
"Sampai jumpa orang-orang payah... teleport." Ucapku pada mereka sambil berubah menjadi harimau kecil.
.........
"Huhh... gadis-gadis itu menyeramkan..." ucapku sambil duduk.
Setelah memasukkan semua makanan itu dan melemparkan kantong berisi uang aku langsung pergi dari sana dengan menggunakan sihir teleport menuju ke padang rumput yang sebelumnya sudah aku tandai kemudian duduk sebentar untuk beristirahat dan sambil menghilangkan rasa ketegangan yang terjadi sebelumnya.
"Aku harus cepat... nona pasti sedang menunggu makanannya." Sambungku dengan kembali berdiri.
"Tapi... aku merasakan ada aroma nona berterbangan di tempat ini... apa nona ada di sekitar sini? sebaiknya aku mencarinya di dalam labirin terlebih dahulu mungkin saja nona hanya melihat-lihat sekitarnya." Ucapku sambil menatap padang rumput yang luas.
Saat aku sampai di tempat ini aku mencium ada aroma nona yang berterbangan ke sana kemari terbawa oleh angin yang berhembus, tapi aku memutuskan untuk kembali ke rumah dinding di dalam labirin untuk memastikan apakah nona masih ada di sini ataukah sudah kembali ke dinding.
.
.
"Sepertinya nona memang pernah lewat sini." Ucapku sambil berjalan pulang.
Srekk Srekk
"Hm..."
Citt Citt
"Cih! dasar monster pengerat menyingkirlah atau akanku kunyah tengkorak kecilmu itu." Ucapku pada monster kecil itu sambil terus berjalan.
Citt Citt
Saat dalam perjalanan menuju mulut gua aku mendengar suara sesuatu sedang berjalan di dalam semak-semak, aku sempat berhenti untuk memeriksanya dan ternyata itu hanyalah seekor monster pengerat kecil, tanpa mempedulikan itu aku terus berjalan melewati lebatnya hutan agar sampai di rumah dinding.
.
.
"Hm... sepertinya belum ada tanda-tanda nona kembali." Ucapku menatap jejak kaki yang ada.
Jejak kakinya sedikit lebih dalam, pasti nona sedang sangat bersemangat he he he he...
Cukup lama berjalan melewati hutan aku akhirnya sampai di depan mulut gua, tapi setelah sampai aku melihat jejak kaki mengarah ke luar dan dilihat dari jejaknya sepertinya nona sedang tidak ada di dalam, dia pasti berjalan dengan menghempaskan semua tanaman merambat itu dan meneriakkan sesuatu dengan keras, aku bisa menebak itu nona memang selalu bersemangat dengan sesuatu yang baru.
"Kalau begitu aku tidak perlu mencarinya di dalam... nona pasti tidak ada di sana." Ucapku sambil kembali berjalan.
.
.
.
Citt Citt
"Hm... kau lagi, sudah kubilang pergilah dari sini." Ucapku sambil terus berjalan.
Citt Citt Citt
"Huhh... naiklah akanku antar kau ke padang rumput di sebelah sana."
Aku kemudian kembali berjalan ke arah hutan mengikuti arah aroma nona yang terbawa oleh hembusan angin dan bertemu bertemu lagi dengan pengerat kecil itu di tempat yang sama, aku tidak terlalu mempedulikannya.
Tapi saat aku berjalan dia kembali menghalangi jalanku dan karena aku sedang tidak ingin mengotori tanganku dengan darah hewan kecil ini aku kemudian memberikan sedikit tumpangan punggung padanya.
...........
"Hey kau turunlah hanya sampai sini saja." Ucapku pada monster kecil itu.
__ADS_1
Citt Citt
"Sepertinya nona ada di sebelah sana." Ucapku menatap ke samping kanan.
Setelah sampai di padang rumput sebelumnya aku kemudian menurunkan monster kecil itu di sana lalu kembali mengendus-endus aroma yang ada di sekitar sana untuk mencari arah keberadaan nona saat ini.
