
"Jadi, bagaimana tuan Kin? apa anda mau meminta maaf atau tidak? saya akan menunggu pilihan anda dan saya berharap jika itu dilakukan sesegera mungkin karena saya tidak suka dengan kekerasan! itupun jika anda tidak menolaknya!" ucapku masih sambil menatap tajam ke arahnya.
"Untuk apa kami melakukan itu?!! dia memang monster rendahan yang menjijikkan!" ucap Leron menyahut sembari mengatakan hinaannya pada Sira.
Aku tidak suka dengan seseorang yang menghina teman dan orang terdekatku mungkin karena itulah aku meminta agar kedua iblis ini untuk meminta maaf, ya secara garis besar aku hanya ingin dia meminta maaf kepada Sira karena telah menghinanya dengan mengucapkan kata-kata kasar yang merendahkan, selain tentang itu aku juga tersinggung dengannya karena dia menyebut monster sebagai makhluk rendahan dan menjijikkan walau sebagian besar ucapannya benar akan tetapi mengingat siapa diriku itu membuatku sangat kesal.
Tapi, tentunya itu membuat respon mereka berdua kembali terlihat murka padaku dan ketegangan pun kembali terjadi, padahal itu sangat disayangkan karena kami sudah cukup tenang dengan saling tertawa.
Begitupun juga dengan Sira yang terlihat sangat tercengang dengan permintaanku itu, matanya membulat menatap ke arahku dengan wajah yang kembali kebingungan, ya aku bukan ingin menjadi sok pahlawan di hadapannya dengan membela dirinya, tapi aku punya masalah tersendiri dengan kedua iblis itu terutama pada iblis Leron yang selalu menyinggung perasaanku.
Ughh! dasar keras kepala, dia tidak mau mengakui kesalahannya.
"Untuk tiga hal pertama: karena kalian telah menghina Sira, apa kalian pernah berpikir kenapa saya tertawa sebelumnya? ya itu karena saya merasa bahwa ucapan kalian sangat tidak sesuai mengingat keadaan kalian sendiri yang hanya seorang komandan pasukan undead, bagaimana mungkin ada seseorang menghina raja yang sudah memiliki ketenarannya sedangkan dirinya sendiri tidak memiliki itu semua? jadi siapakah orang rendahan yang sebenarnya?" ucapku pelan sambil menatap wajah mereka.
" … " " … " " … "
"Kami memanglah monster kami dianggap menjijikkan oleh orang-orang, tapi kami monster yang terhormat… kami memiliki nama di masyarakat yang kami raih sendiri tidak seperti kalian yang terkenal dengan mengatasnamakan raja kalian, bukankah lucu jika kalian yang terkenal dengan nama raja kalian malah menghina raja yang terkenal dengan namanya sendiri?" sambungku sedikit menunduk sambil tersenyum ke arah mereka.
Yaah… walaupun hanya Sira yang terkenal sih hehehe... tapi, ucapanku itu memiliki banyak kelemahan, meskipun begitu sepertinya itu sudah cukup untuk membuat mereka diam.
Aku benar-benar sudah sangat kesal dengan sikap kedua iblis ini, ucapan mereka yang merendahkan orang lain dan ekspresi wajah kejam mereka yang memuakkan, tapi dengan tetap mempertahankan nada bicara yang pelan dan lembut sambil menjatuhkan pandanganku aku mengatakan alasan pertamaku pada mereka yang sebelumnya sudah membuatku cukup terhibur dengan tertawa kecil saat mendengarnya.
Meskipun aku mengucapkan kalimat secara panjang lebar dan membuat mereka diam dengan tatapan tajam yang mengarah padaku, perkataanku itu memiliki banyak celah yang dapat mereka gunakan untuk membalikkan keadaan, mengingat Sira dan mereka adalah dua kerajaan yang berbeda dan saling bertarung - untuk sementara anggap saja seperti itu hehehe - dan karena itulah saling menghina dianggap sebagai sesuatu yang wajar meskipun orang yang dihina adalah seorang raja.
Dan apapun yang aku ucapkan sebelumnya akan berbalik menyerangku jika saja mereka angkat bicara dengan bahasa yang lebih baik, tapi untungnya itu tidak terjadi dan yap… satu poin keberuntungan untukku hehehe.
"Cih!!"
"Biarkan dia bicara!" ucap iblis Kin sembari memegang pundak Leron.
"Terima kasih, baiklah yang kedua: saya meminta anda untuk minta maaf pada saya karena ucapan tidak sopan dari anda yang selalu merendahkan saya…" ucapku sambil menatap ke arah iblis Leron.
"Kau sangat berani mengatakan itu padaku nona! jangan kira aku akan membiarkanmu pergi hanya karena kau mendapat perlindungan dari roh hutan! akanku buat kau merasa malu dan hina dengan dirimu sendiri" ucap Leron mengancamku dengan senyuman menyeramkannya.
