
Setelah hilangnya dua pembela Islam itu orang-orang Quraisy semakin leluasa melakukan penganiayaan kepada para muslimin sehingga satu persatu dari mereka mulai berhijrah ke Madinah. Siti Zainab menyaksikan ketiga adiknya, Ruqoyyah, Ummu kulsum dan Fatimah berhijrah ke Madinah. Dan tinggallah dia seorang yang berada di Mekkah dengan suami yang masih kukuh tidak mau meninggalkan agama nenek moyangnya.
Saat terjadi perang badar dialah yang paling sedih dan galau. Jika ia berharap pasukan muslimin yang menang maka ia takut jika abu Al ash terbunuh dan dia menjadi janda dan kedua anaknya menjadi yatim. Dan jika ia berharap kemenangan di pihak quroisy maka ia takut dirinya yang akan menjadi yatim. Air matanya terus mengalir sambil memeluk Ali dan Umamah.
Kemenangan di pihak kaum muslimin membuatnya bahagia tapi beberapa saat kemudian ia ingat suaminya. Dia merangkul kedua anaknya sambil menangis berharap apa yang dipikirkannya salah.
Ternyata Abi Al ash tidak terbunuh tetapi di tawan oleh ayahnya. Ia begitu bahagia mendengar kabar tersebut kemudian segera menyuruh utusan untuk menebus suaminya.
.
.
Zainab begitu bahagia ketika melihat suaminya masuk ke rumah ia begitu gembira sampai tak kuat mengangkat badannya kemudian hanya mengangkat wajahnya bersyukur kepada Allah karena suaminya kembali kepada keluarganya dengan selamat.
__ADS_1
Siti Zainab yang begitu disibukkan dengan rasa kegembiraan sampai tidak sempat memperhatikan wajah suaminya yang diliputi kesedihan.
Abi Al ash kemudian berkata sambil memejamkan matanya seakan tak tega kalau perkataannya akan mengakibatkan istrinya kaget.
"kedatanganku ini adalah untuk berpisah denganmu Zainab." begitu kata Abi Al ash
Siti Zainab yang mendengarkan perkataan itu seperti tersengat kalajengking kemudian ia menjawab,"Begitukah? sedang kita baru bertemu!"
"Bukan aku yang harus pergi meninggalkanmu tapi kau yang harus meninggalkan ku pergi" Abi Al ash berkata dengan berat hati.
Abi Al ash yang tahu kegalauan istrinya kemudian melanjutkan perkataannya dengan lembut dan kasih sayang,"Maaf Zainab ini adalah atas permintaan ayahmu, agama Islam yang memisahkan kita dan aku sendiri sudah berjanji kepada ayahmu untuk mengirimkan kau kepadanya. Aku tak ingin mengingkari janji Zainab!"
Mereka pun akhirnya berpisah dengan rasa harap untuk dapat kembali lagi sebab saat itu Siti Zainab sedang mengandung 4 bulan.
__ADS_1
Saat Siti Zainab berpamitan Abi Al ash berusaha menguatkan hatinya dan berkata, " apapun yang terjadi aku akan tetap mencintaimu selama hidupku. Yang tinggal hanya bayanganmu di seluruh rumah yang menjadi saksi atas kebahagiaan yang kita kenyam dengan mesra,........." abu Al ash tidak sanggup melanjutkan perkataannya kemudian mempersilahkan adiknya Kinanah mengantar Siti Zainab ke tempat yang sudah ditentukan.
Selama 6 tahun lebih mereka berpisah. Hingga suatu malam Abi Al ash mendatangi Zainab untuk meminta perlindungan karena ia menjadi buronan kaum muslimin ketika ia pulang dari negri Syam dengan membawa barang dagangannya dan sebagian barang-barang milik kaum Quraisy.
.
.
.
Hah.... kau membuatku menangis Zein....." bang Alif berkali-kali mengusap air matanya saat bercerita. Sedangkan Zainal menangis tergugu sambil menutup mukanya.
"Lalu bang.... " Zainal masih saja menangis karena mendengarkan cerita bang Alif tapi ia juga penasaran dengan kisah selanjutnya
__ADS_1
"Bacalah sendiri kisahnya yang sangat mendramatisir itu dalam bukunya prof. Dr aysah Abdurrahman yang berjudul putri-putri nabi, bagaimana pertemuan mereka kala itu"
"Ayolah bang cerita. selanjutnya gimana?" Zainal mengusap lagi sisa-sisa air matanya.