Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
menangis


__ADS_3

jari telunjuk zainal menyentuh kontak yang bertuliskan nama 'dee' kemudian telunjuknya pindah dan menyentuh gambar telpon berwarna hijau. Ia tersenyum sambil menaruh hp di telinganya.


setelah bunyi tut.. tut... dua kali terdengar salam dari orang di seberang. Senyum Zainal semakin merekah sambil menjawab salam. jika saja Ani melihatnya ia akan tau betapa manis dan cutenya pacar pertamanya itu.


"Lagi apa?" tanya zainal


" duduk" jawab ani.


" di rumah?"


"di rumah sakit. srup" ani menjepit hidungnya untuk mengeluarkan cairan yang ada di hidungnya


"shift malam?"


"iya"


"pulang jam berapa?"


" setengah jam lagi"


srup....


zainal mendengar ani menarik ingusnya, seperti orang yang menangis


"mas zein nggak kerja?" tanya ani basa basi. sebenarnya dia ingin bilang- bisa ke sini nggak- tapi rasa canggung menyelimutinya, ia takut zainal akan menganggapnya gampangan. Ia juga merasa tidak enak jika harus mengganggu jam kerja zainal


" aku masuk agak siang hari ini karena aku ada meeting" zainal menjawabnya dan baru menyadari jika suara Ani agak serak seperti orang yang menahan tangis.


"di.. kamu nangis? "

__ADS_1


" di..." zainal mengulang memanggil ani karena tak ada jawaban


"dikit" jawab Ani sangat pelan


zainal langsung mematikan telponnya karena ingin bergegas menumui ani. Refleks saja ia melakukannya tanpa memikirkan perasaan Ani


zainal mandi dengan cepat kemudian memakai kemeja, celana,dasi, dan memakai jas. ia juga mengoleskan sedikit minyak wangi di ketiak jasnya, minyak wangi yang beraroma kopi. Hari ini dia tampil dengan setelan lengkap karena harus bertemu dengan dinas industri dan pariwisata.


Ia melihat cermin dan menyisir rambutnya yang masih basah tanpa memakai minyak rambut seperti biasanya karena ia ingin segera menemui kekasihnya yang sedang sedih


.


.


Ani yang tengah duduk di lobi rumah sakit mengusap air matanya. Ia melihat jam tangannya kemudian melihat hp nya. Ia berharap zainal akan datang menemuinya.


setengah jam yang lalu zainal menelponnya tetapi ditengah-tengah perbincangan mereka, tiba-tiba saja zainal memutuskan telponnya. Ani bingung- apa aku salah bicara- batinnya dan hal itu malah membuat air matanya jatuh lagi dan lagi.


Mungkin saja dia ada kepentingan mendadak atau mungkin dipanggil oleh orang tuanya sehingga langsung menutup telponnya. Ia berfikir positif dan meyakinkan hatinya bahwa zainal masih menyayanginya meski mereka belum pernah mengatakannya.


.


Ani menggigit bibir bawahnya saat melihat pujaan hati yang sudah ditunggunya dari tadi. pria itu benar-benar menyihirnya. Belum juga sebulan Ani mengenalnya tapi ia selalu dibuat terpesona olehnya. Hari ini zainal memakai setelan jas yang membuatnya tampak seperti orang penting dan itu membuat ani semakin penasaran sebenarnya apa pekerjaan zainal.


Tempo hari Saat ayah dan abangnya membicarakan zainal sebenarnya ia ingin bertanya pada mereka, pekerjaan zainal itu apa, tapi ia enggan. Ia lebih memilih menunggu dan mendengarnya sendiri dari mulut zainal.


.


Saat zainal sudah masuk di pintu rumah sakit ia melihat ani yang sedang duduk di lobi dengan mata lebam dan hidung yang merah. Kekasihnya itu terlihat sedih. Tak sadar, zainal merentangkan kedua tangannya.

__ADS_1


Ani yang melihatnya beranjak dari duduknya dan berjalan mendatangi zainal. Sedangkan zainal, ia baru menyadari apa yang telah dilakukannya.


-eh... kenapa aku merentangkan tanganku


kenapa dia malah mendatangiku


tidak tidak jangan mendekat


aku tidak boleh memelukmu sekarang


kumohon jangan


please... please


apa yang harus kulakukan sekarang


menurunkan tanganku


tidak... tidak... tidak kita belum boleh berpelukan


wajah zainal makin panik karena ani semakin mendekat,


Ani berdiri di depan zainal dan merekapun saling berpandangan beberapa saat. Ani kemudian membalikkan badan pria yang lebih muda darinya itu sehingga posisi zainal membelakanginya


Zainal menurut saja saat Ani membalik badannya. Zainal kemudian menurunkan tangannya dan melihat kaca rumah sakit yang ada di depannya, ia penasaran apa yang akan dilakukan oleh Ani.


Zainal sedikit terkejut saat merasakan ada lengan yang ditaruh di punggungnya. Ani kemudian menyandarkan kepalanya pada lengan tangannya yang ada di punggung zainal dan menangis sesenggukan di sana


zainal membiarkannya saja tanpa mengatakan apa-apa. ia merasa Ani sedang butuh meluapkan isi hatinya dengan menangis. ia juga merasa bahagia karena Ani seperti yang diharapakannya, ia tidak seperti pacarnya yang dulu-dulu.

__ADS_1


Ani juga tidak tahu kenapa air mata yang hampir mengering itu tiba-tiba berdesakan keluar lagi saat melihat zainal merentangkan tangannya. Kini ia malah menangis di balik punggung zainal.


Orang-orang melihat mereka dengan keheranan . Ada yang mengatakan mereka romantis ada juga yang mengatakan mereka lebai ada juga yang mengatakan mereka tak tahu malu karena bermesraan di depan umum. Tapi keduanya tidak menyadarinya. Mereka seakan hidup di dunia lain yang tak berpenghuni


__ADS_2