Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
hijau


__ADS_3

Zainal keluar dari mobil kemudian mensejajari langkah Ani yang hari ini tampak sangat cantik dengan dandanannya yang spesial. Rambutnya dikepang disisi kanan dan kiri atas telinganya. headpiece berbentuk daun dan bunga diselipkan diatasnya sedangkan rambutnya yang lain dibiarkan tergerai begitu saja.



Zainal mengajak Ani mengobrol sambil sesekali mencuri pandang pada kekasihnya.


Ia ingin sekali segera menikahi Ani datang dengan keluarganya untuk melamar pujaan hati. Tetapi apa boleh buat karena sang ibu belum memberikan restunya.


dokter Ibrahim atau Baim berjalan mendekati Karina si hitam manis yang hari ini mengepang rambutnya seperti ini. Hanya saja rambut Karina hitam legam



Laila dan para tetangga sudah berkumpul di rumah Bu Rukmi. Rumah paling dekat dengan kontrakannya dan cukup luas untuk menerima banyak tamu. Lukman kini berada di rombongan dari keluarganya. Ia melihat Laila yang kini duduk disebelah Mia. Nampak anggun dengan hijab hijau muda yang senada dengan kemejanya. Lukman menatap istrinya dari tempat duduknya kemudian saat mata mereka saling bertatapan keduanya saling melempar senyum dan Laila segera menunduk karena malu. Padahal semalam mereka menghabiskan malam bersama dengan saling mengeratkan pegangan menuju puncak bersama, saling bercerita dan berbagi kebahagiaan. Baru beberapa menit terpisah mereka sudah saling merindu.

__ADS_1


Lukman sudah melakukan persiapan dengan matang. Untuk semua jamuan dan makanan yang dihidangkan semua sudah diurusnya. Untuk masalah seserahan ia menyerahkannya pada Ani dan Karina. Ia hanya menitipkan sejumlah uang pada mereka.


Setelah acara dibuka oleh pembawa acara kemudian tibalah giliran bang Alif untuk mengutarakan maksud kedatangan keluarganya.


Setelah salam dan mengucapkan kalimat pembuka bang Alif tertawa dengan mengeluarkan suaranya, pelan tapi membuat semua orang terhipnotis dan kemudian ikut tertawa meski tidak tau ada apa.


"Bismillahirrahmanirrahim....saya sekeluarga ini datang kemari untuk melamar kembali Ananda Lailatul qodar untuk adik saya Lukmanul hakim yang sebenarnya keduanya sudah menikah. Biar lebih afdol saja karena setiap orang menginginkan momen-momen indah seperti ini seperti yang di bayangkan dan diharapkan. Karena beberapa peristiwa dan atas kesepakatan bersama maka mereka menikah Sirri waktu itu. Kami datang kemari lebih tepatnya lagi untuk silatilurrohim dan mengabarkan tanggal pernikahan mereka yang insya Alloh akan diselenggarakan satu Minggu lagi. walimah sederhana jadi tidak membutuhkan persiapan yang sulit. "


Wakil dari pihak Laila yaitu pak RT kemudian menyambut dan menerimanya dengan baik. setelah pembacaan doa bang Alif memperkenalkan anggota keluarga nya. para hadirinpun beramah tamah sambil makan nasi dengan kuah soto ala Betawi yang dibawa dari tangan ke tangan sampai merata pada semua yang hadir. kecuali Lukman dan Laila yang menunda makan mereka.


Beberapa warga entah bagaimana kemudian bertanya kepada bang Alif bagaimana hukumnya ijab qobul yang dilakukan dua kali?


"tidak ada masalah itu seperti kita masih punya wudhu kemudian berwudhu lagi. tetap sah."

__ADS_1


"sebaiknya jarak antara lamaran dan pernikahan itu berapa lama ustadz?"kata salah seorang. dari mereka


"sebaiknya disegerakan karena di antara keduanya masih haram untuk melakukan hal hal yang yang seperti dilakukan oleh orang yang sudah menikah karena mereka masih bukan mahrom."


" Bahkan sayyidina Umar langsung menikahkan putrinya dengan nabi Muhammad saw setelah nabi mengutarakan niatnya untuk mempersunting Siti khafsah. "lanjut bang alif


"suami Siti hafsah khunais bin khudzafah as sahmi meninggal dan setelah habis masa iddahnya sayyidina Umar kemudian mendatangi Abu bakar dan berharap sahabatnya mau memperistri putrinya. Tetapi abu bakar diam saja. Karena kesal pada sikap abu bakar sayyidina Umar kemudian mendatangi sayyidina ustman yang baru ditinggal wafat oleh istrinya Ruqoyyah. sayyidina Utsman kemudian meminta waktu tiga hari untuk memberi jawaban atas pertanyaan sayyidina Umar.


setelah tiga hari Usman mengatakan bahwa ia belum berniat untuk menikah lagi. sayyidina Umar yang sedang kalut kemudian menemui nabi dan menceritakan jika ia sedang galau karena Abu bakar dan Utsman menolak putrinya.


Nabi mengatakan bahwa khafsah akan mendapatkan suami yang lebih baik dari Ustman dan ustman akan mendapatkan istri yang lebih baik daripada khafsah.


Rosulullah kemudian meminang khafsah putri sahabat Umar untuk dijadikan istrinya

__ADS_1


Mendengar hal itu Sayyidina Umar memanggil beberapa sahabat untuk menjadi saksi dan kemudian beliau mengucapkan ijab,"Ya Rasulallah aku nikahkan engkau dengan putriku Hafsah binti Umar dengan mahar terserah engkau" dan Nabi kemudian mengucapkan qobul atau penerimaannya."


__ADS_2