I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 135:Naga itu Melihat Petualang.


__ADS_3

"Wah…! ternyata memang ledakan sihir, tapi siapa yang bertarung?" ucapku mulai mendekat ke sumber asap hitam itu.


Muncul dari jarak yang sangat jauh asap hitam itu mengepul dari balik pepohonan rindang, bahkan terdengar beberapa suara ledakan kecil saat aku terbang mendekatinya dan ledakan seperti itu pasti terjadi karena ada orang yang bertarung, tentu saja karena itu tidak mungkin terjadi karena ledakan angin.


Duarr!!


"Woa!! itu badai!! orang yang bertarung pasti pengguna sihir angin yang sangat kuat!" ucapku sembari mulai turun.


"Owh…! ternyata air terjun, satu, dua, tiga, empat… um… ada tujuh orang yang sedang bertarung, tapi aura ini… ah monster itu ya… hahh…" ucapku sambil menghela napas.


Aku tidak ingin membuat masalah dengannya, tapi…


"Tapi, orang-orang itu akan mati jika tidak dihentikan…" kataku seraya menatap ke arah sumber pertarungan.


"Yosh! tidak apa-apa… lagipula ada banyak cara untuk menanganinya" sambungku sembari melompat turun dari atas air terjun.


Berada sangat dekat dengan sumber pertarungan tiba-tiba saja aku dikagetkan dengan terpaan angin kencang dan ledakan yang bercampur menjadi satu dalam sebuah serangan sihir, dan aku nyaris jatuh karena terkejut dengan badai yang cukup besar itu jadi aku langsung mendarat di dekat sebuah tebing dengan aliran air yang ternyata itu adalah air terjun, dan lokasi pertarungan yang terjadi ada di bawah air terjun itu.


Beberapa saat setelah aku mendarat di atas tebing air terjun itu aku tidak bisa melihat apapun karena terhalang oleh asap dan debu yang tebal, tapi aku dapat merasakan ada sekelompok orang yang sedang bertarung dengan satu monster besar yang tidak lain adalah naga, ya karena aku dapat melihat punggungnya yang besar dari atas air terjun ditambah dengan suaranya yang memiliki ciri khas menggelegar naga adalah monster yang menakutkan, mereka juga memiliki kekuatan yang lebih besar dari kebanyakan monster lainnya, dan aku dapat mengetahuinya hanya dengan melihat auranya.


Secara keseluruhan naga itu memiliki leher yang agak panjang, tubuh yang langsing seperti seekor cheetah, dan ekornya juga terlihat panjang dengan sisik di seluruh tubuhnya, bahkan ada 20 cakar tajam yang merekat di ujung-ujung jarinya, melihat lawan yang mereka hadapi aku sedikit ragu untuk menolongnya bukan karena aku takut.


Tapi, karena aku sendiri tidak ingin menambah masalahku, jika aku macam-macam mungkin bukan hanya leherku yang dirantai, tapi juga tangan dan kakiku yang pastinya itu akan sangat menyakitkan, meski begitu aku tetap tidak bisa membiarkan ada orang yang mati karena keganasan seekor naga, dan karena itu aku kemudian langsung melompat turun dari air terjun ke sebongkah batu besar yang ada di aliran sungainya.



"Hm… pertarungan yang bagus! tapi, sepertinya dia terluka… eh… g-gawat!! dia dalam bahaya!!" ucapku sambil menatap ke arah seorang perempuan yang terluka.


.


.


Ssttt!!


Aku mati! aku mati! aku mati! aku mati! aku mati! aku mati! agh! masa bodoh dengan itu!


"HENTIKAN!!!" teriakku sambil menutup mata sembari merentangkan kedua tanganku melindungi seorang perempuan yang terluka itu.


...

__ADS_1


"Eh! aku masih hidup? fuhhh… syukurlah hehe…"


Berdiri di batu besar yang ada di aliran sungai aku kemudian melihat-lihat keadaan kelompok orang yang sedang bertarung itu yang tampaknya juga tidak menyadari keberadaanku, aku cukup terpukau dengan pertarungan itu karena mereka dapat dengan gesit menangkis dan menahan serangan naga bumi itu meskipun mereka kalah besar dengan ukurannya, tapi mereka masih berusaha berjuang melawannya bahkan mereka terlihat menerima luka yang parah dengan darah yang mengalir dari atas kepalanya, dan saat akan menghindari serangan naga bumi itu salah satu dari anggota perempuan mereka terpeleset jatuh dengan pertahanan yang terbuka bahkan terlihat merintih karena lukanya.


