
Rasulullah akhirnya melepaskan abi Al ash dengan persetujuan para sahabat serta mengembalikan semua harta yang mereka rampas tanpa tersisa.
Abi Al ash kemudian menuju kota Mekah dan mengembalikan barang-barang titipan yang diamanatkan kepadanya.
Setelah membagikan semua barang-barang yang dititipkan kepadanya ia kemudian berikrar masuk Islam di depan kaum Quraisy.
Di bulan Muharram tahun ke-7 Hijriyah Rasulullah bersama-sama para sahabatnya pulang dari Hudaibiyah. Abi al ash datang ke Madinah untuk masuk Islam. Hal itu disambut dengan haru biru oleh kaum muslimin termasuk Rosululloh sendiri. Para sahabat banyak yang bertakbir ketika melihat dia berbaiat.
Abi al ash diliputi keraguan. Ia sanksi apakah Rasulullah akan mengembalikan istrinya kepadanya atau tidak. Ia ingat bahwa Islam menghapus perbuatan di masa lalu maka di beranikannya bertanya kepada Rasulullah apakah dia masih berhak meminta kembali istrinya.
Rasulullah memberikan restunya dan menyuruh Abi al ash ke rumah Zainab.
sebagian orang mengatakan mereka dinikahkan dengan nikah baru dan sebagian mengatakan mereka dipersatukan dengan nikah yang lama.
Akhirnya mereka bersama kembali setelah lama terpisahkan. mereka hidup mesra dan damai seperti saat mereka bulan madu.
Setelah hidup dengan damai dan sejahtera selama setahun tibalah masa perpisahan yang sebenarnya. Siti Zainab wafat pada tahun ke-8 Hijriyah karena penyakit yang dialami sejak jatuh dari unta ketika keluar dari Mekah yang mengakibatkan keguguran pada janinnya.
Abi Al ash begitu menderita ketika tiba saat kematian istrinya. Dirangkul dan di tangisinya jasad istrinya yang membikin sahabat lainnya ikut meneteskan air mata kedukaan. Tak ada yang berani mendekati dan menahan abi Al ash berbuat begitu sampai kemudian datang Rasulullah melarangnya dan kemudian menyuruh para wanita untuk memandikan jenazah putrinya
__ADS_1
Abi Al ash meninggalkan kamar istrinya dengan lunglai dan hati yang remuk, dia berdiri di pintu kamar dengan pikiran tidak menentu sampai tiba saat pemakaman. Setelah itu Rasulullah dan para sahabat mensalatkannya di masjid kemudian mengubur jenazah Siti Zainab.
Abi al ash pulang ke rumah dengan kesedihan yang mendalam. Sekarang hanya tinggal kenangan manis bersama istrinya di rumah itu. Hampir saja ia termakan oleh kesedihannya. Untung kedua anaknya Ali dan umamah bisa sedikit menghibur hatinya, mengisi kesepiannya dan menghilangkan pikiran galau yang sering menghinggapinya.
Abi Al ash meninggal pada tahun ke-12 hijriah semasa kekhalifahan Abu bakar. ia mewasiatkan putrinya kepada Zubair bin awwam kemudian dinikahi oleh Ali bin Abu Tholib setelah bibinya Fatimah, wafat.
Setelah Sayyidina Ali meninggal karena terbunuh Umamah kemudian dinikahi oleh Mughirah sampai meninggal. ia tidak punya keturunan.
Sedangkan abangnya Ali bin Abi Al ash juga meninggal sewaktu muda.
Dengan meninggalnya Umamah habis sudah riwayat Zainab binti Muhammad Rasulullah"
.
.
Sedangkan Zainal menangis sesenggukan dengan kepala menunduk yang ditaruh diatas kedua lengan yang ditumpuknya diatas lututnya.
Zainal dan bang Alif terdiam beberapa lama. Meresapi kejadian demi kejadian yang sudah berabad-abad berlalu. Seakan-akan mereka hidup di masa itu.
__ADS_1
"kukira itu hanya ada dalam novel ternyata ada dalam kehidupan nyata ya bang? Ternyata memang ada orang yang tidak bisa mencintai kecuali hanya pada satu orang saja"
"hemm.... padahal di masa itu lumrah jika seorang pria mempunyai istri banyak bahkan tak berbilang. Tetapi tidak demikian dengan Abi Al ash. Ia tidak bisa berpaling dari Siti Zainab. Bahkan ketika mereka berpisah Abi Al ash maupun Siti Zainab tidak menikah lagi. Begitupun setelah Siti Zainab wafat. Seperti janjinya Ia hanya mencintai Siti Zainab seumur hidupnya"
Zainal mengedarkan pandangannya dan melihat ada banyak tisu yang berserakan di sekitar tempat duduknya karena dirinya.
"Ini dibuang ke mana bang?" tanya Zainal bingung
Bang Alif kemudian masuk ke dalam dan keluar dengan membawa tong sampah. Ia memasukkan terlebih dahulu tisu yang berserakan di sekitar tempat duduknya baru kemudian ia mengangsurkan tong sampah kecil pada Zainal.
Setelah selesai Zainal menaruhnya di pinggir ruang tengah. Dan ia baru menyadaru bahwa sedari tadi suasananya sangat tenang. Apa anggota rumah ini sudah tertidur semua? pikirnya.
"Bang....."
"hem?"
"Ani mana?" tanyanya karena ia mau pamit pulang
"Dia shift malam. kamu nggak tau?"
__ADS_1
"Ya..... salam....."