I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 58: Rumah Baru


__ADS_3

"Hoahhh... haccuhhh... ah... dinginnya."


"Ada apa nona?"


"Aku merasa ada angin dingin yang datang dari arah sana." Ucapku pada Sira.


Setelah sempat beristirahat aku kemudian kembali berjalan menyusuri jalanan ini, semakin aku berjalan semakin kecil juga jalanan ini sekarang tinggi langit-langitnya kurang lebih hanya sekitar 5 meter. dengan lebar jalan sekitar empat setengah meter.


Aku juga sudah mulai merasakan hembusan angin dari arah depanku dan rasanya sangat dingin walaupun aku memakai syal, tapi karena aku memakai gaun mini itu hampir percuma, itu hanya berlaku untuk menghangatkan leher sementara sisanya terasa begitu dingin.


"Fuhhh... kurasa aku akan membeku." Ucapku sambil menggosok-gosokkan telapak tanganku.


"Itu tidak mungkin nona."


"Apanya yang tidak mungkin?! lihat tanganku bahkan sudah sedikit es."


"Y-yahh... tapi membeku itu sedikit berlebihan." Sahut Sira padaku.


"Umhhh... tidak ada yang berlebihan di sini." Ucapku sambil cemberut tidak setuju dengan ucapan Sira.


Aku terus menggosok-gosokkan tanganku untuk mengurangi rasa dingin ini, aku memang sering menggunakan sihir es dan sudah terbiasa dengan hawa dingin, tapi aku tidak menyukai rasa dingin yang satu ini, paru-paruku seperti hampir membeku.


"Hey Sira apa kau merasakan itu?"


"Memangnya ada apa nona?" Sahut Sira sambil bertanya.


"Dari balik dinding ini? hm... kehangatannya... woahh!! sepertinya tidak salah lagi... hey Sira apa kau bisa menggunakan sihir bumi?" tanyaku pada Sira.


"Tentu nona saya bisa." jawabnya.


"Apa kau ingat bentuk rumah dinding yang kubuat dulu?"


"Y-yahh saya ingat nona, memangnya kenapa nona?" Jawabnya sambil bertanya.


"Kalau begitu apa kau bisa membuatnya di dalam dinding ini?"


Aku merasakan ada kehangatan dari balik dinding labirin itu dan juga ada suara tetesan air yang mengalir dari balik dinding yang sama, hanya satu yang bisa kusimpulkan pasti ada sumber air panas di sana.


Menyadari itu aku kemudian langsung meminta Sira untuk membuat rumah dinding di sana, dinding itu memiliki ketebalan yang cukup untuk membuat sebuah rumah di dalamnya, sebenarnya aku ingin membuat rumah yang lebih dekat dengan mulut gua, tapi karena ada sumber air panas di sini aku memilih untuk membuatnya di sini.


Lagi pun jarak mulut gua sudah tidak terlalu jauh lagi mungkin hanya berjarak sekitar setengah kilo meter lagi saja jadi aku tidak masalah dengan itu, setidaknya ini lebih baik daripada harus berjalan jauh mencari tempat pemandian.


"Y-ya entahlah... tapi mungkin tidak akan sebagus milik anda nona."


"Tidak perlu khawatir, aku akan memolesnya nanti."


"B-baiklah nona... t-tunggu sebentar."


"Ya... semangat Sira." Ucapku menyemangati Sira.


"Y-yahh... akan saya coba nona."


Setelah sempat sedikit ragu Sira akhirnya mau mencoba untuk membuat rumah dinding, Sira kemudian berjalan mendekati dinding lalu memulai proses sihirnya untuk membuat rumah dinding, Sira cukup lama berdiri di depan dinding itu dan setelah sekian lama aku menunggu akhirnya perlahan dinding itu terbuka membentuk sebuah persegi panjang seperti pintu.


"Sudah selesai nona." Ucap Sira padaku.


"Oww... benarkah?! kalau begitu mari kita lihat." Ucapku sambil melangkahkan kakiku masuk ke dalamnya.


" ... "


I-ini sedikit berada di luar perkiraanku.


"Y-yahh... saya cuma bisa membuatnya seperti ini nona."


"T-tidak apa-apa ini sudah cukup." Ucapku padanya.

__ADS_1


Saat aku memasuki rumah dinding ini kesan pertama yang kudapatkan adalah batu, tempat ini masih belum benar-benar sempurna banyak gundukan-gundukan tanah kecil dan bebatuan di lantai dan dindingnya, ini sedikit berbeda dari yang aku pikirkan.


Yahh aku tidak bisa menilainya hanya dari ruangan terluar saja...