Melihat situasi berbahaya itu aku kemudian melompati bebatuan sungai dan langsung berlari ke arah perempuan itu sesaat setelah aku sampai di tepian sungainya, ya dengan pikiran yang agak kacau aku memberanikan diri untuk merentangkan tanganku melindungi orang itu, jika aku melawan naga itu mungkin aku akan berada dalam masalah jadi satu-satunya yang bisa aku lakukan hanyalah menjadi tameng untuk melindungi orang itu, lagipula aku tidak akan mati hanya karena terkena cakar kecil, ya setidaknya itu kecil untukku yang dulu besar dan sekarang cakar itu lebih besar dari kepalaku dan aku mulai khawatir dengan keadaanku.


Aku memejamkan mataku sembari memalingkan wajahku ke samping karena aku tidak ingin menatap cakar runcing itu, angin berhembus cepat di wajahku saat aku berteriak ingin menghentikan serangan naga itu, akan tetapi meski serangannya cepat cakar itu tidak pernah sampai padaku dan itu membuatku sedikit kebingungan lalu perlahan membuka mataku, dan benar saja cakar besar itu berhenti tepat di depan wajahku, ya memang membingungkan meski begitu aku sangat lega karena kepalaku tidak akan berlubang.


Hm…Dia tidak menyerangku? tapi... kenapa?


Gerrrr...


"Um…? hm…? owh begitu ya…" ucapku sambil melambai-lambaikan tanganku.


"Hehehe… terima kasih ya…" ucapku tersenyum sembari tertawa kecil.


Dia jinak,, ("^_^)


Melihat naga setinggi 9 meter itu berhenti mengamuk dan malah meletakkan cakarnya di tanah membuatku sangat kebingungan, naga itu bahkan membuat pose leher angsa dengan suara dengkuran halus menatap ke arahku, dan karena kebingungan aku kemudian sedikit memiringkan kepalaku sambil menatap ke arahnya, akan tetapi naga itu malah mengikutiku memiringkan kepalanya bahkan saat aku sedikit melambai-lambaikan tanganku dia juga mengikutinya, dan karena itu aku kemudian sedikit berpikir bahwa dia adalah naga yang jinak meski aku tidak percaya sepenuhnya dengan keadaan ini.


"Baiklah situasinya sudah terkendali, sisanya… eh!" ucapku sambil berbalik menatap ke arah orang-orang itu.


"T-tunggu! a-aku bukan orang jahat… ja-jadi tolong… bisakah turunkan pedangnya?" ucapku sambil sedikit mengangkat kedua tanganku.


"Tidak akan pernah!! tidak ada yang lebih buruk dari iblis yang bisa mengendalikan naga" sahut lelaki dengan rompi kulit sambil mengarahkan pedangnya padaku.


"Mengendalikan? tidak aku tidak mengendalikannya! aku bahkan bingung kenapa dia bisa seperti itu, dia melakukannya sendiri..."


...


KENAPA DIA MENGANGGUK?!!! ("^_^)


Setelah situasi cukup terkendali aku kemudian perlahan berbalik menatap ke arah orang-orang sebelumnya sembari mengelus kepala naga yang mulai condong ke arah bahuku, akan tetapi tidak seperti naga yang kini sudah tenang orang-orang itu malah terlihat tegang dengan beberapa orang yang menodongkan senjatanya ke arahku, sontak saja aku langsung mengangkat kedua tanganku sejajar dengan dada sambil tersenyum tipis berusaha menjelaskan pada mereka bahwa aku bukan orang jahat, tapi salah satu lelaki berambut cokelat dari kelompok itu malah menatapku dengan sangat tajam sambil menyebutku sebagai seorang iblis, bahkan dia menuduhku mengendalikan naga itu.


