I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 90: Iblis (Kiely)


__ADS_3

Setelah sempat merasa akan kehilangan mereka aku sangat senang karena Luna dan Lia berhasil selamat dari pasukan iblis dan masih terlihat baik-baik saja, tapi meskipun begitu aku tetap sangat takut kehilangan mereka, aku bingung harus bagaimana lagi jika mereka berdua sampai celaka karena keegoisanku yang memaksa untuk tetap melanjutkan misi ini, pikiranku terus dipenuhi oleh rasa bersalah ketika aku memegang tangan mereka, berjalan beriringan menelusuri gua untuk mencari tau kondisi dan ke mana gua ini mengarahkan kami.


...


"Hey, apa kalian melihat itu?" tanya Lia pada kami.


"Memangnya kenapa Lia?" ucap Luna balik bertanya.


"Lihat, ada sesuatu yang mendekat!" jawab Lia sambil menatap dan mengarahkan tangannya ke depan.


Kretek Kretek Kretek


"Um, suara apa itu?" tanyaku juga menatap ke arah yang sama.


"Waspadalah!!" ucap Zoe serius.


Selesai dengan semua permasalahan, kami kemudian kembali berjalan mengikuti arah gua dan terhenti lagi karena Lia tiba-tiba saja menghentikan langkahnya sambil menatap dengan seolah ada sesuatu yang aneh di depan kami, dan benar saja beberapa saat setelah itu aku mendengar suara aneh yang terdengar seperti suara ketukan sedang mendekati kami, di saat bersamaan Zoe tampak sangat waspada dengan posisi siap bertarungnya diikuti oleh Luna yang mengangguk kecil sambil memegangi pedangnya saat Zoe menatapnya.


Craahhhhh!!


"Kelabang!" ucap Luna mencabut pedangnya.


'Benar juga mereka suka bersembunyi di dalam retakan' pikirku sambil menatap ke arah retakan tanah di langit-langit gua.


Dari kegelapan gua muncul beberapa buah mata merah disertai dengan suara geraman monster yang seakan melengking di telinga kami, dan secara perlahan muncul kepala monster dengan dua taring melengkung horizontal yang bergertak mengeluarkan bunyi ketukan setiap kali saling bergesekan, itu monster kelabang dengan lebar kepala masing-masing hampir mencapai satu meter dan panjang 4-5 meter, terlalu besar untuk ukuran hewan tak bertulang belakang bahkan mereka juga bermunculan dari atas langit-langit yang retak.


"Hah… kita tidak ada waktu meladeni mereka..." ucap Zoe sambil mengeluarkan sihir petir dari tangannya.


"... menunduk!!" ucapnya sambil tiba-tiba menunduk.


Entah apa yang terjadi saat Zoe mengeluarkan sihirnya yang berbentuk bola kuning dengan kilatan-kilatan yang identik dengan petir, dia tiba-tiba saja menghentikan sihirnya dan dengan ekspresi tegang dia merangkul kami semua lalu menundukkan tubuh kami sambil menggunakan sihir bumi bagaikan sebuah kubah, menutupi kami seperti semut dalam mangkuk yang terbalik.


"Ada ap/" ucapku terpotong.


"Ssttt, jangan terlalu keras!" bisiknya.


"Memangnya kenapa Zoe? apa monster itu terlalu kuat?" tanya Lia.


"Aku tidak masalah dengan monster itu, tapi ada iblis di atas kita kau pun juga merasa begitukan Luna?" jawabnya sembari bertanya kepada Luna.


"Iblis?" kataku sambil berusaha merasa aura kehadiran iblis.


"Dua orang, mereka kuat!" sahut Luna sambil dengan berkeringat dingin.


Dengan meletakkan jarinya di bibirku Zoe menghentikan ucapanku dan memintaku untuk tidak bersuara keras, dan sekali lagi aku merasakan tekanan yang luar biasa ketika mereka (Zoe dan Luna) membicarakan tentang iblis yang ada di atas kami, tepatnya mungkin berada di atas tebing besar ini karena retakan tanah yang ada di gua ini, sambil dengan berbisik kami tidak bisa menggunakan sihir atau melakukan pergerakan yang dapat memancing kecurigaan dari iblis itu, dari aura yang kurasakan dapat disimpulkan bahwa itu bukan iblis yang lemah seperti pasukan iblis undead sebelumnya, tapi sesuatu yang jauh lebih kuat dari pasukan biasa.


