I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 67: Induk Kura-Kura


__ADS_3

"Benar juga... air matanya!"


Tapi, bagaimana bisa? aku sudah pernah menggunakan sihir penyembuhan!


"Ada apa nona?"


"T-tidak bukan apa-apa hehehehe."


Aku sempat kebingungan dengan kejadian itu, tapi setelah mengingat ucapan Sira sebelumnya barulah aku menyadarinya, air mata kura-kura itu memiliki efek penyembuhan pada tetesannya, tapi justru itulah yang kembali membuatku bingung, aku yang bahkan menggunakan sihir penyembuhan tidak bisa menghilangkannya, tapi kenapa dia bisa? itu masih menjadi suatu misteri bagiku.


Dup Dup Dup


"Eh! lohh... dia ingin ke mana?"


"Mungkin kembali ke dalam danau." Sahut Sira.


"Itu bahkan tidak mengarah ke danau." Ucapku pada Sira.


"Ayo kita ikuti." Sambungku sambil berdiri.


Setelah sempat menempelkan moncongnya di kepalaku monster kura-kura itu kemudian berbalik lalu perlahan berjalan ke arah kanan menunju ke dekat hutan, setiap kali dia melangkahkan kakinya selalu ada getaran yang terasa karena kakinya yang besar, karena penasaran aku kemudian pergi mengikutinya sampai di pinggiran hutan.


Kura-kura itu tidaklah terlalu jauh berjalan jadi aku bisa mengikutinya dengan mudah, dia hanya berjalan lima langkah dengan kakinya yang besar itu dan perlahan berhenti kemudian berbalik menatap ke danau, dia juga menoleh ke samping kanan melihat ke arah matahari yang mulai terbenam.


Aku dan Sira hanya terdiam sambil menatapnya dengan heran dan kebingungan, gerak-gerik kura-kura itu sangat membingungkan dia seperti sedang mengawasi sesuatu.


Grekk Grekk Grekk


"Eh! apa yang dia lakukan Sira?"


"Mmungkin menggali lubang." Sahut Sira masih dengan kebingungan.


.


.


"Wah!! ternyata dia benar-benar membuat lubang, tapi untuk apa?" Ucapku sambil menatap ke dalam lubang galian itu dengan bingung.


Kura-kura raksasa itu perlahan menggerakkan kaki belakangnya lalu menyisir tanah dengan kuat, dia terus menggaruk-garuk tanah dengan kaki belakangnya dan sedikit demi sedikit tanah itu tergali membentuk sebuah lubang yang cukup besar.


"Hm... lubang? kura-kura...? ehh... tunggu dulu..." ucapku sambil memikirkan.


"Ada apa nona?" tanya Sira.


"Hanya ingin memastikan sesuatu." Jawabku sambil memperhatikan fisik kura-kura itu.


.


.


"Um... ekor... cakar... cangkang bawah... hehehe dia sangat indah... huhh... fokus."


Aku berjalan mengelilingi tubuh kura-kura raksasa itu melihatnya dari dekat dan berjalan melewati bawah perutnya sambil memegang dan menatap bagian bawah cangkangnya itu, aku memperhatikan dengan jelas setiap detail fisiknya mulai dari kaki, cangkang, dan ekornya.

__ADS_1


Dia terlihat sangat mengagumkan aku hampir terlena dengan keindahan kristalnya itu, sejak awal aku melihatnya bentuk cangkangnya benar-benar membuatku kagum kura-kura itu terlihat sangat anggun, tapi karena aku sedang ingin fokus aku kemudian kembali memperhatikannya dan tidak terlalu mempedulikan itu.


"Jangan-jangan... dia..."


" ... "


"Ehhh!! dia betina!!" ucapku terkejut sambil melihat kura-kura kristal itu.


Setelah mengumpulkan semua kemungkinan yang ada dari ciri-ciri fisiknya dan ternyata benar saja kura-kura itu ternyata adalah kura-kura betina, kenapa aku bisa bilang begitu tentu saja karena bagian bawah tubuh betina lebih datar daripada yang jantan yang memiliki bentuk cangkang bawah lebih cekung ke dalam, itu berfungsi untuk mempermudah proses perkawinan.


Dan juga ekornya yang agak besar dan tebal di tambah dengan cakarnya yang pendek dan membuatku sangat yakin bahwa dia adalah seekor kura-kura betina, cara terbaik untuk mengetahui kura-kura jantan dan betina adalah dengan membandingkan semua ciri-ciri fisiknya dan mengumpulkannya untuk membuat sebuah kesimpulan.


Seperti itulah cara yang aku tau untuk membedakannya, cukup sulit untuk melakukan itu karena hampir tidak ada perbedaan di antara mereka, sama halnya saat kau membedakan yang mana burung betina dan yang mana burung jantan.


"Ehh... apa itu benar nona?" tanya Sira padaku.


