
BRUSSS!!!
"Awas!! nona!!"
Duarrr
"Eh! anda bisa menggunakan sihir?!" ucap Sira terkejut.
Huhh... itu tadi hampir saja...haa!! gawat! aku menggunakan sihirku.
Saat aku ingin tidur tiba-tiba saja ada sesuatu yang menyerangku dari dalam danau, serangan itu berbentuk seperti sebuah semburan air dari dasar danau yang melesat ke arahku dengan cepat dan karena terkejut aku tidak sengaja melepaskan sihir es untuk menahan serangan itu.
Dan sontak saja itu membuat Sira mengeluarkan ekspresi kagetnya, mengingat ada rantai sihir yang mengikatku agar tidak bisa menggunakan sihir.
"Tidak ada waktu untuk memikirkan itu, cepat menghindar dari sini!" Ucapku sembari terbang dengan memegang Sira.
.
.
.
Bagaimana ini?!! hanya perlu 10 menit sampai rasa sakit rantai ini muncul...aku harus menahannya...!
"Apa itu Sira?" ucapku sambil menatap ke bawah.
"Entahlah nona, tapi yang pasti itu sangatlah besar." Jawab Sira.
Aku merasakan ada sesuatu yang cukup besar bersembunyi di kedalaman air danau aku kemudian terbang sambil membawa Sira untuk melihatnya dari ketinggian dan juga untuk menghindari serangannya, jika dilihat dari atas ada banyak gelembung udara yang bermunculan dari dalam air seperti ada sesuatu yang ingin muncul ke permukaan.
Seperti seekor paus yang merangkap mangsanya dengan mengeluarkan banyak gelembung udara untuk mengecoh gerombolan ikan.
...
GROAAHHH
"I-itu sangat besar..." ucapku sambil menatap monster di depanku.
Hm... tapi... jika dilihat lebih jelas itu lebih kecil dari ukuran nagaku.
Secara perlahan air danau mulai naik ke atas dan menciptakan gelombang pasang yang menerjang tempatku sebelumnya sampai ke pinggiran hutan dan perlahan-lahan monster yang ada di balik gelombang itu menunjukkan dirinya ke permukaan.
Monster itu berbentuk seperti kura-kura raksasa setinggi 35 meter dengan banyak kristal hijau dan biru di atas tempurungnya.
Um... aku penasaran berapa harga kura-kura ini kalau aku menjualnya.
Sekilas terpikir di benakku kura-kura seperti itu pasti akan sangat mahal jika dijual di dunia lamaku, bagaimana tidak tempurungnya dipenuhi oleh kristal indah yang bersinar, saat aku melihat kepala kura-kura raksasa itu dia cukup mirip dengan kura-kura alligator di dunia lamaku.
Dan setelah dilihat lebih jelas lagi kura-kura itu punya tiga tanduk di kepala dan moncongnya walaupun begitu bagiku dia tidak terlihat menyeramkan, malahan aku melihatnya begitu estetik dengan perpaduan kristal indah itu.
Deg
Aa!! r-rasa s-sakitnya sudah mulai terasa...
"Nona awas!"
Ssttt!!!
"Upsh... aku hampir lupa dengan itu hehehe."
A-aku harus menahannya.
.
__ADS_1
.
"Ehh!! dia menginjak makanan dan pohonku."
"Hiks hiks... aku belum memakan itu."
Karena rasa sakit akibat rantai ini sudah muncul aku hampir saja terkena semburan air itu beruntung Sira dengan cepat memperingatkanku, walaupun harus sambil menahan sakit di sekujur tubuhku aku tetap bisa menghindarinya dengan mudah.
Kura-kura kemudian berjalan keluar dari air lalu menginjak makanan dan juga pohonku sampai hancur tak tersisa aku bahkan belum memakannya, kura-kura raksasa itu sekarang berdiri tepat di bawahku bentuk tempurung kristalnya terlihat begitu jelas dan besar.