"Bagaimana ini?! apa yang harus kita lakukan?!" ucap Lia mulai ketakutan.


"Tenang Lia kita akan menunggunya sampai mereka pergi" ucap Luna padanya.


Bukan hanya Lia begitu tampak ketakutan dengan kedua iblis itu, tapi aku juga seperti itu walaupun kedua iblis itu berada jauh di atas kami tidak menutup kemungkinan suara yang kami buat akan menggema sampai di atas, di tambah kami tidak keluar seenaknya dari dinding batu yang dibuat Zoe ini karena salah satu fungsinya adalah untuk menyembunyikan aura keberadaan kami.


DUARRR!!!!


"Aahp!!"


"Jangan berisik Lia" bisik Luna sambil menutupi mulut Lia.


Masih di dalam sihir bumi Zoe tiba-tiba saja terdengar suara ledakan besar di dekat kami disertai dengan guncangan yang sangat kuat yang hampir membuat Lia berteriak keras, tapi dengan cepat Luna menutup mulutnya agar suara teriakan itu tidak keluar, sementara itu Zoe masih dengan sangat tegangnya bersiap untuk kemungkinan buruk yang akan terjadi.


...........


"Tindakan tidak berguna apa yang kau lakukan?"


"Diamlah payah, apa kau tidak merasakan ada sesuatu di tempat ini!!?"


Aura… iblis! a-apa kami ketahuan? tidak tidak mungkin!


"Apa 'sesuatu' yang kau maksud adalah kumpulan monster menjijikkan di sebelah sana? kemampuanmu benar-benar menurun."


"Aku akan membunuhmu jika kau mengatakan itu lagi."


"Silahkan saja jika kau sanggup melakukannya!"


"Cih!! sialan!"


DUARRR!!!


...........


Tampaknya mereka sudah pergi.


Setelah suara ledakan itu terdengar pula suara yang sangat jelas dari dua orang iblis yang saling berbicara seolah sudah mengetahui keberadaan kami meskipun tidak melihat langsung kedua orang itu, tapi aku dapat merasakan aura kekuatan yang sangat besar dari mereka berdua, kami berempat benar-benar sangat tegang berada di dalam tanah ini dengan nafas kasar yang keluar dari mulut kami, beberapa saat setelah ketegangan itu terjadi terdengar lagi suara ledakan yang bercampur dengan suara gemuruh bebatuan runtuh yang sangat keras, dan secara perlahan aura dari kedua iblis itu menghilang dan menjauh dari tempat kami berada.


...✧❁❁✧✿( Luna )✿✧❁❁✧...


"Mereka sudah pergi!" ucap Zoe mengintip dari celah batu.


"B-bagaimana?" tanya Lia.


Dengan masih dipenuhi rasa takut Lia bertanya pada Zoe untuk memastikan tentang keamanan keadaan sekitar kami.


"Tenang saja sudah aman" jawabnya seraya membuka pelindung yang menutupi kami.


...


"Apa ini!!" ucapku tercengang dengan apa yang kulihat.

__ADS_1


Setelah merasa cukup aman Zoe kemudian membuka pelindungnya dan betapa terkejutnya kami ketika melihat pinggiran tebing selebar 15 meter hancur dan runtuh menjadi puing-puing bebatuan begitupun dengan kelompok monster kelabang sebelumnya yang mati tertimpa bebatuan, puing-puing bebatuan besar berserakan di hadapan kami dengan luas lebih dari 100 meter persegi dan itu terjadi hanya dengan satu ledakan saja.


I-ini berbahaya! kekuatannya terlalu besar!


"Mustahil! ini tidak mungkin, kita tidak akan bisa selamat! kita akan mati jika bertemu dengan mereka! tidak tidak tidak aku tidak ingin/"


"Lia!! tenang Lia kakak tau kita semua ketakutan, tapi kita harus tetap berfikir jernih kita pasti bisa kembali dengan selamat" ucapku pada Lia sambil memeluknya.


