
"Wah wah wah, kita bertemu lagi Sira" ucap laki-laki itu pada Sira.
"Hum, apa kau mengenalnya Sira?" ucapku bertanya pada Sira.
"Yah, mungkin kami pernah berhadapan satu dua kali, tapi itu sudah sangat lama." jawabnya.
"Owh!"
Aku tidak suka tatapannya. •_•
Jujur aku sangat senang melihat Sira yang sudah datang menghampiriku ke tempat ini, karena dari tadi aku terus melebarkan sayapku ke depan untuk menutupi sedikit pandangan aneh dari laki-laki itu, aku bahkan tidak benar-benar menatap langsung ke wajah orang itu karena cara pandangnya yang penuh nafsu menakutkan saat menatapku dan itu sangatlah meresahkan, aku sangatlah terganggu dengan itu.
"Jadi… siapa dia?" tanyaku pada Sira.
Ssttt!!
Krakk!!
"Ouh, itu nyaris saja!" ucapku sambil menatap ke belakang melihat bekas serangan orang itu.
Hum, itu serangan yang bagus dan cukup berbahaya jika terkena langsung.
Karena dari tadi orang itu tidak menjawab pertanyaanku aku kemudian menanyakannya pada Sira karena tampaknya Sira tau tentang orang itu, tapi laki-laki itu malah menyerang kami dengan sihirnya yang berbentuk seperti bulan sabit berwarna ungu dan itu sangat mengagumkan terutama warnanya yang berkobar bagaikan api juga daya hancurnya yang lumayan besar, merobohkan pepohonan di belakangku.
Jika terkena langsung itu mungkin akan sedikit fatal, tapi karena serangannya yang cukup lambat di mataku aku hanya perlu sedikit menyerongkan tubuhku untuk menghindarinya, ya… itu benar-benar sangat mudah.
"Yah, kita bicarakan ini nanti nona… sebaiknya kita hentikan dia agar para undead ini menghilang" ucap Sira berubah menjadi sosok manusia harimaunya.
Menghentikan undead? jadi orang ini yang membuat para undead bermunculan, tapi aku tidak ingin berurusan dengannya, dia bukan orang baik-baik. •_•
"Mau menghentikanku? hahahaha! jangan berharap terlalu tinggi Sira, kali ini aku akan membalas semua perbuatanmu dulu!!" sahut orang aneh itu seraya tertawa lepas.
"Maaf saja aku tidak begitu ingat apa yang terjadi dulu tapi, kali ini pun kau tetap akan kalah" sahut Sira padanya.
__ADS_1
"Cih! aku akan membunuhmu di sini!" ucapnya dengan marah.
"Sira sepertinya kau punya urusan dengannya, kalau begitu aku akan menunggumu di sini" ucapku sambil berjalan ke belakang Sira menuju pohon yang tumbang.
Yeaa! ini alasan yang bagus untuk menghindar darinya, orang itu mesum.
Melihat keadaan yang kurang tepat untuk berbicara Sira kemudian berubah menjadi sosok manusia harimaunya lalu dengan tatapan tegasnya terhadap orang itu, Sira mengusulkan untuk terlebih dahulu menghentikan pria mesum di hadapan kami ini, tentunya ucapan Sira itu disambut dengan tawa yang mengerikan darinya dan karena itu mereka sedikit bersahutan dengan nada pembicaraan yang menjengkelkan.
Sementara aku masih bersembunyi di balik sayapku karena tidak suka dengan pandangan orang itu lalu perlahan berbalik pergi meninggalkan mereka menuju ke arah pohon tumbang di belakangku untuk duduk di sana dan meminta Sira untuk mengatasinya, itu momen yang bagus untuk menghindar dari tatapan pria mesum itu dan membiarkan Sira untuk menghajarnya.
"Maaf nona."
"Tidak masalah" sahutku meletakkan pedang temuanku di samping kakiku sambil tersenyum tipis duduk di batang pohon.
...*****...
"Apa gaunku memang terlihat mencolok ya? aghh! bagaimana ini?!" kataku sambil menatap ke gaunku dari dada sampai kaki.
"Jika dilihat lagi ini memang terbuka, tapi… aaaa! ini akan sulit hidupku tidak akan tenang kalau semua orang menatapku seperti itu!!"" ucapku sambil menutupi wajahku.
Duduk menyamping di batang pohon sambil melebarkan sayapku menutupi wajah dan tubuhku, aku kembali memikirkan tentang penampilanku yang mencolok dengan pakaian yang sedikit terbuka, jujur saja ini tidak seterbuka itu kakiku masih tertutup dengan baik walaupun berada di atas lutut juga dadaku yang tidak begitu terbuka.
Ya… jika dilihat mungkin dadaku yang terbuka hanya sekitar tiga jari saja sedangkan sebagian besarnya tertutup dengan rapat, tapi entah kenapa penampilanku ini dapat memancing perhatian yang tidak mengenakkan dari orang lain contohnya adalah orang mesum yang sedang bertarung dengan Sira di sampingku.
Pikiran kacau yang tidak jernih dan perasaan yang terganggu dengan ketidak nyamanan yang meresahkan, kurasa pilihan tentang penampilanku sedikit kurang tepat karena jika semua orang menatapku dengan tatapan seperti itu hidupku akan berjalan dengan tenang.
