri meski kerap kali mereka mengejeknya.


__ADS_2