Duk


"Kie…"


Kami semua benar-benar sangat tercengang melihat keadaan ini tak terkecuali dengan Lia yang jatuh tersungkur tanpa harapan, keadaan saat ini benar-benar sangat berbahaya mengingat kekuatan iblis yang sangat besar, aku bahkan kesulitan untuk menghentikan kakiku yang gemetar sambil berusaha untuk menenangkan Lia, sementara itu Kie juga hanya terdiam terpelongo menatap semua reruntuhan tebing yang berserakan kemudian terjatuh dengan kedua lututnya dan dengan tangan yang menekankan wajah putus asanya.


"Cih! ayo kita pergi dari sini tempat ini tidak aman, kita juga harus memberi tau ketua tentang ini" seru Zoe kembali ke dalam gua.


"Tidak perlu, aku sudah melihatnya" ucap ketua prajurit keluar dari balik gua.


"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya ketua?" tanya Zoe padanya.


Dalam situasi tegang ini sesaat sebelum Zoe melangkahkan kakinya untuk kembali masuk ke dalam gua, ketua datang dengan hanya membawa pedangnya tanpa memakai jirah besi ataupun perisainya menghampiri kami, dan di saat bersamaan Zoe bertanya padanya tentang langkah selanjutnya yang akan kami lakukan untuk mengatasi masalah ini, terlihat sangat jelas ketegangan yang ada di raut wajah mereka saat membahas tentang situasi ini.


"Hanya satu, harus ada orang yang melaporkan masalah ini sebelum semuanya memburuk" ucap ketua menatap sekitarnya.


"Tapi, bagaimana kita pergi tanpa ketahuan?" tanyaku padanya.


"Kita pasti mati jika bertemu dengan mereka!" sahut Kie dari sampingnya.


"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi" sahut Zoe dengan tegas.


"Tapi/


"Aku pasti akan melindungimu" ucap Zoe memotong ucapan Kie sambil merangkulnya.


Terlihat sangat ketakutan Kie berbicara dengan tetesan air mata yang mulai berjatuhan dan dengan cepat Zoe mendekatinya lalu merangkulnya untuk membuatnya menjadi lebih tenang, ya… dia masih sempat bersikap romantis dalam situasi seperti ini sangat pandai memanfaatkan keadaan. •_•


Sementara itu Lia yang juga sedang meringkuk di pelukanku dengan tubuh gemetarnya dan jantung yang berdebar kencang


"Aku sudah memasang barrier pelindung untuk menyembunyikan para prajurit dan petualang yang tidak bisa bertarung di dalam gua sampai bantuan datang" ucap ketua prajurit.


"Apa maksudnya itu?" tanya Zoe.


"Aku tidak bisa membiarkan pasukanku mati ini memang berat dan berisiko, tapi hanya kita yang bisa bergerak dengan bebas kalian harus melaporkan tentang pergerakan iblis pada pasukan kerajaan" jawabnya sambil menatap ke langit.


"Apa anda berniat untuk mengorbankan diri?" tanyaku padanya.


Sambil meletakkan pedang di bahunya ketua prajurit berbicara dengan menghela nafas menatap ke langit cerah di hadapan kami, dari apa yang kudengar ketua berniat mengorbankan dirinya untuk mengalihkan perhatian para iblis kuat yang ada di sini.


"Mengorbankan? HAHAHAHA… itu bagus juga, ambil ini!" jawabnya tertawa keras sambil melemparkan sebuah kalung rantai dengan lambang kerajaan padaku.


"Ini…"


"Tapi, apa anda yakin?" tanya Zoe padanya.


"Tentu aku yakin dengan keputusanku, hidup sebagai kesatria mati pun tetap akan menjadi seorang kesatria…"


"... lindungi mereka Zoe, nikmati hidup kalian selagi bisa tugasku sudah selesai sampai di sini" sambungnya menoleh pada kami.


Dengan tawa kerasnya yang menggema di bebatuan ketua melemparkan lencana prajuritnya dengan lambang kerajaan yang terukir di sana, ketua kemudian pergi menuju ke arah hutan melewati bebatuan besar di depannya dengan tersenyum lebar saat dia menoleh kami dan untuk terakhir kalinya kami semua memberi hormat padanya dengan menundukkan kepala kami, dia ketua prajurit yang berani.


...


"Ayo kita pergi!" seru Zoe pada kami.


