
Yang kulakukan ini mungkin terkesan bodoh karena bisa saja aku terbunuh oleh tindakanku ini, tapi aku ingin menyelesaikan masalahku sebelum itu menjadi masalah yang semakin besar.
Dia sekarang berdiri tepat di depanku memandangku dengan dingin dan tatapan jijik siap untuk mengakhiri hidupku, dengan perlahan aku menatapnya dengan tatapan pasrah pada keadaanku saat ini.
"Apa kau punya kata-kata terakhir?" ucapnya padaku.
"Tidak ada." Jawabku singkat sambil menunduk.
Ssttt
Aku akan mati? kurasa aku memang pantas mendapatkannya, padahal belum banyak hal menyenangkan yang kulakukan... eh!
"Tunggu...!"
Saat dia ingin menebasku aku menghentikannya karena masih ada satu hal yang harus aku lakukan terlebih dahulu, melihat pedangku yang mulai menghilang menginginkanku akan sesuatu, jika aku mati di sini lalu bagaimana dengan mereka yang ada di dimensi ruangku.
"Ada apa?" Jawabnya dengan datar.
"Ada sesuatu yang harus kulakukan." Ucapku berdiri.
"Apa kau ingin lari?!"
"Tidak, aku tidak akan lari ke mana-mana." Ucapku sambil sedikit menggelengkan kepala.
.
.
Krakkk
Aku kemudian membuka dimensi penyimpanan dan mengeluarkan tiga naga yang sebelumnya aku obati di sana lalu menghancurkan kristal es yang membekukannya untuk mengeluarkan mereka dari sana, setelah mereka keluar naga-naga itu kemudian menatapku sebentar lalu mengalihkan pandangannya ke arah pria itu, mungkin mereka juga ingin membunuh dan mencabik-cabikku.
"Maaf membuatmu menunggu, silahkan." Ucapku sambil kembali duduk.
.
.
.
"Apa maksudnya ini!!?" ucapnya pada salah satu naga.
Orang itu perlahan mendekatiku lalu membuka tangannya yang penuh dengan cakar tajam untuk menebasku, tapi tiba-tiba salah satu naga mengulurkan tangannya menghalangi langkah orang itu, naga itu tidak berani menatapnya, tapi dia tetap tidak ingin menarik tangannya seolah-olah meminta orang itu untuk tidak menyakitiku.
"Kenapa?" ucapku sambil mengangkat kepalaku menatap ke arah para naga.
"Aku sudah menyakiti kalian, apa kalian tidak ingin membalasnya?" sambungku sambil menghadap ke bawah.
Salah satu naga kemudian meletakkan ujung cakarnya di daguku lalu menaikkan wajahku dan lalu menempelkan ujung moncong mereka ke kepalaku dengan suara yang menenangkan seperti dengkuran kucing.
"Ada apa dengan kalian? menyingkirlah!" Ucap pria itu dengan datar pada para naga.
Orang itu memerintahkan para naga untuk pergi menyingkir dia bahkan mengeluarkan sedikit aura yang menakutkan, tapi tetap saja para naga itu tidak mau pergi dariku, mereka tetap berada di dekatku menghalangi pria itu agar tidak mendekat.
"Nona." Panggil Sira.
Sepertinya Sira baik-baik saja syukurlah kalau begitu.
"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja." Ucapku padanya.
Sira tampaknya sudah lebih baik dari sebelumnya, dia sudah berubah seperti semula menjadi kucing kecil, walaupun masih agak pincang saat berjalan.
"Kalian juga sebaiknya pergi." sambungku pada para naga.
Aku juga meminta agar para naga pergi menjauh dariku agar orang itu dapat menjalankan tugasnya untuk memberikan hukuman padaku, aku tidak yakin mereka bisa memahami ucapanku, tapi mereka menurutinya dan mau memberikan jalan bagi orang itu.
.
.
"Arghhhh!! Ekhhh!! huh...huh...huh... uhuk!!"
Panas! sakit! apa ini?!
"Sekarang kau tidak akan pernah bisa menggunakan kekuatan sihirmu sampai masa hukumanmu berakhir." Ucapnya sambil berbalik.
Pria itu perlahan mendekat kemudian menggunakan sihirnya mengikat leherku dengan rantai, aku langsung menjerit dan tersungkur ke tanah sambil memegangi leherku yang terasa sangat sakit, leherku seperti sedang terbakar oleh besi panas bahkan rasa sakitnya menjalar ke seluruh tubuhku, aku juga hampir tidak bisa bernafas karena itu.
"K-kenapa?" tanyaku sambil menahan sakit.
"Karena mereka tidak ingin kau mati, hanya itu." Jawabnya datar.
"Ayo pergi." Ucapnya pada para naga.
__ADS_1
Para naga yang tidak berani membantah langsung pergi mengikutinya dari belakang meninggalkanku yang masih tergeletak di tanah karena kesaktian, perlahan mereka mulai menghilang dari pandanganku masuk ke lantai labirin yang lebih dalam.
