I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 112: The Tiger King's Perspective ~Sira~


__ADS_3

"Kenapa?" tanya nona sembari menunduk sambil mengepalkan tangannya.


"…?"


"KENAPA KAU MELAKUKAN ITU?!! KENAPA KAU MEMBUNUH REKANMU SENDIRI?!! dia… DIA TEMANMU KAN?!! TAPI KENAPA KAU MELAKUKAN ITU?!! KENAPA?!!!" teriak nona dengan keras.


"Nona…"


"Sama seperti yang kukatakan sebelumnya, dia hanya sampah yang tidak berguna" jawab Kin dengan tenang tanpa ada rasa bersalah.


"…!"


"T-tenanglah nona, anda tidak perlu menanggapinya" ucapku berusaha menenangkan nona Shea.


Menundukkan kepalanya dengan wajah yang murung nona mengepalkan tangannya dengan sangat kuat kemudian bertanya sembari kembali mengangkat wajahnya, akan tetapi melihat reaksi Kin yang tidak merasa bersalah membuat nona semakin meninggikan nada suaranya dan bertanya lagi dengan keras.


Aku bahkan dapat melihat tetesan darah yang berjatuhan dari kepalan tangannya saat nona berteriak keras, tapi sekeras apapun dia bersuara Kin tetaplah tidak pernah merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan dan itu memang benar, sesuatu seperti pemanfaatan adalah hal yang biasa terjadi pada bawahan raja iblis untuk mencapai tujuan dari raja iblis itu sendiri, mereka akan berlomba-lomba untuk mendapatkan kedudukan tertinggi di sisi raja mereka dan tidak akan segan untuk memperalat seseorang agar dapat mencapai itu.


Tentunya mendengar sahutan dari Kin itu membuat nona semakin erat mengepalkan tangannya dengan memendam kesal wajahnya seraya menggigit bibirnya hingga mengeluarkan darah, dengan sangat jelas aku dapat merasakan aura nona Shea mulai berubah menjadi semakin besar yang mencerminkan kemarahannya.


Aku kemudian berusaha untuk sedikit menenangkannya walau itu terlihat percuma, jujur saja aku sendiri bingung mengapa nona bisa semarah itu pada kematian Leron.


"Lagipula apa pedulimu? dia itu musuhmu, bukannya kau membencinya dan juga ingin membunuhnya?" tanya Kin pada nona Shea.


"Itu… karena…"


Haah, kupikir dia akan mengamuk. "•_•


"Pada akhirnya kau sendiri tidak bisa menjawabnya, lalu mengapa kau marah padaku? padahal aku sudah membantumu melenyapkan musuhmu" sambung Kin sambil tersenyum seolah ada sesuatu yang terlihat lucu.


Dari gaya bicara nona… ya mungkin nona Shea berpikir untuk memberikan kesempatan kepada Leron, tapi sungguh takdir yang malang bahkan takdirnya tidak membiarkan dia mati dengan terhormat.


Melihat nona yang tampak kesal padanya lantas membuat iblis Kin bertanya dengan sangat keheranan itu karena nona dan Leron adalah musuh lalu kenapa nona seakan memihak kepada Leron yang sudah sangat jelas bahwa dia adalah musuhnya, hanya sekedar pemikiranku mungkin nona Shea tidak benar-benar berniat untuk membunuh Leron.


Karena jika nona ingin maka dia pasti akan melakukan dengan cepat apalagi saat ini nona Shea sudah tidak terkekang lagi oleh rantai kutukan dari Ardner, meski begitu itu hanya sebatas apa yang terpikirkan olehku saja, pikiran nona terkadang sedikit berbelit-belit dan sulit untuk dipahami.


Mendengar pertanyaan dari Kin aura besar yang nyaris menyelimuti tubuh nona sebelumnya, kini telah terasa sedikit lebih baik dan aku sangat lega dengan itu karena akan sangat berbahaya jika nona mengamuk dengan kekuatannya yang sekarang, nona menjawab pertanyaan itu dengan perkataan yang terputus dan bahkan terkesan tidak bisa menjawabnya mungkin itu karena nona Shea masih bingung dengan alasannya sendiri.

