
Tengah malam semua orang sudah pulang ke rumah masing-masing termasuk keluarga Lukman. Meja kursi tetap dibiarkan di luar . Di ruang tamu yang sempit itu kini lebih sempit lagi karena motor Lukman ditaruh disitu. sedangkan pemiliknya kini sedang duduk bersandar di karpet sambil merokok dengan menselonjorkan kakinya. Ia asal comot saja saat melihat ada rokok dan korek di dekatnya. pikirannya sedang galau. dia tidak tahu jika rokok tadi milik ketua preman yang lupa tak membawanya.
Berkali-kali ia menghembuskan nafasnya dan kepulan asap terlihat keluar dari mulutnya, bergelung-gelung didepannya. Ia ingin berbicara pada Laila tapi bingung harus memulainya dari mana. Padahal biasanya ia langsung ngomong apa adanya bahkan asal ceplos saat memarahinya. Ia tak pernah sekikuk ini. Sekarang sudah sah jadi suami istri malah jadi salah tingkah begini.
"Nggak tidur bang?" tanya Doni yang hendak mematikan lampu ruang tamu dan melihat kakak iparnya sedang duduk termangu di situ.
"Kamu cepet tidur sana, besok sekolah!" kata Lukman. Doni pun masuk ke kamarnya meski ingin bertanya kenapa tidak masuk ke dalam kamar kakaknya.
Sementara Laila yang sedang di dalam kamar membolak-balikkan badannya di atas kasur karena ia tak bisa tidur juga. Ia penasaran apa yang sedang dilakukan Lukman di ruang tamu, kenapa tak masuk ke dalam kamarnya
Aku yakin dia punya rasa padaku tapi kenapa sekarang sepertinya dia justru mendiamkanku. Apa selama ini dia hanya kasihan padaku? Laila mencoba mencari jawaban kenapa suaminya itu tak mengajaknya berbicara setelah semua orang pulang dan lebih memilih berada di ruang tamu daripada masuk ke dalam kamarnya.
Matanya terpejam beberapa saat kemudian ia tersentak kaget. seperti ada yang membangunkannya. Ia pun langsung bangun dan melihat jam kemudian ia duduk sambil memeluk gulingnya. Perasaannya ingin sekali melihat Lukman sekarang.
__ADS_1
Ia pun memberanikan dirinya untuk mengintip suaminya.
'Bukankah sudah sewajarnya istri khawatir dengan suaminya? Apakah dia sudah tidur atau belum.'
' Bagaimana tanggapannya lihat nanti saja. Aku nggak mau mati penasaran .'
Batin Laila.
Ia bangun dan mengendap-ngendap berjalan ke ruang tamu. Yang pertama kelihatan adalah motor lelaki milik Lukman. Ia membuka selambu yang menutupi ruangan bagian dalam, membukanya sedikit kemudian mencari sosok Lukman yang ternyata sedang duduk sambil memejamkan matanya.
"Ada apa?" Tanya suaminya.
"Nggak papa..." Laila yang ketahuan kemudian berbalik masuk ke dalam kamarnya. Ia menutupi tubuhnya dengan selimut dan memaksa matanya agar mau terpejam. Ia merasa malu ketahuan sedang mengintip suaminya sendiri.
__ADS_1
Lukman beranjak dari duduknya untuk menyusul Laila ke dalam kamarnya. Sampai di kamar ia mendapati istrinya itu sudah berselimut dan memejamkan mata. Hatinya sekarang melunak pada Laila karena ia adalah istrinya. Baik buruknya adalah tanggungannya.
Pria yang umurnya bisa dikatakan dewasa itu memperhatikan istrinya, lalu menghela nafasnya.
'Semoga kamu mau berubah dan menutup aurotmu. Tubuhmu itu menggugah gairah setiap pria' Batin Lukman.
Ia duduk di pinggiran tempat tidur kemudian membelai rambut istrinya dan berkata dengan sangat pelan "Tidurlah!" kemudian ia kembali ke ruang tamu.
Sedangkan Laila, ia merasa senang rambutnya dipegang Lukman bahkan ia berharap lebih dari itu di malam pertamanya. Paling tidak kecupan selamat malam. Tapi ternyata Lukman meninggalkannya begitu saja.
Lukman yang sudah menghabiskan dua batang rokok baru sadar kalau rokok yang dihisapnya itu bukanlah miliknya. Ia pun mematikannya dengan menekan ujung rokok yang masih merah ke bungkus rokok sampai padam baranya.
'Ia menyandarkan kepalanya di tembok sambil memejamkan matanya. Ia baru saja bisa mengumpulkan uang sebesar 35 di tabungannya. Beberapa tahun mengumpulkannya dan mudah sekali cara menghabiskannya. Resepsi nanti mau pakai uang mana?'
__ADS_1
Ya Alloh.... niatku baik kan ya Alloh? jadi tolong aku ya Alloh. Lukman berdoa dalam hatinya.
Ia melihat jam sudah pukul dua tapi ia sama sekali tidak mengantuk. ia tersenyum mengingat dirinya kini sudah menjadi seorang suami dari Laila