
"Ehh... mereka sudah pergi... padahal aku ingin bersama mereka sebentar lagi." Ucapku sambil menginjak-injak sebuah lingkaran tempat mereka menghilang.
"Sebenarnya lingkaran apa ini kenapa aku tidak bisa mengikuti mereka, yahh... biarkan saja, lagipula tempat ini tidak cocok untuk mereka, di sini terlalu berbahaya."
Para manusia itu tiba-tiba menghilang saat berdiri di atas lingkaran aneh yang tergambar di atas tanah, tapi anehnya aku tidak bisa ikut pergi bersama dengan mereka, lingkaran itu sama sekali tidak bereaksi terhadapku.
"Bahkan setelah kemunculan Blacky tadi aku beruntung karena dia tidak menyerang dan memilih untuk pergi."
[ Note: Blacky adalah nama/julukan untuk naga bumi yang telah menolong putih saat dia hampir dimakan oleh monster kepiting. ]
Setelah cukup pusing dengan lingkaran ini, aku memutuskan untuk pergi meninggalkannya, untuk apa bertahan lebih lama jika kau tidak bisa memahaminya, hehe.
"Hmmm... tadi aku lewat mana yah...!" ucapku kebingungan.
"Disini terlalu banyak jalan..." lanjutku sambil melihat ke arah beberapa tikungan di depan ku.
"Ah... pilih yang ini saja!" kataku menuju ke jalur sebelah kanan ujung.
Aku sedikit tersesat saat menuju jalan pulang, ini gara-gara kadal lendir itu yang seenaknya kabur sebelum aku membunuhnya, setelah kami beradu mata dia pergi berlari cukup jauh sebelum aku sempat mengeluarkan sihir ku.
Tapi pada akhirnya aku tetap bisa membunuhnya, aku berhasil membalas kadal itu.
"Hmm... sepertinya aku salah jalan, jalan yang kutempuh sebelumnya tidak segelap ini dan ada lebih banyak kristal sihir di bagian atas gua." Ucapku sambil berusaha mengingat-ingat jalur sebelumnya.
"Aww... apa ini?"
Saat aku berjalan mengamati setiap jalan ini tiba-tiba ada sesuatu yang lengket melilit sayapku, semakin aku bergerak aku malah semakin terperangkap oleh lilitan lengket ini.
"Duhh!! kenapa benda ini tidak mau terlepas!?" ucapku mulai kesusahan.
Aku terus berusaha untuk melepaskan benang lengket itu dari sayap dan tubuhku, tapi tetap saja aku tidak bisa melepaskannya benang itu semakin menempel padaku.
Brukkk!!!
"Eh... apa itu!?" ucapku dengan kaget.
Saat aku bergerak untuk melepaskan diri aku mendengar suara benda jatuh dari belakangku atau lebih tepatnya mungkin ada yang sedang melompat turun dari ketinggian.
Sekilas aku melihat ada banyak mata merah yang sangat besar mengintaiku dari sumber suara jatuh itu.
"A-apa itu!?" ucapku sekali lagi dengan sedikit ketakutan.
Semakin lama bentuk tubuh monster itu semakin jelas terlihat, dia adalah monster dengan delapan kaki dan dengan delapan mata merah menyeramkan, siapa lagi kalau bukan serangga laba-laba.
Bedanya serangga yang satu ini adalah serangga dengan ukuran setinggi enam meter, dan itu sangat menakutkan untuk seekor serangga yang sering ada di atap rumahmu.
"Waaaa!!! itu sangat besar, bagaimana serangga bisa sebesar itu!" ucapku dengan merinding.
"Aku harus segera pergi dari sini!" ucapku sambil membalikkan badannya.
__ADS_1
Aku menggigit benang itu untuk melepaskannya, tapi semua itu sudah sedikit terlambat aku sudah terkepung oleh puluhan hingga ratusan ekor monster laba-laba ini.
"Aaaaaa... bagaimana mungkin mereka ada sebanyak ini!"
Saat aku membalikkan badan aku sangat kaget melihat sekumpulan serangga laba-laba yang sangat banyak terlebih lagi ukuran mereka yang tidak normal, taring mereka bergertakan satu sama lain menambah kesan menakutkan di suasana ini.
Masing-masing dari mereka berukuran setinggi 1 sampai 1,5 meter, ukuran itu melebihi tinggi badanku saat ini.
"Bagaimana ini? bagaimana ini? bagaimana ini? ok aku harus tenang... aghhh!!! mustahil aku tidak bisa tenang!" ucapku dengan panik.
"Ohh... kubakar saja jaring ini!"
Burrrssstttt!!!
"Yes... aku berhasil, selanjutnya tinggal pergi dari tempat ini!" ucapku sedikit lega.
"Arghhhhh!!!!"
Aku akhirnya berhasil melepaskan benang-benang lengket itu dengan membakar hangus semuanya.
