I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 109: Kesempatan


__ADS_3

"Ah sial! walau aku berusaha untuk tenang, tapi orang itu pasti akan sangat marah padaku, haaah… meski aku menjelaskannya apa dia akan percaya padaku?" ucapku menunduk sembari menghela napas menatap kedua tanganku.


Bukannya tambah fokus pada pertarungan ini setelah aku terbebas dari cengkeraman iblis Leron pikiranku malah teralihkan pada pria naga dingin yang menghukumku dengan rantainya, yaah entah kenapa setelah rantai di leherku putus aku tidak begitu khawatir lagi dengan serangan iblis Leron tetapi aku cukup cemas dengan pria naga tempo hari, orang dengan sikap sedingin es itu pasti akan sangat marah padaku karena aku tidak sengaja melepaskan rantai hukumannya.


"Hargh!! kau sangat berani melakukan ini nona!!" ucap iblis Leron perlahan kembali bangkit.



"Ah, auranya sangat buruk, sebaiknya aku mengurusnya terlebih dahulu" kataku pelan menatap Leron.


Beberapa saat setelah terkapar dengan tendangan telak di atas kepalanya iblis Leron kemudian kembali bangkit dengan keadaan penuh debu dan tanah, yaah itu adalah pelajaran yang berharga baginya dan balasan yang cukup memuaskan untukku.


Dengan ekspresi kemarahan yang terlihat jelas dari tatapannya, dia juga memperlihatkan auranya yang cukup besar yang menyelimuti dirinya seperti kobaran api hitam atau bahkan ungu gelap? entahlah yang jelas itu sangat pekat dan penuh warna yang memuakkan.


Terkadang memiliki mata yang dapat melihat aura seseorang sangatlah tidak mengenakkan karena bisa menguras isi perutku apalagi saat ini yang bisa kumuntahkan hanyalah air liur saja, intinya aku sedang kelaparan karena sebelumnya telah banyak memuntahkan sarapanku.


"Kau sangat penuh dengan kejutan nona!!" ucap Leron penuh amarah.


"Terima kasih, saya merasa terhormat dengan itu dan juga terima kasih karena telah mengingatkan saya dengan hal yang sangat berharga."


"Apa kau pikir aku peduli dengan itu?!" sahut Leron sembari menyerangku secara langsung.


Sring!!


DUARR!!


"Saya rasa anda tidak akan pernah peduli dengan apapun!" ucapku menahan serangan pedang mana iblis Leron.


Setelah bisa berdiri tegak iblis Leron kemudian menatap tajam ke arahku dengan senyuman kekesalan dari wajahnya dan juga dengan kata-katanya yang masih bernada kemarahan, yaah meski dia terlihat sangat marah, tapi aku sedikit tersanjung dengan itu karena tampaknya ucapannya itu bukan kalimat penghinaan, lalu dengan balas tersenyum tipis padanya aku kemudian sedikit berterima kasih kepadanya bukan hanya untuk kalimat itu, tapi juga untuk kekejamannya sebelumnya.


Aku aneh bukan? bagaimana bisa aku berterima kasih untuk rasa sakit itu? tapi maksudku bukan berterima kasih untuk kekejaman fisiknya, melainkan untuk apa yang kuingat saat dia melakukan kekejamannya itu, berkatnya aku dapat merasakan dan mengingat kembali apa itu keluarga, selama ini aku bertahan di dunia labirin yang keras dengan tekadku yang ingin bertambah kuat sampai-sampai aku hampir melupakan sesuatu yang sangat berharga bagiku.


Aku tidak pernah lagi bisa membayangkan bagaimana wajah orang tuaku, apa yang kuingat hanyalah beberapa orang dewasa dengan wajah yang buram dan suara yang bisu, tapi setelah kejadian itu sekarang aku dapat mengingatnya dengan sangat jelas.

__ADS_1


Walaupun tubuhku terasa sangat sakit saat dipukul olehnya, tapi berkat itu aku dapat merasakan kehangatan keluarga setelah sekian lama tidak hidup bersama mereka meski itu hanya sebatas ingatan saja.


Mendengar ucapanku itu tentu saja dia tidak mempedulikannya lalu dengan cepat menyerangku dan sesaat sebelum menghantamku iblis Leron mengubah mananya (energi sihirnya/kekuatan sihirnya) menjadi sebilah tombak tajam bermata pedang, dan setelah menciptakan senjatanya itu iblis Leron langsung menghantamkan ujung tombaknya padaku dengan sangat kuat, melihat serangan yang berbahaya itu lantas membuatku mengangkat pedangku untuk menahannya.


Benturan keras dari kedua senjata kami menciptakan sebuah kawah yang cukup besar di bawah kakiku, bahkan tanah dan hutan di belakangku juga itu terbelah hanya karena terkena benturan dari tekanan tombaknya, meski begitu serangannya kali ini terasa cukup ringan dan satu-satunya yang sedikit berat hanyalah aku yang harus menahan berat badannya selagi dia menghantamkan tombaknya itu.


"Jika kau sudah sadar bersiaplah untuk mati!!" sahut iblis Leron sambil mundur ke belakang dengan tatapan yang tajam penuh kemarahan.


"Ya kali ini 'aku' tidak akan lengah lagi!!" balasku menatapnya tajam sembari mengangkat wajahku dengan senyuman serius.


"HARGHHH!!!"


DUARRR!


