
"Hm... ayo kita pergi, berada di sini membuang-buang banyak waktu." Ucapku pada Sira.
"Baik nona." Sahutnya.
"Tapi, apa kau menggunakan sihir teleport? karena sepertinya kita sedikit tersesat hehehe."
"Eh! y-ya baiklah nona."
"Tolong!!! "
"Sira kau dengar itu?"
"Memangnya ada apa nona?" tanya Sira.
Karena urusanku dengan monster itu sudah selesai aku kemudian ingin kembali melanjutkan perjalanan dengan menggunakan sihir teleport, Sira bahkan sudah siap untuk menggunakan sihir teleportnya, tapi tiba-tiba entah dari mana samar-samar aku mendengar suara seseorang yang sedang meminta tolong dan untuk memastikan suara itu aku langsung bertanya pada Sira tentang suara yang kudengar itu, karena mungkin apa yang kudengar itu hanya sekedar imajinasiku saja sama seperti sebelum-sebelumnya.
"Eh! apa kau tidak mendengar itu? tadi aku mendengar orang minta tolong loh." Ucapku meyakinkan Sira.
"T-tapi saya memang tidak mendengar apa-apa nona." Sahut Sira.
"Hm... apa hanya imajinasiku ya?"
"Aaaa!!! "
"Eh! sepertinya ini bukan imajinasi... Sira tutup matamu."
"T-tunggu nona.../"
"Tenang saja, lagi pula aku memegangimu." Ucapku sambil kembali terbang.
Karena Sira bilang tidak mendengar suara itu sedikit keraguan muncul di pikiranku dan mengira bahwa suara itu hanyalah imajinasiku saja, tapi tiba-tiba aku kembali mendengar suara teriakan seseorang dan kali ini aku mendengarnya dengan jelas di telingaku walaupun suara itu terdengar cukup jauh dariku berdiri saat ini, aku kemudian meminta Sira untuk segera menutup matanya karena aku ingin memeriksa dan mencari tau asal suara itu dari ketinggian.
...........
"Di mana? di mana? tidak ada! ughh... hutan ini terlalu tebal." Ucapku sambil menatap keadaan hutan dari atas.
"N-nona b-bisa kita turun saja?"
"Tunggulah sebentar lagi Sira, aku sedang fokus."
Di mana asal suara itu? di mana?
"Hm... apa itu? woaa!! itu dia! tapi... gawat!! ada monster yang mengejarnya."
"Sira berpeganganlah yang erat!" ucapku pada Sira.
"N-nona... waa!!!"
Sambil dengan memegangi Sira setelah naik ke ketinggian aku langsung mengamati keadaan sekitar hutan berusaha untuk mencari asal suara minta tolong yang aku dengar itu, tapi karena hutan yang sangat tebal aku sedikit kesulitan untuk mencarinya yang bisa aku lihat hanyalah rimbunnya pepohonan hutan.
Tapi aku tidak menyerah sampai di situ, aku terbang menyusuri hutan di sekitarku berputar seperti elang yang mencari mangsa sampai akhirnya dari celah-celah hutan aku melihat ada beberapa orang yang sedang berlari sambil dikejar oleh seekor monster yang cukup besar, melihat itu aku pun langsung terbang ke arah mereka mengikutinya dari atas, tapi tampaknya Sira sedikit tidak nyaman dengan penerbangan ini dan karena itu aku memintanya untuk menutup mata, mungkin itu bisa sedikit mengurangi rasa takutnya lagipula selama dia masih ada di dekatku dia tidak akan pernah terlepas dari udara dan ketinggian karena itulah dia harus bisa membiasakan diri.
"Gawat!! aku harus segera menolong mereka."
"Aaaa!!!"
...........
"Rasakan ini dasar monster jahat!!" ucapku sambil menerjang kepala monster itu.
DUARR!!
Aku terus mengikuti ketiga orang itu sampai akhirnya salah satu dari mereka terjatuh karena tersandung akar pohon sementara kedua rekannya yang melihat itu langsung berbalik arah berusaha untuk menyelamatkan rekannya dan di saat yang bersamaan monster besar itu sudah ada di hadapan mereka siap untuk menerkamnya, melihat hal itu aku langsung turun dengan kecepatan tinggi dan menerjang kepala monster itu dengan kakiku sampai kepalanya masuk ke dalam retakan tanah.
"Hm... monster ini mirip dinosaurus, hahh... yang besar saja dunia ini sangat unik." Ucapku sambil menatap monster di depanku.
