
Owh! ini sangat lembut.
Berjalan lebih dulu dari kami para wanita Sam dan yang lainnya terlihat mengobrol satu sama lain tanpa mempedulikan kami yang berada cukup jauh di belakang mereka, sementara itu aku memperhatikan Shea yang selangkah berada di depanku bersama dengan Noel di sampingnya, aku benar-benar masih sangat kebingungan dengan fisik Shea, tanduknya yang runcing dengan warna hitam dan sedikit biru tua di ujungnya, rambutnya yang putih panjang sampai nyaris menutupi pinggulnya ditambah dengan dua sayap yang cukup besar di punggungnya.
Shea benar-benar terlihat sangat berbeda dengan kami, kulitnya bahkan lebih cerah dariku dan juga Noel, jika saja aku tidak memperhatikan tanduk dan sayapnya mungkin aku akan mengiranya sebagai putri di negeri dongeng, dan karena penasaran melihat rambut berkilaunya yang terus bergoyang saat dia berjalan, aku kemudian memegang beberapa helai rambut Shea yang diterpa angin ke arahku dan itu sangat lembut bahkan mungkin lebih lembut dari bulu ekor dan telingaku, Shea terlihat sangat imut saat kulitnya mulai berubah menjadi kemerahan karena sinar matahari.
Bukan hanya pipinya, tapi juga bahunya mulai terlihat memerah yang membuat senyumannya sangat manis, sebagai seorang anak kecil Shea memiliki ukuran yang terlihat lebih dewasa dan dia sangat berani memperlihatkan seluruh kulit bahunya hingga menyentuh beberapa sentimeter bagian dadanya, bahkan aku sendiri akan berpikir sebelum memperlihatkan itu walau hanya sedikit, meski begitu aku sendiri juga cukup banyak memperlihatkan kulit terutama perutku, walau begitu Shea sangatlah cocok dengan gaun yang dia gunakan, dia sangat tau bagaimana harus tampil imut dan cantik, dia benar-benar seperti manisan yang sangat manis.
Naga? hm... benar juga, memang ada naga yang bertubuh manusia, tapi... apa Shea memang dari ras itu?
"Shea maaf kalau aku lancang, tapi masih ada sesuatu yang membuatku penasaran tentangmu boleh aku bertanya lagi?" ucapku padanya sembari memperhatikan Shea.
"Iya tentu, apa yang ingin kau tanyakan Toki?" sahutnya sambil tersenyum.
"Begini Shea, hm... bagaimana ya...? kau bilang dirimu itu nagakan?"
"Ya begitulah, aku ini seratus persen naga tulen, jangan meragukan itu" jawabnya seraya mengepalkan satu tangannya.
"Y-ya baiklah."
Di-dia menggemaskan.
"Memangnya kenapa kamu menanyakan itu lagi Toki, bukannya Shea sudah menjawabnya dengan jelas, telingamu tidak mungkin salah dengarkan?" ucap Noel padaku.
"Tentu saja tidak, dan tolong biarkan aku menyelesaikan ucapanku dulu."
""Ehehe baik-baik"" ucap mereka secara serentak.
Saat aku melihat helaian rambut Shea yang berkilau sekilas kembali terbayang sebuah pertanyaan yang entah bagaimana bisa masuk ke pikiranku padahal Shea sudah sangat jelas menyebutkan jawabannya, dan setelah terdiam cukup lama untuk memikirkannya aku langsung bertanya kepada Shea tentang rasnya sekali lagi, bukan tanpa alasan aku kembali bertanya hal seperti itu karena sepintas aku mengingat tentang buku yang pernahku baca saat masih berada di akademi petualang yang bercerita tentang bencana karena peperangan para naga.
Alih-alih menyebut Shea sebagai ras monster naga tubuh Shea benar-benar sangat jelas menunjukkan sesuatu yang berbeda dengan monster, apalagi dengan penampilannya yang identik dengan warna putih dan itu sangat mirip dengan tanah bersalju yang ditinggali oleh para ras Klan Naga, terlihat sedang mencerna pertanyaanku Shea kemudian menjawabnya dengan nada bicara yang jelas dan bersungguh-sungguh sembari mengepalkan tangannya setinggi dadanya, dan ekspresi wajahnya terlihat menggemaskan saat dia melakukan itu.
