I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 132: Keanehan


__ADS_3

"Emhh!! woaa!! sudah pagi!? ahh… pagi ini sangat sejuk, sangat jauh berbeda dari suasana di dalam labirin" ucapku terbangun dari tidurku.


"Eh!! tunggu sejak kapan ada pohon di sini?!" tidak tidak! ini mustahil, aku tidak mungkin salah ingat!"ucapku terkejut sembari menatap ke belakangku.


Pagi yang cerah dan embun pagi yang terasa lembut di kulitku suasana pagi hari di kedalaman hutan memang sangat jauh berbeda dari keadaan di dalam labirin yang terus mencekam sepanjang waktu.


Menatap butiran embun yang jatuh di atas dedaunan rumput yang hijau aku sangat terkejut saat aku mengalihkan pandanganku ke atas dan melihat ada daun pohon yang rindang tepat berada di atas kepalaku, sebuah pohon berdiri kokoh di belakangku dengan banyak cabang dan daun yang memenuhinya dan aku nyaris tidak percaya dengan apa yang kulihat, karena seingatku aku tidak pernah melihat ada pohon besar tumbuh di bukit rumput ini.


"Hm… rasanya tadi malam aku tidur di tempat yang empuk dan lembut… tapi…" ucapku menatap pohon itu.


Tok Tok Tok...


"Tidak… akar ini sangat keras! tidak mungkin aku tidur di akar sekeras ini, apa kepalaku yang melunak? eh! mana mungkin dasar bodoh!!"


"Apa hutan memang seangker ini?! hm…sebaiknya aku pulang mungkin ada yang salah dengan kepalaku" ucapku sambil perlahan terbang.


Bingung dengan keberadaan pohon itu ditambah lagi dengan perasaan nyaman yang kurasakan saat aku tidur di bukit ini, aku kemudian mengetuk-ngetuk akar pohon itu untuk memastikannya, tapi tentunya kayu tetap kayu dan itu sangat keras sedangkan yang aku rasakan tadi malam sangat empuk, lembut, dan juga nyaman yang pastinya sangat berbeda dengan akar pohon itu.


Ini masih pagi hari dengan kepala yang dingin, tapi aku terlihat seperti orang bodoh yang tidak bisa membedakan antara keras dan lembut.


Tidak bisa memikirkan tentang keadaan ini aku kemudian memutuskan untuk segera pulang daripada harus menjadi orang linglung yang serba salah karena sebuah pohon.


...*****...


"Hutan ini selalu punya hal menarik, tapi kadang lebih menyeramkan dari labirin" ucapku terbang melesat sambil menatap ke arah hutan yang luas. •_•


"Yahh… lupakan saja kejadian barusan, tidak ada gunanya memikirkan sesuatu yang tidak bisa dipahami."


"Hah… tapi, suatu saat nanti aku ingin membawa orang-orang untuk melihat betapa indahnya hutan ini, tunggulah calon temanku haha!!" ucapku sambil merentangkan tanganku.


Terbang dengan cepat di udara aku menatap betapa luasnya hutan yang sebagiannya masih tertutup oleh embun pagi, aku cukup kagum dengan hutan yang luas ini karena memiliki banyak hal yang luar biasa dengan misteri yang menakjubkan, meski begitu aku tidak ingin terlalu banyak memikirkannya karena mataku sudah sangat terpuaskan dengan pemandangan hutan ini.


Terbang tinggi sembari merentangkan kedua tanganku aku berharap bisa mendapatkan banyak orang teman dan bisa menunjukkan kebahagiaan yang aku rasakan saat ini.


...*****...


"Owh!! itu dia!! waktunya mendarat…" ucapku sembari menatap ke arah tebing rumahku.


__ADS_1


"Hup! yosh! sekali lagi pendaratan yang sempurna hehe."


Berjam-jam aku terbang mengudara di atas lebatnya hutan hijau aku akhirnya melihat tebing atau mungkin lebih tepatnya gunung yang menyerupai tebing tempat gua rumah dindingku berada, dan tidak perlu waktu lama aku kemudian langsung mendarat di depan gua itu dengan sangat sempurna hehe.


"Hm… ah ya… karena beberapa hari sebelumnya aku selalu terbangun di dalam rumah, aku sampai lupa kalau ada jemuranku di luar sini… um… ini masih agak basah, mungkin karena embun yang tebal…" kataku sembari memegang jemuran gaunku.


"Yah… biarlah… tunggu sampai kering" ucapku sambil perlahan masuk ke dalam gua.


.


.


"Hm… sepertinya ada yang terlewat, tapi apa ya?" ucapku berjalan melewati lorong gua.


Berdiri tak jauh dari mulut gua mataku langsung teralihkan pada jemuran pakaian yang beberapa hari lalu aku jemur di tempat ini, dan ya aku lupa ada pakaianku yang aku jemur karena beberapa hari sebelumnya aku selalu tiba-tiba bangun di dalam rumah, dan karena sebelumnya embun pagi cukup tebal gaunku tidak kering sepenuhnya dan masih agak basah jadi aku tetap membiarkannya di luar sampai benar-benar kering.