Haaahh, aku tidak suka dengan setiap ucapannya, lagipula siapa roh hutan? memangnya aku mengenalnya? •_•
__ADS_1
"Kau harus melewati mayatku terlebih dahulu sebelum bisa menyentuh nona Shea! dan sebelum itu terjadi aku akan terlebih dahulu mengunyah tengkorakmu hingga halus!!" balas Sira mengancamnya sambil mengangkat tangannya yang penuh cakar tajam.
Sebaiknya aku melanjutkan topiknya sebelum ini benar-benar menjadi sangat tegang. •_•
"… haaahh, sudah saya ucapkan sebelumnya bahwa saya tidak suka dengan orang yang merendahkan kaum wanita, saya tidak suka dengan ucapan anda yang bilang kalau ' saya harus duduk manis di atas kasur ' memang benar bahwa perempuan itu harus diam di rumah dan melakukan pekerjaannya, tapi kami berhak untuk memilih keinginan kami sendiri terutama untuk perempuan lajang seperti saya yang masih memiliki kebebasan."
"Ah satu lagi…! saya tidak tertarik dengan permainan anda dan jangan pernah mengatakan hal itu lagi di hadapan saya, karena saya benci dengan orang yang berkata tidak sopan pada perempuan, dan karena tidak ada yang tau sampai kapan anda bisa mempertahankan kepala anda itu!" ucap menatap tajam ke arah iblis Leron.
Yaah, lagipula aku baru sembilan tahun hidup di dunia ini, mana mungkin aku melakukan hal seperti itu, apa dia tidak menyadarinya? "•_•
Mendengar ucapanku sebelumnya iblis Leron terlihat sangat marah dan hampir melakukan serangannya padaku, tapi rekannya si iblis cakram Kin menahan pundaknya dengan tatapan licik keinginan tahuan yang tertuju padaku lalu kemudian meminta pada Leron agar membiarkanku melanjutkan ucapanku, dan aku sangat berterima kasih padanya untuk itu, sedangkan para undead yang melayang di belakangnya hanya diam dengan dengan wajah yang mengerikan mengganggu pandanganku.
Tapi, baru selesai satu kalimat keluar dari mulutku orang itu langsung memotongnya dan kembali mengancamku dengan ucapan yang langsung bertujuan menjatuhkanku, yaah… mungkin apa yang dia maksud dengan ' membuatku malu dan hina ' adalah dia yang akan melakukan keinginan bejatnya padaku dan dilihat dari nada bicaranya juga ekspresi wajahnya dia benar-benar tidak segan melakukan itu jika ada kesempatan untuk melakukannya, benar-benar niat jahat yang meresahkan.
Tentunya Sira yang mendengar ancaman itu langsung balik mengancamnya dengan mengangkat tangannya yang penuh cakar setajam belati mengarah pada iblis Leron, sedangkan untuk iblis Kin dia hanya terus memperhatikanku dengan senyuman mengerikan yang terlihat seakan sangat ingin melakukan pertarungan.
Dalam alasanku yang kedua ini aku sedikit mengomentari tentang ucapan iblis Leron yang sebelumnya cukup menggangguku dengan setiap perkataannya yang tidak sopan dan sering menggunakan bahasa yang terdengar begitu merendahkan martabat seorang perempuan, meskipun begitu jika aku mengambil dari sisi positif ucapannya itu memanglah benar adanya, karena seorang perempuan memanglah harus berada di rumah untuk mengurus pekerjaan rumahnya.
Tapi, bukan berarti perempuan harus terus berada di rumah saja tanpa menghirup udara segar, jujur saja aku sendiri memiliki jiwa kebebasan dan tidak terlalu terikat dengan rumah karena keinginanku untuk mandiri tanpa merepotkan orang lain, yah setidaknya itu sampai ada orang lain yang mau mengambil alih kebebasanku dan sampai saat itu tiba aku memiliki banyak waktu untuk bersenang-senang menikmati hidupku hehehe. ^_^
Cakram? hm, salah satu cakram di tangannya menghilang?! tapi, bagaimana bisa? kapan dia melakukan itu? apa mungkin saat dia meletakkan tangannya di belakangnya?! tidak, mana mungkin dia bisa melemparkan cakramnya dengan cara seperti itu, sebaiknya aku fokus padanya dia lawan yang berbahaya!
"Apa kau tidak apa-apa Sira?" ucapku bertanya pada Sira.
"Itu bukan apa-apa nona" jawabnya.
"Berhati-hatilah Sira!" ucapku padanya.
"Baik nona."
Entah bagaimana caranya dan kapan iblis itu melakukan serangannya saat aku selesai berbicara tiba-tiba saja ada sebuah cakram melesat dengan cepat dari arah belakangku, beruntung aku menyadari itu dan langsung menebaskan pedang di tanganku sampai benda itu terlempar dengan sedikit percikan api karena besi yang bergesekan kuat, dan setelah itu cakram merah darah itupun kembali melayang ke tangan iblis Kin.
Aku memang sudah terbiasa dengan serangan yang tiba-tiba dan tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, tapi untuk serangan yang satu ini aku merasa sangat keheranan dengan cara iblis itu melakukannya, bagaimana bisa dia melakukan itu dengan tanpa harus bergerak banyak? ya bisa dibilang dia hanya meletakkan tangannya di belakangnya dan itu sangat tidak mencurigakan jadi aku tidak menduga bahwa itu adalah sebuah serangan.