Meski begitu masih ada pertanyaan yang muncul di pikiranku terutama tentang naga yang sejak tadi terus berada di dekat Shea, saat aku sedang memikirkan alasan naga itu bersama Shea, Noel tiba-tiba berbicara dan menanyakan alasanku dan tampak meragukan pendengaranku karena aku yang selalu bertanya pada Shea dengan pertanyaan yang sama, tapi tentunya aku membantah itu karena pendengaranku jauh lebih baik dari semua anggota partyku, aku juga memintanya untuk diam agar aku bisa menyelesaikan pertanyaanku.
"Di dunia ini ada dua bagian ras naga, satu berbentuk seperti monster di belakang kita ini dan yang satunya lagi bertubuh seperti manusia pada umumnya, hanya saja mereka bisa bertransformasi menjadi wujud naga, mungkin kau bisa menyebutnya dengan nama Klan Naga, sejauh yang aku tau mereka tinggal di daerah bersalju dari kedua kutub bumi ini, nah Shea… kau termasuk ras naga yang mana?" ucapku menjelaskan sembari bertanya pada Shea.
A-apa dia selalu seperti itu saat sedang berpikir? kuharap anakku nanti akan seimut dia. (•_•)
"Um... bukankah sudah jelas Toki, lihat dia punya tubuh manusia lohh… artinya Shea termasuk Klan Naga Kutub kan?" sahut Noel dengan sangat yakin.
"Tidak tidak, itu sangat mustahil Noel, ras naga dan Klan Naga adalah musuh bebuyutan bahkan sampai menciptakan legenda peperangan sengit yang tersebar luas di penjuru dunia, jadi mana mungkin Shea bisa sedekat ini dengan musuhnya" jelasku padanya.
"Hm... bukannya itu wajar? naga besar ini mungkin bisa berteman dengannya karena sifat Shea yang baikkan? musuh juga bisa menjadi teman iyakan?" sambungnya dengan yakin.
"Kejahatan memang bisa dibalas dengan kebaikan dan permusuhan juga bisa berakhir dengan pertemanan, tapi... kupikir itu tidak berlaku untuk masalah yang satu ini Noel, mereka/"
"Anu… boleh aku menjawabnya?" ucap Shea seraya menoleh ke arah kami.
"Yahh... aku memang ingin mendengarnya langsung darimu" sahutku padanya.
Setelah mereka berdua diam aku langsung melanjutkan pertanyaanku dengan memberikan sedikit penjelasan yang aku tau tentang ras naga mengingat ada dua tipe ras naga yang hidup di dunia ini, dan salah satunya sangat mirip dengan bentuk fisik Shea yang bertubuh manusia, dan seperti sebelumnya Shea terlihat sangat memperhatikan perkataanku dengan ekspresi yang menggemaskan menatap ke atas, sementara Shea mencerna pertanyaanku Noel yang ikut mendengarkannya langsung memberikan kesimpulan yang dapat dia pikirkan dan memang apa yang dia ucapkan terdengar sangat masuk akal.
Akan tetapi, meski setuju dengan ucapan Noel aku tetap membantahnya karena aku juga memikirkan tentang monster naga besar di dekat kami yang terus mengikuti Shea, tapi Noel kembali beranggapan bahwa monster itu bisa jinak karena sifat dari Shea yang sangat baik hati, tapi tetap saja itu terdengar mustahil untuk konflik yang terjadi pada para naga, dan sebelum aku sempat menyelesaikan ucapanku sambil terus berjalan Shea kemudian mulai berbicara seraya mengangkat tangannya menoleh ke arah kami dan jawabannyalah yang ingin aku tau, daripada hanya berasumsi lebih baik mendengar perkataan langsung dari orangnya, itu adalah cara tercepat untuk menghilangkan rasa penasaran.
"Aku tidak tau apa-apa tentang Klan Naga yang kalian sebutkan tadi, tapi aku bisa menjawab dari ras mana aku ini berasal..." ucap Shea seraya mundur berjalan beriringan dengan kami.
"" ... ""
"… aku berasal dari ras naga yang sama dengan Blue, kami terlihat sama iyakan?" sambungnya tersenyum seraya mendekatkan kepalanya ke arah naga di samping kami.