Gagal menjatuhkanku dalam serangan pertama iblis Leron kemudian melompat mundur ke belakang sembari mengambil ancang-ancang untuk kembali menyerangku, dia berteriak dengan aura yang besar menyelimuti seluruh tubuhnya sampai ke ujung tombaknya itu, bahkan auranya itu memberikan tekanan yang cukup kuat sampai-sampai kakiku harus terperangkap di dalam retakan tanah saat menahan pukulan tombak mananya.


Sring Sring!!


Kali ini aku tidak akan kalah!


Itu tampaknya cukup kuat, pasti akan sangat berbahaya jika terkena secara langsung walau bisa menghindarinya, tapi… tombak itu mengandung racun ya, cara bertarungnya cukup mirip denganku… meski menghindar efeknya pasti akan sampai padaku, haah owhh!! benar! kalau begitu akanku hentikan dia di udara.


"Tapi, apa aku bisa melakukan itu? yaah itu ada salahnya untuk mencoba" ucapku pelan menatap ke beberapa tombak yang mulai melayang ke arahku.


Ssttt!!


Crass


"Woaa! ternyata aku bisa melakukannya!" ucapku pelan terkejut melihat sihir yang baru aku lakukan.


"Apa itu?!" ucap Leron terkejut.


"Ah maaf, tapi serangan seperti itu tidak akan berpengaruh pada saya, walau hanya sebentar akan saya tunjukkan sedikit kekuatan saya!"

__ADS_1


Yahh sebelum pria naga itu datang aku akan membalas semua perbuatan iblis ini.


"Cih! jangan terlalu sombong nona!" ucap iblis Leron mengangkat tangannya seperti sedang menggenggam sesuatu.


Duarr!


Dia menyebarkan racunnya dengan ledakan


"Sudah saya bilang itu percuma…" sahutku sembari mengibaskan pedangku di udara.


"…reversal magic! clik!"


"…!"


Dengan gerakan yang sangat cepat iblis Leron terus menerus menyerangku dengan hantaman dan tebasan tombaknya yang sangat berbahaya, tentunya aku tidak bisa hanya tinggal diam menerima serangan-serangan itu aku juga ikut melakukan serangan balasan padanya dengan pedangku, dan karena aku telah terbebas dari rantai hukuman aku dapat sangat mudah mengimbangi pertarungannya.


Dalam serangan beruntungnya itu iblis Leron membuat tujuh buah tombak berwarna hitam pekat dengan aura ungu gelap yang melayang-layang di belakangnya dan dengan cepat iblis Leron melesatkan semua tombak itu ke arahku, tapi karena aku sudah bisa menggunakan kekuatanku secara bebas aku dapat dengan mudah menahannya, yaah aku membekukan udara di depan dan atasku untuk menahan tombak-tombak itu.


Jika dengan kasat mata mungkin orang akan melihat itu seperti sekumpulan tombak yang terhenti dan melayang dengan retakan di ujungnya bagaikan sebuah kilatan petir, padahal itu adalah retakan udara saat ujung tombak itu menghantam bagian udara yang kubekukan, mungkin akan lebih mudah diartikan sebagai es yang tak terlihat dan retak karena tertusuk oleh tombak, singkatnya seperti itu hehe aku memang hebat meski aku cukup bingung dengan kekuatanku sendiri.


Dan pastinya itu membuat iblis Leron langsung tercengang kebingungan dengan wajah ketidaksukaan melihat serangannya dapat kutahan dengan mudah, apalagi setelah aku mengucapkan kalimat yang sedikit merendahkannya dengan serangannya yang gagal itu, setelah dia mendengar ucapanku iblis Leron kemudian mengangkat tangan kirinya dengan marah seakan sedang mencengkeram sesuatu.


Dan benar saja sesaat setelah dia melakukan itu semua tombak yang sebelumnya tertahan di udara langsung meledak dengan cukup kuat dan menyebarkan asap beracun dengan warna ungu gelap, tidak ingin membuat area hutan tercemar dengan racun yang juga pasti akan berakibat padaku karena aku tidak tau seperti apa efek raun itu padaku.


Aku kemudian membuat sebuah bola hitam kecil seukuran kelereng di hadapanku lalu memukulnya dengan pedangku ke arah gumpalan asap racun yang terus menerus mendekatiku, dan tepat setelah bola hitam itu menyentuh asap beracun dari iblis Leron dengan satu kali jentikan jariku aku kemudian memperbesarnya menjadi sebuah zona transparan dengan ukuran yang besar hingga merangkap aku dan Leron juga asap beracun itu.


Setelah aku memastikan semua asap itu masuk ke dalamnya aku kemudian mengangkat tanganku ke depan dengan menggenggam sebuah bola miniatur kecil dari zona sihir pembalikan milikku sebelumnya.


Aku terus mencengkeram miniatur bola kecil itu hingga zona sihir pembalikan juga ikut mengecil, yaah tidak perlu waktu lama untukku melakukan itu cukup hanya dengan beberapa detik saja agar aku bisa mengecilkan semua zona sihir pembalikan itu sampai ke ukuran semula seperti sebiji kelereng, lalu meniadakannya bersamaan dengan asap beracun yang ada di dalamnya, melihatku dapat menahan sihirnya dengan cara yang mudah lantas membuatnya terlihat menggertakkan giginya kesal karena perbuatanku itu.


Yeaah, itu adalah ekspresi wajah yang aku tunggu-tunggu hehehe, walaupun aku tidak tau sampai kapan bisa terus menggunakan kekuatan sihirku, tapi setidaknya aku harus bisa mengalahkan kedua iblis ini! sebelum pria naga itu menyadarinya, sisanya kuharap dia mau mendengarkan penjelasanku.


...🌹*****🌹...

__ADS_1


...Maaf terlambat lagi 🥀...


__ADS_2