
"A-aduh… ekhh! ah tubuhku sakit semua, eh! aku di rumah? tunggu tunggu tunggu! hm... aku keluar gua... dihajar... rantai lagi... setelah itu… um... ha!! benar!! bagaimana keadaan orang-orang itu?!" ucapku terbangun sembari berusaha duduk sambil mengingat kembali apa yang terjadi sebelum.
"Anda tidak perlu memikirkan itu nona" ucap Sira dari atas mejaku.
"Eh Sira!! sejak kapan kau di sini?" tanyaku padanya.
"Sekitar tiga jam yang lalu" jawabnya sambil memejamkan mata.
"Oh..."
Jika dilihat-lihat dia mirip bantal sih, tidak tunggu! lebih tepatnya mungkin seperti gumpalan syalku.
Terbangun dengan seluruh tubuhku yang penuh dengan rasa sakit aku kemudian memijat pundak dan pangkal leherku karena rasanya benar-benar sangat pegal dan berat, tapi sesaat kemudian aku terkejut karena menyadari bahwa aku berada di dalam kamarku padahal seingatku aku sedang berada di tebing besar saat pria naga sebelumnya menghajarku.
Dan setelah memikirkan kembali tentang itu aku tiba-tiba teringat dengan para manusia yang aku tolong sebelumnya dan cukup khawatir dengan keadaan mereka, tapi tiba-tiba saja Sira yang entah dari mana datangnya menyahutku dengan mata terpejam dari atas meja samping kananku, dan itu cukup membuatku terkejut sambil bertanya-tanya dari mana datangnya dia.
Tapi, ternyata itu hanya karena aku tidak menyadari keberadaannya saat sibuk dengan badanku yang pegal-pegal dan mungkin karena aku mengiranya sebagai bantal kecil atau syal bulu cave bear karena dia sangat mirip dengan itu terutama jika dilihat dari bulunya yang mengembang.
"Hm... ngomong-ngomong bagaimana dengan orang-orang itu Sira, apa mereka selamat?" tanyaku padanya.
"Ya mereka sudah dijemput para prajurit bantuan…"
"Ahh... syukurlah…" ucapku sembari menghela napas lega
"Kupikir mereka akan mati!!" sambungku berbicara dengan nada berat seraya menatap tajam ke arah kiriku. •_•
Terdiam sebentar sembari melakukan perenggangan otot tanganku aku kembali teringat pada orang-orang sebelumnya lalu bertanya lagi pada Sira yang tampaknya sudah mulai tidur, meski begitu Sira tetap menjawabnya dan aku sangat lega karena mereka semua sudah selamat, yahh aku menjadi khawatir dengan keadaan mereka mengingat pria naga itu yang terlihat sangat ingin membunuh mereka.
"… anda seharusnya mengkhawatirkan diri anda sendiri nona, sudah dua hari anda tidak sadarkan diri."
"Ha?!! dua hari?!!" ucapku terkejut sembari menatap Sira dengan mata membulat tidak percaya dengan apa yang kudengar.
"Secara spesifik sekitar satu setengah hari dan ini sudah malam kedua sejak anda mulai tidak sadarkan diri" sahutnya sambil tiduran di atas meja.
__ADS_1
"Eh! malam?! EGHHH!!! tungguu!!! lalu bagaimana dengan pedangan makananku?!!" teriakku sembari bertanya pada Sira.
"Yahh, kita tidak akan menemui mereka di malam hari seperti ini."
"TIDAAAKKKK!!!" teriakku sembari kembali berbaring di tempat tidur.
Mendengar ucapan Sira yang mengatakan bahwa aku telah pingsan selama dua hari membuatku sangat terkejut dan dengan tatapan yang membulat tidak percaya dengan apa yang baru saja kudengar, Sira kemudian menjelaskan lagi bahwa aku tidak sadarkan diri dalam waktu satu setengah hari dan karena ini sudah malam hari bisa dibilang aku sudah pingsan selama satu hari dua malam ditambah dengan setengah hari pertama sebelumnya.
Tapi hal yang paling mengejutkanku adalah aku yang tidak bisa bertemu dengan pedagang di jalanan hutan itu karena hari yang sudah malam dan karena itu juga aku berteriak keras seraya menjatuhkan tubuhku di atas kasur.
"Hiks... gagal lagi, padahal aku ingin membeli makanan… hiks... aku sangat lapar… hari itu juga makananku terbuang sia-sia karena serangan undead, haaa!!! tidaakkk!!! aku lapar…!" ucapku menyembunyikan separuh wajahku di balik selimut sembari berguling-guling di atas kasur.
Berguling-guling di atas kasur aku bersembunyi di balik selimutku sambil berkata-kata tidak jelas sembari menyesali diriku yang telah gagal membeli makanan karena telah melewatkan kesempatan untuk bertemu dengan pedagang yang lewat di jalan hutan ini, ditambah lagi dengan perutku yang terasa sangat lapar karena belum makan seharian penuh bahkan di hari itu aku banyak memuntahkan isi perutku karena guncangan hebat dari aroma busuk pasukan undead.