"Hey Sira apa monster itu hanya menyemburkan air?" tanyaku pada Sira.
Aku sedikit kebingungan dengan serangan kura-kura itu, jujur saja walaupun semburan air itu cukup kuat, tapi serangannya sama sekali tidak berpengaruh padaku kecuali hanya pakaian yang basah itu pun jika bisa mengenaiku.
"Entahlah nona, tapi sepertinya tidak." jawabnya.
"Sira menyingkirlah!" ucapku sambil menendang Sira ke bawah.
Sstttt!!
"NONA!"
Duarrr
Baru saja aku bertanya monster itu langsung melancarkan serangannya padaku, serangannya kali ini berbentuk seperti sinar laser yang menembak melalui ujung salah satu kristal di cangkangnya dan itu lebih kuat dari semburan air yang sebelumnya.
Aku langsung melepaskan Sira kemudian menendangnya ke bawah agar dia tidak terkena serangan sihir dari kura-kura itu, setelah melemparkan Sira aku membuat sebuah penghalang transparan untuk melindungiku dari efek ledakan serangan itu.
Terjadi ledakan yang cukup kuat di udara karena benturan dari sihir kura-kura itu dan sihir pelindung milikku, tapi tetap saja itu tidak berpengaruh terhadapku, sementara itu aku tidak tau bagaimana dengan keadaan Sira setelah aku menjatuhkannya dari ketinggian.
Deg
"A-a!"
Setelah terjadi ledakan itu aku kemudian terjatuh dari ketinggian bukan karena serangan sihir itu, tapi aku terjatuh karena rasa sakit dari rantai ini sudah mencapai ke seluruh tubuhku membuat sayapku kaku dan akhirnya aku tidak bisa lagi mengendalikannya.
"Huhh... k-karena sudah terlanjur a-apa boleh buat... aku masih bisa menahan sakitnya." Ucapku kembali berdiri.
.
.
"Frozen zone."
GROAAHHH
Perlahan aku berdiri lalu menggunakan sihir es membuat zona beku di bawah pijakannya kemudian menjepit tubuhnya besar dengan beberapa kristal dan juga melilitkan pohon mawar besar dari kaki sampai ke lehernya agar dia tidak bisa bergerak lagi.
Karena sudah terlanjur menggunakan kekuatan sihirku, aku tidak ada pilihan lain selain terus menggunakannya, lagi pun rasa sakitnya sudah tidak bisa ditarik lagi jadi aku akan terus menggunakan sihirku sampai bisa melumpuhkan kura-kura besar itu.
GROAAHHH
Krakkkk
"Owh! kura-kura itu cukup kuat... tapi sudah cukup sampai di sini." Ucapku terbang ke arah monster kura-kura itu.
.
.
Ssttt
Duarrr
__ADS_1
GROAAHHH
"Ugh...! kepalanya sangat keras."
Kura-kura raksasa itu mulai menggerakkan tubuhnya dan kembali menggunakan sihir laser meledakkan semua kristal es yang menjepit tubuhnya, dia juga menghentak-hentakkan kakinya dengan agresif berusaha untuk melepaskan pohon mawar es yang juga menjepit kaki dan tubuhnya.
Melihat itu dengan cepat aku terbang ke arahnya lalu menendang kepalanya sampai dia terjatuh ke tanah dan kesulitan untuk bangkit kembali, biasanya setiap monster yang kupukul akan langsung mati dan hancur, tapi aku benar-benar tidak menyangka kalau kura-kura ini bisa bertahan dari itu.
Monster Kura-kura ini memiliki kepala yang keras, kurasa karena itulah dia mampu bertahan dari tendanganku walaupun hampir tidak sadarkan diri.
"Kalau begitu akanku akhiri sampai di sini." Ucapku sambil menurunkan kristal tajam dari ketinggian.
Ssttt!
"Nona tunggu!"