__ADS_1


Sontak saja itu membuat Kin hampir tertawa dan kembali berucap dengan nada yang seolah mengejek nona karena tidak bisa menjawab pertanyaan sederhananya.


"Aku tidak suka dengan caramu memanfaatkan orang lain lalu membunuhnya, setidaknya tidak bisakah dia mati dengan cara yang terhormat dan penuh kebanggaan?" tanya nona sembari menatap ke bawah.


"Kau terlalu baik pada musuhmu nona, jangan terlalu banyak membawa perasaan dalam pertarungan atau kau akan cepat mati" sahut Leron.


Ssttt!!!


DUARR!!!


"Jangan terburu-buru Sira/"


"Sayang sekali kaulah yang terburu-buru" sahutku sambil memegang cakramnya.


"Cih! ternyata kau masih sangat gesit!"


"Hahahaha, jika hanya seperti ini kau harus berlatih hingga ratusan tahun agar bisa melukaiku" sahutku sambil tertawa.


Dengan menatap ke bawah nona Shea kemudian perlahan berbicara tentang ketidaksukaannya pada tindakan Kin yang semena-mena, dan walau agak berbeda dengan pikiranku nona ternyata hanya ingin agar Leron dapat mati dengan cara yang lebih baik, nona memang sangat baik bahkan untuk musuhnya.


Tapi, terlalu banyak membawa perasaan akan sangat mempengaruhi jalannya pertarungan dan mungkin akan membunuhnya suatu saat nanti, meski begitu memang seperti itulah nona Shea itu adalah hal yang wajar baginya dan bahkan bagi orang-orang karena dia hanyalah anak-anak dan memiliki sifat yang baik bukan seorang penjahat yang tidak berperikemanusiaan.


Dalam kepulan debu yang berterbangan aku kembali mengangkat tanganku yang terjebak dalam tanah dengan tangan kiri yang memegangi cakram milik Kin lalu menghancurkannya, dan dia sangat terkejut melihatku menangkap cakram itu mungkin karena dia berpikir bahwa aku cukup lengah untuk melihat serangannya yang sangat cepat.


Sementara itu nona Shea yang mendengarkan ucapan Kin masih terdiam mematung dengan terus memendam wajahnya tanpa berkata sedikitpun.


"Jika menurutmu aku terlalu baik kalau begitu biar aku membunuhmu agar kau tau bagaimana rasanya kematian!" ucap nona sambil memunculkan kembali pedangnya.


"Eh! nona!"


"Hahahaha!! maaf nona, mungkin lain kali… aku tidak ingin bertarung dengan ras sejati sepertimu, kalian adalah orang-orang yang menyusahkan, dan maaf untuk perkataan rekanku sebelumnya…" ucap Kin seraya masuk ke dalam portal dimensinya.


DUARRR!!!


Dengan suara yang tegas dan tatapan yang sangat tajam nona Shea kemudian kembali mengubah gelangnya menjadi bilahan pedang dan perlahan berjalan beberapa langkah sambil terus menatap tajam ke arah Kin dengan aura membunuh yang sangat besar, entah apa yang ada di pikiran Kin saat melihat nona berjalan dengan aura besarnya dia kemudian membuka sebuah portal dimensi lalu dengan perlahan portal dimensi itu menelan tubuh Kin dari belakangnya.


Sedikit demi sedikit tubuh Kin mulai masuk ke dalam dimensinya sambil mengatakan bahwa dirinya tidak akan menghadapi nona Shea, akan tetapi melihat Kin yang ingin melarikan diri darinya nona Shea kemudian melesat cepat dan mengarahkan sebuah tebasan tepat ke kepala Kin sesaat sebelum dia benar-benar menghilang masuk ke dalam dimensi ruangnya, dan seketika itu juga terjadi sebuah ledakan besar yang menghempaskan hutan di depan nona bersamaan dengan hilangnya portal dimensi Kin itu.