"Baik"³ sahut kami bersamaan.


Setelah ketua pergi kami kemudian langsung berlari ke arah yang berlawanan dengannya memasuki hutan mencari celah untuk melarikan diri dari iblis selagi ketua mengulur waktu dan mengalihkan perhatian para para iblis itu.


...*****...


"HAHAHAHAHAHA... AKU KETUA PASUKAN PENGINTAI ADELARD ACHILES EXELL ATAS NAMAKU AKAN KUBUNUH KALIAN PARA IBLIS PERUSAK… HAHAHAHAHAHA!!!"


DUARRR!!!


"Ketua!"


"Cih! teruslah bergerak dan jangan berhenti kita harus cepat pergi ke luar hutan!" ucapku Zoe


Dari kejauhan terdengar sangat jelas tawa menggelar dari ketua yang sedang bertarung melawan para iblis itu sendirian, aku yang mendengar itu sontak saja menghentikan langkahku karena terkejut dengan suaranya juga dengan suara ledakan besar dari pertarungan mereka, dengan berat hati kami berempat harus pergi meninggalkannya sendirian di barisan depan untuk melaporkan kejadian ini pada pihak kerajaan dan guild petualang.


...✧❁❁✧✿( Zoe )✿✧❁❁✧...


Ini keadaan yang berbahaya! tapi apapun caranya aku harus melindungi mereka!


Suara ledakan terus berulang-ulang terdengar dari arah pertarungan ketua dengan iblis yang meresahkan itu, tidak ada pasukan iblis yang begitu kuat kecuali dua orang sebelumnya sementara sisanya hanya mengandalkan kekuatan jumlah saja dan itu sangat tidak menyenangkan, walaupun aku khawatir dengan keadaan ketua, tapi aku percaya jika ketua dapat mengalahkan mereka semua, meskipun aku tidak yakin dengan dua iblis misterius itu kekuatan mereka jelas berada di level yang berbeda.


Cih sial! ada yang berhasil mengikuti kami!,, pikirku melirik ke belakang.


"Ingat satu hal dariku jangan pernah menatap ke belakang" ucapku memperingatkan Kie, Luna, dan Lia.


"Memangnya/"


"Baik!!" sahut Luna memotong ucapan Kie.


...


"Padahal ini sudah cukup jauh, tapi maaf Kie aku akan menyusul kalian setelah mengurus mereka..." ucapku sambil berhenti dan berbalik arah.

__ADS_1


Saat sedang berlari menembus hutan untuk sampai ke tempat yang aman aku tiba-tiba mendengar suara langkah kaki orang berlari disertai dengan semak-semak yang bergoyangan dari arah belakang, dan benar saja ada aku melihat ada beberapa kepala undead dari balik semak dan pepohonan langsung saja aku meminta Kie, Luna, dan Lia untuk terus berlari tanpa melihat ke belakang sementara aku berhenti berlari dan berbalik arah untuk menghadang mereka.


"… ah ya benar juga… aku lupa mengembalikan antingnya, huhh… akanku selesaikan dengan cepat" sambungku menghela nafas sambil menatap anting bulu yang ada di tanganku.


DUARRR!!!


Ahh akhirnya datang!


"Aku akui keberanianmu menghadapi kami manusia lemah."


"Di mana ketua?"


"Apa maksudmu pemilik tangan besar ini?" ucap salah satu iblis seraya melemparkan sepotong tangan kanan.


Ketua!! sial sudah kuduga!


"... sekarang giliranmu yang akan menjadi daging cincang seperti ketua payahmu yang sok keras itu, setelah itu akan kami bunuh ketiga wanita itu" sambungnya dengan tatapan dan senyuman membunuh.


Sangat tidak terduga yang muncul di hadapanku kini adalah dua sosok iblis yang seharusnya aku hindari, yang satu memiliki tatapan dingin berbaju abu-abu dengan bulu yang melingkar di pinggang, tangan, dan kakinya sementara iblis paling depan yang baru saja melemparkan tangan kanan ketua memiliki perawakan lebih yang kecil dengan pakaian pelayan berwarna hitam dan putih, tapi memiliki tatapan yang tajam dengan senyuman dan niat membunuh, aku benar-benar menghadang kematian dengan tubuh berkeringat dingin aku harus melawan mereka untuk memberikan waktu agar Luna, Lia, dan Kie bisa pergi.