Sekilas aku melihat monster yang terkapar di hadapanku ini mirip dengan dinosaurus berjirah tulang keras dari duniaku yang dulu, hanya saja yang membedakannya adalah mulutnya yang dipenuhi oleh gigi taring yang menyeramkan juga seharusnya dinosaurus ini memakan tumbuhan karena tergolong herbivora, tapi aku tidak melihat itu dari monster di depanku ini sangat jelas kalau monster ini adalah predator pemakan daging.
"Apa kalian…" ucapku sambil berbalik menatap orang-orang itu.
Hm... perempuan? tapi kenapa... eh! mereka kenapa? bukankah monsternya sudah dikalahkan.
__ADS_1
Saat aku berbalik untuk menanyakan keadaan mereka, orang-orang itu tampak sangat ketakutan apalagi mereka semua adalah perempuan, aku tidak melihat ada laki-laki diantara mereka dan itu cukup membuatku merasa bingung untuk apa ada wanita berkeliaran di dalam hutan.
"I-i-iblis..." ucap salah satu dari mereka.
"Hah! iblis? d-di mana? di mana?" ucapku terkejut sambil menatap ke sekitarku.
"Hm... tidak ada siapa-siapa di sini, Sira apa kau melihat iblis di sekitar sini?" tanyaku pada Sira.
"A-anu... m-mungkin maksudnya..." ucap Sira sambil menatapku.
"Ya ada apa Sir... eh! tunggu! m-mungkinkah... a-aku?" ucapku sambil menunjuk diriku sendiri.
" ... "
Saat aku ingin mendekati mereka salah satu dari mereka menyebutkan kata iblis dengan sangat ketakutan dan gemetar bahkan lebih terlihat ketakutan daripada dengan serangan monster sebelumnya, sontak itu membuatku menghentikan langkahku karena terkejut sambil menatap sekelilingku berusaha mencari-cari iblis yang dia maksud, tapi aku tidak bisa merasakan ada orang lain di dekatku selain mereka bertiga dan juga Sira tentunya.
Dan karena masih bingung aku pun sedikit bertanya pada Sira, tapi Sira malah hanya menatapku sambil bicara setengah-setengah tanpa menyelesaikan ucapannya, tapi mendengar ucapan Sira itu aku sedikit menyadari siapa yang mereka maksud sebagai iblis apalagi Sira hanya terdiam dan sedikit menghela napas saat aku menunjuk ke arah diriku sendiri.
"Ehhh!!! t-t-tunggu k-kalian salah paham, a-ku bukan.../"
"PERGI!!" ucap salah satu perempuan sambil melempar kerikil ke arahku.
"Aa!! a-aduh m-mataku!!" ucapku sambil mengusap-usap mataku.
.....
"Eh! tunggu jangan pergi!"
"Hahh mereka lari." Ucapku sambil menghela napas.
Mengetahui itu aku ingin mendekati mereka sekali lagi untuk menyelesaikan kesalahpahaman di sini, tapi lagi-lagi mereka menjadi semakin ketakutan dan membentakku untuk pergi sambil beberapa kali melemparkan bebatuan kerikil ke arahku bahkan ada beberapa kerikil yang masuk ke dalam mataku, aku sedikit menjerit sambil mengusap-usap mataku yang perih karena kerikil itu, tapi saat aku membuka mataku mereka bertiga sudah pergi jauh dariku meninggalkan jejak kaki yang berserakan di atas tanah.
Ini kesan pertama yang sangat buruk, padahal mereka orang pertama yang kutemui di luar sini.
"Hahh... bagaimana ini? mereka bahkan tidak memberiku kesempatan untuk bicara."
"Tenang saja nona, mungkin situasinya sedang tidak tepat untuk bicara." Ucap Sira padaku.
"Yahh... sepertinya begitu, huhh... aku akan mengikuti mereka, hutan ini tidak aman."
"Tutup saja matamu Sira." Ucapku sambil kembali terbang.
Ini adalah pertama kalinya aku bertemu dengan orang lain di luar labirin, tapi aku mendapatkan kesan pertama yang sangat buruk entah apa alasannya mereka mengiraku sebagai seorang iblis padahal itu sangat berbeda dari kepribadianku.
Karena tidak ingin terjadi sesuatu pada mereka aku memutuskan untuk mengikuti orang-orang itu dari ketinggian sambil mengawal dan mengawasi keadaan sekitar mereka, walau bagaimanapun juga hutan ini sangatlah tidak aman jadi setidaknya aku akan mengawal mereka sampai di tempat yang lebih aman.
............
"Mereka benar-benar takut ya, huhh... padahal aku tidak berniat menakuti mereka."
"N-nona b-bisa kita turun saja?" pinta Sira padaku.
