
Karina dan Dokter Ibrahim yang sedang berada di pelaminan tampak kikuk dengan arahan sang fotografer. Meski begitu keduanya tetap mengikuti arahan gaya seperti yang di minta fotografer.
Keduanya agak canggung, terutama Karina. Saat dia diminta berpelukan dengan pose kedua telapak tangannya memegang dada suaminya dia tampak segan, malu-malu gimana gitu. Tentu saja karena ini adalah pertama kalinya dia bermesraan dengan seorang pria apalagi sekarang dilihat banyak orang.
Untungnya dokter Ibrahim seperti lelaki kebanyakan yang bersikap agresif. Ia menarik pinggang istri kecilnya itu sehingga tubuh mereka saling menempel. Karina yang tak berani menatap mata suaminya malah terlihat bagus di kamera membuat sang fotografer tak melewatkan bidikan terbaiknya.
Dokter Ibrahim yang gemas pada istrinya malah ingin mengabadikan momen-momen bersejarah itu. Saat pertama kalinya ia bisa sedekat itu pada gadis yang kini menjerat hatinya. Yang dulu sering ia bully dan ia sama sekali tak berfikir akan menikahinya. Gadis kecil yang polos itu kini sudah resmi menjadi istrinya, menjadi tulang rusuk yang sekian lama dicarinya.
Ia menggerakkan dagu Karina sehingga membuat istrinya itu melihat matanya. Dokter Ibrahim menikmati wajah istrinya yang biasanya polos tanpa make up kini tampil sangat berbeda dan ia hampir tak mengenalinya. Sangat cantik dan manis sekali. Dandanannya tampak cocok dan malah membuatnya seperti gadis yang berumur dua puluh tahunan. Mata sang dokter itu malah fokus pada bibir yang berwarna pink sang istri.
Sang fotografer sungguh berbahagia melihat moment yang memanjakan mata dan berkali kali membidikkan kameranya pada dua insan yang sedang berbahagia itu.
__ADS_1
cup
Dokter Ibrahim yang sudah tak tahan kemudian mengecup bibir sang istri sekilas. Tentu saja hal itu membuat Karina terkejut sehingga kedua matanya terbelalak dan itu tak luput dari bidikan kamera yang sedari tadi memborbardir pose pasangan pengantin baru itu. Tak perlu repot-repot lagi untuk memberi arahan gaya karena pengantin prianya kini nampak agresif.
Karina mematung dengan ulah sang suami, ia bingung, terkejut,malu, canggung dan tak tahu harus berbuat apa.
"Suka ya? nanti kita lanjutkan di kamar ya," bisik dokter Ibrahim di telinga Karina dan sukses membuat wajah istrinya itu bersemu kemerahan. Belum hilang keterkejutannya pada kecupan di bibirnya kini suaminya malah menggodanya dengan bisikan sensual membuatnya semakin salah tingkah. Dia merasakan darahnya berdesir saat bibir Ibrahim hampir menempel di telinganya. Tiba-tiba tubuhnya terasa gerah. Panas dingin.
Dokter Ibrahim malah semakin menikmati wajah sang istri yang nampak malu-malu.
"Mau kemana, belum selesai?" Tanya Dokter Ibrahim panik melihat istrinya mau melangkah dengan kedua tangan di roknya yang menggembung dan agak panjang.
__ADS_1
"Kebelet pipis..." Jawab Karina asal karena saking nervous nya.
"Aku anter..."
"Ehh, nggak jadi nggak jadi.... udah nggak kebelet lagi," kata Karina mengurungkan niatnya.
kalau aku ke kamar mandi dianterin terus ditungguin malah bikin aku kikuk. Tambah berabe. Kan niatnya mau menghindar. Huhu..... ya Robbi nanti malam aku harus ngapain kalau cuma berduaan di kamar dengan dia ? -karina
"Yakin?" tanya sang suami sambil mengulum senyum karena istrinya yang biasanya galak dan sok cuek padanya kini terlihat malu dan nervous.
Wajahnya menggemaskan sekali sih... Bikin aku nggak nahan aja. Pingin segera kuapa-apain. Boleh nggak sih tamunya disuruh pulang dulu, kirim doa restu nya lewat wa saja- Ibrahim.
__ADS_1
Dokter Ibrahim menangkupkan kedua tangannya pada pipi Karina kemudian mencium kening istrinyanya sambil memejamkan mata. Cukup lama sampai Karina yang beberapa detik sebelumnya hilang kesadaran kemudian ia tersadar kalau banyak mata yang sedang memandang mereka berdua.
Karina mencubit pinggang sang suami dengan cukup keras membuat Dokter Ibrahim langsung membuka mata dan melepaskan tangannya dari pipi sang istri sambil mengaduh kesakitan.