Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
jadul


__ADS_3

Zainal mengemudikan mobilnya sambil membaca do'a naik kendaraan yang biasa dibaca anak-anak play group


' subhanalladzi sakhkhoro lana hadza wa ma kunna lahu muqriniin wa inna ila robbina lamun qolibun.' Ia membacanya dengan sangat pelan, hanya dengan menggerakkan bibirnya ke atas dan kebawah layaknya orang yang sedang membaca mantra.


Sedangkan Ani, ia membaca ayat kursi sambil menghadapkan wajahnya ke samping kiri melihat jalanan yang sudah tak sepi lagi karena aktifitas manusia yang tak pernah berhenti untuk meniti hari mencari rizki dengan berkendara atau berjalan kaki.


Tak ada percakapan diantara keduanya karena mungkin masih grogi. Zainal fokus mengemudi sedangkan Ani mulai tak bisa mengendalikan matanya yang sudah ingin terpejam sejak tadi. Ia mulai masuk ke alam bawah sadarnya meski di tengah kebisingan lalu lintas yang mulai padat.


Mereka Melewati jalanan kota tanpa kata. Zainal sebenarnya ingin menyalakan radio tapi ia melihat gadis cantik disebelahnya mulai tertidur dengan kepala yang berbantal kaca mobil. Zainal tak mau mengganggu tidurnya hanya untuk memindahkan kepalanya dengan bantal leher yang ada di jok belakang. Ia membiarkannya begitu saja sambil terus mengikuti petunjuk dari mak gugel maps


Sampai akhirnya mereka mulai masuk kawasan yang lebih sempit jalannya dan lebih sepi dari kendaraan dengan para warganya yang duduk-duduk di depan rumah mereka. Kawasan pinggiran yang ada di tepi kota.


Tiba-tiba ponsel itu bergetar dan muncul nama dr. Ibrahim di sana.


Zainal mendesis karena cemburu, "ish...untuk apa orang ini mengganggu pacarku?"


Ia kemudian menggeser tanda hijau yang ada pada layar dengan memasang wajah juteknya tapi tatapannya tetap fokus pada jalan yang akan dilaluinya.


tampak wajah Karina yang terdiam beberapa detik karena tidak mendapati wajah kakaknya. Tapi ia yakin kakaknya sedang berada dalam mobil yang sedang berjalan seperti yang terlihat di dalam ponsel yang ada di tangannya.

__ADS_1


" kak.... assalamualaikum kak...." panggilnya


" astaghfirullohal adzim!!!" karina spontan mengucap istighfar karena tiba-tiba wajah jutek Zainal muncul sambil mengerucutkan bibirnya. Harusnya ia senang karena prasangkanya salah tapi ia malah tampak sebal dengan Karina.


" apa?" solot zainal


" dih.. jutek amat sih bang..! kakak mana?"


" dia tidur, kenapa?"


" liat kakak bawa kontak sepeda motor nggak?"


Zainal langsung mematikan panggilan tanpa salam tanpa pamit, untung saja nggak kayak dedemit.


Sedangkan karina yang ada di tempat lain marah pada hp yang dipegangnya


" iiihhh menyebalkan! kalau bukan pacarnya kakakku, aku getok kepala lu..!" katanya sambil mengepalkan tangannya seperti orang yang hendak menjitak ke arah hp nya Ibrahim


" Eh... hp ku nggak salah apa-apa ya....!" kata Ibrahim sambil merebut hp yang ada di tangan karina kemudian ia mengusap-usap layarnya dan meniupnya pelan-pelan seperti seorang ayah yang sedang menenangkan anaknya yang baru disakiti oleh ibunya.

__ADS_1


.


.


Setelah melewati jalan kampung yang lebih sempit lagi, zainal kemudian melewati tikungan dan berhenti saat suara robot yuk gugel berkata, " anda sudah sampai ditempat tujuan"


Ia mematikan mesin mobil kemudian membuka kaca di sampingnya. Ia melihat rumah jaman belanda yang berdiri kokoh dengan halaman yang luas dan pepohonan yang rindang.


Ia menoleh pada gadis yang duduk disampingnya, tidur dengan nyenyak sam sekali tak terusik meski jalanan di daerah yang dilewatinya tadi sedikit rusak.


Bibir Ani nampak sedikit terbuka dengan kepala yang tertekuk menempel di kaca.


Zainal memandang kekasihnya dengan seksama. Wajahnya tirus dengan hidung standart dan bibir yang seksi. Zainal menengklengkan kepalanya untuk melihat Ani dari sudut yang berbeda


" Tidurnya aja cantik apalagi kalau lagi..... fuh..fuh... fuh.." ia menghentikan pikiran nakalnya karena si mr seperti menggeliatkan tangkainya.


Ia kemudian menoleh kesamping kanannya untuk mengusir resah karena semakin penasaran dengan rasa bibir yang sedang merekah.


"Allohu akbar!!!" teriak zainal saat melihat ada orang yang berdiri di samping mobilnya dengan tatapan tajam yang siap menerkamnya. Ia menepuk-nepuk dadanya , 'kayak dejavu sih.... ini bukan karma kan? belum juga 24 jam' batinnya

__ADS_1


Ani terbangun karena mendengar teriakan zainal. Ia kemudian membenarkan posisi duduknya yang sudah melorot ke bawah, merapikan rambutnya dan mengusap-usap wajahnya.


__ADS_2