
Duduk nyaman sambil merangkul kakiku di tepi danau, hari ini masih sangat pagi buta dengan tetesan embun yang masih menempel di ujung-ujung daun, hawa dingin terasa menusuk-nusuk kulit dan membuatku harus menyelimuti tubuhku dengan kedua sayapku yang lebar, suasana danau ini sangat cocok untuk menyendiri terutama memang karena Sira masih belum bangun dari tidurnya.
Setiap paginya aku sering berada di tempat ini untuk memperhatikan gelombang air danau yang terlihat sangat tenang sebelum aku memulai hari yang melelahkan –bahkan hatiku juga ikut kelelahan dengan semua ekspresi yang tidak pernah terbayang olehku.
Suasana hatiku kian kacau dengan ucapan dan ekspresi wajah dari orang-orang yang aku temui, mereka selalu pergi terburu-buru dengan wajah yang ketakutan sambil meneriakiku dengan sebutan "iblis" secara berulang, padahal tidak setetes pun ada darah iblis di dalam diriku.
Akan tetapi, meski aku diperlakukan dengan buruk seperti itu, aku masih terus melakukan hal yang sama dengan menolong setiap orang yang sedang kesulitan sambil sedikit berharap mereka mau menjadi teman bicaraku walau hanya sebentar saja, aku bahkan cukup sering menggunakan kekuatan sihirku untuk mengobati orang-orang yang terluka saat Sira sedang tidak berada di dekatku.
Aku bingung dengan diriku sendiri, apakah aku orang baik karena sudah menolong banyak orang? atau aku orang jahat karena menakut-nakuti mereka? ataukah mungkin aku orang bodoh yang rela menyakiti diriku sendiri demi orang-orang yang tidak mau menerima keberadaanku? memikirkan hal semacam itu sangat mengganggu pikiranku, aku hanya ingin mendapatkan banyak teman dan tidak ada yang salah dengan keinginanku itu.
Walaupun tidak layak untuk dibanggakan, tapi inilah keseharian yang cukup menghiasi hidupku selama tiga bulan terakhir – benar-benar sangat menyenangkan jika dilihat dari sudut pandang orang dengan mental yang terguncang. •_•
"Apa yang anda lakukan sepagi ini, nona?"
"Owh! Sira, selamat pagi… ternyata kau sudah bangun."
"Iya, selamat pagi, nona."
Setelah cukup banyak menghela napas dan merenung dalam satu jam terakhir, Sira kemudian datang menghampiriku seraya menyapa sambil mengusap wajahnya yang masih menunjukkan rasa kantuk yang sangat berat.
Mendengar itu aku langsung mengangkat kepalaku menengok dan membalas sapaannya sambil menggambarkan senyuman tipis di wajahku, walaupun sangat sulit untuk melakukan itu dengan suasana hati yang buruk seperti ini.
"Hei Sira, apa menurutmu aku ini menyeramkan?"
" ... "
"Tidak, nona."
Duduk di sampingku sambil menatap ke arah yang sama, aku melontarkan satu pertanyaan yang mungkin cukup mengherankan baginya, tapi aku serius dengan pertanyaanku karena aku ingin tau sudut pandang Sira tentangku.
Kenapa orang-orang pergi menjauh dariku?
Apa karena aku menyeramkan?
Satu pertanyaan yang mewakili pertanyaanku yang lain, terdapat jeda waktu beberapa detik bagi Sira untuk menjawabnya karena dia mungkin kebingungan dengan ucapanku, tapi "tidak" itulah jawabannya padaku.
Jawaban Sira cukup menghibur walaupun aku tau dia tidak akan pernah mengatakan hal sebaliknya padaku.
"Seandainya mereka juga berpikir sama sepertimu..."
"Apa kata anda tadi, nona?"
"Ee... aahhh~!! hah…! tidak bukan apa-apa ehehehe, ayo kita sarapan setelah itu kita akan jalan-jalan."
Bergumam kecil seraya menatap aliran air yang berkeliling di dalam danau, aku mulai membayangkan jika semua orang yang aku temui memiliki pemikiran yang sama dengan Sira terutama dalam menilai siapa aku, semuanya tidak akan berakhir buruk dan menghindar jika mereka tau tentang aku, tapi mereka bahkan tidak mau menatapku dan langsung pergi secepat yang mereka bisa.