"Tidak, akan lebih mudah mengawasi keadaan mereka dari atas." Ucapku pada Sira.
"T-tapi.../"
"Tetap tidak bisa, kau harus membiasakan diri Sira."
.
.
.
"Apa itu? owh!! mungkinkah itu... jalan yang di bilang Sira?!
"Eh!! gawat! itu monster!"
Para gadis itu benar-benar ketakutan melihatku dan berlari secepat yang mereka bisa untuk menghindariku, untuk memastikan keamanan mereka aku terus terbang mengikuti mereka dengan rintihan ketakutan berbunyi di dekat telingaku, tapi aku tidak mempedulikan itu dan pura-pura tidak mendengarnya sampai akhirnya aku melihat segerombolan monster mirip seperti anjing hitam besar yang mulai mengejar mereka, walaupun orang-orang itu masih tidak menyadarinya.
"Sira cepat serang para monster itu!" perintahku pada Sira.
__ADS_1
"Ini terlalu tinggi... sangat tinggi, tidak tidak..."
Apa-apaan kau ini...
"Huhh... Sira!!" panggilku dengan keras.
"Y-ya iya ada apa nona?" tanya Sira.
"Hentikan para monster itu." Ucapku sambil menunjuk ke bawah.
"B-baik nona."
Syuttt
Blupp
"Hah!!! apa-apaan sihir itu Sira!"
"M-maaf n-nona, t-tapi..."
"Huhh... yang benar saja."
Melihat banyaknya monster yang mengejar mereka aku kemudian meminta Sira untuk mengatasinya, tapi Sira malah terlalu sibuk dengan fobianya yang bahkan aku harus sedikit berteriak agar mendengarku, walaupun begitu saat dia menggunakan sihirnya serangannya hanya angin yang berhembus yang bahkan tidak bisa memotong selembar pun daun pohon alih-alih mengenai gerombolan monster itu serangannya bahkan menghilang di tengah jalan.
"Kalau begitu... Sira berpeganganlah yang erat!" ucapku sambil melesat ke bawah.
.....
Duarr
"Aku tidak akan membiarkan kalian lewat, Sira serang monster-monster itu!"
"Baik nona."
Graahhhh
Karena Sira tidak menggunakan sihirnya dengan benar aku kemudian turun dan menerjang kepala salah satu monster anjing itu sama seperti monster sebelumnya lalu memerintahkan Sira untuk menghadapi para monster itu, mendengar perintahku Sira kemudian merubah tubuhnya menjadi monster manusia harimau yang sangat besar dan langsung menghajar semua monster yang mendekatinya.
Ughh... monster-monster ini menyeramkan.
Jujur saja monster yang satu ini terlihat menyeramkan dan juga menjijikkan taring mereka sangat besar dan menyeramkan mulut mereka bahkan juga dipenuhi dengan air liur yang menetes menunjukkan kerakusan mereka yang siap untuk menerkam mangsanya, tapi aku dapat mengandalkan Sira untuk mengatasinya.
"Aaaa!"
"Eh! itu suara mereka!"
.
.
.
"Di mana mereka?" ucapku kebingungan mencari asal suara orang-orang itu.
"Tidak jangan mendekat... jangan..."
"Itu dia, gawat ini tidak akan sempat!" ucapku sambil dengan terbang ke arah mereka.
Graahhh!!!
"HENTIKAN!!!" teriakku sambil terbang melesat.
Ssttt!!
.
.
"Sekarang matilah!"
Sambil mengawasi pergerakan para monster yang aku hadang tiba-tiba terdengar suara teriakan dari arah belakang tempat orang-orang itu berlari, sontak saja aku langsung pergi berlari sambil mencari keberadaan mereka dan setelah aku menemukannya ternyata mereka telah terpojok oleh monster-monster itu, aku berusaha agar bisa pergi secepat mungkin ke arah mereka, tapi tetap saja aku kesulitan untuk mencapainya terlebih lagi situasinya benar-benar sangat terdesak.
__ADS_1
Rahang monster itu sudah sangat dekat dan siap untuk menerkam salah satu dari gadis itu karena situasi yang mendesak juga nyawa mereka dalam bahaya, aku spontan langsung mengeluarkan sebilah pedang dan langsung melemparkannya ke arah monster black dog sampai menembus kepala dan rahangnya, tidak hanya sampai di situ aku juga membuat dinding kristal tajam untuk melindungi ketiga orang itu sementara aku menggunakan sihirku untuk membuat hujan pedang yang langsung membunuh semua monster menyeramkan itu.
...🌹*****🌹...