
Zainal sudah berada di lobi rumah sakit SEGER WARAS. Ia sudah menanggalkan kopyah hitamnya dan melipat lengan kemejanya kira-kira sejengkal dibawah siku.
Pria berdagu terbelah itu berhenti di meja resepsionis kemudian memberikan bungkusan roti bakar yang tadi dibelinya saat dijalan kepada para resepsionis yang stand by di meja sambil menanyakan apakah kekasih dokternya sedang sibuk atau tidak.
" Dokter Ani sedang sibuk di UGD pak, soalnya tadi ada kecelakaan" .
Teman-teman nya yang lain hanya ikut mengangguk-anggukkan kepala membenarkan apa yang diucapkan temannya.
"Hem.... okelah aku akan menunggunya" jawab Zainal sambil berlalu dengan membawa bungkusan kecil ditangannya.
"Makasih oleh-olehnya pak Zainal!" Ucap mereka bersamaan.
Tanpa menoleh Zainal mengangkat tangannya dan membentuk huruf O dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.
"Dokter Ani beruntung banget ya. Sudahlah pak Zainal ganteng, ramah, kaya raya, dermawan....."
__ADS_1
"He em.... aku juga mau dong yang kayak gitu."
"Eh tau darimana kalau pak Zainal kaya raya?"
"Pakaiannya aja klimis gitu. pasti harganya mahal ...."
"Helleh.... kirain tau beneran kalau pak Zainal kaya ternyata cuma menerka-nerka aja....."
"kalaupun nggak kaya nggak papa . Aku masih mau kok..,"
"Iya pak Zainal nya yang nggak mau sama kamu..."
"Lihat dong seleranya pak Zainal. Macam dokter Ani. Sudah dokter, Cantik, tinggi, pandai bela diri, dermawan, pendiem dan nggak kebanyakan gaya. Kita ini apalah ...... "
"Jadi pingin nangis..... menangisi kenyataan dan kehidupan ..."
__ADS_1
"Udah deh, lebay...! Mending makan roti bakarnya..... sikaat....!"
Ketiga gadis itu pun mengakhiri sesi ngerumpi dengan makan-makan cantik meski teman-teman sejawat mereka , para perawat masih sibuk menangani para korban kecelakaan.
Zainal berdiri disebelah jendela kaca. Matanya melihat betapa sibuknya orang-orang yang ada di dalam sana. Ia juga melihat Ani berjalan sambil melepaskan stetoskop dari telinganya kemudian berbicara dengan salah satu perawat . Ia melihat Ani berjalan menuju ke bilik yang lain. Tak lama dokter Ibrahim masuk kedalam bilik yang sama dengan Ani dan agak lama. Terlihat selambu dibuka kemudian Karina , dokter Ibrahim dan Ani mendorong brankar yang diatasnya ada pasien yang sedang memegangi perutnya dan menahan sakit yang menyerang hebat dengan mendesis dan merintih.
Ia merasa sedikit cemburu yang tak beralasan. Sudah tahu bahwa Ani dan dokter Ibrahim adalah rekan kerja yang pasti harus kerja sama dalam bidang mereka tapi tetap saja ada rasa tidak suka jika melihat mereka bersama.
Zainal berjalan kembali ke lobi dengan wajah lesu. Sudah semingguan dia tak melihat wajah kekasihnya itu tapi pemandangan yang barusan dilihatnya membuatnya muram. Ia takut Ani akan memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka karena sikap ibunya yang keterlaluan saat itu.
Tapi Zainal sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi ia sudah rindu untuk bertemu. Tidak tahu nanti apa yang akan terjadi yang penting harus ketemu yang lainnya bisa dibicarakan kemudian.
Ia mengirim pesan pada Ani mengatakan kalau ia menunggunya di lobi rumah sakit kemudian mengedarkan pandangan matanya ke seluruh lobi. Ada beberapa orang yang sedang duduk di kursi-kursi dengan raut muka yang lelah dan cemas.
Zainal memejamkan mata sambil bersedekap dan kakinya dibiarkan lurus dengan kaki kanannya bertumpu pada kaki kirinya. Ia mulai berpikir bahwa dirinya yang mudah jatuh cinta kini tiba-tiba bersikeras ingin Ani menjadi istrinya. Zainal tersenyum kecut karena ia pernah berfantasi membayangkan kalau ingin seorang istri yang wajah dan perangainya seperti Ani dan tubuhnya seksi seperti Laila lalu bajunya tertutup dan berkerudung seperti gadis yang sering ke supermarket nya.
__ADS_1
Tapi sekarang ia mantap memilih Ani untuk dijadikan istri. Ia tersenyum meremehkan dirinya sendiri di alam setengah sadarnya, ia menyadari jika dirinya adalah pria yang mudah sekali tergoda.
Ani yang lelah setelah kerepotan yang terjadi di UGD ingin bersantai sejenak di ruangannya. Ia membuka hapenya untuk mencari hiburan agar tidak mengantuk. Matanya melihat pesan dari Zainal orang yang ditunggu-tunggu nya selama seminggu ini. Ia pun bergegas berdiri kembali setelah membaca pesan dari orang yang disayanginya.