"Hahh… maaf saja, tapi tidak akan kubiarkan itu terjadi" ucapku sambil menyilangkan tanganku di belakang kepala.


Bukk!!


Brukkk!!


"Cih! sialan!"


Di sini ada banyak undead sebaiknya aku bersihkan mereka dulu.


...


"Hahahaha! apa kau menyerah dasar lemah!"


">Sambaran badai petir<"


DUARRR!!!


Dengan cepat satu tendangan menerjangku dengan keras yang membuatku terpental cukup jauh menghantam beberapa pohon sampai tumbang itu sangat menyakitkan, tapi beruntung aku sempat menghindari dan menahan serangan itu walaupun aku dapat merasakan tulang rusukku patah karena benturan keras pohon-pohon itu, dikarenakan ada banyak undead yang berkeliaran di sekitarku aku kemudian menggunakan sihir petir untuk menghujani tempat ini dengan badai petir yang menggelegar menghanguskan area sekitarku.


Ssttt Ssttt!


"Gawat!"


Itu sangat nyaris!,, pikirku sambil menatap


"Dasar lemah! aku akan mengurus ketika gadis manusia itu" ucap iblis berpakaian pelayan sambil berjalan pergi.


"Tunggu!"


Ssttt!!


"Aku yang akan membunuhmu manusia!" ucap iblis yang membawa cakram di kedua tangannya.


Kuharap mereka baik-baik saja.


Duduk tersandar di pohon setelah mengeluarkan sihir yang cukup besar kepalaku nyaris terbelah karena dua cakram melesat dengan cepat ke arahku beruntung aku dapat melihat dan segera mengindari serangan itu, tapi salah seorang dari iblis itu tiba-tiba saja meninggalkan pertarungan dan berencana untuk membunuh mereka tentunya aku tidak akan membiarkan itu terjadi, sayangnya langkahku dihalangi iblis pemilik cakram itu yang kembali melemparkan senjatanya itu.


"AARRGGGHHHH!! HOLY SWORD!!"


DUARRR!!!


"Kenapa kau masih hidup?!!" ucap iblis itu terkejut.


"HUAHAHAHAHAHA!!! apa kau terkejut? kau pikir bisa membunuhku semudah itu?!! tidak akan pernah!!" sahut ketua dengan tubuh penuh darah.


"Brengsek!!" geram iblis itu.


...


"Berdirilah Zoe ayo kita bunuh iblis ini!"


"Tapi, bagaimana keadaan anda?!"


"Tidak perlu khawatir, itu hanya tangan" jawab ketua sambil mengangkat pedangnya.


Y-yahh hanya tangan. •_•


Masih dalam keadaan berlutut belum bisa bangun setelah setelah mendapatkan serangan telak itu, ketua datang dengan suara lantangnya serta tubuh dan mulut penuh darah sembari melakukan serangan pada iblis cakram itu yang sontak membuatnya sedikit terdesak, ketua kemudian menghampiriku menusukkan pedangnya di tanah lalu mengulurkan tangannya membantuku untuk berdiri tidak menunggu lama aku langsung menjangkau tangan berdarah itu berdiri bersiap menghadapi iblis cakram itu.


"Baiklah jika kalian ingin mati silahkan maju manusia lemah!" ujar iblis itu bersiap melemparkan senjatanya.


Maafkan aku Kie, mungkin kita tidak akan bertemu lagi.


"Yahh… waktunya untuk serius, ' oh roh agung, penguasa petir suci atas namaku penuhilah panggilanku datanglah' Amoon!! "


Groaahhhhhh!!


"Pengguna roh, hal yang sia-sia."


"Tidak ada usaha yang sia-sia di dunia ini" sahutku padanya.


Setelah berdiri aku kemudian menggunakan sihir pemanggilan roh yang sudah membuat kontrak denganku, seketika itu seekor roh singa dengan aliran petir menyambar dari kulitnya muncul dari belakangku dengan auman kerasnya bersiap menyerang sesuai dengan perintahku.


"Ayo kita mulai Zoe!" seru ketua padaku.


"Baik!"

__ADS_1


...******...


...Maaf telat 🙏😅...


__ADS_2