Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
putus


__ADS_3

Seperti permintaan bang Alif tadi pagi, kini aku dan mas Zein duduk di ruang tamu sedang bang Alif duduk dihadapan kami.


Pria disebelahku ini masih memakai kemeja kerjanya. Ia pasti langsung menuju ke rumahku tanpa pulang ke rumah dulu. dia memang selalu tampak menyenangkan untuk sekedar cuci mata. semakin dipandang semakin sedap rasanya.


Eh.... nggak boleh pandang lama-lama. pandangan pertama adalah anugrah yang kedua dan seterusnya adalah musibah dan harus dihindari.


Gimana dong.... pesonanya itu tak bisa diabaikan. Saat berdekatan dengannya atau saat wajahnya berkelebatan di kepalaku aku sering berpikir, apa iya aku memang penyuka brondong?


ah.... entahlah yang pasti aku memang menyukainya. Sikapnya yang menjagaku tapi tak menyentuhku, tutur katanya yang terkadang manja dan tatapan matanya yang dipenuhi cinta, aku tahu meski kami tak pernah berpandangan dan saling menatap dalam waktu lama, hanya beberapa detik saja biasanya dan setelah nya kami akan saling membuang muka.


Malu tapi mau


Bang Alif mengambil nafas panjang kemudian memandang kami bergantian.

__ADS_1


"Zein... kemarin ibumu menegaskan pada kami kalau beliau tidak menyetujui hubunganmu dengan Ani...."


"Aku yakin mamaku akan luluh suatu saat nanti .." katanya


"Dari awal kalian memang sudah salah. Kalian tahu kalau pacaran itu hanya hubungan yang dibuat oleh manusia . Tidak ada hak dan kewajiban yang harus dipertanggung jawabkan pada Yang Maha Kuasa."


Bang Alif menjedanya


Bang Alif memandang kami yang sedang menunduk


"Siti Fatimah dan Sayyidina Ali juga saling memendam perasaan cinta mereka sejak di Mekkah dan menahannya tidak mengumbar perasaan mereka. Karena itulah Nabi menolak lamaran Abu bakar dan Umar untuk Siti Fatimah karena beliau tahu jika yang disukai putrinya adalah Sepupunya, Ali."


"Bagaimana kalau kami nikah dulu bang?. Setelah itu mama pasti akan menerima kami sebagai suami istri. Toh syarat nikah tidak harus dihadiri oleh keluarga mempelai pria kan?" Mas Zein menyela.

__ADS_1


"Surganya anak laki-laki itu dibawah telapak kaki ibunya. Kau mau surga apa neraka?"


"Aku sudah pernah solat istikharah bang dan aku melihat Ani dalam mimpiku"


"Mimpi kita tidak sama dengan mimpi para nabi atau salafus Solih yang hatinya selalu berdzikir menyebut nama Nya dan menjauhi segala yang dilarang Nya. Berbeda dengan kita yang masih suka bermaksiat dan lalai padaNya. Lagipula Solat istikharah itu minta ketetapan hati bukan mencari mimpi"


"Apa tidak ada jalan lain bang yang bisa membuat kami bisa tetap bersama?"


"Zein.... jodoh itu sudah tertulis di laukhil Mahfudz tidak akan pernah tertukar. Kalau memang kalian berjodoh bagaimanapun jalannya pasti kalian akhirnya akan bersama. Tapi jika tidak berjodoh bagaimanapun kalian mengusahakannya semua akan sia-sia saja. "


"ibumu adalah orang yang melahirkanmu, yang rela bergadang saat kau sakit dan berdoa dari waktu ke waktu untukmu tanpa kau menyadarinya. Bagaimana bisa kau lebih memilih seorang wanita yang baru kau kenal dan mengacuhkan ibumu yang sudah menyayangimu bahkan sejak ruh belum ditiupkan pada ragamu. Zein.... bahkan saat solat Sunnah kita wajib menjawab panggilan ibu kita dan membatalkan solat kita. padahal solat itu berhubungan dengan Yang Kuasa tapi kita disuruh menangguhkannya dan disuruh untuk mendahulukan ibu kita."


"An..... jangan sampai kehadiran mu justru membuat hubungan ibu dan anak menjadi renggang dan itu hanya akan menjadikan Adzab Alloh turun karena durhaka kepada orang tua balasannya akan disegerakan didunia. Betapa banyaknya cerita seorang ahli ibadah yang tidak menyahut panggilan ibunya ketika ia solat Sunnah dan ibunya tidak terima kemudian berdoa agar Alloh menurunkan ujian pada putranya sehingga membuat sang Abid terlunta-lunta , menjadi pengemis di jalanan. Kalian juga masih ingatkan Al qomah yang lebih memilih istrinya daripada ibunya. Kalian sudah dewasa dan berpisah adalah pilihan terbaik untuk kita semua. Jadi anak yang Soleh dan patuh pada ibumu dan Alloh pasti akan menuntun jalanmu. Ia akan menunjukkan jalan yang terbaik untuk hambanya yang berserah diri padaNya. Yakinlah akan hal itu!"

__ADS_1


__ADS_2