
Aku, Sira dan pria ini langsung berlari dengan cepat menuju pintu keluar labirin atau lebih tepatnya aku yang sedang berlari sementara mereka berdua duduk di punggungku dan berpegangan sangat erat, jika tidak seperti itu mereka pasti sudah tertinggal jauh, hehe.
Seingatku ada satu pintu terdekat yang bisa kami capai, sebenarnya ada banyak pintu keluar tapi aku memilih yang satu ini karena memang jaraknya yang lebih dekat dari yang lainnya dan juga untuk menghemat waktu.
Beberapa jam kemudian kami sampai di lantai satu, tapi dengan tiba-tiba aku menghentikan langkahku yang besar karena aku merasakan ada sesuatu yang aneh.
"Ada apa, tuan?" tanya Sira.
"Tidak, bukan apa-apa." Jawabku.
aku kemudian melanjutkan perjalanan dan akhirnya kami sampai di depan pintu keluar labirin dan lagi-lagi aku menghentikan langkahku karena melihat sesuatu yang aneh dan membingungkan, apa ada badai yang menghantam tempat ini, tempat ini sangat berantakan.
"Hey Sira... ah lupakan saja."
"Apa ada yang mengganggumu, tuan?"
"Tidak tidak, aku hanya sedikit penasaran, tapi... yahhh nanti saja." Sahutku.
"Sebentar lagi kita akan keluar, jadi berpeganganlah dengan erat atau kalian akan terjatuh." Ucapku pada mereka.
"Baik, tuan." Sahut Sira.
Ini kesempatan bagus untuk mencoba sayap besar ini, karena selama ini aku hanya tinggal di labirin aku tidak bisa mengepakkan sayapku dengan benar.
"Bersiaplah!! satu... dua... tigaaa!! Terbang!!!"
Sttttt...
"Yahooo!!! yeeeee!!"
Dengan mengambil ancang-ancang aku berlari sangat kencang menuju pintu keluar dan kemudian meluncur ke atas lalu terbang sangat tinggi, setelah sekian lama aku melatihnya akhirnya aku bisa menerbangkannya, seratus poin untukku.
"Woaahhhh!! indahnya."
Mataku begitu terpesona melihat pemandangan hamparan zamrud yang sangat indah dari atas, semua dedaunan dan rerumputan itu bersinar dan bergoyangan tertiup oleh hembusan angin yang membawa aroma bunga dan padang rumput, ditambah dengan sejuknya udara lembut yang melewati kepakan sayapku, ini benar-benar menyenangkan.
"Ahhh... senangnya bisa melihat pemandangan ini." Ucapku dengan gembira.
Selama ini aku hanya melihat bebatuan dan monster menyeramkan itu menyebalkan, aku tidak akan pernah melupakan sensasi ini.
Aku kemudian berhenti dan mendarat di atas sebuah tebing batu yang ada di hutan.
"Hey Sira, kemana arahnya putri itu ditahan? sebenarnya kemana kita akan pergi?" tanyaku padanya.
"Y-yahh... saya juga kurang tau mengenai itu." Jawabnya juga dengan kebingungan
"Bisa kau tanyakan padanya?"
"Tentu, tuan."
__ADS_1
Sira kemudian bertanya pada pria itu, sial aku sama sekali tidak mengerti apa yang mereka katakan lain kali aku akan memintanya mengajariku berbicara.
"Menurut orang ini putri dibawa dan ditahan di ibu kota." Jelas Sira.
"Ibu kota?"
"Ya, tuan."
"Ano... kemana tepatnya itu?" tanyaku sekali lagi.
Ini cukup membingungkan, aku tidak tau apa-apa tentang dunia luar, jadi wajar saja jika aku bertanya begitu banyak, pria itu kemudian mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah kananku, apa dia mengerti ucapanku?
Sepertinya tidak, mungkin dia hanya menyimpulkannya saja berdasarkan gerak-gerik ku, orang yang cerdas atau mungkin karena aku yang begitu mudah untuk ditebak.
"Baiklah... mari kita berangkat."
Aku kemudian kembali mengepakkan sayapku dan terbang menuju arah yang ditunjukkannya dengan sangat cepat, karena aku tidak ingin membuang-buang waktu.
Beberapa saat kemudian aku melihat sebuah kota dari kejauhan mungkin itu ibu kota yang disebutkan tadi, tapi [ Eyes of vision ] kenapa terlihat sangat kacau dan berantakan, itu mungkin karena para pemberontak.
Untuk jaga-jaga aku menggunakan sihir kamuflase dan menekan auraku, aku membuat tubuhku terlihat tembus pandang sehingga tidak ada yang bisa melihatku dan perlahan aku mulai menambah ketinggian agar tidak ada orang yang curiga.
Sekarang aku sedang terbang tepat di atas kota itu dan mengamati keadaan sekitar, ini benar-benar kacau, kota itu sangat berantakan banyak bangunan yang hancur, darah dan mayat yang berserakan di sepanjang jalan, tampaknya kota ini dilanda kekacauan yang sangat besar.