__ADS_1
BAGAIMANA MUNGKIN ITU TERLIHAT SAMA SHEAAA!!!! apa mungkin ada yang salah dengan matanya? hahh... entah kenapa aku punya firasat Shea memiliki penglihatan yang buruk. ( ꈍ_ꈍ )
"Hahh… sama sekali tidak ada kemiripan, tapi apa kau memang berasal dari ras naga ini?"
"Iya, lihat kami punya taring yang samakan?" ucapnya lagi sembari memperlihatkan taring mungilnya.
"Hahh… aku juga punya gigi itu" ucapku sembari menghela napas.
Hiks... seandainya bukan Shea yang bertingkah seperti itu aku pasti akan membentaknya... hahh...
Aku sangat terkejut mendengar Shea yang sama sekali tidak mengetahui tentang ras Klan Naga bahkan aku dan Noel hanya terdiam dengan saling menatap ke arah Shea yang berada di tengah kami, sementara Shea hanya berjalan santai sembari mengatakan itu, aku sama sekali tidak merasakan adanya hal yang Shea sembunyikan dari ucapannya ekspresinya sangat jujur dengan apa yang dia katakan, Shea benar-benar mengatakan bahwa dirinya adalah ras naga yang sama dengan monster naga di dekat kami, dan dia mengatakan itu sambil mendekatkan kepalanya ke arah naga di belakangnya untuk membandingkan penampilannya.
Melihat itu membuat otakku menjerit karena ekspresi Shea benar-benar sangat natural dengan tingkah lakunya yang kekanak-kanakan, ditambah lagi naga itu juga mengikuti gerakan Shea dengan menurunkan kepalanya ke dekat Shea, seperti apapun caranya dia membandingkan dirinya dengan monster itu perbedaannya sangatlah mencolok dan aku mulai khawatir dengan keadaan Shea, dan dengan polosnya dia kemudian memperlihatkan taringnya padaku sebagai bukti tambahan untuk menguatkan pernyataannya.
Tapi, tentunya itu tidak akan merubah kenyataan bahwa mereka memang sangat berbeda, jika hanya sekedar taring aku juga memilikinya di mulutku dan milikku jauh lebih mirip dengan Shea daripada naga itu, pikiranku benar-benar dikacaukan oleh dua perasaan yang berada di antara marah dan menggemaskan jika saja bisa aku pasti akan menjerit sekeras yang aku bisa.
"Ehe hehe... s-sepertinya itu sudah sangat jelas ya Toki?" tanya Noel dengan senyuman keterpaksaan. ("^_^)
"Ya… walau masih ada yang mengganjal di pikiranku" sahutku padanya. •_•
"Ehhh... ada apa? apakah masih ada pertanyaan untukku? aku akan menjawabnya sebisaku hehehe" ucap Shea seraya tersenyum.
"Yahh… biarkan aku menenangkan pikiranku dulu, entah kenapa beberapa menit terakhir terasa sangat berat" sahutku pada Shea sambil menghela napas berat. ("•_•)
Jika memang berasal dari ras monster naga, apa mungkin Shea salah satu dari para raja monster?
...❄️#Pov Noel#❄️...
"Jangan terlalu banyak pikiran lohh... wajahmu mulai terlihat kusut Toki" ucapku pada Toki.
"Aku ingin bisa lebih tenang, tapi otakku selalu bekerja, padahal mengetahui hal itu juga tidak ada gunanya untukku."
"Penasaran itu hal yang wajar, dulu aku juga seperti itu dan itu sangat menyenangkan" sahut Shea sambil tersenyum padanya.
"Hahh... ini sangat menyiksa kepalaku... aku tak seharusnya mengetahui ini, tapi walau begitu aku merasa beruntung jika ini benar" ucap Toki sembari menghela napasnya.
Pikirannya pasti berat. ("^_^)
"Memangnya ada apa Toki?" tanyaku padanya.
"Entahlah… oh ya Shea, boleh aku tanya satu hal lagi?" sahut Toki sambil bertanya pada Shea.
"K-kali ini tentang apa lagi Toki, kamu jadi sangat sering bertanya pada Shea" ucapku padanya.
"Hanya sisa-sisa dari pikiranku" sahutnya padaku.
"Boleh lohh… aku suka pertanyaan" sahut Shea sambil tersenyum.
