Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
pertemuan


__ADS_3

setelah 6 tahun berlalu Siti Zainab hidup di bawah pengawasan ayahnya tapi tak padam juga harapannya untuk menunggu suaminya masuk Islam.


sampai di malam bulan Jumadil akhir tahun ke-6 Hijriyah Siti Zainab tidak bisa tidur karena membayangkan kenangan lamanya dan mengharap impiannya itu bisa terwujud esok harinya.


fajar hampir menyingsing tapi Siti Zainab masih termangu-mangu dalam lamunannya, tak terasa pintunya dibuka dengan perlahan-lahan . kemudian sebuah kepala menyembul dari balik daun pintu dengan wajah pucat dan gemetar menatapnya.


Siti Zainab masih meragukan pandangannya betulkah itu Abi Al ash datang malam hari hanya untuk mengganggu lamunannya namun ditunggu beberapa waktu sosok orang itu tidak berubah maka ia pun berseru


"Abi Al ash?" Siti Zainab terperanjat oleh suaranya sendiri yang telah lama tak memanggil nama tersebut


Abi Al ash menjawab lembut," benar Zainab Abi Al ash telah dilempar takdir datang ke Madinah untuk menemuimu. sekarang aku menjadi buron yang mungkin akan dicari mereka sampai kemari"


Siti Zainab masih merasa ragu dengan pendengarannya malah terus menatap wajah Abi al ash sebab dianggapnya peristiwa ini hanyalah mimpi saja. dibiarkannya keadaannya seperti ini agak lama sebab kalau mimpi dan khayalan kalau melintas agak lama akan membuat kesenangan tersendiri baginya.


sinar temaram mulai terbentuk di sela-sela rumah dan adzan bilal yang memecah kesunyian telah tuntas mendapat jawaban dari para mukminin yang akan pergi salat subuh.


sebuah langkah yang dikenalnya menuju keluar . langkah ayahnya ke masjid untuk memimpin salat subuh. lalu ia berbicara sendiri

__ADS_1


"Ya Allah aku seperti tidak mimpi, betulkah aku bersama suamiku?"


Abi Al ash menjawab," Zainab kau punya tamu sekarang, seorang tamu yang lelah membuka mata, lelah dikejar-kejar dan lelah lantaran perpisahan."


Siti Zainab serasa tersengat listrik ia berdiri dan hendak menyalami Abi al ash namun belum sampai bertemu mendadak langkahnya terhenti, dia seperti ingat sesuatu. dilihatnya wajah Abi Al ash dengan curiga.


Abi Al as menggelengkan kepala dengan sedih dengan kecurigaan istrinya yang tak terkatakan itu


"tidak Zainab, aku datang ke Madinah bukan untuk masuk Islam aku pergi ke negeri Syam membawa daganganku dan sebagian barang-barang milik kaum Quraisy. ketika aku pulang aku di cegat pasukan ayahmu yang dipimpin oleh Zaid bin haritsah. mereka menguasai semua yang aku bawa dan aku melarikan diri. begitu gelap gulita malam turun. aku kemari untuk sembunyi dan meminta perlindungan.


"oh begitu". kata Zainab lega" marhaban wahai Ayah Ali dan umamah anakku"


angin pagi membawa suara Siti Zainab yang lantang itu masuk ke masjid. begitu Rasulullah menyelesaikan shalatnya lalu beliau bertanya


"hai ...kalian dengar suara tadi?"


"dengar ya Rasulullah" jawab kaum muslimin

__ADS_1


"demi diriku yang berada di tangan Nya. Aku tidak tahu apa-apa sampai terdengar suara yang kalian juga dengar" setelah diam sejenak beliau melanjutkan," dia telah memahami sampai yang paling hakiki maka kita melindungi apa yang dia lindungi".


Rasulullah langsung menuju ke rumah putrinya dan menemukan Abi al ash didalamnya.


begitu Rasulullah datang Siti Zainab bermohon dengan penuh harap "Ya rasulallah aku melindunginya karena dia anak bibiku dan juga Ayah dari anak-anakku"


" putriku, sayangmu dan penghargaanmu kepadanya jangan sampai kelewat batas dia tidak dihalalkan untukmu"


kemudian Rasulullah berlalu. berdua mereka melihat sosok Rasulullah sampai jauh baru kemudian mereka saling pandang.


Siti zainab berkata," senangkah kau dengan perpisahan ini Abi Al ash?"


"tidak Zainab, demi Allah kalau kau pergi hidupku akan menjadi kacau"


"mengapa menyiksa diri begini dan sampai kapan?"


"Sampai Allah menentukan nasib kita" ditutupnya mukanya dengan tangan supaya jangan sampai terlihat tetes air matanya yang mengalir deras

__ADS_1


"Allah merahmatimu abi Al ash"


__ADS_2