"Ya.../"


GROAHH


Brukkk


"Aa! aduh! lohh...! kenapa tanahnya empuk?"


"P-permisi nona."


"Ehhh!! maaf Sira a-aku tidak sengaja!... kau tidak apa-apa kan?"


Di tengah pembicaraan aku dan Sira kura-kura itu tiba-tiba saja bersuara keras sambil menengadah ke atas, kaget karena itu aku langsung terjatuh dan mendarat dengan pantatku dengan cukup kasar dan itu cukup sakit.


"Y-yahh... t-tidak a-apa-apa non.../"


Bukk


"Sira! aku yakin itu sangat sakit, huhh... maaf ya Sira." Ucapku dengan sedikit menghela nafas.


...


"Huhh... sebaiknya kau istirahat di sini dulu Sira."


.


.


"I-itu telur yang besar... hehehe."


Aku kemudian meletakkan tubuh Sira di atas rerumputan lalu duduk di sampingnya sambil menatap ke arah kura-kura kristal yang sedang meletakkan telurnya di dalam lubang galian itu.


Kura-kura itu bertelur dengan cukup banyak mungkin kurang lebih sekitar 40 butir telur dan telurnya tentu saja sangat besar mengingat induk telurnya saja sudah sebesar rumah tiga lantai, terlihat kura-kura itu meletakkan telurnya dengan sangat perlahan ke dalam lubang itu.


"Owh! sepertinya sudah selesai." Ucapku sambil berjalan mendekati lubang kura-kura itu.


.........

__ADS_1


"Emhh... ternyata ukurannya jauh lebih besar jika dilihat dari dekat."


Karena kura-kura besar itu tampak sudah selesai bertelur aku kemudian pergi mendekati lubang telurnya untuk melihat telur-telur itu dari dekat, telur kura-kura itu terlihat sangat putih bersinar layaknya kristal yang bertumpukan sangat memukau.


Eh!


"Hm... ada apa?" ucapku menatap wajah kura-kura itu.


.


.


Saat aku melihat telur-telur itu induk kura-kura tiba-tiba saja menatapku dengan cukup lama, aku sama sekali tidak mengerti dengan tatapannya itu, aku yang balas menatapnya hanya bisa terdiam kebingungan sambil sedikit memiringkan kepalaku dengan terheran-heran.


Perlahan ia mulai memalingkan pandangannya kemudian berjalan dan menggigit banyak batang pohon lalu memisahkan antara batang dan daunnya kemudian memasukkan dedaunan itu ke dalam lubang tempat telurnya berada, dia menumpuk dedaunan itu di atas telur-telurnya sampai lubang itu penuh daun-daun pohon yang hijau.


"Eh eh ehh! ada apa?!" tanyaku kebingungan.


.


.


"Oh begitu ya! hehehe... maaf mengganggu, silahkan melanjutkannya."


Selesai menumpuk dedaunan kami kembali saling menatap satu sama lain dengan cukup lama, mungkin melihat aku yang kebingungan induk kura-kura kemudian perlahan mendorongku dengan kakinya menjauh dari pinggiran lubang, dia kemudian kembali menggaruk-garuk tanah menutupi lubang galian itu.


Dan di sanalah aku baru menyadarinya, induk kura-kura itu ingin menutupi telur-telurnya dengan tanah bekas galian itu sampai semua telurnya tertutup, karena aku berada di depan lubang itu dia kesulitan untuk menggaruk tanahnya dan itulah sebabnya mengapa sebelumnya dia menatapku, induk kura-kura memintaku menjauh dari pinggiran lubang agar tidak mengganggu pergerakannya.


BRUSSS


GROAAHHH


"Bye bye kura-kura ta tah." Ucapku sambil melambaikan tanganku ke arah induk kura-kura.


Setelah selesai menyembunyikan telurnya induk kura-kura kemudian kembali berjalan ke arah danau dan menceburkan dirinya di sana berenang ke tengah danau, sebelum menenggelamkan dirinya induk kura-kura sempat menatap ke arahku lalu meraung sambil mengibaskan air dengan kakinya.


"A-aduh!"


"Owh! Sira kau sudah bangun?!"


"Y-yahh... eh! kemana kura-kura itu nona?" tanya Sira padaku.


"Dia sudah kembali ke dasar danau." Jawabku padanya sambil menatap danau.


"Oh jadi begitu ya."


"Hm... hey Sira ayo pergi dari sini... di sini sudah sangat gelap." Ucapku sembari berjalan pulang.


"Baik nona."


Karena hari sudah semakin gelap aku memutuskan untuk pulang ke rumah dinding dan juga tampaknya Sira perlu sedikit istirahat setelah kejadian sebelumnya hehehe.


Hm... untuk sekarang aku akan menamainya Cryle hehehehe nama yang lucu.

__ADS_1


...🌹~•~🌹...


...Maaf ya segini dulu>_<...


__ADS_2