__ADS_1
Bingung dengan apa yang baru saja aku ucapkan Sira menatapku dengan pandangan penasaran –mungkin karena dia tidak sepenuhnya mendengar ucapanku–, tapi aku tidak ingin mengatakannya lagi karena itu cukup memalukan bagiku dan juga aku tidak ingin Sira menghawatirkan keadaanku.
Jadi, aku langsung bangkit berdiri sambil mengangkat kedua tanganku untuk melakukan sedikit peregangan otot sebelum akhirnya aku berjalan pulang menuju rumahku, dikarenakan hari sudah mulai terang aku berencana untuk kembali jalan-jalan melihat keadaan hutan, tapi sebelum itu sarapan pagi akan menjadi hal pertama yang akan aku lakukan.
...✧✧✧✧✧...
"Hm... aku akan makan buah ini saja." •_•
"Anda yakin tidak ingin makan daging buruan ini?"
"Tidak, terima kasih."
"Y-ya, baiklah… nona."
Sesampainya aku di dapur aku langsung meminta Sira untuk mengeluarkan beberapa makanan yang sudah di masak dari dalam dimensi penyimpanannya, hanya ada dua jenis makanan dan itu adalah daging hasil berburu kemarin dan buah-buahan yang aku kumpulkan dari sekitarnya tempat tinggalku.
Aku memasak semua daging itu secara bersamaan dan agar tahan lama aku meminta Sira menyimpannya di dalam dimensi penyimpanannya, walaupun begitu aku sudah tidak begitu tertarik dengan daging yang melimpah terutama karena aku hanya bisa memasaknya dengan dibakar dan rasanya sudah sangat membosankan.
Selain itu, aku juga punya alasan yang cukup bagus untuk tidak terlalu banyak memakan daging, dikarenakan aku sudah mendapat tubuh manusiaku kembali, aku ingin menjaganya agar tetap ramping dan sehat karena itulah aku hanya memakan buah yang tersedia di atas meja untuk sarapan pagiku
Aku tidak ingin menjadi gemuk...
...✧✧✧...
"Fuh~"
"Tentu nona."
Memakan daging seukuran dua kali lipat besar tubuhnya, perut Sira terlihat sangat bulat bahkan dia lebih terlihat seperti bola bulu yang menggelinding di atas meja dengan nafas lega yang keluar dari mulutnya setelah menghabiskan semua makanannya.
Aku kemudian mengajak Sira untuk pergi ke dalam labirin untuk mengambil beberapa kristal sama seperti apa yang aku lakukan selama beberapa hari terakhir, rumah dinding ini terlihat sangat hampa tanpa ada barang-barang yang menghiasinya dan karena itulah aku ingin meletakkan beberapa pernak pernik kristal di rumah ini, tapi meski begitu bisa dibilang ini juga sebagai pengalihan suasana dan rasa sakit karena menolong orang-orang dengan sihirku.
Selama beberapa bulan terakhir aku cukup sering menggunakan kekuatanku, setiap kali aku menggunakan sihirku durasi sakitnya juga bertambah dan sekarang hanya sekedar menggunakan satu sihir kecil saja aku harus menderita dengan menahan sakit selama 48 jam lamanya, dan karena itu aku terus berada di sekitaran rumahku tanpa pergi terlalu jauh agar aku dapat beristirahat setelah dua hari menderita.
"Kalau begitu, ayo kita berangkat."
…
"Tidak perlu nona, saya bisa jalan sendiri."
"Hm... baiklah, tapi apa kau memang bisa berjalan?"
"Ya… begitulah/"
"Baik baik sudah cukup, jangan memaksakan diri" ucapku sembari mengangkat tubuh Sira.
__ADS_1
Pergi meninggalkan meja makan setelah memakan beberapa buah, Sira juga melompat turun dari meja ke atas kursi lalu melompat lagi mengikutiku, perut Sira benar-benar sangat gemuk setelah makan bahkan dia terlihat cukup kesulitan untuk berjalan, tapi entah kenapa dia juga terlihat menggemaskan ehehe.
