Dr. Ani And Family

Dr. Ani And Family
sobek


__ADS_3

Ani sudah dalam posisi duduk untuk menerima jahitan luka dilengannya. Zainal menemaninya dan duduk dikursi yang ada di sebelah ani tapi dia memposisikan dirinya membelakangi ani saat lengan baju ani digunting. Zainal berusaha tak melihat lengan putih ani meski dia ingin.


"Mas zein kenapa kesini pagi-pagi? " tanya ani mencoba mencairkan suasana. Ia tahu kekasihnya itu sedang mode on ngambek.


"Nanti jum'atan" jawabnya singkat


" di itu.... artinya apa mas? itu singakatan atau apa?" tanya ani meminta zainal menjelaskan arti panggilan zainal kepadanya. semalam sebelum tidur mereka berdua melakukan panggilan telpon. Zainal minta pada ani untuk memanggilnya dengan sebutan mas dan ia minta izin untuk memanggil ani dengan panggilan 'di'


Ani mengernyitkan keningnya dan menggigit bibir bawahnya saat ia merasakan dokter tia memberi suntikan bius lokal di lengannya.


Dia mengabaikan seniornya itu karena ia takut dengan jarum suntik. Ia mengajak zainal berbicara agar lupa kalau dia sedang dijahit dan posisi zainal yang duduk membelakanginya menguntungkan ani. Ia akan merasa malu seandainya zainal melihat ekspresi ani saat disuntik maupun saat dijahit. Seorang dokter tapi takut jarum suntik, apa kata dunia?


Ani menarik baju belakang zainal ketika ia melihat jarum yang dimasukkan kedalam kulitnya, ia memejamkan matanya rapat-rapat sambil melipat bibirnya. Zainal yang merasakan bajunya ditarik refleks menoleh ke belakang."kenapa?" tanyanya

__ADS_1


"nggak papa. udah....mas zein ngadep sana aja" jawab ani


zainal pun kembali memunggungi kekasihnya yang masih saja mencubit bajunya. Ia tersenyum dan lupa dengan rasa cemburunya tadi


"inget nggak ceritanya nabi yusuf saat di goda majikannya?" tanya Zainal


"memangnya kenapa ?"


"ceritain dong pak. saya belum paham!" kata dokter tia menyela


"jadi nabi yusuf tergoda juga ya?" tanya dr tia


"iya, beliau juga manusia. punya ***** sama seperti kita. Bedanya, jika para nabi melakukan kesalahan Alloh akan mengingatkannya secara langsung, menolongnya. Kalau kita salah belum tentu kita akan diingatkan oleh Alloh. Karena itu kita harus mencari teman yang baik yang mau mengingatkan kita saat kita melakukan kesalahan bukan teman yang selalu memuji-muji kita tapi dibelakang kita mereka mengumbar aib kita"

__ADS_1


"Ah... senangnya dapat pencerahan. Kenapa nggak jadi ustadz saja sih pak zainal? " tanya dokter tia.


"ustadz apa? Ngurus diri sendiri aja masih acakamburadul gimana mau jadi ustadz?"


"Buktinya, Pengetahuan agamanya luas...?"


"nggak juga. cuma pernah dengar ustdaz bercerita tentang nabi yusuf, ya cuman itu aja taunya. Lainnya nol putus.... nggak tau sama sekali."


zainal berhenti sebentar kemudian menoleh sedikit kesamping," ini nggak sampai sobek kan?" ia bertanya untuk menggoda Ani


Ani baru sadar jika sedari tadi masih menarik baju zainal, ia merasa malu dan tangannya langsung beraksi. Ia memukul lengan zainal dengan keras


"auw.." zainal dan ani mengaduh bersamaan

__ADS_1


Zainal merasakan pukulan Ani sangat keras sedangkan Ani merasakan tarikan yang menyayat di kulitnya karena ia tiba-tiba bergerak dengan cepat membuat dokter tia kaget dan mencabut benang jahitnya dengan keras.


__ADS_2