
"Ardner...! dasar bajingan! tidak kusangka dia akan berbuat senekat ini! Roaarrr!!!!"
Semua yang terjadi beberapa saat lau sangatlah terdengar mengejutkan, selain karena aku tidak menyangka bahwa Ardner bisa bersandiwara tunduk pada nona, aku sangat yakin jika dia tidak akan pernah mau melakukan hal yang dapat menurunkan harga dirinya karena dia sangat menjunjung tinggi kehormatannya.
Aku melaju kencang sambil sesekali menggunakan sihir teleportasi untuk mencari Ardner yang sudah hilang dari pandanganku, sekali lagi aku harus pergi mencari si bajingan ini melintasi labirin yang sangat luas.
Aku turun dari lantai satu ke lantai dua dan begitu juga sampai seterusnya untuk melihat apakah Ardner berada di lantai itu atau tidak, aku sudah hafal letak lingkaran teleportasi yang ada di setiap lantai labirin dan berlari menuju ke sana dengan begitu tenagaku tidak akan cepat terkuras hanya untuk membuka portal teleportasi.
Dan setiap kali aku sampai di lantai yang berbeda aku langsung mengaktifkan sihir deteksi untuk mencari tau apakah Ardner ada atau tidak di lantai itu.
"Sial! di mana dia!?"
"Untuk apalagi kau mencariku, Sira?" tanya Ardner sembari perlahan muncul di depanku.
"Apa kau meletakkan isi kepalamu di bawah telapak kaki hah!!? aku ingin penjelasanmu...!"
Setelah Ardner muncul di hadapanku aku langsung mendesaknya untuk mengatakan maksud dari perkataannya sewaktu dia bertemu dengan nona Shea, tapi tentunya setiap ucapanku hanya seperti angin lalu baginya.
"Aku tidak mengerti, penjelasan apa?"
"Jangan bercanda!! apa maksudmu dengan menjadi bawahan nona Shea?!!"
"Apa yang aku katakan padanya hanya untuk sekedar mengingatkannya saja, lagipula dia tidak akan mampu untuk mengubah fakta yang ada.../"
"Tapi, karena kau memproklamirkan diri sebagai bawahannya meski hanya sekedar basa-basi... tetap saja, itu berarti kepemimpinan labirin lantai menengah ke bawah telah berubah..." Sahut Frenya sembari memotong ucapan Ardner.
Kata-kata Ardner seketika terhenti saat melihat tanaman yang tiba-tiba berada tepat di samping kami, dan tentu saja yang akan muncul di tempat ini adalah Frenya, orang yang selalu datang ketika ada sesuatu yang menarik bahkan dia langsung memotong ucapan Ardner saat baru sampai di sini.
"... dan karena Shea telah mengalahkan sebagian monster kuat dari setiap lantai termasuk juga dirimu... maka dia pantas untuk menjadi penguasa labirin Great El'o.../"
"FRENYA!! hentikan omong kosongmu itu!"
"Jika nona Shea menjadi penguasa labirin... nona tidak akan pernah mencapai keinginannya dan akan terus diliputi kesedihan... nona Shea akan selalu berada dalam kesendirian dan itu bukanlah hal yang dia inginkan."
Tentu saja, nona tidak akan pernah menginginkan sesuatu seperti itu, jika nona Shea menjadi penguasa labirin maka dia akan sosok monster yang akan ditakuti oleh orang-orang, dan seandainya itu terjadi nona Shea akan menjalani hidupnya dalam kesendirian karena tidak ada orang bodoh yang mau mendekati monster seperti itu..
Semua itu sangat berbeda jauh dari apa yang nona inginkan, dan Frenya malah mengatakan hal seperti itu dengan wajah yang terlihat senang, kedua orang ini benar-benar membuatku kesal.
__ADS_1
"Hmm... aku juga terkejut dengan perkataan Ardner, jujur aku menyangka dia akan melakukan hal ini" Sahut Frenya.
"Bukankah kau bilang aku harus dekat dengannya agar bisa menang?"
" ... "
Sepertinya dia memang meletakkan otaknya di telapak kaki. °-°
"Aku memang mengatakan itu, tapi memangnya aku pernah menyebutkan kau harus menjadi bawahannya?"
" ... "
Ardner seketika terlihat terdiam sejenak sembari seolah berpikir karena kebingungan dengan ucapan Frenya, tapi aku tau dia bukan orang yang bergerak tanpa persiapan dan aku yakin dia pasti sudah merencanakan sesuatu dengan memikirkan beberapa kemungkinan dari apa yang dia lakukan, terlebih lagi dia orang yang sangat tertutup dan besar kemungkinan dia memang menyembunyikan niat aslinya.
"Jadi ini salahku... ya?" ucap Ardner.
Satu yang membuatku yakin dengan rencana tersembunyinya adalah ekspresinya yang tidak pernah berubah, selalu datar dan sangat mudah bagiku untuk menebak bahwa dia sedang berbohong, dan aku yakin Frenya juga sadar dengan itu.
"Tentu saja, ini semua adalah kesalahanmu dalam berpikir, tapi karena aku tidak pernah menyebutkan larangan apapun dalam taruhan yang kalian lakukan... kalian bebas untuk melakukan apapun untuk memenangkannya, termasuk memanipulasinya dengan skenario yang kalian buat."
