
"Jadi apa kau sudah mau diajak bicara atau tidak?"
*****
Cih!! bisa-bisanya dia mengatakan itu! tak bisa diterima... ini penghinaan.
"Kenapa aku bisa kalah dengan anak ingusan seperti dia ceroboh, naif, rapuh, tapi kenapa? apa kekuatanku sudah selemah itu?"
Setelah memberikan hukuman pada gadis itu aku langsung kembali ke lantai 90 membawa tiga naga bersamaku, gadis itu benar-benar membuatku muak hanya karena aku tidak bergerak dia dengan beraninya menentang peraturan yang ada dan semakin menjadi-jadi setiap harinya.
Selama 6 tahun aku memerintahkan para naga untuk mengejarnya dan membawanya padaku tidak satupun naga yang kembali dengan selamat, mereka tidak pernah kembali.
Dan saat aku bisa menemukannya dia malah mempermalukanku dengan kekalahan yang menyedihkan, mengingat semua kejadian itu membuat darahku memuncak aku tak bisa menerima itu, kekalahan ini adalah penghinaan bagiku.
"Aku bisa mencincang tubuhnya dengan sangat mudah, tapi... ada apa dengan rambut itu? kenapa aku tidak bisa memotongnya? apa kekuatan sisiknya pindah ke rambut saat dia berevolusi? dan..."
DUARRR
"Kenapa kalian melindunginya?!!"
Aku meluapkan kemarahanku memukul dinding dengan keras sambil menatap tajam ke arah para naga di sampingku, mereka hanya diam tidak menjawab apapun.
"Apa gadis itu mengendalikan mereka?"
***
"Apa-apaan ini! apa yang sebenarnya terjadi pada kalian?"
Aku memeriksa setiap naga untuk memastikan apakah gadis itu mengendalikannya atau tidak, tapi sayangnya aku tidak bisa menemukan tanda-tanda ada sihir pengendali yang mengendalikan mereka, para naga itu bertindak atas keinginannya sendiri.
Apa yang menyebabkan mereka bisa bertindak seperti itu?
...***...
"Ada apa kau datang ke sini?"
Dari sampingku ada muncul pusaran dimensi yang menunjukkan bahwa ada seseorang yang sedang menggunakan sihir teleport ke tempat ini dan benar saja yang datang ke sini tidak lain dan tidak bukan adalah Wind salah satu dari pemimpin monster naga sepertiku, enam tahun yang lalu dia membawa seseorang yang sekarat padaku.
"Aku hanya ingin memeriksa keadaan Grea." Jawabnya.
...[ Flashback ]...
"Ardner!" ucapnya sambil merangkul seseorang yang terluka parah.
"Apa yang terjadi padanya?"
"Pulau naga air di serang dan Grea terluka sangat parah, apa kau bisa mengobatinya aku mohon Ardner." Jawabnya dengan gelisah.
Wind datang dengan gelisah dan khawatir sambil membawa seseorang yang terluka sangat parah lalu memintaku untuk mengobatinya.
Orang yang terluka itu tidak lain adalah Grea sahabat dekatnya yang juga seorang pemimpin naga dari ras monster naga air.
"Kenapa kau tidak membawanya ke tempatmu? kau lebih pandai dalam pengobatan daripada aku."
"Pegununganku terlalu dekat dengan lautan, tidak ada yang menjamin tempanku tidak diserang, sebaliknya labirin adalah tempat yang tersembunyi dan sulit ditembus, kita bisa mengobati dan menyembunyikan Grea dengan aman." Jelasnya.
__ADS_1
"Jadi Ardner apa kau bisa membantu?"
"Baiklah... akan gawat jika dia sampai terbunuh, ikuti aku."
.
.
.
"Baringkan dia di sana."
Lukanya sangat parah, siapa yang melukainya sampai separah ini?
"Aku akan membantu." Ucap Wind.
Kekhwatiran sangat tampak jelas di wajahnya mengingat Grea adalah sahabat yang sangat berharga baginya, aku kemudian mengajaknya ke tempatku lalu memintanya untuk membaringkan tubuh Grea di atas batu besar lalu mulai melakukan pengobatan padanya dengan dibantu oleh Wind.
"Lukanya terlalu parah, perlu waktu lama untuk bisa mengobatinya." Ucap Wind padaku.
"Tidak perlu khawatir Wind... mulai dari sini aku akan mengobati diriku sendiri, terima kasih telah membatuku... kau juga Ardner."
.....
"Grea."
Secara perlahan tubuh Grea membesar dan berubah ke wujud naganya memulai hibernasi untuk menyembuhkan dirinya, meskipun itu membutuhkan waktu yang lama.
"Siapa yang melakukan itu padanya?" tanyaku pada Wind.