Aku kemudian memasuki dapur dan lantai dua rumah ini serta juga memasuki kamarnya untuk melihat setiap kondisi dan detail rumah ini, sementara Sira masih berada di rumah tamu bersama dengan barang-barangku yang kuletakkan di sana.


...


Hm... ini bagus sepertinya Sira bisa mengingat semuanya dengan baik, tapi masih perlu sedikit renovasi...


"Yahh aku akan memberikan nilai C+ untuk penampilannya, dan A untuk detail denahnya karena dia mengingatnya, dan tentunya A+ untuk usahanya membuat ini." Ucapku sambil menatap ke tempat tidur di kamarku.


Aku sedikit kebingungan dengan pemikiranku sendiri, penampilannya memang di luar dugaan, tapi denahnya sangat mendetail masih dengan 4 kamar di atas, dua kamar di bawah, dapur, ruang tamu, dan kamar mandi letaknya sama persis dan tidak ada yang berubah.


"Mungkin aku bisa menggunakan sihirku untuk memperbaikinya sambil mencari tau tentang rantai ini... tidak... sebaiknya jangan sekarang Sira pasti curiga dan khawatir."


Aku berniat untuk melakukan sedikit percobaan untuk menyelidiki rantai pengikat ini karena mungkin saja saat aku menggunakan sihirku sewaktu menghadapi monster golem hanyalah sebuah kebetulan saja, tapi aku menundanya karena Sira masih ada di sini.


"Hm... tempat kolam air panas itu ada di balik dinding ini ya... yahh aku akan mengurusnya nanti." Ucapku sambil menempelkan telapak tanganku di dinding.


Aku menempelkan telapak tanganku di dinding yang seharusnya menjadi tempat jendela di kamarku yang ada di lantai dua tepatnya di kamar ujung sebelah kanan, dinding itu terasa hangat tentunya karena ada sumber air panas di sebelahnya dan karena itulah aku meminta Sira membuat rumah dinding di sini.


"Yahh... Untuk sekarang emhh...ahh waktunya turun ke bawah." Ucapku sambil sedikit meregangkan tubuhku.


Perlahan aku kemudian keluar dari kamar lalu menuruni tangga ke lantai bawah, bunyi gemerincing rantai setiap kali aku berjalan adalah musik yang bagus di telingaku sangat bagus bahkan melebihi bunyi lonceng di tanganku.


...


Um... aku lapar...


"Hey Sira bisa carikan aku makanan?" ucapku sambil duduk di anak tangga.


"Biar saya ambilkan beberapa d.../


"Aku ingin makan yang lain Sira... aku ingin mencoba rasa yang berbeda dari daging." Ucapku memotong perkataan Sira.


Aku meminta Sira untuk mencarikanku makanan karena aku sedang lapar, dia langsung membuka ruang penyimpanan, tapi aku sedang tidak ingin memakan daging bisa dibilang aku sudah agak bosan memakan daging terus-menerus, sejak kecil aku selalu memakan daging dan tidak pernah namakan yang lain.


Mendengar permintaanku Sira kemudian menutup ruang penyimpanannya dan keluar dari tempat ini untuk mencari makanan yang kuminta, aku ingin memakan makanan dengan rasa yang berbeda seperti buah yang sebelumnya aku makan.


Buah itu adalah rasa manis pertama yang kumakan setelah sembilan tahun lamanya aku hidup di dunia ini.


Wah... dia terlihat menggemaskan saat sedang berjalan hehehe.


Terkadang aku merasa bingung kenapa Sira tidak pernah mengeluh dengan semua permintaan aneh yang aku perintahkan


padanya padahal itu cukup merepotkan.


"Um...di sini..."


Duarrr


Karena Sira sudah pergi aku kemudian masuk ke dapur lalu melubangi dindingnya dengan pukulanku, sebenarnya aku tidak ingin melakukan itu, tapi tidak ada cara lain untuk masuk ke kolam air panas itu selain dari tempat ini.


"Woahh!! ini lebih baik dari yang kukira." Ucapku sambil menatap ke arah sumber air panas di depanku.


Di depanku saat ini ada sumber air panas dengan suasana gua yang bagus, ada gundukan tanah yang menjulang ke atas ditambah dengan pilar-pilar alami dari labirin, dan juga bersebelahan dengan kolam air panas itu ada danau yang cukup besar dan jernih serta air yang tampak bersinar terang karena kristal yang ada di sekitarnya.


Dua air dengan suhu yang berbeda saling bersebelahan satu sama lain sangat mengagumkan, di dekat danau dingin itu ada banyak tumbuhan dan bunga-bunga yang sangat indah, sangat cocok untuk bersantai dan menghilangkan lelah.