"Ini benar-benar kacau." Ucap Sira dengan tegang.
"Ya... ini sangat buruk." Sahutku.
"Sira pergilah bersama pria itu dan cari keberadaan putri!"
Aku kemudian mendarat sedikit agak jauh di belakang istana lalu menurunkan mereka berdua dan memberi perintah kepada Sira untuk mencari keberadaan putri.
"Baik, tuan!"
Mereka kemudian pergi ke dalam istana melewati taman belakang sementara aku mengawasi keadaan sekitar untuk berjaga-jaga dan akan mengurus para penjahat itu.
.
.
.
"Selamatkan lah Putri sementara aku akan mengurus sisanya dan mengalihkan perhatian."
Aku kemudian mengecilkan tubuhku sampai ukuran dua meter agak lebih mudah menyusup ke dalam, tentunya dengan tanpa melepas kamuflase ku.
Di sini terlalu banyak prajurit yang berjaga, akan sulit untuk melarikan diri dari sini, aku bisa saja membawanya terbang tapi... tidak, dia tak mungkin ingin pergi dari rumahnya, itu artinya hanya ada satu cara...
Membunuh atau dibunuh, tapi apa aku sanggup melakukannya... aku tidak suka membunuh, tapi jika untuk kebaikan semua orang dengan senang hati akan kulakukan, apalagi setelah mereka melakukan kekejaman seperti ini, setidaknya akan kuberikan sedikit ancaman yang akan mereka ingat seumur hidup mereka.
__ADS_1
"Yoshh... sudah diputuskan waktu membersihkan biang keladi dari masalah ini."
Di tempat ini kurang lebih ada sekitar delapan ribu prajurit yang bersiaga di istana sedangkan sisanya berpatroli di sekitaran kota, aku tidak mungkin membunuh semuanya aku hanya akan mengurangi sedikit jumlah mereka.
Sstttt...
.
.
.
Duarrrrr!!!
Dengan cepat aku terbang ke atas untuk memperbesar tubuhku ke ukuran semula dan kemudian menjatuhkan diri ke tanah dengan sangat keras, tubuhku yang besar menumbuk permukaan dengan sangat kasar dan menciptakan getaran yang sangat kuat.
GROAAHHHHHH!!!!!
Setelah berhasil mendarat aku meraung dengan keras untuk menakut-nakuti para prajurit itu dan cara ini berhasil, mereka semua berlarian dan berhamburan tak menentu arah.
Ada sebagian dari mereka yang bersiap untuk menyerangku, tapi dengan cepat aku mengayunkan cakarku dan membelah tubuh mereka lalu menyerang yang lainnya.
GROAAHHHHHH!!!!
Aku melihat ada seseorang yang memberikan perintah kepada para prajurit itu tubuhnya cukup besar dan terlihat sangat kejam, dia memerintahkan pasukannya dengan sangat kasar agar tetap maju untuk melawanku.
Dia yang akan menjadi sasaran ku.
Aku kemudian menusukkan cakarku di tubuhnya dan melemparnya ke udara, darahnya yang merah berhamburan seperti tetesan air hujan kemudian aku mengunyahnya dan lalu menelannya, aku juga melakukan hal yang sama kepada beberapa prajurit.
Ada beberapa orang yang gemetar dan tidak bisa berdiri lagi setelah melihatku melakukannya.
Aku tidak akan membunuh orang yang sudah menyerah itu adalah prinsip ku, jadi kubiarkan saja mereka seperti itu,sementara yang masih memberikan perlawanan tetap akan ku bunuh.
Ada puluhan orang yang melancarkan serangan panah ke arahku, tapi aku membekukan mereka semua menggunakan Frozen eyes.
Sedangkan untuk anak panah yang sudah berterbangan ku hancurkan menggunakan semburan api biru yang sangat panas sampai-sampai semua anak panah itu berubah menjadi abu.
GROAAHHHHHH!!!!
Aku memukul, mencakar, menginjak, dan mengunyah tubuh mereka dengan sangat kejam tanpa berperikemanusiaan, aku tidak ingin terlalu sering menggunakan sihir di tempat ini, untuk menghindari serangan yang fatal agar istana ini tidak hancur.
Mulut, cakar, dan tubuhku penuh dengan darah orang-orang ini, aku terlihat sangat menyeramkan dan menakutkan, setidaknya itulah balasan yang setimpal untuk mereka.
Beberapa saat kemudian aku merasakan aura Sira dan pria itu mulai mendekat dengan membawa seseorang bersama mereka.
"Mereka berdua berhasil menemukannya, syukurlah kalau begitu."
"Aku juga harus menyelesaikan pekerjaanku."
__ADS_1
GROAAHHHHHH!!!!
Aku terus meraung untuk menyebarkan ketakutan pada prajurit-prajurit ini, kadang juga menggunakan Frozen Eyes, entah berapa banyak sudah orang yang telah ku bunuh, aku tidak terlalu suka melakukan ini, tapi ini demi temanku dan demi keselamatan orang-orang, aku harus menghentikan pemberontakan ini.