"Tera? gadis kecil itu ya... tak kusangka dia bisa mengalahkan Grea."
Saat terjadi peperangan antara ras monster naga dan klan naga dia adalah salah satu dari tiga bersaudara yang tersisa dari garis keturunan pemimpin klan.
Aku tidak membunuhnya karena dia begitu menyedihkan dan sangat lemah, tapi sepertinya dia telah banyak berubah terbukti dari kekalahan Grea sebagai salah satu pemimpin monster.
"Percayalah Ardner... klan naga tidak selemah dulu saat gadis itu mulai mengambil alih kepemimpinan..."
" Keadaan hampir terbalik ya..."
"Sepertinya kita telah salah membiarkannya hidup, seharusnya kita membunuhnya saat perang 15 tahun yang lalu." Ucap Wind dengan kesal.
"Apa yang akan kau lakukan setelah ini?" tanyaku padanya.
"Aku akan terus mengawasi mereka dari kejauhan, aku juga akan memberitahukan hal ini pada Red agar dia berhati-hati... sekali lagi Ardner tolong jaga Grea."
"Kaulah yang harus menjaga dirimu."
"Ya terima kasih... kalau begitu aku pergi permisi."
...[ Flashback end ]...
"Kalian boleh pergi." Ucapku pada para naga.
Karena sedang ada tamu aku memerintahkan para naga untuk pergi meninggalkan tempat ini agar tidak menggangu percakapan kami.
__ADS_1
Melihat mereka membuatku semakin kesal dengan gadis itu entah apa yang dia lakukan pada para naga sampai-sampai naga-naga ini patuh dan melindunginya.
"Jadi bagaimana keadaannya Ardner?"
"Tidak perlu khawatir, dia sudah lebih baik... aku sedikit membantu proses pemulihannya, tapi dia masih belum bisa bangun dari hibernasinya."
Selama enam tahun terakhir aku disibukkan dengan urusan penyembuhan Grea walaupun hanya ada sedikit kemajuan dari kondisinya, tapi dia sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, kekuatannya benar-benar terkuras ditambah dengan luka yang parah memperlambat proses penyembuhannya.
...
"Grea... dia orang yang berharga bagiku..." Ucapnya dengan sedikit meneteskan air mata menatap tubuh naga Grea.
"Aku tau itu."
Wind dan aku kemudian pergi ke tempat di mana Grea berada untuk melihat keadaannya, saat kami sampai dia langsung menatapnya dengan sedih, aku benci perasaan itu untuk apa menangisi itu dia tidak akan sembuh hanya karena melihat orang menangis, bergantung pada perasaan akan membuat seseorang menjadi semakin lemah.
Cih! kenapa semua yang terjadi hari ini mengingatkanku pada gadis itu, aku benar-benar muak dengannya.
"Apa yang terjadi Ardner? kau tampak sedang marah."
"Bukan apa-apa..."
Untuk sekarang sebaiknya aku merahasiakan kemunculan gadis itu.
"Kau jelas sedang marah Ardner, apa yang terjadi padamu?"
"Tidak perlu dipikirkan... jadi apa ada pergerakan dari mereka?" tanyaku padanya.
"Tidak ada pergerakan aneh, tapi mereka masih berada di pulau naga air tampaknya dan mereka sedang menyiapkan kekuatannya untuk melakukan penyerangan... kita harus selalu waspada."
"Apa kita harus sewaspada itu dengan mereka, aku bisa menyerang pangkalan mereka bahkan sebelum mereka sempat untuk menyadarinya."
"Sebaiknya jangan lakukan itu, kita tidak tau sekuat apa orang yang kita hadapi."
"Yahh kalau begitu aku akan pergi... aku harus terus mengawasinya."
Setelah sempat melihat keadaan Grea dan sedikit berbincang-bincang Wind kemudian kembali pergi untuk mengawasi pergerakan dari klan naga, aku tidak mengerti kenapa aku harus sewaspada itu dengan mereka, aku benci situasi seperti ini untuk apa aku harus waspada dengan anak lemah seperti itu, terakhir kali aku melihatnya dia sedang menangisi mayat ayahnya benar-benar sangat menyedihkan.
.........
"Memangnya apa kesalahan yang kulakukan?"
...
"Maafkan aku... aku sama sekali tidak mengetahui tentang peraturan itu, sekali lagi maafkan aku, kau boleh menghukumku aku tidak akan melawan."
.........
DUARRR
"Kenapa cuma dia yang ada di pikiranku!!? padahal dia hanya orang yang naif!! kenapa aku bisa kalah dengannya!!?" ucapku sambil memukul dinding labirin.
Dia memang menarik tapi...
"Aku benci kekalahan!! akan kubuat dia menderita karena kenaifannya itu."
__ADS_1
...~•~...