Ah... dua orang ini menyebalkan °-°'
" ... "
"A a a~ itu tidak mungkin, ras naga punya harga diri yang tinggi dan kau tidak mungkin menarik ucapanmu iyakan, Ardner?" sahut Frenya dengan senyum menyebalkannya.
"Aku akan menunggu tindakan seperti apa yang akan dilakukan oleh anak itu" sahut Ardner acuh tak acuh.
Walau aku ingin menyangkal perkataan Frenya, aku sama sekali tidak bisa membantah bahwa ucapannya itu memang benar apa adanya, ras naga mempunyai harga diri yang sangat tinggi terutama naga yang berada di hadapanku, saking tingginya harga diri orang ini aku nyaris tidak percaya dia bisa berpikir untuk menjadi pengikut orang lain.
Dan akhirnya aku pergi meninggalkan permainan kedua orang ini, tapi satu hal yang pasti, menang atau kalahnya nona Shea, dia tetap akan berakhir menderita, dan yang perlu aku pikirkan bukanlah tentang tindakan Ardner melainkan rencanaku untuk mengurangi sedikit rasa sakit nona Shea.
...
"Nona..." panggilku sambil menoleh ke kanan dan kiri.
Setelah aku keluar dari lantai labirin, aku langsung memulai pencarian nona Shea yang sebelumnya pergi jalan-jalan dan aku mengawalinya dari rumah dinding, karena mungkin saja nona sudah pulang dan akan sangat merepotkan jika aku malah mencarinya di luar padahal nona sudah pulang duduk manis di meja kamarnya sambil memoles kristal.
__ADS_1
"Hm... nona masih belum pulang... akanku cari di luar... ya itupun jika aku menemukannya, jika tidak aku akan menunggunya saja."
Sekali lagi kejadian yang selalu terulang setiap kali aku pergi ataupun saat nona memutuskan untuk pergi sendirian tanpa aku dampingi, nona hilang di tengah hutan lebat yang sangat luas ini dan akan sangat sulit untuk menemukannya karena biasanya nona Shea terbang sangat jauh ketika sedang menyusuri hutan.
Tanpa mempedulikan di mana keberadaan nona aku terus berlari dan kadang berhenti untuk memilih jalan yang kemungkinan dilalui oleh nona, bahkan aku cukup sering menengadah ke atas untuk melihat keadaan langit karena mungkin nona terbang di atasku.
Cukup merepotkan rasanya ketika aku harus mencari satu anak gadis di dalam hutan, apalagi jika anak itu sangat suka menjelajah hutan dengan skala yang sangat luas setiap kali dia membentangkan sayapnya.
"Sepertinya ini mustahil, nona pasti sudah pergi sangat jauh... apalagi sekarang dia sudah bisa menggunakan kekuatannya, huhh... seharusnya sejak awal aku tidak meninggalkannya."
Tentu saja, apa yang aku lakukan seperti mencari jarum di pasir pantai, sangatlah mustahil.
"Sira...!"
...
"Eh!? a-apa ini!? ha!? nona?"
Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi, beberapa saat setelah aku ingin melangkahkan kakiku aku tiba-tiba saja mendengar suara nona Shea yang memanggilku dan saat itu juga aku langsung berpindah tempat tepat di belakang nona yang berada di atas tebing tinggi.
"Sira, pergilah ke sana dan pastikan tidak ada satupun orang yang terluka" pinta ona padaku.
"Eh! y-ya... tapi, ada apa nona?"
"Aku melihat banyak sekali undead di hutan arah sana, jika dibiarkan begitu saja mereka akan sampai di pemukiman warga sekitar hutan."
Undead?
Di panggil tiba-tiba dengan cara yang aneh, dan langsung diperintah untuk menjaga area pemukiman warga yang berada di dalam hutan, ini sangat membingungkan, tapi setelah aku mengikuti arah pandangan nona Shea yang tertuju lurus ke depan barulah aku sadar jika hutan di depanku bergetar, burung-burung pergi menjauh ke arah sebaliknya membawa suara yang bising seolah menjauhi sesuatu.
Ah itu sangat banyak!
Secara garis besar aku melihat barisan panjang dari ratusan mayat hidup dan mungkin saja ribuan, meskipun barisan itu tidak serapi prajurit yang berbaris, tapi setidaknya mereka cukup untuk membuat lawannya gentar hanya dengan melihat bentuk fisik mereka yang menyeramkan dengan hanya menyisakan tulang dan daging busuk.
Satu hal yang membuatku merasa khawatir adalah tatapan nona Shea terlihat sangat serius, jika aku menilai berdasarkan ekspresinya aku sangat yakin nona Shea akan melakukan suatu tindakan yang besar, terlebih lagi sepertinya nona Shea memang sangat Marah pada pasukan undead itu, tapi apa yang membuatnya seperti itu? entahlah hanya nona yang merasakannya.
Setelah melihat itu, tanpa pikir panjang aku langsung mengikuti perintah nona Shea pergi ke perkampungan terdekat yang keberadaannya mungkin akan terancam karena berada di jalur yang dilewati oleh para undead, sementara nona Shea seakan bersiap untuk melakukan serangan besarnya.
__ADS_1
...🌺🌺🌺🌺🌺...