I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 116: ~ Zoe ~


__ADS_3

"Haaah, selesai" ucap gadis itu


Shuttt…


Saat aku terbangun dari pingsanku di hadapanku berdiri seorang gadis seputih salju dan mata sebiru lautan dengan sayap putih lebar serta tanduk hitam runcingnya, bersama dengan kucing bulu yang terus berada di dekatnya.


Meskipun gadis itu terlihat seperti anak usia 16 tahun, tapi dia sangat anggun dan cantik dengan gaun putih yang nampak sangat lembut menggunakan bulu halus berwarna putih abu-abu yang sangat sesuai dengan gaun putihnya.


Walaupun dia sudah mengobatiku, tapi aku tidak bisa percaya pada iblis seperti dia, gadis itu memang memiliki penampilan yang anggun meski begitu tidak ada yang menjamin seperti apa sifat aslinya sebagai iblis.


"Apa tubuhmu sudah jauh lebih baik?" tanyanya padaku.


"…!"


Dia berbahaya… apa yang dia rencanakan? dan apa yang terjadi di sini? tempat ini benar-benar hancur!


Setelah dia selesai mengobatiku aku langsung melompat untuk menjaga jarak dari gadis iblis itu karena aku tidak tau apa yang akan dia lakukan padaku, meski sedikit terlambat untuk menyadarinya aku sangat terkejut dan tercengang dengan keadaan sekitarku yang benar-benar hancur seolah ada badai yang menerjangnya, pepohonan di tempat ini tersapu bersih dengan retakan tanah yang tidak beraturan.


...~~~...


"Saya hanya bilang 'pertolongan pertama' bukan 'menyembuhkan' itu hal yang berbeda, nona" sahutnya pada gadis itu.


"Siraa! aku sudah bilang untuk menyembuhkannya, bukan untuk pertolongan pertama!!" ucapku kesal mengangkat tubuh Sira sembari menggelitiknya.


"Nona, nona! aaa!! hahaha!!"


"Jangan pernah mengurangi apapun perintahku, mengerti!" ucap sambil cemberut kesal pada Sira.


"Hahaha! iya iya! nona!! hahahaha!!"


...~~~...


Apa ini ulah gadis itu? sebenarnya siapa gadis itu?


"Siapa sebenarnya kalian?!" tanya tanyaku pada gadis bersayap di hadapanku.


Walaupun sifatnya terlihat biasa-biasa saja tanpa ada menunjukkan tanda-tanda seorang penjahat dan terkesan sebagai seorang gadis baik yang polos, aku dengan tatapan kecurigaan dan penuh waspada memberanikan diri untuk bertanya pada gadis bersayap itu saat dia selesai bicara dan menurunkan kucing gemuknya.


"Owhh benar! kita belum berkenalan, sebelumnya saya minta maaf karena telah menakut-nakuti, perkenalkan nama saya Shea dan ini…" sahutnya sambil memperkenalkan diri.


"Tu tu tu… tu tu tu…" gumam kucing kecil di belakang kakinya.


"Ekhem…!"


"Eh! panggil saja Sira" ucap kucing gemuknya ikut memperkenalkan diri.


"Jadi, boleh saya tau siapa nama anda?" tanyanya padaku sambil tersenyum tipis.


"…!"

__ADS_1


...~~~...


"Anu… permisi, apakah anda akan menjawabnya atau tidak? karena makhluk menyeramkan di sebelah sana sudah mulai bergerak mendekati kita" ucapnya sambil menoleh ke arah kanan.


"Hei bocah, sebutkan saja namamu jangan bertingkah seakan-akan namamu sangat mahal untuk sekedar disebutkan!!" ucap kucing itu dengan kesal.


...~~~...


Auranya sangat besar, aku yakin dia bukan iblis biasa! di sini terasa dingin, tapi kenapa aku juga merasa hangat? apa ini kekuatannya? sial, apa dia melakukan sesuatu saat mengobatiku?!


