Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
panik


__ADS_3

seminggu setelah itu Ani pergi ke swalayan TOP DEWE dengan Lukman untuk mengamati toko abangnya itu yang sepertinya berjalan biasa-biasa saja. Karina tadi tidak mau ikut karena perutnya sakit, dilepen katanya.


Zainal yang tahu kekasihnya akan datang ke swalayan menunggunya disana. Ia merasa rindu padahal dua hari yang lalu dia sudah pergi menemui Ani di rumah sakit. Berbicara lewat telpon saja rasanya kurang afdol baginya.


Zainal dan Ani mengikuti Lukman ke toko kecil yang ada di area swalayan milik Keluarga Zainal. Sepasang kekasih itu berjalan beriringan sambil sesekali membicarakan hal-hal yang ringan.


Stand toko Lukman yang disewanya itu diisi dengan berbagai accecoris pria karena ia ingin meniru bang Alif yang sukses dengan bisnis ini. Lukman mempunyai tiga karyawan yang bergantian menjaga tokonya dan diantaranya adalah Doni sebagai cadangan. Lukman mengatur jam masuk kerja Doni berbeda dengan dua karyawan lainnya karena Doni masih sekolah. Jam kerja Doni adalah setiap siang setelah pulang sekolah kira -kira jam empat sampai jam sembilan malam dan khusus hari libur ia diminta untuk masuk pagi.


Lukman geram karena mendapat pengaduan dari karyawan yang saat ini sedang menunggu stand tokonya yang mengatakan bahwa Doni tadi buru-buru pulang selepas magrib. Lukman menarik nafasnya mendengar pengaduan karyawan nya itu.


"karyawan tiga saja belum bisa menghandle dengan baik....." Lukman menggerutu blebih tepatnya menyalahkan dirinya sendiri sambil memijat pangkal hidungnya. "Pantas saja belum dikasih kepercayaan seperti bang Alif"katanya lagi


Sementara itu Zainal dan Ani melihat-lihat barang-barang yang dijual Lukman.

__ADS_1


"Anak ini..,." Lukman mengambil hapenya dan berniat menghubungi Doni tapi sebelum ia mendialnya Nama Doni terlihat memanggilnya.


"Assalamu'alaikum...." Lukman langsung mengangkatnya dan mengucap salam


Tidak ada jawaban dari Doni tapi sepertinya sedang terjadi sesuatu yang menegangkan pada Doni.


"halo Don...." Lukman mencoba berkali-kali memanggil Doni tapi tak ada jawaban


Lukman segera berlari keluar sambil memasukkan hapenya ke dalam saku celananya. Ia terlihat terburu-buru dan cemas sampai tak menghiraukan Ani yang berlari mengejarnya sambil memanggil-manggil namanya.


Lukman berlari kearah parkiran dan segera naik motornya kemudian memakai helmnya dan mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan diatas rata-rata padahal ia masih berada di kawasan swalayan membuat beberapa orang yang berpapasan dengannya memilih mundur dan menggerutu agar tak tertabrak sia-sia. Ani yang mengetahui gerakan abangnya kemudian memilih menghadang abangnya di gerbang pintu keluar swalayan.


"Abang mau kemana?" Ani merentangkan tangannya menutupi jalan

__ADS_1


"Doni dalam bahaya An.... kamu sama Zainal saja!" Lukman hanya membuka kaca teropong helmnya


"Hati-hati bang, baca doa dulu!"kata Ani sambil menyingkir dan memberi abangnya jalan.


Lukman pun langsung menutup kembali kaca helmnya kemudian mengegas motornya seperti kesetanan.


Ani geleng-geleng sambil menghela nafasnya melihat Lukman yang panik berlebihan.


"ayo naik di...!" kata Zainal yang sudah berada di mobil. Ani segera naik dan berusaha mengejar Lukman. Tentu saja mereka hanya bisa melihat lampu belakang motor Lukman dari jauh. kendaraan yang tidak terlampau padat malam itu membuat Lukman bergerak bebas mengendarai motornya dengan kecepatan yang membuat orang yang melihatnya mengumpat.


Ia juga menyalip kendaraan didepannya seperti anak ugal-ugalan.


Zainal yang mencoba mengikutinya tertinggal jauh tapi mereka menebak kalau Lukman sedang menuju ke rumah Laila

__ADS_1


__ADS_2