***


Tok Tok Tok...


"Aku pulang, Sira kau masih di rumah? Sira?" panggilku sembari membuka pintu rumah.


"Aku pergi mencari angin hehe."


"Dari pagi-pagi buta?"


"I-iya seperti itulah…"


Sejujurnya dari tadi malam.


"Hah… ya kalau begitu sebaliknya anda sarapan, meski ini sudah cukup terlambat untuk itu"


"Sarapan? woah! benar! jadi karena itu aku merasa melewatkan sesuatu yang penting!"


"◉_◉"


Sampai di depan rumah aku kemudian mengetuk-ngetuk pintu terlebih dahulu sebelum akhirnya aku masuk sembari memanggil Sira kalau-kalau dia tidak ada di dalam rumah karena mencariku yang tiba-tiba menghilang, dan setelah beberapa saat Sira kemudian datang dari arah dapur melangkah dengan kaki kecilnya ke arahku dan itu cukup menggemaskan untukku.


Dan setelah sedikit berbincang-bincang tentang kepergianku yang tiba-tiba, aku kemudian langsung pergi ke dapur untuk sarapan.

__ADS_1


"Woah! hehehe! apa kau yang memasak ini Sira?"


"Bukan, saya tidak pernah memasak, nona" sahutnya padaku sembari naik ke atas kursi.


"Oh! benarkah? lalu siapa yang memasak ini?"


"Ya, ini semua sudah ada sejak tadi pagi" sahutnya lagi.


"Ooh… ya kalau begitu… selamat makan! uah!!" ucapku sambil meminum susu hangat.


Tiba di depan meja makan aku kembali terkejut melihat ada banyak makanan yang tertata rapi di atas meja sama seperti saat tadi malam, mungkin yang berbeda dari makanan itu hanyalah porsinya yang lebih kecil, dan mungkin itu adalah makanan sisa tadi malam yang kembali ditata rapi seperti makanan baru.


Meski begitu aku merasa bingung dengan siapa yang memasak ini untukku karena Sira bilang dia tidak pernah memasak, tapi aku tau masalah dengan itu karena aku sudah sangat senang ada banyak makanan yang bisa kumakan dan tanpa menunggu lama aku langsung menyantap makanan itu.


...*****...


"Hargh!! perutku terasa penuh hehe… oh ya Sira, apa menurutmu aku ini aneh?"


"Anu… bisa jelaskan tentang itu nona?" tanya Sira kebingungan.


"Um… aku selalu merasa ada seseorang yang sedang mengawasiku, aku juga melihat ada pohon yang tumbuh tiba-tiba saat aku bangun tidur padahal aku sudah yakin tidak ada pohon yang tumbuh di sekitarku, dan entah karena apa aku merasa sangat nyaman ketika tidur padahal seharusnya itu hal yang biasa iyakan?"


"I-iya seperti itu bisa di jelaskan, tapi mungkin anda mengetahuinya nanti."


"Hm… seperti ada sesuatu yang kau sembunyikan!" ucapku menatap Sira dengan penuh kecurigaan.


"Tidak ada, kalau begitu saya pergi dulu permisi nona!" sahutnya sambil melompat turun dari atas kursi.


"Hei! tunggu Sira! aku belum selesai bicara denganmu! Sira! Sira!!"


Karena porsinya yang kecil aku tidak memerlukan waktu lama untuk menghabiskan semua makanan itu dan diakhiri dengan satu tegukan air putih perutku benar-benar sangat kenyang, masih sambil duduk di depan meja makan aku kemudian bertanya pada Sira tentang keadaanku yang cukup aneh, meski begitu Sira terlihat kebingungan saat aku bertanya tentang hal itu jadi aku menjelaskan padanya tentang apa saja yang aku alami dan rasakan sebelumnya.


Perasaan tidak enakku yang seakan terus diawasi oleh seseorang, pohon yang tiba-tiba muncul, dan suasana nyaman yang kurasakan saat aku bangun tidur, aku selalu merasa ada seseorang yang sedang mengelus-elus kepalaku saat aku tidur dan itu membuatku merasa sangat nyaman, tapi Sira malah berkata aneh dan itu membuatku sangat curiga padanya.


Bukan hanya kata-katanya melainkan juga tingkahnya saat mengatakan itu terlihat mencurigakan seperti sudah mengetahui sesuatu, akan tetapi tidak ingin memberitahukannya padaku dan itu membuatku semakin tajam menatapnya dengan tatapan kecurigaan, tapi bukannya mau menjelaskan Sira malah melompat turun dari kursinya dan pergi meninggalkanku meski aku sudah memanggil-manggilnya dengan cukup keras.


"Ugh!! dasar Sira! lain kali akanku buat dia bicara!" ucapku menyilangkan tangan dengan kesal.


...🌹🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


...Mohon maaf agak lambat dan sampai di sini dulu untuk chapter ini, author lagi kurang enak badan....


__ADS_2