Sambil dengan tersenyum tipis menatap ke arahku gadis iblis itu kemudian memperkenalkan dirinya padaku, tak terkecuali dengan kucing gemuk yang berdiri di samping kakinya yang juga ikut menyebutkan namanya setelah gadis itu menatap cemberut ke arahnya.


Meskipun tidak merasakan adanya niat jahat darinya, tapi aku dapat merasakan aura yang sangat besar terpancar dari tubuhnya yang membuat atmosfer di sekitarku menjadi terasa dingin menyejukkan, akan tetapi aku juga dapat merasakan kehangatan bersamaan dengan rasa dingin yang menyentuh kulitku, sungguh keadaan yang sangat membingungkan bagiku.


"Bagaimana aku bisa yakin kalau kalian bukan bagian dari pasukan raja iblis?" ucapku bertanya padanya.


Aura yang terpancar dari tubuhnya sangat tidak biasa dia pasti iblis yang sangat kuat!


"Karena saya orang baik?" jawabnya sembari sedikit memiringkan kepala.


Jangan membodohiku dasar iblis! mana ada orang yang percaya dengan jawaban sesederhana itu!


"Jawabanmu itu… yang benar saja, jangan bertingkah polos di hadapanku, kau pasti bagian dari raja iblis!!" ucapku membentaknya seraya mengepalkan tanganku.


Karena merasa cukup kebingungan dengan semua keadaan di sekitarku aku kemudian kembali bertanya padanya meskipun tidak sepenuhnya ucapan dari iblis itu bisa kupercaya, akan tetapi aku malah mendapatkan jawaban yang tidak terduga darinya sesuatu yang tidak bertele-tele dan langsung pada intinya.


Bahkan saat mengatakan itu dia masih sempat-sempatnya berpose dengan terlihat sangat polosnya yang membuat sedikit terkejut sembari membentaknya dengan mengepalkan tanganku, walau aku tidak akan pernah bisa menang jika melawannya.


"GRAAAHH!!!" raungan kucing itu dengan keras.


DUARR!!!


A-apa itu?! a-apa-apaan kucing gemuk itu… dia sangat kuat!!


Mendengar ucapanku yang tidak percaya padanya lantas membuat gadis itu terlihat terkejut dan langsung tersimpuh dengan terlihat putus asa untuk mengatakan sesuatu padaku, dan di saat yang bersamaan kucing gemuknya meraung dengan sangat keras sampai-sampai menghempaskan semua undead yang mendekat ke arah kami, bahkan raungannya itu sampai membuat sebuah parit besar yang cukup panjang.


Jujur aku sangat terkejut dan tercengang tanpa bisa bicara melihat kekuatan kucing bicara itu, dia jauh lebih kuat dari apa yang aku bayangkan.


"Nona, sebaiknya kita urus para undead itu terlebih dahulu!" ucap kucing itu padanya.


"Ah benar! tapi mereka terlihat lebih liar dari sebelumnya" sahut gadis iblis itu.


"Itu mungkin karena tidak ada lagi yang mengendalikan mereka dan sihir kutukan undead mereka telah lepas kendali tanpa ada yang membatalkan sihirnya"ujar kucing belang itu.


"Sebagian dari mereka masih tersebar di dalam hutan, tapi kita cukup mengurus yang ada di sinikan?" ucap gadis itu berbalik ke sisi kanannya.


"Sesuai dengan ucapan anda, nona" balas kucing bulat itu sembari berbalik ke sisi yang berlawanan.


Setelah kucing itu meraung keras mereka berdua kemudian berbicara dengan serius sembari menatap ke arah para undead yang mulai mendekat, sementara itu aku hanya bisa mematung setelah menyaksikan kekuatan dari kucing gemuk yang selalu berada di kakinya itu.

__ADS_1


Bagaimana ini?! jika kucing itu saja bisa sekuat itu lalu bagaimana dengan kekuatan gadis itu?! ini berbahaya, apa yang harus aku lakukan saat ini?!


