I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 35 : Pertarungan


__ADS_3

"Oohhh... jadi main keroyokan ya... baiklah kalau begitu akan kuterima tantangan kalian, mari kita mulai!!"


Padahal aku tidak ingin terlibat dalam pertarungan untuk sementara waktu, tapi biarlah sekalian saja aku mengasah kemampuanku.


GROAAHHHHHH!!!


Aku meraung dengan keras dan menatap mereka dengan tajam merespon tantangan dari mereka, perlu kalian ketahui tak ada satu pun hal yang dapat membuatku takut, siapapun yang mencoba menakut-nakutiku berarti menantangku dan akan kuladeni mereka dengan ketakutan yang berkali-kali lipat, tentunya aku juga akan melihat-lihat keadaan jika terlalu berat sebaiknya berdamai saja hehehe, I love peace, peace is beautiful (>_<), tapi karena saat ini aku terkepung tak ada pilihan selain bertarung, setidaknya membunuh satu atau dua tidak akan menjadi masalah, aku akan membuka sedikit jalan setelah itu pergi dengan cepat.


Sstttt!!


Duarrrrr!!


Mereka semua sudah mengelilingiku dan bersiap untuk menyerang, aku pun juga tidak mau hanya berdiam diri menunggu untuk diserang, aku langsung melancarkan serangan pertama pada mereka dengan beberapa bola api.


"Itu pembuka untuk kalian, ayo kita LANJUTKAN!!" ucapku sambil berusaha memukul salah satu kalajengking yang mendekat.


Craahhhhh!


Duarrrrr!


.


.


.


Yeahh satu poin untukku aku berhasil memukulnya dengan sangat keras, aku bahkan juga menginjak kepala kelabang yang berusaha untuk menyergapku dari belakang, mereka bukanlah lawan yang perlu dikhawatirkan.


Mereka tidak melakukan pergerakan apa-apa, apa yang kalian tunggu naga?


Sambil menghajar para monster kalajengking dan kelabang aku terus mengamati pergerakan ketiga naga itu, mereka adalah lawan yang harus diwaspadai mereka memang lebih lemah dariku, tapi mereka cukup meresahkan jika tentang ketangguhan dan keagresifan.


Craahhhhh!


Ssttt!


"Tak semudah itu dasar serangga."


Ada satu kalajengking yang akan menyerangku dengan ekor tajamnya, tapi dengan cepat aku menangkap ekor itu lalu mengangkatnya dan melemparkannya ke arah salah satu naga, tapi dengan sigap naga itu menyemburkan api dan melubangi tubuh monster kalajengking itu.


Naga api ya... terserahlah apapun jenisnya aku tidak peduli, aku akan membuatnya menyesal karena telah berani menantangku.


Duarrrrr!


"Sudah kubilang tidak semudah itu untuk menyerangku."


Di saat aku memperhatikan naga api itu tiba-tiba saja salamander yang ada di sampingku menyerangku, tapi aku berhasil menahan serangannya dengan telapak tanganku tanpa tergores sedikitpun, serangan seperti itu tidak akan pernah bisa melukaiku, itu hanyalah sebuah serangan kecil yang tidak bermutu aku bisa dengan mudah menahannya.


Aku kemudian memberikan serangan balasan dengan menggunakan semburan api biru padanya, walaupun ada kata api tapi, serangan itu juga memiliki efek membekukan bisa dibilang aku menggabungkannya dengan sihir es, jadi siapapun yang terkena serangan ini akan merasakan dua hal yang berbeda secara bersamaan, dinginnya es yang membekukan dan panas yang membara.

__ADS_1


[ Frozen eyes ]


Crakkk


"Enam mati sisa delapan, jadi siapa lagi yang ingin mati!" ucapku menatap tajam ke arah para monster.