Berbeda dengan Toki yang tampak sangat kusut, ekspresi Shea jauh lebih ceria dengan tetap tersenyum melihat jalanan hutan, dia bahkan jauh lebih kekanak-kanakan daripada aku, melihat perbedaan suasana hati mereka berdua terutama pada Toki yang sangat berat dengan pikirannya sendiri, aku benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang sebenarnya sedang Toki pikirkan sampai-sampai dia bisa menjadi sangat tertekan, tapi tiba-tiba Toki kemudian kembali bicara dengan bertanya pada Shea dan tentu saja aku sangat keheranan dengan sikapnya itu.
Aku tidak menyangka kalau Toki masih memiliki pertanyaan pada Shea padahal dia sudah sangat sering bertanya dalam beberapa jam terakhir selama perjalanan ini, walau bukan aku yang bertanya aku tetap merasa tidak enak dengan Shea karena dia selalu dihujani pertanyaan, tapi alih-alih tersinggung Shea sama sekali tidak terlihat keberatan dengan semua itu, dia malah semakin melebarkan senyumnya sembari terus berjalan di depan kami.
Kuharap Toki tidak terlalu berlebihan dengan ucapannya. ("•_•)
...#Pov Toki#...
Jika Shea salah satu dari raja naga, seharusnya dia punya banyak prajurit monster bukan? hm...
"Shea" panggilku pada Shea.
__ADS_1
"Iya ada apa, Toki?" sahutnya sambil tersenyum.
"Sebelumnya kau bilang rumahmu ada di labirinkan?"
"Ya begitulah, aku sudah pernah mengatakan itu kan? tapi semenjak aku memiliki rantai ini aku sudah tidak lagi tinggal di dalam labirin, sekarang aku hanya tinggal di gua pintu masuk labirin yang ada di hutan ini, ya… bahkan aku menutup jalurnya yang mengarah ke dalam labirin" jelasnya padaku sembari melompat.
"Hm... apa kau punya koloni... tidak tidak maksudku apa kau punya banyak naga yang dipimpin?" tanyaku lagi.
"Um, tidak, aku tidak punya" jawabnya masih sambil melompat.
Berjalan dengan tatapan lurus ke depan aku kemudian mulai mengeluarkan isi pikiranku, meskipun aku merasa tidak enak karena harus bertanya pada Shea seolah aku sedang mengintrogasinya, tapi aku juga tidak bisa jika harus dihantui oleh rasa penasarn dan mau tidak mau aku aku tetap melontarkan pertanyaan pada Shea karena aku tidak ingin terbayang-bayang permasalahan yang berkaitan dengan sesuatu yang sulit untuk dipahami jika tidak bertanya secara langsung.
Meski merasa bersalah dan tidak enak karena harus bersikap seperti ini pada Shea, aku sangat senang karena Shea bisa memahami kondisiku dan mau membantuku untuk menghilangkan beban pikiranku yang menumpuk karena rasa penasaran yang berlebihan, dan dengan mengingat kembali percakapan kami sebelumnya, aku mencoba untuk mencocokkan ucapan Shea dengan apa yang ada di pikiranku terutama tentang keberadaan koloni naga yang dia pimpin, meskipun aku tidak blak-blakan bertanya tentang hal itu karena aku masih takut untuk bertanya seperti itu, setidaknya sedikit basa-basi akan mempermudahkan aku untuk mengatur pembicaraan.
Akan tetapi, aku cukup terkejut karena Shea mengatakan sesuatu yang berlawanan dengan pikiranku tentang seorang raja naga, dari apa yang aku ketahui raja monster pasti memiliki banyak koloni yang dipimpin, tapi Shea sama sekali tidak mengatakan bahwa dia memiliki anak buah, aku bisa saja beranggapan bahwa ucapannya itu adalah kebohongan, tapi nyaris tidak ada jeda dari ucapan kami dan itu artinya dia tidak memiliki waktu untuk memikirkan kebohongan.
Shea terlihat sangat senang dengan perjalanan ini dia menunjukkan sifatnya yang kekanak-kanakan dengan sangat jelas, Shea melompat sambil merentangkan tangannya seperti sedang bermain di setiap langkahnya, sementara naga besar di belakang kami nampak sangat memperhatikan Shea, pandangan menyeramkan dari naga itu benar-benar tidak terlihat lagi, dia sepenuhnya tidak berbahaya dan sangat jinak saat berada di dekat Shea.