"Groahhh!!"


"Mereka sudah keluar, baiklah kalau begitu akanku mulai…"


Ssttt…


"Bola hitam apa itu?" ucapku pelan melihat apa yang dilakukan oleh gadis itu.


"Freezing… clik…" ucapnya pelan sambil tersenyum sembari menjentikkan jarinya.


Crass!


A-apa! a-apa yang terjadi?!


Geraman undead bertebaran di area sekitarku dengan membawa rasa takut yang membuat kakiku sedikit bergetar, ada sekitar tiga puluh lebih undead yang mulai mendekat ke arah kami sementara sisanya masih berada di dalam semak yang berada jauh dari kami.


Dan dengan santainya gadis itu malah tersenyum menatap ke arah para undead itu, tak seberapa lama kemudian gadis itu memulai serangannya, akan tetapi jujur aku sedikit kebingungan melihat serangan yang dia lakukan, serangannya itu hanya berbentuk seperti sebuah bola hitam kecil seukuran ibu jari yang dia terbangkan ke arah gerombolan undead yang berjalan dengan agresif.


Meski terlihat sangat membingungkan bagiku, tapi sesaat setelah bola hitam itu menghampiri para undead bola itu langsung membesar dan mengurung semua undead di dalamnya, setelah semua undead terperangkap di dalam bola hitam transparan itu dia kemudian tersenyum seraya menjentikkan jarinya, dan seketika itu juga semua undead yang terperangkap langsung membeku berubah menjadi es sebelum akhirnya hancur berkeping-keping mencair menjadi air.


"GROAHH!!" geraman undead di belakangku.


Eh! gawat aku lengah!


"Awas!!" serunya sembari melemparkan sebuah jarum sumpit.


Ssttt!!


"Hah hah hahh… a-aku…" ucapku terjatuh dengan menghela napas berat.


"Apa kau baik-baik saja?! hei hei!!" tanyanya padaku sambil memasang wajah khawatir.


"T-tidak apa-apa… t-terima kasih…"


"Hehehehe…"


"A-apanya yang lucu?!" ucapku bertanya padanya.


"Hehehe… maaf, haah… akhirnya kau mau bicara denganku" jawabnya sembari tersenyum.


Fokus pada gadis bersayap di hadapanku tiba-tiba saja dari belakangku seorang undead hampir saja menyerangku dengan sebilah pedang berkarat yang siap untuk menebasku, menyadari tidak ada kesempatan untuk menghindarinya kakiku seakan menjadi kaku dan tubuhku tidak bisa bergerak dengan keringat dingin juga napas yang terasa sangat berat.


Secara tiba-tiba gadis itu kemudian melemparkan sebilah jarum sumpit ke arahku dan tepat mengenai kepala undead yang berada sangat dekat denganku, sama seperti sebelumnya undead itu juga membeku menjadi es lalu hancur berkeping-keping, melihat aku terjatuh dengan napas yang berat dia kemudian datang menghampiriku lalu berjongkok tepat di hadapanku sembari bertanya dengan wajah penuh kekhawatiran.


Masih dengan jantung yang berdebar kencang dan mata yang tercengang hampir menghadapi kematian sekali lagi aku kemudian spontan menjawabnya dengan berterima kasih sembari menatap wajahnya, akan tetapi sahutanku itu malah membuatnya tertawa kecil sambil menutupi mulutnya dengan tangannya.


Cukup dekat dengan wajahnya aku dapat melihat senyuman gadis itu dengan jelas bahkan tawa kecilnya terdengar sangat lembut di telingaku, sedikit terganggu juga bingung aku kemudian memberanikan diri untuk bertanya kepadanya, tapi dia malah kembali tertawa kecil sebelum akhirnya menarik napas lega dengan ukiran senyuman yang sangat anggun tanpa ada sedikitpun niat jahat yang tergambar dari ekspresinya itu.

__ADS_1


...☘️☘️☘️...


__ADS_2