Mendengar tuduhan kesalahpahaman seperti itu aku kemudian ingin meluruskan bahwa aku tidak pernah mengendalikan naga manapun, dan ya setelah aku menyelesaikan ucapanku sembari menatap ke arah naga itu, dia malah mengangguk seolah mengerti dengan ucapanku dan itu membuat kesalahpahaman ini semakin memburuk, tingkah naga itu membuatku sangat terkejut dengan tujuh tatapan tajam dan semua senjata yang mengarah padaku.


"Rantai itu, kau pasti tahanan iblis yang melarikan diri?!!" sahut lelaki lainnya yang mengacungkan tombaknya padaku.


"Eh! tidak aku bukan buronan, aku bahkan tidak pernah melakukan kejahatan apapun!"

__ADS_1


"Hiks… kenapa hal buruk selalu merekat padaku… padahal aku bukan penjahat" ucapku pelan sembari memalingkan wajahku.


"Kau pikir kami percaya dengan itu? serang dia!!" ucapku lelaki berambut cokelat itu.


Ssttt...!


Duarr!!


GROAHH!!!


"Tidak tidak tidak! tenanglah! jangan sakiti mereka!" ucapku menahan pergerakan naga itu.


"Hahh… aku tidak apa-apa loh… jadi tenanglah" ucapku mengelus kepalanya.


"Jangan gentar! bunuh iblis itu!!" ucapku pria berjenggot yang membawa kapak.


DUARR!!


.


.


"Ha?!! semua!! waspada!!" ucap lelaki berambut cokelat itu pada rekannya.


GRAAAHHHH!!!


...…...


"Bukankah itu minotaur? hm… seharusnya mitologi mereka adalah sebagai penjaga labirin, tapi… yah… dunia yang berbeda mencerminkan kehidupan yang berbeda pula" ucapku pelan menatap ke arah minotaur yang berdiri tegak.


Tidak hanya sebatas tuduhan sebagai iblis dan pengendali naga salah satu dari mereka juga menuduhku sebagai tahanan yang melarikan diri, dan tentu saja aku langsung membantahnya karena aku memang bukan tahanan buron seperti apa yang mereka katakan, tapi saat aku membantah tuduhan itu dan menjelaskannya mereka tetap terlihat tidak percaya padaku dan malah menyerangku dengan melemparkan sebilah tombak, akan tetapi sesaat sebelum tombak itu mengenaiku naga di belakangku sudah terlebih dahulu menjatuhkannya dengan keras bahkan sampai tombak besi itu patah menjadi dua bagian.


Dengan terlihat sangat marah diiringi raungan yang keras naga itu kemudian balik berniat akan menyerang mereka, tapi tentu saja aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi dan dengan sigap memegangi kaki depannya untuk menahannya dan meminta naga itu agar tidak menyerang mereka, setelah dia berhenti bergerak aku kemudian mengelus-elus kepalanya agar dia semakin tenang, tapi meski begitu yang terjadi selanjutnya malah sebaliknya, pria berjenggot dengan tubuh agak pendek kekar yang berada di samping mereka berteriak keras seraya mengangkat kapaknya dan berlari ke arahku.


Akan tetapi, sesaat setelah dia berlari ke arahku sebilah kapak besar melayang ke arahnya dan membuatnya terpental hingga sampai ke sebelah sungai lalu terhenti saat menghantam batang pohon dengan tidak sadarkan diri, itu seekor monster minotaur dengan rantai yang menjadi ikat pinggangnya dan kapak besar yang digenggamnya, melihat rekannya yang tak sadarkan diri setelah dihantam oleh minotaur lelaki berambut cokelat itu langsung mengeluarkan perintah siap siaga untuk menghadapinya, kemunculan minotaur itu cukup mengherankan bagiku karena seingatku minotaur adalah monster yang menjaga lantai labirin dan bukannya di dalam hutan.


Bahkan saat hidup di dalam labirin aku sama sekali tidak pernah melihat ada satupun minotaur yang berkeliaran padahal aku menjelajahi labirin hingga nyaris sampai ke lantai bawah, tapi aku tidak terlalu mempedulikan itu karena aku sadar ini adalah dunia yang berbeda tentu saja kehidupan di dunia ini juga berbeda.


...🌹🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


__ADS_2