Tapi saat aku ingin menerobos barisan laba-laba yang menghadangku tiba-tiba saja laba-laba besar itu menyemburkan cairan asam pada ku, seketika saja sisik dan sayapku terasa seperti terbakar seakan ingin meleleh.
Sontak saja aku langsung terjatuh kesakitan dan menjerit keras.
"Tidak aku tidak ingin mati disini!" ucapku membangkitkan semangat.
Sttttt!!!
Tek Tek Tek Tek Tek Tek
Sttttt!! Sttttt!!
Burrrssstttt!!!
Laba-laba kecil mulai bergerak secara bersamaan dan melancarkan serangan benang lengket untuk membatasi pergerakan ku, tapi dengan sigap aku menyemburkan api untuk membakar semua jaring lengket itu.
Slingg!!
Aku kemudian melancarkan serangan Frozen eyes Kearah kumpulan monster laba-laba yang ada di depanku, seketika mereka semua berubah menjadi es dan hancur berkeping-keping.
"Bagus ini kesempatan yang sempurna untuk melarikan diri !" ujarku berusaha menerobos kumpulan laba-laba yang mulai terpecah.
Sttttt!!!!
"Arghhhhh!!!!" teriakku kesakitan.
Aku sedikit lengah dengan keberhasilanku yang berhasil membuat kumpulan laba-laba terpecah, sehingga aku tak menyadari bahwa laba-laba besar sedang melancarkan serangan kearah ku, akibatnya aku pun terluka parah karena serangan itu.
Setelah serangan cairan asamnya sekarang dia berhasil lagi membuatku terkapar dengan luka robek yang sangat besar di tubuhku, dan sekali lagi dia ingin menyerang ku dengan cairan asamnya.
__ADS_1
Aku tidak boleh terkena cairan asam itu, Jika lukaku terkena cairan itu maka tamatlah sudah riwayat ku.
Sttttt!!!
Slingg!!
Aku berhasil menghindarinya dan langsung menggunakan sihir Frozen eyes Ke arah barisan laba-laba untuk memperlebar jalan pelarian, dan kemudian berlari pergi dengan luka yang terbuka lebar bersimbah darah.
"Aku... berhasil... lolos darinya." Ucapku dengan napas terengah-engah sambil menahan sakit.
"Monster Red spider mother itu sangat kuat bahkan terlalu kuat untukku, suatu hari nanti akan ku kalahkan monster itu, sama seperti sebelumnya, akan kubunuh."
"Pasti akan kubunuh, aku tak akan pergi dari gua labirin ini sebelum bisa membalas rasa sakitku ini, lihat saja nanti!" ucapku penuh dendam dan amarah.
Sekali lagi aku berhasil lolos dari tragedi maut yang mengerikan dan menyakitkan.
Aku memutuskan untuk menjadi lebih kuat lagi demi menuntaskan dendamku pada semua monster yang telah membuatku trauma, akan kukalahkan semua monster kuat yang ada di labirin ini dan terus belajar untuk menjadi kuat.
"Agrhh!! lukaku sangat parah... aku harus segera menyembuhkannya, tapi aku harus pergi dulu dari tempat ini."
.
.
.
"Itu... ini dia."
Aku terus berjalan untuk menemukan kembali jalan yang mengarah ke dua kristal, setelah penuh dengan rintihan dan rasa sakit aku akhirnya bisa menemukan jalan ke guaku dan langsung masuk ke dalamnya.
"Aku harus mengatur nafasku... huh...huh... fokuskan kekuatan pada semua luka itu."
"ARGHHH!!" jeritku.
"A-apa ini!! racun?! tidak a-aku tidak boleh kalah..."
Dengan semua kekuatan yang kumiliki aku fokus berusaha untuk menyembuhkan diriku dari luka-lukaku, tapi lambat-laun kesadaranku menghilang karena racun laba-laba itu yang sudah menyebar ke seluruh tubuhku, aku pun kehilangan kesadaranku akibat racun itu.
flashback
"Ayame ada satu hal yang akan kuberikan padamu, anggap saja ini hadiah dariku untukmu, aku yakin ini akan berguna jika kau yang menggunakannya."
"Kemampuan itu khusus untukmu gunakanlah dengan baik dan benar, itu akan membantumu disaat tersulitmu." Ucap Dewi Salia
Flashback end
"Duh... tubuhku rasanya sangat sakit... eh! aku masih hidup!! aku berhasil yeeaahhh!!!
Samar-samar kepalaku mengingat kembali suara Dewi Salia sesaat sebelum aku benar-benar menghilang dan direinkarnasi ke dunia ini, tak lama setelah aku mengingat ucapan itu aku kemudian kembali sadar dan bangun walaupun tubuhku masih terasa agak sakit, tapi aku bersyukur karena masih hidup.
__ADS_1
"Tunggu saja kedatanganku laba-laba brengsek, aku pasti akan membalasmu."
...~•~...