__ADS_1


"JANGAN LARI KAU PENGECUT!!! KIN!! HADAPI AKU!!! JANGAN HANYA BISA BESAR MULUT KIIINNN!!!! ARRGGGHHHH!!!!" ucap nona berteriak keras seraya terjatuh lemas menutupi wajahnya.


"Tenanglah nona dia sudah pergi."


...


"HAHAHAHA!! hei nona aku tidak pernah takut denganmu, aku hanya menunggu saat yang tepat untuk bertarung karena aku diharuskan untuk tidak boleh terbunuh dalam penyerangan ini, tapi jangan khawatir kita pasti akan bertemu lagi di tempat dan saat yang seharusnya… sampai saat itu tiba kuharap kau tidak terbunuh, dan satu hal lagi aku harap kau suka dengan undead…" ucap Kin dengan suara yang menggema di seluruh penjuru perlahan memudar.


"Sial! bajingan!! kenapa aku sangat lambat!! kenapa?! kenapa?!! kenapa?!!!" ucap nona sambil memukul-mukul tanah.


"NONA!! tenangkan diri anda!! ini bukan saatnya untuk menyesali itu kita harus melakukan sesuatu pada para undead yang mulai mendekat" ucapku pada nona.


Ssttt!!


"Nona?!!" panggilku menatap ke atas.


Tak berhasil menebas Kin nona Shea kemudian berteriak-teriak dengan keras memangil Kin untuk bertarung menghadapinya lalu tersimpuh dengan lemas sembari menutupi wajahnya, tapi di saat aku berusaha untuk menenangkannya tiba-tiba suara Kin terdengar kembali menggema keras di penjuru hutan.


Sontak saja setelah mendengar ucapan Kin itu nona kembali membentak-bentak dirinya sambil memukul-mukul tanah dengan kesal, melihat nona terus menyalahkan dirinya aku kemudian sedikit membentaknya memintanya untuk tetap tenang karena ada sesuatu yang lebih penting daripada sekedar marah-marah tidak jelas.


Setelah ucapan Kin tidak terdengar lagi para pasukan undead kembali bermunculan dan mendekat ke arah kami, tentunya kami tidak bisa hanya tinggal diam melihat para undead itu, tapi tiba-tiba saja ekspresi wajah nona berubah dan langsung terbang sambil membawa pedangnya.


...


"HARRGGGHHHH!!!!" teriak nona sembari menebaskan pedangnya dari udara.


DUARRR!!!!


"N-nona Shea!!?" ucap seraya bersiap menangkap tubuh nona.


Brukk!!


"Hiks hiks… meski seorang penjahat apa salahnya jika dia mendapatkan sesuatu yang layak?" ucap nona sembari terus menghapus air matanya.


Terbang tinggi ke udara nona Shea menggenggam dan mengangkat pedangnya lalu berteriak keras seraya menebaskan pedang itu dengan sangat kuat, aura yang sangat besar terpancar dari bilahan pedang itu sesaat setelah nona menebasnya dan dengan sekejap mata hutan di hadapanku terbelah dengan retakan tanah yang sangat besar dan panjang menghempaskan semua undead di depan kami.


Tepat setelah tebasan itu berakhir nona Shea kemudian terjatuh dari ketinggian sedangkan pedangnya sendiri kembali ke bentuk semulanya, melihat nona terjatuh sangat tinggi dengan cepat aku berusaha mencari posisi yang tepat untuk menangkap tubuh kecilnya, dan akhirnya aku berhasil meraihnya meski tubuh kecil itu sedang merengek menangisi sesuatu yang mungkin tidak akan pernah terpikirkan oleh orang lain.

__ADS_1


...🌺🌺🌺...


__ADS_2