
"sreek...."
"isshh....." ani mendesis saat lengannya terkena sabetan pisau si hodie. Ia lengah saat melihat Zainal lari dari taman yang ada di bawah. Ia kemudian memegangi lengannya yang terasa perih.
Zainal menengok ke kanan dan ke kiri mencari sesuatu yang bisa digunakannya untuk memukul. Ia mengambil tutup tong sampah yang besar dan cukup berat yang ada di area itu.
"Hei kau, sini kalau berani !! lawan aku " kata zainal memberanikan diri dengan menggunakan tutup sampah sebagai tamengnya.
Ani memanfaatkan kesempatan itu, saat si hodie menoleh ke arah zainal dan hilang kewaspadaannya.
"hyaatt..." Ani melakukan tendangan dari samping membuat pisau si hodie terlepas dari tangannya dan tubuhnya terpental jatuh diatas tanaman kaktus yang ada di situ.
"hyia....." si hodie bangkit dan berlari karena terkejut dan merasa kesakitan ia merasa tubuhnya seperti ditusuk ribuan paku.
Zainal yang masih memegang tutup tong sampah tampak panik saat si hodie malah seperti berlari ke arahnya. Ia pun refleks memukulkan tong sampah itu di kepala si hodie yang seketika membuat lelaki hodie itu jatuh. Hodie sempat membelalakkan matanya beberapa detik kemudian ia pun jatuh pingsan tak sadarkan diri
Tubuh zainal luruh ke tanah, ia ketakutan karena ini pertama kalinya ia memukul orang.
__ADS_1
"wiuw.....wiuw....wiuw.....wiuw.... wiuw...wiuw..wiuw.....wiuw....
sirene mobil polisi membuyarkan ketegangan orang-orang yang sedari tadi hanya melihat pertikaian itu. Termasuk dua security rumah sakit yang sudah berada di situ sejak tadi tapi hanya melongo melihat aksi dr ani.
Para petugas medis dan para polisi bekerja sesuai profesinya masing-masing. Begitupun petugas kebersihan yang langsung membersihkan tempat itu dari kekacauan yang baru saja terjadi.
Ketiga orang yang menimbulkan perkelahian tadi pun di bawa masuk ke dalam arumah sakit untuk di obati lukanya dengan pengawasan ketat dari para polisi. mereka juga meminta zainal dan ani untuk datang ke kantor polisi dan memberi keterangan saksi
Ani kemudian mendatangi zainal dengan memegang lengannya yang terasa perih. ia berjongkok mensejajarkan diri dengan zainal yang masih terduduk di tanah
"Mas zein, are you ok?"
"aku rasa ia hanya cedera ringan. Dokter disini pasti bisa menanganinya" kata ani mencoba menenangkannya
Zainal melihat darah di lengan bajunya ani.
" da.. da.. darah darah. Kamu berdarah di" kata zainal panik melihat tangan kekasihnya. membuat ketakutannya hilang dan kakinya bisa menopang tubuhnya untuk berdiri.
__ADS_1
Anipun berdiri sendiri tanpa menunggu uluran tangan zainal. Mereka bergegas masuk ke dalam rumah sakit. Ani melihat luka di lengannya, ' cukup lebar, kalau ini harus dijahit' batinnya. Ia menuju ke ruang prakteknya terlebih dahulu untuk meminta tolong pada dokter Andi.
"Maaf dokter andi, harus merepotkan anda lagi. Saya akan kembali setelah saya menjahit luka saya."
"izin saja dok. saya akan gantikan dokter. kebetulan saya tidak ada kegiatan hari ini."
"Bolehkah? bahkan saya masih berhutang satu hari pada anda yang waktu itu. Tapi sampai sekarang saya belum bisa membayarnya"
"Ah... itu gampang.... saya akan memintanya saat saya kepepet nanti. santai saja dok..."kata dokter andi
"terima kasih dok, " kata ani yang berdiri di ambang pintu. Zainal yang berdiri di situ setelah menelpon seseorang merasa cemburu dengan interaksi mereka
"Saya juga bisa bantu jahitkan lukanya dok," kata dr andi
"tidak perlu dokter. Pasien anda sangat banyak. saya akan ke dokter lain yang sedang santai" kata ani
Zainal menerobos masuk ke dalam ruangan itu, "saya zainal, kekasihnya dokter ani" kata zainal sambil mengulurkan tangannya pada dokter doni.
__ADS_1
Ani melongo melihat tingkah zainal yang menurutnya sangat lucu,'apa ia cemburu?' batin ani