Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
mimpi


__ADS_3

" Karena kepandaian Zaid bin Tsabit ,Baginda nabi memintanya untuk belajar bahasa Yahudi beserta aksaranya karena tidak ingin tertipu oleh kaum Yahudi. Hanya dalam waktu setengah bulan Zaid bin Tsabit sudah menguasai bahasa Yahudi dan fasih baik secara lisan maupun tulisan.


Zaid bin Tsabit juga mempelajari bahasa asing yang lain. Sejak saat itu Zaid bin Tsabit bertugas sebagai penerjemah dan juru tulis Nabi. Ia kerap menjadi tangan kanan Nabi untuk membaca, menerjemahkan, dan menulis surat-surat balasan dari berbagai negara.


Zaid bin Tsabit juga pemuda yang hafalan Al-Qur'an nya sempurna sehingga beliau ditunjuk oleh Khalifah abu bakar sebagai ketua pengumpul Al-Qur'an karena banyaknya para penghafal Al-Qur'an yang wafat di Medan perang.


Umar bin Khattab yang pertama kali mencetuskan ide tersebut dan mengusulkannya kepada Khalifah Abu bakar karena banyaknya para hafidz yang syahid di medan perang. Beliau khawatir dengan generasi umat Islam selanjutnya.


Maka di bentuklah panitia pembukuan Al-Qur'an yang bertugas untuk mengumpulkan Ayat-ayat yang ditulis para sahabat di pelepah-pelepah , tulang dan juga menyeleksi hafalan-hafalan para sahabat dengan ketat kemudian menuliskannya menjadi mushaf yang bisa kita baca sampai sekarang.


Adik-adikku semua... mari bercita-cita yang tinggi, setinggi langit karena jika kita jatuh kita akan jatuh di awan bukan di tanah. Meskipun berada di panti kita tidak boleh berkecil hati, tetap semangat, giat belajar. Kalau jatuh...bangkit , jatuh lagi bangkit lagi. Kesuksesan itu butuh perjuangan ia tidak akan datang dengan sendirinya. Apapun yang terjadi kita pasti akan kembali keharibaan Ilahi karena itu dalam situasi apapun tetaplah jadi orang yang bertakwa.


Saat ujian melanda ingat nabi Ayyub yang tetap teguh memegang keimanannya disaat bencana tak berhenti menghampirinya. Ketika kaya ingat nabi Sulaiman yang kekayaannya tiada tandingan tapi tetap jadi orang yang bertakwa. Kalau kita mempunyai wajah yang tampan atau cantik kita lihat nabi Yusuf yang ketampanannya sampai bisa membuat orang tidak merasa sakit saat mengiris tangannya sendiri tapi beliau tetap jadi orang yang bertakwa.

__ADS_1


Jadi adik-adik semua....jadilah anak-anak yang soleh, jadi anak-anak hebat semuanya.


SEMANGAT!!!"


Zainal semakin kagum pada bang Alif yang baru saja bercerita dan memberikan motivasi di depan anak-anak panti. Ia sungguh keren.


"Aow....."


Semua yang ada disitu menoleh mencari sumber suara. Laila buru-buru menutup mulutnya karena dia yang memekik barusan. Ada seseorang yang menarik rambutnya sampai kepalanya terhentak ke belakang. Ia menoleh ke belakang dan melihat Lukman berdiri dibelakang nya.


"IH IH IH ...."Ia memukul Lukman dengan geram. Lukman yang mulanya diam saja kemudian menoleh dan menatap tajam ke arah Laila. Refleks Laila langsung menghentikan gerakan tangannya yang hendak memukul Lukman lagi kemudian ia menggigit ibu jarinya dan mematung di tempatnya.


Lukman berlalu begitu saja kemudian berlari ke lapangan karena akan melatih bela diri pada anak-anak remaja putra panti. Sedangkan Karina mengajar yang putri.

__ADS_1


"Kenapa kak?" tanya Ani pada Laila yang masih berdiri mematung padahal Lukman sudah pergi jauh.


"Dia menarik rambutku". Laila menunjuk ke arah Lukman. "Ih kesel..... kenapa sih dia selalu jahatin aku?" air matanya hampir saja jatuh saking jengkelnya. Laila sudah agak terbiasa dengan keluarga ini sehingga terkadang dia tidak malu mengungkapkan perasaannya.


"Sabar ya kak.... nanti aku aduin ke bang Alif biar bang lukman dimarahi. Kayaknya Abang naksir kakak deh" Kata Ani menganalisa.


Mendengar hal itu Laila justru mengerucutkan bibirnya, mana ada orang naksir kayak gitu, batinnya.


Mia datang sambil mengusap punggung Laila, " Ayo ke dapur.,.!" katanya.


Bang Alif, Zainal serta beberapa pengurus berjalan-jalan disekitar panti. Membersihkan ruangan, halaman , memasang lampu dan merapikan yang berserakan.


Sedangkan Doni diajak anak-anak yang dibawanya dulu untuk ke kamar mereka.

__ADS_1


.


__ADS_2