Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
meeting


__ADS_3

Dr ani dan dr baim berjalan bersama menuju ruang pertemuan para dokter. Mereka tampak serasi saat berjalan bersama. Bahkan dari belakang mereka seperti pasangan yang ideal. Tinggi badan dr Ani setelinga dr baim. Sempurna, gumam karina. Ia melihat mereka semakin menjauh sampai memasuki ruangan yang dituju, kemudian ia berjalan menuju ke arah yang berbeda.


.


.


Lampu diruangan meeting itu dimatikan semua saat layar dinyalakan. Memang tidak seperti di drakor yang tampak mewah dan enak dipandang. Ruangan itu bisa dibilang bagus di negara kita.


Di.layar muncul gambar seorang pasien yang memakai penyangga leher sedang mengamuk karena menolak melakukan pengobatan.


" Ini adalah pasien kecelakaan dan masuk ke rumah sakit dua hari yang lalu. Dia mengalami traktur pada lutut dan pinggulnya tapi sama sekali tidak tampak jika dia merasakan rasa sakit. Pupilnya membesar dan dia mempunyai kekuatan berlebih dengan melawan tiga orang dokter dan perawat. Dia juga berhalusinasi dengan merangkak di lantai. Yang pertama kali dilakukan oleh dokter sudah benar yaitu memberi larutan garam normal dan Ativan. Dan ketika Membawa OP ke laboratorium seharusnya kita juga melakukan test narkoba" Dokter kepala menjelaskan gambar yang ada di layar.


Dilayar nampak pasien-pasien dari berbagai umur, kalangan dan status sosial yang berbeda. Gambar-gambar itu menunjukkan pasien yang kesakitan dan berharap kesembuhan.

__ADS_1


Lampu menyala menerangi tempat meeting itu dengan sempurna. Dokter kepala yang sedang berada di podium kemudian menjelaskan


" Pasien yang datang kerumah sakit ini punya hak untuk memilih siapa dokternya tapi seorang dokter tidak bisa memilih-milih pasiennya. Entah itu penjahat, perampok, buronan, tahanan, tindak kriminal, pelaku kekerasan, pejabat, rakyat jelata, kewajiban kita sebagai dokter adalah menyelamatkan mereka tanpa membeda-bedakannya


"Dan satu lagi, jangan menjelaskan secara bertele-tele kepada keluarga pasien. jelaskan sesederhana mungkin. Kita wajib menghormati keputusan wali pasien setelah kita sudah menjelaskan apa yang terjadi pada pasien dan tindakan apa saja yang dibutuhkan"


dr nafi', dokter kepala di rumah sakit seger waras itu menjelaskan dan mengingatkan semua yang hadir untuk sama-sama mengingat sumpah dokter yang sudah diucapkan dengan wajah sedikit menahan marah, mungkin kali ini ada residen atau dokter yang melakukan kesalahan.


Dokter baim dan dokter ani duduk bersebelahan dengan dokter-dokter lain. Mereka mendengarkan dengan seksama.


.


.

__ADS_1


Dokter Ani dan dokter baim keluar dari ruangan yang tidak seberapa besar itu bersama. Mereka berjalan berdampingan seperti ketika mereka masuk.


ketika sudah berjalan agak lama dr baim baru mengeluarkan suara


"apa benar rumor yang saya dengar dokter, kalau dokter sudah punya pacar?"


dr ani berhenti kemudian menoleh pada dr baim. Ia menarik salah satu tangannya dari sakunya kemudian dia mengusap tulang hidungnya dengan jari telunjuk.


" iya benar, apa itu mengganggu anda dokter?"


" tidak.... tidak ada masalah. Hanya saja saya ingin tahu kelebihan apa yang dia miliki yang saya saya tidak miliki?"


Mereka saling menatap beberapa saat kemudian dr ani berkata ," Dia sederhana dalam mengungkapkan isi hatinya, dia cukup terbuka dan bisa membuat saya merasa aman dan bahagia. Saya cukup pasif dalam menghadapi lelaki jadi saya butuh orang sepertinya."

__ADS_1


dr baim tak merespon kemudian dia berjalan meninggalkan dr ani.


__ADS_2