Aku menggunakan mata beku untuk membekukan kedua kelabang yang tersisa lalu memukulnya sampai hancur berkeping-keping, mereka adalah yang terlemah dari semua monster yang ada di sini jadi sangat mudah bagiku untuk membunuhnya.


"Sini kau serangga!!"


Sstt!!


"Apa...!!!"


Saat aku ingin memukul monster black scorpion yang mendekat tanganku tiba-tiba ditahan oleh rahang naga, teralihkan oleh cengkraman rahang naga monster kalajengking itu tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung menjepit salah satu kakiku, aku tidak bisa bergerak dengan bebas bahkan saat ini tubuhku terjepit oleh beberapa pilar runcing yang dipasang oleh naga bumi yang lainnya.


Brukkkk


Arghhhhh!!


Aku benar-benar terkunci oleh serangan mereka, tiba-tiba saja ada ayunan ekor yang langsung menghantamku dengan keras sampai-sampai membuatku terhempas ke atas aliran sungai yang ada di sampingku.


Ekhhh!!


"N-naga air! sejak kapan?!"


Sial aku tidak bisa bernafas!


Capit itu tidak bisa melukaiku, tapi cukup untuk menyeretku beberapa meter aku sudah meningkatkan ketahanan dan kekuatan pertahanan tubuhku jadi itu tidak akan pernah bisa melukaiku sedikitpun bahkan jika dia bisa menggores sisiku itu adalah sebuah keberuntungan semata.


Tapi, tetap saja jika kau dikeroyok oleh banyak monster bercapit besar mereka tidak akan menyerah hanya karena tidak bisa melukaiku, mereka memukul-mukul tubuhku dengan capit besar itu dan rasanya... mirip seperti dihajar massa, seluruh badanku terasa remuk dan sekali lagi aku sangat beruntung memiliki kemampuan pemulihan yang tergolong cepat.


"B-brengsek kalian dasar monster sialan!!"


ARGHHHHH!!!!


Graahhhhh!!


Aku kemudian mencengkeram erat tubuh panjang dari naga air itu lalu menariknya hingga putus dan mengunyah kepalanya, aku juga memukul kepala kalajengking yang menarik kakiku sampai kepalanya hancur.


"Wah-wah! padahal tadinya aku tidak ingin bertarung serius, tapi... kalian benar-benar membuatku marah!!"


[ Winter waves ]


Aku membekukan area di sekitarku dengan cepat bahkan aliran sungai yang mengalir juga sudah tidak terlihat lagi semua tempat ini ditutupi oleh lapisan es, aku dapat melihat ketakutan dari para monster ini, aku berlari dan menusuk tubuh kalajengking raksasa yang ada di dekatku dengan cakar tajamku lalu mengunakan Freezing untuk membekukannya, aku juga menggunakan sihir es itu untuk membuat puluhan hingga ratusan tombak besar yang bermunculan dari tanah untuk menusuk para monster yang masih hidup, seketika saja mereka semua membeku dan hancur berkeping-keping, monster lemah seperti mereka tidak akan bisa berkutik di dalam esku, sekarang yang tersisa hanyalah ketiga monster naga itu.


"Hey kalian! apa kalian hanya menonton seperti seorang pengecut?!" ucapku sambil menatap tajam ke arah mereka.


Dua naga bumi dan satu naga api... tak ada ampun untuk mereka.

__ADS_1


Seakan mengerti ucapanku mereka kemudian maju dan menyerangku secara bersamaan menggunakan tombak bumi dan semburan lava, tapi aku menahannya dengan barrier penghalang sehingga serangan itu tidak bisa menyentuhku sama sekali.


"Apa hanya itu kekuatan kalian? LEMAH! kekuatan selemah itu kalian sudah berani menantangku, kalian benar-benar ingin mati!"


Hehehe... sedikit ejekan tidak masalah bukan? siapa tau mereka akan mundur jadi aku tidak perlu menghadapi mereka.


"Apa kalian sudah putus asa hah!"