...........
"Hm... aromanya semakin jelas... dari sana."
"Tapi... ternyata di sini ada banyak buah wipel... pantas saja aku mencium begitu banyak bebauan manis di sekitar sini..."
"Kuharap nona tidak tergiur dengan aroma manis buah itu." Sambungku sambil menatap ke sekitarku.
Setelah menemukan arah aroma nona aku kemudian mengikutinya ke arah samping kanan karena aku merasakan aroma yang kuat berasal dari arah sana, aromanya semakin kuat dan semakin dekat setiap aku berjalan mendekat.
Dan saat aku berjalan mendekati tepian hutan aku melihat ada banyak buah wipel berserakan di tanah, tidak ada satupun hewan atau monster yang mau memakannya bahkan semut sekali pun, tentu saja karena buah itu sangat beracun walaupun aromanya tercium sangat manis.
.
.
.
Srekk Srekk
"Huhh... semak-semak di sini sangat merepotkan." Ucapku sambil berjalan menerobos semak-semak hutan.
"Hupp... uahh... aku harus membiasakan diri dengan tubuh kecil ini."
Tanpa mempedulikan buah-buah yang berserakan itu aku terus berjalan menerobos semak-semak hutan untuk sampai ke luar dari hutan, dengan terus mengikuti aroma nona yang semakin dekat dan akhirnya aku berhasil keluar dari semak merepotkan itu.
Tubuhku beberapa kali tersangkut di ranting-ranting semak itu dan itu sangatlah mengganggu.
"Hm... di mana? oo... itu dia." Ucapku sambil menatap ke sekitar danau.
Nona terlihat sedang duduk di bawah pohon rindang yang ada di dekat danau dan saat aku memanggilnya dia hanya tersenyum tipis sambil sesekali melambaikan tangannya ke arahku, sepertinya nona sudah lama menungguku atau mungkin lebih tepatnya menunggu makanannya.
"Aaaa!!"
.
.
Brukk
"Kau tidak harus selalu menggunakan wujud itu Sira." Ucap nona sambil membantuku berdiri.
"Hehehehe... terima kasih nona."
"Saya masih perlu waktu untuk membiasakan ini, jadi saya rasa ini tidak masalah nona."
"Yahh... kalau begitu terserah kau saja." Ucap nona kembali duduk.
Saat aku berlari ke arah nona tiba-tiba kakiku tidak sengaja terlilit rerumputan dan akhirnya aku jatuh menggelinding sampai ke depan nona, dan karena sulit untuk berdiri kembali nona kemudian mengangkatku untuk membantu aku kembali berdiri.
"Hahh... hari yang cerah ya Sira." Ucap nona sambil menatap danau.
"Ya nona." Sahutku.
"Oh benar juga... ini makanan yang anda minta nona... maaf menunggu lama." Ucapku sambil mengeluarkan makanan dari sihir ruang penyimpananku.
"Wah... terima kasih Sira." Ucapnya sambil menatap ke arah danau.
Reaksinya lebih datar dari yang kukira... seharusnya nona terlihat ceria dan penuh dengan semangat ketika melihat sesuatu yang baru.
__ADS_1
Setelah aku mengeluarkan semua makanan yang aku beli sebelumnya nona sama sekali tidak menunjukkan adanya tanda-tanda ketertarikan dengan itu, reaksinya cukup biasa walaupun masih dengan senyuman dan seolah-olah sudah tidak tertarik lagi dengan itu.
Biasanya nona akan sangat bersemangat dan antusias ketika dia melihat hal baru terutama jika itu adalah hal yang dia inginkan dan mungkin nona akan menunjukkan reaksi sedikit terharu karena dia mendapatkan sesuatu sesuai dengan keinginannya, tapi saat ini reaksinya cukup berbeda.
"Apa anda baik-baik saja nona?"