Dan karena itulah aku kemudian memfokuskan kewaspadaanku padanya walaupun dia hanya melancarkan satu serangan saja, bukannya aku tidak menghargai Leron sebagai komandannya karena aku yang tidak mempedulikannya, tapi serangan yang dilakukan Leron lebih mudah ditebak dan dilihat daripada serangan Kin yang masih misterius bagiku, dan dilihat dari serangannya wajar saja jika manusia itu terluka sangat parah saat melawannya.
__ADS_1
Setelah itu aku kemudian memperingatkan Sira agar dia berhati-hati pada iblis itu karena tubuhnya yang besar pasti akan menjadi sasaran empuk bagi serangan-serangan mengherankan dari iblis cakram itu.
"Sepertinya dugaanku benar, kau bukan wanita sembarangan! tanduk dan sayap itu juga aura kekuatan yang kau miliki aku yakin kau bukan berasal dari ras iblis! tapi, siapa kau sebenarnya nona?!" ucap Kin tersenyum licik sembari bertanya padaku.
Ughh kejam! bagaimana bisa dia menyebutku yang imut ini sebagai iblis?! menyebalkan! •_•
"Bu-bukannya saya sudah mengatakan itu pada anda? saya hanyalah seorang monster rendahan yang sedang dihukum, anda bisa melihat dari rantai yang menggantung di leher saya ini" jawabku tersenyum dengan penuh paksaan sambil memegang ujung rantai di dadaku.
Entah apa yang ada di pikiran iblis Kin dia sepertinya menyadari sesuatu yang dia lihat dariku, dia kemudian bertanya padaku dengan menyinggung tentang rasku dan sempat menyebutku sebagai seorang iblis dan pastinya itu sangat menyinggung perasaanku, yap… tentu saja aku marah dengan itu karena aku ini monster naga yang cantik, imut, dan juga baik hati hehehe, bukan iblis jahat, kejam, keji, dan tidak berperasaan seperti mereka. •_•
"Hahahahaha!!! sudahku duga kau orang yang menarik nona! sangat disayangkan kita berada di pihak yang berbeda… tapi, sepertinya pihak kami memiliki komandan yang cocok untuk menanganimu" ucapnya sambil menatap ke arah Leron.
Ha! apa-apaan itu? hm, tapi sepertinya aku bisa mengerti maksudnya itu…
"Hahahaha! dengan senang hati, lagi pun aku sangat ingin menikmati tubuhnya itu, hem pasti akan sangat lezat!" sahut Leron sambil menjilati mulutnya.
M-menjijikan! kalian pikir aku bisa dikalahkan semudah itu! aku tidak akan biarkan itu terjadi! dasar brengsek!
Jujur aku sangat terganggu dengan tatapan si iblis Kin yang tampak seperti dengan mengamati sesuatu dari diriku, walau tatapannya tidak secabul rekannya yang terus mengganggu ketenanganku, iblis Kin lebih seperti sedang menganalisa keadaan dan kekuatan yang kumiliki dia bahkan terlihat sedikit tercengang setelah memperhatikan rantai di leherku.
Dan dengan nada kekecewaan dia seolah ingin merekrutku sebagai bagian dari pasukan raja iblis walau tanpa menanyakan hal itu padaku, tapi dia juga sudah menyadari bahwa aku tidak akan pernah mau bergabung dengannya dan dengan segala keangkuhannya dia seolah mengatakan bahwa dirinya berada di pihak yang beruntung karena ada iblis Leron yang berada di tempat ini dan sangat cocok untuk menghadapiku.
Jika aku memikirkan dan mengamati kembali tentang kondisi dan keadaan ini aku bisa sedikit mengerti dengan apa yang dia katakan itu, intinya iblis Leron adalah iblis yang mampu mengendalikan seseorang dan menjadikan orang tersebut sebagai undead atau boneka hidup sama seperti para pasukan undead juga para mayat komandan yang sedang berada di belakangnya, itu semua sesuai dengan apa yang diucapkan oleh Leron sebelumnya yang bilang akan menjadikanku sebagai boneka hidup untuk kesenangan pribadinya.
Tapi, tentunya aku tidak mungkin membiarkan hal itu terjadi padaku semudah dia yang selalu mengatakan hal kotor tentang keinginan bejatnya itu, yaah… itu cukup membuat kesal dan jengkelku pada mereka semakin bertambah besar, aku menundukkan kepalaku dengan mengepalkan tangan serta menggenggam erat pedangku karena kekesalanku yang sedang memuncak.
"Nona mundurlah" seru Sira padaku.
"Haaahh, dan alasan ketiga, jangan pernah meremehkan kami!" ucapku menghela napas sambil melemparkan senyuman kekejaman.
Dan yang keempat: karena telah mengingatkanku pada hal yang menyedihkan.
"N-nona?!"
"Tidak apa-apa Sira, aku sedang ingin membunuh beberapa iblis" ucapku melirik tajam ke arah iblis Kin dan Leron.
__ADS_1