"Satu... duaa..."
Ah... itu menggemaskan.
"Ekhem... j-jadi begitu ya... kalau begitu apa kau kenal dengan si naga malapetaka?" tanyaku padanya.
"Aku tidak tau siapa yang kau maksud, soalnya aku sangat jarang berkomunikasi saat berada di labirin" sahutnya padaku.
"Kau serius?" tanyaku lagi.
"Ya aku sangat serius, hanya ada satu teman bicara yang menemaniku dan ya… dia bukan naga" jawabnya dengan santai.
Entah kenapa aku sangat senang saat melihat Shea melompat-lompat dengan satu kaki setiap kali dia mendarat, Shea terlihat seperti kapas yang berjatuhan saat dia melakukannya, melihatnya seperti itu sangat membantuku untuk berpikir santai dan tenang saat aku mulai bertanya tentang hal yang berat, untuk memastikan bahwa Shea memang salah satu dari raja naga aku kemudian bertanya padanya mengenai naga malapetaka yang sudah sangat terkenal dengan kekejamannya, bahkan untuk orang yang sepolos Noel pun juga mengetahuinya, dia terlihat sangat tercengang saat aku menanyakan hal itu pada Shea.
Akan tetapi, Shea sama sekali tidak bereaksi dengan pertanyaanku itu dia tetap dengan tenang melompat ke kanan dan kiri bahkan masih tersenyum ceria sepanjang jalan, dan itu sangat membuatku terkejut bahkan aku nyaris tidak percaya dengan apa yang aku dengar karena bagaimana mungkin Shea bisa tidak mengenal sosok naga yang sudah sangat melegenda seperti itu.
"Shea, apa kamu benar-benar tidak tau tentang naga itu? padahal dia sangat terkenal lohh" tanya Noel padanya.
"Aku memang tidak tau apa-apa tentang naga itu, aku cukup sering bertemu dengan naga jadi aku tidak tau naga mana yang kalian maksud, dan rata-rata yang aku temui hanya naga bumi… hup!" jawab Shea tersenyum sambil melompat.
""Dia memang naga bumi"" ucap kami bersamaan.
"Eh! apa itu benar?" tanya Shea terkejut.
"Ya dia adalah sosok naga bumi, dari apa yang aku tau saat masih bersekolah naga itu sering kali membuat kehancuran setiap kali dia muncul ke permukaan bahkan pernah meratakan sebuah kerajaan dalam sekejap karena amukannya" jelasku pada Shea.
"Kenapa dia bisa sekejam itu? aku tidak suka dengan hal-hal kejam seperti itu" ucapku Shea sambil kembali berjalan normal dengan wajah menunduk.
"Entahlah, tapi yang jelas dia benar-benar sebuah malapetaka yang sangat nyata" sahutku dengan serius.
Bukan hanya aku yang terkejut dengan ucapan Shea, tapi juga Noel yang terlihat sangat tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Shea, dia bahkan juga bertanya sekali lagi pada Shea untuk memastikannya, akan tetapi Shea tetap menjawab tidak mengetahui apapun tentang naga malapetaka itu dan tetap melompat pelan seperti sebelumnya dengan sangat tenang sambil tersenyum tipis menikmati permainannya.
Sampai akhirnya Shea terkejut saat tau bahwa naga malapetaka itu adalah salah satu dari naga bumi, Shea langsung menghentikan langkahnya dan berdiri tegak menatap ke arahku dan juga Noel, aku kemudian menjelaskan padanya tentang apa yang aku ketahui mengenai naga malapetaka itu dan jauh dari perkiraanku bukannya marah atau tersinggung dengan ucapanku Shea malah terlihat sebaliknya dengan wajah yang murung seolah menanyakan alasan naga itu yang bersikap sangat kejam.
"Aku benar-benar tidak menyukai perbuatan kejam seperti itu, aku pasti akan menghentikan dan menyadarkannya jika aku melihatnya melakukan itu" ucap Shea sembari mengepalkan tangannya dengan serius.
"K-kamu memang sangat berani ya Shea" ucap Noel padanya.
"Ini bukan soal keberanian, tapi tentang perikemanusiaan dan menghargai setiap orang yang bernyawa" sahut Shea dengan wajah yang serius.
...❄️❄️❄️❄️❄️...
__ADS_1