"Ya aku baik-baik saja, memangnya kenapa Sira?" jawab nona sembari bertanya.
"Y-yahh saya rasa anda sedikit berbeda..."
Citt Citt Citt
"Waaaa!!! teriak nona.
"Eh! kenapa kau ada di sini?"
Saat kami sedang berbicara tiba-tiba saja pengerat kecil yang sebelumnya aku tinggalkan di padang rumput muncul dari belakangku, sontak saja itu membuat nona terkejut dan berteriak, kurasa ini pertama kalinya aku melihat nona terkejut dengan hal seperti ini.
"Itu... itu... itu..." ucap nona sambil berdiri menatapku.
"A-ada a-apa nona?"
Ekspresi nona sedikit berubah menyeramkan saat melihat monster pengerat itu muncul di belakangku, entah karena takut monster itu langsung bersembunyi di belakangku dan melimpahkan semua ekspresi itu padaku, sekilas aku melihat aura menyeramkan keluar dari belakang nona.
"Itu... itu monster kecil yang mencuri makananku." Ucap nona sambil menunjukkan kuku-kuku kecilnya yang runcing.
"T-tenanglah nona... i-ini d-dia... woy!! ini bukan waktunya pura-pura mati." Ucapku sambil menoleh ke belakang.
Bagaimana ini... jika nona ingin membunuh pengerat kecil ini tidak masalah, tapi aku pasti juga akan terkena serangannya!
Nona tampak sangat marah dengan monster pengerat itu, dia berjalan semakin dekat ke arahku sambil menggerakkan jari-jari tangannya yang terdapat kuku-kuku kecil agak runcing, itu terlihat sangat menyeramkan nona seperti dengan bersiap untuk membunuh seseorang.
Aku tidak bisa menghindar...
Jika nona ingin membunuh monster itu sama sekali bukan masalah untukku, tapi saat ini posisiku sedang kurang bagus monster kecil itu sedang tepat berada di belakangku dan sepertinya dia sama sekali tidak bergerak, monster itu tampaknya sedang pura-pura mati atau mungkin dia benar-benar sedang pingsan.
"Kau tidak bisa lari..."
"Waa!!"
"Hupp... dapat... kau tidak bisa lari lagi, duhh... kenapa monster imut sepertimu suka sekali mencuri?"
"Hm... hey Sira apa yang kau lakukan?"
"Eh! aku masih hidup." Ucapku sambil perlahan membuka mata.
"Apa yang kau katakan Sira, tentu saja kau masih hidup."
"Huhh selamat..." ucapku pelan sambil berbaring dengan lega.
Kupikir nona benar-benar sedang ingin membunuh ternyata dia hanya ingin menangkap monster pengerat itu, nona memegang ekor dan mengayun-ayunkan tubuh monster kecil itu sambil menatapnya dengan keheranan.
"Hmmm"
Toing Toing
"A-anu... Sira dia masih hidupkan?" ucap nona sambil mendorong-dorong tubuh monster itu dengan jarinya.
M-mungkin saja dia sudah mati he he he...
"Sepertinya tidak nona... mungkin dia hanya pura-pura mati untuk menghindari bahaya." Ucapku pada nona.
"Tapi dia tidak bergerak..."
Monster itu sama sekali tidak bergerak saat nona mendorong-dorong tubuhnya bahkan setelah nona mengangkat dan mengayun-ayunkannya monster itu tetap tidak bergerak sama sekali, tapi setelah dipikir-pikir pura-pura mati memang cara yang sering dipakai oleh monster lemah seperti itu untuk mempertahankan dan melepaskan dirinya dari bahaya jadi itu bukan hal yang perlu dikhawatirkan.
__ADS_1
Walaupun begitu tetap saja nona tampak sedikit merasa khawatir, dia terus menggoyang-goyangkan tubuh monster itu agar membuat monster itu bangun untuk memastikannya.
...~•~...