"Eh!!" ucapku sambil menghancurkan kristal esku.
"Huhh... ada apa Sira?"
Saat aku menjatuhkan kristalku dan hampir menikam kepala kura-kura itu Sira tiba-tiba muncul dari semak dan memintaku untuk menghentikan seranganku, aku kemudian langsung menghancurkan kristal itu menjadi kepingan salju yang lembut agar tidak melukai kura-kura itu.
Hanya tinggal beberapa centimeter lagi saja ujung kristalku akan mengenai dan menembus kepala besar kura-kura raksasa itu.
"Mungkin lebih baik jika anda tidak membunuhnya nona, dilihat dari bentuk dan jenisnya itu mungkin monster Crystal."
Wow... itu nama yang luar biasa... sangat identik dengan penampilannya
"Memangnya kenapa dengan itu? dia yang duluan menyerangku jadi aku hanya membela diri, tidak salah kan?"
"Y-yahh... tapi monster itu cukup langka untuk bisa dilihat."
"Hm... langka?"
"Iya nona... monster yang satu ini masih satu keluarga dengan monster kura-kura Aspidochelone, kura-kura yang bisa tumbuh sebesar pulau."
A-apa yang seperti itu benar-benar ada? y-yahh ini memang dunia fantasi...
Sira kemudian berlari ke arahku lalu menjelaskan alasannya menghentikanku dan tidak kusangka akan ada cerita makhluk mitologi turtle island Aspidochelone di dunia ini, sebuah kura-kura raksasa yang sangat populer di dunia lamaku.
"Untuk beberapa alasan kura-kura ini disebut sebagai kura-kura menangis oleh sebagian orang." Lanjut Sira menjelaskan.
"Ehhh...! kenapa bisa seperti itu? dia bahkan tidak meneteskan air matanya." Ucapku bertanya.
Lagi-lagi Sira mengatakan hal yang mengherankan sesuatu hal yang sulit untukku pahami, aku tidak habis pikir dengan cara pemberian gelar yang ada di dunia ini.
Mereka yang ada di dunia ini menyebutnya sebagai kura-kura menangis aku bahkan tidak bisa memikirkan dari mana asal nama itu, kura-kura memang sering berada dalam air, tapi bukan berarti dia menangis hanya karena ada genangan air di matanya, sangat logis bukan?
"Air mata dari kura-kura ini akan langsung mengkristal saat menetes keluar, air matanya sangatlah berharga dan bermanfaat untuk penyembuhan karena terdapat kandungan mineral sihir yang sangat besar pada setiap tetesnya, karena itulah dia sebut sebagai kura-kura menangis." Jelas Sira.
"Tetapi karena keberadaannya yang sulit dicari banyak orang yang telah menyerah untuk mendapatkannya, monster ini tergolong monster yang sangat langka nona." Sambung Sira.
"Oh jadi begitu ya... aku mengerti."
Setelah Sira menjelaskan lebih lanjut barulah aku bisa memahami alasannya, inti dari kata menangis yang ada di belakang namanya adalah sebuah sebutan yang mungkin juga semacam penghargaan karena kualitas, manfaat, dan kandungan dari air matanya sebagai sebuah obat penyembuhan, setidaknya seperti itulah yang bisa aku mengerti.
"Biasanya monster seperti ini tidaklah seagresif ini, pada dasarnya dia bukan monster yang aktif untuk bertarung, kecuali pada saat-saat tertentu.../"
"Karena merasa terancam atau mungkin ingin melindungi sesuatu." Ucapku memotong ucapan Sira.
"Mungkin." Sahut Sira.
"Melindungi ya..."
__ADS_1
Kurasa bukan hanya monster yang akan agresif jika ingin melindungi sesuatu yang berharga, tapi semua makhluk hidup yang ada di dunia ini pasti juga akan seperti itu, aku pun pasti akan bertindak seperti itu.
...🌹~•~🌹...