Meski tampak kesulitan karena besar perutnya Sira menolak untukku gendong dan tetap berjalan dengan langkah yang tidak stabil, walaupun sangat menggemaskan melihatnya seperti itu, tapi aku tidak bisa membiarkannya dan langsung mengangkatnya tanpa mempedulikan dirinya yang mencoba untuk melepaskan diri dari tanganku –lama kelamaan Sira juga pasti akan berhenti bergerak-gerak seperti itu. Jadi, tidak masalah.
...✧✧✧✧✧...
"Sudah cukup lama aku tidak pergi ke tempat ini, hm… sepertinya itu jalannya."
Lama berjalan sambil mengingat-ingat jalur yang pernah aku lewati, Sira akhirnya menyerah dan berhenti meronta-ronta sesuai dengan perkiraanku sebelumnya.
Senang melihat sikap Sira sudah patuh, aku terus memperhatikan keadaan sekitar untuk menentukan jalur yang aku tuju, tapi beruntung selama tiga bulan terakhir tidak ada perubahan yang terjadi pada tempat ini. Jadi, aku dapat dengan mudah menemukan jalur yang berisi kristal mineral sihir yang aku cari, sejujurnya cuma ada dua jalur di tempat ini, tapi karena itulah aku merasa sedikit cemas.
Aku tidak ingin bertemu dengan monster apapun terutama dalam kondisiku yang sedang ingin menenangkan pikiran tanpa harus bertarung, seingatku tidak ada monster yang bersarang di jalur tempat kristal mineral itu berada, tapi aku tidak tau apa yang ada di dalam jalur yang satunya dan itulah sebabnya aku tidak ingin tersesat dengan memasuki jalan yang salah.
"Wahh!! akhirnya aku sampai ehehehe... tempat ini memang tidak berubah" ucapku sambil tersenyum.
...
"Aku akan mengambil beberapa. Jadi, tolong siapkan dimensi ruangmu Sira."
"Baik, nona."
"Aku akan mulai mengambilnya dari sini hehehehe..." ucapku sambil mengambil sebongkah kecil kristal.
Berhasil sampai di tempat kristal mineral sihir berada, lantai labirin ini memang tidak pernah berubah sedikitpun, tinggi tempat ini berkisar antara 6-7 meter dengan luas dua kali lipat dari tingginya, bongkahan kristal di sini hanya sebesar telapak tangan dengan banyak ujung prisma dalam satu kristalnya yang sangat cocok dijadikan sebagai liontin.
Melihat kilauan pelangi dari kristal itu, aku kemudian meletakkan Sira di atas batu lalu memintanya menyiapkan sihir dimensi untuk menyimpan beberapa kristal yang akan aku pungut.
Aku hanya mengambil kristal dengan ukuran yang relatif kecil karena itu sangat cocok untuk dibuat menjadi perhiasan pernak pernik.
...✧✧✧✧✧...
"Seperti ini sudah cukup, jika ditambah dengan yang pernah aku ambil dulu… kristal-kristal ini cukup untuk menghiasi rumah dinding, bagaimana menurutmu, Sira?"
"Ya, ini memang sudah lebih dari cukup, lagipula tidak banyak ruangan dalam rumah dinding" sahutnya sambil menatap ke dalam lubang hitam di depannya.
"Hm... setelah dipikir-pikir lagi… mungkin ini juga agak berlebihan, tapi karena sudah diambil… ya aku akan tetap menyimpannya" ucapku sembari kembali menggendong Sira.
Mengambil sekitar kurang lebih 30 buah kristal mineral sihir, aku merasa itu sudah cukup untuk mendekorasi pemandangan dalam rumahku, semua kristal yang kuambil itu langsung aku masukkan ke dalam dimensi penyimpanan Sira yang terbuka dengan portal melingkar seperti black hole, tapi setelah aku memasukkannya satu persatu aku mulai merasa bahwa itu terlalu banyak terlebih lagi karena dulu aku sudah sempat mengambil beberapa buah kristal itu aku sudah mendapatkannya lebih dari kata cukup.
Walaupun begitu karena sudah capek-capek datang ke tempat ini aku tetap membawanya tanpa mengurangi jumlahnya dari dimensi ruang Sira.
"Baiklah, ayo pulang."
__ADS_1
"Aa~"
...🌹🌹🌹🌹🌹...