Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
perjodohan


__ADS_3

Penampilan Zainal kini malah lebih tampak manly dengan jambang dan kumis diwajahnya. Bulu-bulu halus yang menutupi sebagian wajahnya menambah karismanya sebagai pria yang sudah mapan dan dewasa.


Pak Dirman sudah mengajukan pensiun beberapa hari setelah kepergian Ani. Meskipun Zainal mencoba membujuknya dengan berbagai cara, nyatanya pak Dirman tetap pada pendiriannya. Alasan utama Zainal tentu saja ia belum sanggup memimpin perusahaan kecil keluarganya itu tanpa panduan dan arahan dari pak Dirman.


Akhirnya pria yang sudah puluhan tahun bekerja pada ayahnya zainal itupun bersedia membantunya. Ia memberi waktu pada anak bos nya itu maksimal tiga bulan untuk berbenah dan menyiapkan diri.


Zainal yang memang sangat manja dan selalu bergantung pada pak Dirman akhirnya mau tidak mau harus bekerja keras untuk mengambil alih perusahaan kecil milik keluarganya itu. Ia sudah tak bisa menahan keinginan pak Dirman untuk segera resign.


Ia pun berusaha keras agar bisa memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang pimpinan. Zainal sadar tidak mungkin selalu bersandar pada Dirman yang usianya juga sudah cukup untuk pensiun. Tanpa disadarinya hal itu mengalihkan kesedihan hatinya. Ia benar-benar fokus dan mencoba semaksimal mungkin mengikuti bimbingan dan arahan dari pak Dirman bagaimana seharusnya seorang pemimpin bersikap dan mengambil keputusan untuk kebaikan bersama.


Tapi saat malam tiba Zainal kembali merasakan kesedihannya. Ia masih marah dan sakit hati pada sikap Ani yang terkesan lempeng saja tak ingin berjuang bersamanya apalagi sepertinya Ani tak punya perasaan yang sama dengannya. Meski begitu ia masih penasaran dengan kabar Ani.

__ADS_1


Ia mendengar dari pak Dirman jika sekarang Ani sudah pergi ke jawa tengah untuk bekerja di sebuah yayasan sosial. Hubungan Zainal dengan pak dirman sekarang lebih santai seperti seorang sahabat. Dulu Pak Dirman sangat menghormati Zainal meskipun secara kedudukan Zainal ada dibawahnya tapi ia tahu jika Zainal adalah anak pemilik yang sebenarnya sehingga hal itu kerap membuat manajer yang lain cemburu dan sakit hati.


Saat Zainal berhubungan dengan Ani maka hubungan mereka menjadi sebaliknya. Zainal yang kerap menjaga sopan santun pada pria yang menjadi ayah dari gadis yang disukainya. Dan Pak Dirman pun memperlakukan Zainal seperti layaknya seorang ayah pada pria yang menyukai anak gadisnya. Dingin dan ketus. Dan itu berlaku juga saat mereka berada di dalam perusahaan.


Kini setelah hubungannya dengan Ani kandas di tengah jalan mereka nampak seperti seorang sahabat yang saling berbagi dan curhat. Meski terkadang obrolan mereka tidak nyambung karena beda zaman.


.


.


.

__ADS_1


Seorang gadis yang postur tubuhnya sekilas mirip Ani sedang berjalan kearahnya. Zainal mengerutkan keningnya. Biasanya dialah yang datang terlambat saat ada pertemuan seperti ini tapi gadis ini malah tanpa rasa canggung langsung duduk di kursi yang ada di depan Zainal.


"Sudah lama?" tanya gadis itu sambil melihat Zainal yang sedang mengamatinya dengan seksama.


"Baru saja " jawab Zainal singkat.


Gadis itu kemudian memanggil pelayan dan segera memesan makanannya. Ia tersenyum pada Zainal sambil mengarahkan rambutnya ke belakang.


' Hem.... beda sekali sifatnya'


Zainal kemudian menyantap makanannya senyaman mungkin. Ia tak tertarik dengan gadis di depannya. Gadis itu mungkin 19 atau dua puluh tahun umurnya. Tapi ia tak berminat dengan gadis yang manja. Ia suka gadis dewasa yang punya pendirian kuat dan bijaksana.

__ADS_1


"Mas Zainal lebih tampan aslinya ternyata...." Gadis itu menatap nya dengan pandangan menggoda.


__ADS_2