Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
durhaka


__ADS_3

" Bapak-bapak yang saya hormati saya ucapkan ribuan terima kasih atas kehadirannya dalam acara aqiqoh putri kami. Kami memberinya nama Maryam. Besar harapan kami semoga dia tumbuh menjadi anak yang cerdas, solihah, dan selalu berpegang teguh pada ajaran Islam seperti Siti Maryam wanita mulia sepanjang zaman yang senantiasa mengabdikan dirinya kepada Alloh di baitul maqdis yang mulia.


Hadirin rohimakumulloh.... Sebagai orang tua saya ingin mengingatkan diri saya pribadi terutama dan umumnya untuk kita semua Bahwa seorang anak ketika dilahirkan ke dunia ia mempunyai hak terhadap orang tuanya.


Dan sebagai orang tua kita wajib memenuhi hak putra-putri kita. Yang pertama adalah memberi nama yang baik pada anaknya sebagai bentuk doa, memberikan ibu yang solihah serta mengajarkan kepada sang anak adab-adab islam yang sesuai Al-Qur'an."


Bang Alif memberi ceramah setelah marhabanan dan sebelum menutup acara dengan do'a.


"Ada beberapa sunnah yang dilakukan oleh baginda Nabi pada bayi yang baru lahir


yaitu mengumandangkan adzan dan iqamah pada kedua telinganya.


Hal ini disebut dalam salah satu hadist, "Barangsiapa yang melahirkan seorang anak, lalu mengumandangkan adzan pada telinga kanannya dan membacakan iqomah di telinga kirinya, maka dia tidak akan dicelakakan oleh Ummu Shibyan."


Sunnah yang lainnya adalah mentahnik bayi. Tahnik itu adalah mengunyah kurma sampai hancur lalu kurma tersebut diletakkan pada langit-langit mulut sang bayi.

__ADS_1


Dalam hadist riwayat Al-Bukhari disebut dari Abi Musa, "Anakku telah lahir lalu aku membawanya kepada Rasulllah. Kemudian beliau menamakannya Ibrahim dan mentahnik mulutnya dengan sebutir kurma, lalu mendoakannya agar mendapat barakah, kemudian mengembalikannya kepadaku."


Yang digunakan untuk mentahnik adalah tamer atau kurma kering. Tapi kita yang berada di Indonesia ini jika tidak menemukannya kita bisa menggantinya dengan madu. Jika kita tidak bisa melaksanakan sunnah sepenuhnya maka kita boleh melakukannya semampu kita bukan meminggalkan semuanya.


Sunnah selanjutnya bapak-bapak yang saya hormati yakni melaksanakan aqiqah dan mencukur rambut bayi. Nabi SAW bersabda, "Setiap anak yang baru lahir tergadai dengan aqiqahnya, (sampai) disembelihkan (aqiqah) itu untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama." Waktu pelaksanaan aqiqah yang paling utama adalah pada hari ketujuh tapi jika memang belum mampu bisa diganti kapan saja saat sudah ada.


untuk anak laki-laki adalah 2 ekor kambing Sedangkan untuk anak perempuan adalah seekor kambing.


Sedangkan masalah mencukur rambut bayi yang baru lahir disunnahkan untuk mencukur seluruh rambut yang ada di kepala, bukan hanya sebagiannya saja. Disunnahkan setelah mencukur rambut adalah memberi wewangian dan mengusapkannya pada kepala bayi. Rambut yang dicukur tadi kemudian ditimbang dan hasilnya disetarakan dengan emas atau perak yang kemudian disedekahkan untuk fakir miskin. Rasulullah berpesan pada Fathimah, "Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak seberat rambutnya kepada orang-orang miskin"


Ada satu kisah di masa kehalifahan sayyidina Umar . Ada seorang ayah yang mengadukan perilaku anaknya yang durhaka dan menurutnya sudah sangat keterlaluan.


Kemudian sayyidina Umar memanggil pemuda tersebut dan berkata," bapakmu telah mengadukan dirimu mengatakan kalau kamu adalah anak durhaka"


Pemuda itu kemudian bertanya,"wahai Amirul mukminin Apakah ada kewajiban orang tua terhadap anaknya atau hak-hak anak terhadap orang tuanya?"

__ADS_1


kemudian sayyidina Umar menjawab " iya tentu ada"


" apa saja Kalau boleh aku tahu "tanya si pemuda


sayyidina Umar kemudian menjawab kewajiban seorang bapak terhadap anaknya yang pertama adalah memilihkan ibu yang baik untuknya. yang kedua memberinya nama yang baik sebagai doa untuknya dan yang ketiga adalah untuk mendidiknya sesuai dengan adab adab Islam dan Alquran


Pemuda ini kemudian mengatakan ,"Bagaimana jika bapakku ini tidak memenuhi hak-hakku sebagai suatu kewajibannya. Dia tidak memilih kan ibu yang Sholihah untukku tapi justru dia malah menikahi bekas seorang budak yang beragama majusi. Dia bahkan menamaiku dengan nama Ju'lan(artinya tikus curut). Dia juga tak mengajariku mengaji meski hanya satu ayat !"


Seketika itu Umar bin Khattab Ra berpaling, matanya memandang tajam ke arah orang tua anak itu, sambil berkata: "Kalau begitu bukan anakmu yang durhaka, tetapi kamulah orang tua yang durhaka!"


Bapak-bapak sekalian yang saya hormati, mari saling mengingatkan dan berbenah diri untuk menjadi orang tua yang lebih baik lagi. Belajar lagi dan lagi agar bisa menjadi orang tua yang bijaksana dan bisa membawa seluruh keluarga kita ke surga"


Zainal menyimak bang Alif sambil menunduk dan meresapi setiap perkataannya.


'ya Alloh .... senangnya jika aku bisa mempunyai abang seperti bang Alif yang bisa mengingatkanku ketika aku salah' . Rintih zainal dalam hatinya

__ADS_1


__ADS_2