"Duh! kenapa ada orang yang tertarik dengan anak 10 tahun! tidak tidak aku sudah 28 tahun jika dihitung dari usia yang dulu! walaupun jika dilihat lagi perawakanku sekarang seperti anak 16 tahun, aaaa!! kenapa disaat aku sudah bersyukur dengan tubuh yang bagus malah jadi seperti ini! aghh! pasti akan sulit menjalani kehidupan yang normal jika terus diperhatikan orang dengan tatapan yang penuh nafsu" ucapku menutup wajahku dengan tangan.
"Bagaimana kalau kubunuh saja semua orang mesum yang menatapku? tidak tidak aku akan cap menjadi kriminal jika membunuh tanpa alasan! tapi ini sudah cukup menjadi alasan! tidak tidak orang-orang pasti akan menganggap itu hal yang biasa karena penampilanku arghhh! aku tidak suka dengan situasi seperti ini" ucapku sedikit mengintip ke depan dari sela-sela jari.
Malu, tentu sangat malu aku tidak suka jika harus ditatap seperti itu meskipun dia mungkin memiliki maksud yang lain, walaupun aku sudah tidak lagi bertatap muka secara langsung dengannya, tapi tetap saja matanya sangat menggangguku dipikiranku, tajam, penuh maksud, senyuman mencurigakan, aku benci situasi seperti ini.
Masih sambil menunduk menutupi wajahku dengan kedua tanganku dan sayapku yang tidak yang selaluku lebarkan pikiranku benar-benar sangat terganggu dengan keadaanku saat ini, bagaimana bisa ada orang yang terlihat bernafsu dengan seorang anak kecil walaupun perawakanku sekarang tidak seperti anak-anak lebih tepatnya mungkin seperti remaja yang sedang yang sedang puber, meskipun nyatanya perempuan memiliki masa yang lebih awal.
__ADS_1
Karena masalah yang mengganggu pikiranku saat ini aku sekilas berpikir untuk membunuh semua orang yang memperlakukanku seperti itu, untungnya aku masih memegang norma-norma kemanusiaan, jika tidak aku pasti akan membunuh setiap orang yang menatapku seperti itu dengan tanpa pengecualian karena aku sangat membenci itu.
Aku bersyukur dengan tubuh yang kumiliki saat ini karena tubuh ini mengingatkanku akan kehidupan lamaku dan membantuku untuk tetap mengingat siapa keluargaku, tapi jika diganggu dengan tatapan aneh seperti itu, ini akan sangat menyusahkan terlebih lagi impianku yang menginginkan untuk hidup damai dan bahagia pasti akan terganggu
Kecuali jika aku berniat untuk tetap hidup di dalam hutan dan labirin itu tidak akan menjadi masalah, dan sayangnya semua itu bertentangan dengan salah satu impianku yang ingin mendapatkan banyak teman dan sahabat.
"Tidak tidak tidak!! aku tidak suka ini, aku benci ini, menjijikkan, meresahkan, menyebalkan! aku/"
"Nona!!!"
DUARRR!!
"Hm...?? " gumamku kebingungan sambil mengintip dari balik sayapku.
Karena aku terus bersembunyi di balik sayapku sambil mencaci maki keadaan yang menyebalkan ini aku sampai melupakan keadaan yang sebenarnya bahwa Sira sedang bertarung dengan orang aneh itu, aku baru sadar setelah ada sesuatu yang meledak dengan cukup keras di dekatku.
Dengan sedikit menurunkan dan memegang sayap kiriku aku memunculkan setengah wajahku mengintip apa saja yang sudah terjadi saat aku tidak memperhatikan pertarungannya, menatap ke arah Sira dengan kebingungan yang juga balas menatapku dengan ekspresi bingung.
Aku benar-benar tidak memperhatikan pertarungan yang terjadi antara Sira dan orang itu, tapi jika dilihat dari bekas pertarungannya itu pasti perkelahian yang sengit terutama karena banyaknya kawah dan bekas benturan pertarungan mereka.
"Anu, anda tidak apa-apa nona?" tanya Sira dari tempatnya.
"Em, aku tidak apa-apa" jawabku pelan padanya sambil mengangguk kecil dibalik sayapku.
"Woi!! woi!! kenapa kau berhenti Sira?! apa kau sudah menyerah?! apa kau sudah mengaku kalah?!" ucap orang itu pada Sira seraya sekilas menatapku kembali.
...
"Menyebalkan!!" ucapku sambil kembali bersembunyi.
Berdiri cukup jauh di sampingku dan juga mungkin karena melihat tingkahku yang aneh Sira kemudian bertanya padaku dari tempatnya berdiri saat ini dan tentunya aku baik-baik saja, tapi tiba-tiba saja orang aneh itu masuk ke dalam pembicaraan kami dan seolah tidak puas dengan hasil pertarungannya dia mengejek-ejek Sira dengan nada benar-benar menjengkelkan yang penuh dengan kesombongan.
Bahkan saat sedang menghina Sira orang itu masih sempat-sempatnya melirik ke arahku dan seperti sebelumnya tatapannya sangat meresahkan, melihat itu aku kembali menurunkan kepalaku sambil kembali menaikkan sayapku menutupinya.
__ADS_1
"Ughh! aku memang tidak suka dengan tatapannya, apa perlu aku bunuh saja orang itu? hum, tapi tampaknya Sira saja sudah cukup untuk melakukannya" ucapku pelan dari balik sayapku.
...🌹*****🌹...