GRAAHHHHHH!!!


Ah... mereka marah, aku lupa para naga memiliki harga diri yang tinggi... yahh mau bagaimana lagi karena sudah terlanjur aku harus diselesaikannya.


GROAAHHHHHH!!!


Gagal menggunakan sihir mereka sekarang menyerangku dengan serangan fisik, mereka berlari dengan cepat berusaha untuk menyerudukku dengan tanduk tajamnya, sementara itu naga api menyiapkan serangan terkuat yang dia miliki untuk menyerangku.


Cara seperti itu tidak akan bisa mengecohku untuk kedua kalinya, kaulah yang akan menjadi sasaranku.


[ Blue sky ]


Aku menggunakan sihir blue sky berbentuk bulat seukuran jari yang langsung ku arahkan pada naga api itu dan yeahh serangan itu tepat masuk ke dalam mulutnya dan membuat tubuhnya meledak seperti balon bahkan ledakan itu juga membuat sebuah kawan yang cukup besar di bawahnya padahal aku sudah berusaha untuk menahan kekuatan itu agak menjijikkan menyaksikannya, tapi bagiku itu adalah sebuah cetakan poin kemenangan.


"Sisanya tinggal kalian, masih mau melanjutkan?" ucapku mengejek naga bumi itu.


Aku berusaha untuk menakut-nakuti naga itu, tapi sepertinya mereka tidak gentar sama sekali, mereka memang sempat berhenti dan menatap ledakan itu, tapi mereka justru berlari semakin cepat dan tetap menyerangku dengan cepat aku menangkap kepala itu lalu memukul yang satunya dengan keras sampai-sampai membuat suara benturan yang cukup keras.


"Waa!!! duh duh duh! sakit! fuhh... fuhhh... kenapa kepalanya sangat keras?" ucapku sambil meniup tanganku.


Naga itu kemudian terkapar karena pukulanku sementara naga yang satunya masih berada dalam genggaman tangan kiriku, aku mencekik lehernya lalu menghempaskannya dengan keras ke tanah labirin dan kemudian melemparkannya ke dinding labirin dengan kasar.


"Sepertinya cukup sampai di sini harga diri kalian itu, sudah waktunya mengakhiri ini."


Sstt!!


" ... "


Saat aku ingin melubangi tengkoraknya mataku sedikit terganggu dengan tatapannya yang menyedihkan membuatku teringat dengan kejadian enam tahun lalu, benar sekali dia memang sangat mirip dengan Blacky bahkan aku sekilas melihat bayang-bayangnya, itu membuatku tak tega untuk membunuhnya.


"Hahhh... kau beruntung suasana hatiku sedang baik hari ini, jika tidak aku pasti akan membunuhmu seperti teman-temanmu itu." Ucapku sambil menghela nafas.


"Sebaiknya kau tidur untuk sementara waktu."


Aku lalu menggunakan sihir penenang untuk menidurkannya dan seketika dia tertidur dengan lelap kemudian aku memasukkannya ke dalam sebuah kristal es untuk mengobatinya lalu menyimpannya di dalam dimensi penyimpananku, itu cara bagus untuk membawa barang besar tanpa ada beban sedikitpun, aku juga melakukan hal yang sama dengan naga yang satunya.


"Anggap saja ini sebagai pengampunan dariku."


[ Reverse magic ]


Aku lalu menggunakan sihir pembalik untuk mengembalikan keadaan sekitar sama seperti sebelumnya agar tidak menimbulkan jejak pertarungan, tak lupa juga aku memasukkan semua mayat monster itu ke dalam ruang penyimpanan, itu adalah makanan jadi tidak mungkin aku menyia-nyiakannya, hehehe.

__ADS_1


"Yoshh sudah selesai... duh! waktunya pergi badanku terasa agak sakit, tapi... yeeeee aku dapat makanan yang banyak hehe."


...~•~...


__ADS_2