"Pemandangan ini mengesankan, lain kali aku akan membuat bangku taman di sini hehehe."


"Yahh waktunya mandi."


.

__ADS_1


.


"Hangatnya."


Aku kemudian melepaskan bajuku dan meletakkannya di atas batu yang ada di dekat danau dingin agar tidak basah terkena uap air lalu perlahan masuk ke dalam kolam air panas itu untuk berendam, seketika saja semua rasa dingin yang kurasakan sebelumnya menghilang, sekarang tubuhku benar-benar terasa hangat tidak ada sedikitpun rasa dingin yang tersisa.


.


.


.


"Ahhh... aku menyukai ini."


Cukup lama berendam aku kemudian naik ke atas dan duduk di batu lalu mengguyurkan air hangat itu ke bahu dan tanganku sambil sesekali membelai halus kulitku dan rambutku yang sudah basah.


"Sebenarnya apa maksud dari rantai ini? dia bilang kekuatan sihirku telah tersegel, tapi..." ucapku sambil menatap ke ujung rantai di dadaku.


"Aku akan mencobanya lagi nanti... untuk sekarang akan kunikmati dulu semua air panas ini hehehe."


.


.


"Yahh sudah cukup sampai di sini... akan sulit untuk mengeringkan rambut ini jika aku terlalu lama di sini."


Setelah menggosok semua bagian tubuhku aku kemudian aku kemudian membungkus rambutku dengan syal bulu cave bear-ku, itu memang syal, tapi cukup lebar untuk dijadikan handuk bahkan aku bisa membungkus tubuhku dengan itu, walaupun begitu aku hanya memakainya untuk mengeringkan rambutku saja.


Air di kulitku bisa kering dengan sendirinya, tapi rambutku perlu waktu yang lebih lama untuk mengeringkannya, aku tidak masalah jika harus bugil sementara waktu lagi pula tidak ada orang di sekitar sini dan juga aku tidak bisa memakai baju jika masih basah seperti ini.


"Yupp... sepertinya sudah kering."


Aku duduk cukup lama di samping bajuku sambil menggosok-gosok rambutku agar lebih cepat mengering, akhirnya aku bisa memakai bajuku, rambutku sudah cukup kering untuk tidak membasahi bajuku.


.


.


"Hm... Sira belum datang? yahh biarlah."


Setelah semua bajuku terpasang aku kembali ke ruang tamu menunggu Sira datang membawakan makanan yang aku inginkan sebelumnya.


"Ini kesempatan bagus untuk mencoba menggunakan kekuatan sihirku."


.


.


"Yoshh selesai dan sepertinya tidak ada masalah saat aku menggunakannya... tapi bagaimana ketika setelahnya?" ucapku sambil menatap rantai di leherku.


Aku kemudian menggunakan sihir bumi untuk merapikan setiap ruangan di rumah dinding ini agar lebih nyaman untuk dilihat, sekarang lantai dan dinding rumah ini sudah menjadi lebih mulus tanpa ada gundukan-gundukan tanah yang terlihat.


"Ekhhh!!! r-rantainya arghhh!!!" jeritku sambil memegang leherku dengan erat.


Memang tidak ada kendala ketika aku menggunakan sihirku semuanya berjalan dengan baik, tapi beberapa saat setelahnya aku merasakan rantainya mulai memanas dan leherku yang mulai terasa semakin sakit.


"Arghh!!! i-ini lebih sakit d-dari s-sebelumnya."


.


.


Oh! j-jadi begitu ya... aku mengerti... fungsi dari rantai ini bukan untuk menyegel kekuatan sihir, bahkan sejak awal orang itu tidak pernah bilang ' menyegel ' tapi untuk memberikan rasa takut dan trauma karena rasa sakitnya yang berlebihan.


Setiap kali menggunakan kekuatan sihir maka rasa sakitnya akan semakin bertambah dua kali lipat dari sebelumnya.

__ADS_1


"I-ini sangat cocok... untuk menyiksa seseorang d-dengan perlahan dan sepertinya ini juga bertujuan agar aku tidak menggunakan kekuatan sihirku secara sembarang... y-yahh memang s-seperti inilah hukuman." Ucapku sambil memegang dinding agar tidak terjatuh.


Rasa sakit yang kualami saat ini lebih sakit daripada yang aku rasakan sebelumnya bahkan aku hampir terjatuh karena itu, untungnya aku sempat berpegangan di dinding dan hanya terjatuh dengan kedua lututku saja.


__ADS_2