"Tenanglah nona, ada banyak makanan di dapur dan.../"
"Benarkah?!!" ucapku memotong ucapan Sira sembari bertanya.
"Y-ya seperti itula.../"
" …?"
.
.
.
Aku benar-benar merasa gagal dengan rencanaku untuk makan enak, Sira yang melihatku guling-guling tidak karuan kemudian mengangkat sedikit kepalanya sambil menatap ke arahku lalu mengatakan bahwa ada makanan yang tersedia di rumah ini, dan saking bersemangatnya untuk makan enak aku beberapa kali memotong ucapannya lalu bangkit dari tempat tidurku sembari berlari keluar dari kamarku meninggalkan Sira yang masih berada di atas mejaku dengan ekspresi yang tercengang.
"~Makan makan makan... hehehe~ yeea!!" ucapku sedikit bersenandung kecil sambil mengayun-ayunkan tanganku.
"Emm... aku dapat mencium aroma enak makanannya dari sini hehehe" ucapku mulai menuruni tangga.
__ADS_1
Tap tap tap...
"Seperti apa rasanya ya? aromanya sangat enak... eh! apa itu? apa ada orang lain di rumah ini!" ucapku berlari ke balik tembok dapur.
...
"Hm... tidak ada orang lain di dapur, tapi aku merasa ada aura orang lain di rumah ini... "
Beberapa hari ini aku selalu merasa ada seseorang yang membuntutiku, dan sepertinya dia juga bukan manusia...,, pikirku sambil berbalik ke arah meja makan.
"Makanan!! lupakan orang itu waktunya makan! hehe" ucapku sambil menarik kursi dari bawah meja makan.
Berjalan di lorong kamar sambil sedikit bersenandung kecil aku mengayun-ayunkan tanganku sampai ke depan tangga turun dan dari sana aku dapat mencium aroma masakan yang seakan-akan memenuhi rumah ini, dengan perlahan menuruni tangga setiap langkahku membuat nafsu makanku menjadi sangat tinggi terutama karena aroma wangi masakan yang terus tercium dari arah dapur.
Turun dari lantai dua rumah dindingku aku kemudian belok ke kiri menuju ruang makan dan terlihat sangat jelas ada makanan yang tertata rapi di atas meja, akan tetapi secara tidak sengaja aku seorang melihat ada ujung gaun berwarna hijau yang berjalan ke arah dapur dan karena curiga ada orang lain di rumahku aku kemudian berlari mengejarnya.
Tapi, sesampainya di depan dapur aku sama sekali tidak melihat adanya orang ketiga di rumah ini, meski begitu aku tetap bisa merasakan ada aura keberadaan seseorang di dapurku walaupun auranya terasa samar-samar.
Walau aku sedikit curiga dengan keberadaan seseorang yang mengawasiku, tapi pandanganku langsung terarah pada meja makan yang dipenuhi oleh makanan, semua hidangan itu benar-benar sangat mengiurkan dan karena aku sudah lapar aku tidak begitu mempedulikan siapa orang yang baru saja aku lihat dan langsung menarik kursi dari bawah meja lalu duduk di depan semua hidangan enak itu.
"Upsh... tunggu dulu! jangan terburu-buru Shea, kau harus menikmati ini dengan perlahan dimulai dari... dari... dari anu… daging itu terlihat enak, aroma sup ini juga menggoda, kue ini sepertinya sangat manis... ah buah-buahannya banyak, ha!! benar bagaimana kalau aku buat jus? woaa!! pasti akan sangat enak!! tapi yang terpenting ada nasi!! yeaa!!! waktunya makan malam!"
"Glek glek… uahh! hm... meski hanya air putih, tapi rasanya sangat menyegarkan, yahh memang seperti itulah air putih… selamat makan!!"
"Emm!!! enak! setelah sekian lama meski ini nasi keduaku setelah yang kemarin, tapi rasanya sudah bertahun-tahun aku tidak memakannya."
Duduk menatap semua makanan di meja, sangat sulit untukku memilih makanan pertama yang akanku masukkan ke dalam mulut, semua makanan di meja terlihat sangat enak dengan aroma yang lezat bahkan ada banyak buah-buahan yang bertumpuk-tumpuk di salah satu piring besar di depanku, menatapnya saja sudah sangat membuatku dapat merasakan manisnya buah-buahan itu.
Tanpa berlama-lama lagi setelah melihat semua makanan itu aku kemudian mengambil segelas air putih lalu meminumnya sampai habis, yah karena aku sudah seharian penuh tidak makan dan minum aku tidak ingin dehidrasi ataupun kesulitan dalam kesehatanku karena kekurangan konsumsi cairan, sebagian besar tubuh makhluk hidup mengandung air dan pastinya akan bermasalah jika aku kekurangan cairan.
Puas meminum air aku kemudian mengambil sepiring nasi dan setelah sekian lama hanya memakan daging dan air aku akhirnya bisa memakan nasi, meski ini bukan yang pertama aku memakannya, tapi rasanya bahkan lebih enak daripada hari pertama saat aku makan tempo hari.
"Sejauh ini, malam ini adalah makan malam terbaik yang pernah kurasakan, yeaa!!!"
__ADS_1
...🌹🌹🌹...