"ARRGGGHHHH!!!" jeritku dengan keras.
"Nona?! nona?!!"
Leherku terasa sangat panas dan sakit, rantai itu melilit leherku dengan sangat erat sampai-sampai aku kesulitan untuk bernafas ditambah dengan semua rasa sakit yang kurasakan akhirnya aku pingsan tak sadarkan diri.
.
.
.
"Ekhhh! sakit!"
"Nona anda sudah sadar, bagaimana keadaan anda?"
"Ya masih agak sakit." Jawabku sambil memegang leherku.
Entah berapa lama aku tak sadarkan diri, tapi tubuhku sudah terasa lebih baik dari sebelumnya hanya tersisa sedikit rasa sakit di leherku, Sira juga sudah duduk di sampingku menatap ke api unggun di depan kami.
"Emhh... aku seperti tawanan yang melarikan diri." Ucapku sambil memegang dan menatap ujung rantai di leherku.
"Itu rantai sihir untuk mengekang kekuatan sihir anda nona." Ujar Sira padaku.
Kekuatan sihir ya...
Jujur saja aku memang terlihat seperti seorang tawanan yang melarikan diri, rantai itu melilit leherku seperti kalung dengan salah satu ujungnya menjuntai ke bawah sepanjang 30 cm.
"Huhh... yahh... apa boleh buat, kurasa aku akan seperti ini untuk sementara waktu."
"Sekarang apa yang akan anda lakukan nona?" tanya Sira padaku.
"Hm... untuk sekarang aku akan mengumpulkan barang-barang yang tersisa di dalam rumah dinding setelah itu kita akan naik ke lantai atas." Ucapku sambil menatap ke arah reruntuhan rumah dindingku.
Benar... dengan kondisi seperti ini aku sebaiknya pergi ke lantai atas.
.
.
Aku kemudian perlahan berdiri dan kembali ke dalam rumah dinding untuk mengumpulkan barang-barang yang masih bisa dipakai, walaupun tidak banyak barang di dalamnya.
Setelah kekuatan sihirku tersegel karena kalung rantai ini suhu di lantai labirin ini terasa sangat dingin aku dapat melihat uap dingin keluar dari mulutku, karena aku tidak bisa menghangatkan tubuhku lagi mau tidak mau aku harus pergi ke lantai atas.
"Wahhh!! syukurlah... bunganya tidak rusak."
"Apa anda lebih khawatir dengan bunga itu daripada keadaan anda sendiri?" tanya Sira.
"Tentu saja aku khawatir, tapi bunga ini dapat membuatku sedikit lebih baik."
"Sira pergilah ke dapur dan ambil makanan yang ada, karena aku tidak bisa membuka dimensi penyimpanan hanya itu makanan yang tersisa."
"Baik nona."
Sira kemudian pergi ke dapur untuk mengambil makanan yang ada sementara aku pergi ke ruang kerjaku untuk mengambil bulu cave bear dan menjahit rok-ku yang robek karena pertarungan sebelumnya.
...
"Huhh... untungnya aku tidak memasukkan bulu cave bear ke ruang penyimpanan, ahh... sekarang jauh lebih hangat... yoshh waktunya menjahit rok ini."
.
.
Aku melilitkan bulu cave bear sebagai selimut di leherku seperti syal kemudian perlahan menjahit rok-ku yang robek menggunakan benang yang tersisa dari pembuatan bajuku sebelumnya, sebenarnya aku membuat dua gaun dengan model yang berbeda untuk jaga-jaga, tapi sayangnya salah satu gaunku berada di dalam ruang penyimpanan jadi aku tidak bisa mengambilnya.
"Untuk sementara seperti ini dulu, nanti aku akan memperbaikinya lagi."
"Nona semua makanannya sudah saya bawa." Teriak Sira dari ruang tamu.
"Tunggu sebentar." Sahutku.
...
"Yoshh aku kita berangkat Sira, menuju lantai atas."
"Baik nona."
Aku kemudian keluar dari ruangan kerjaku lalu langsung berangkat sambil membawa vas bunga di tanganku, karena aku tidak bisa meletakkannya di dimensi ruang aku hanya memegangnya dengan kedua tanganku di depan.
.
__ADS_1
.
.
"Oh ya nona bagaimana kalau kita pergi menggunakan lingkaran sihir teleport antar lantai?"
"Owhh! itu ide yang bagus, jadi di mana lingkaran teleport itu?" jawabku sambil bertanya padanya.
"Hm... kalau tidak salah, kira-kira ada di depan sana." Jawab Sira.
"Baiklah ayo kita ke.../
"Nona awas!!"
Syuttt!!
"Huhh... terima kasih Sira."
Saat aku berjalan melewati bebatuan besar di depanku aku hampir saja terkena cakaran dari monster cave bear yang kebetulan ada di balik batu itu, untungnya refleksku masih bagus walaupun aku tidak bisa menggunakan sihir.
"Biar saya yang mengurusnya nona."
"Hm... tunggu Sira."
"Ada apa nona?"
"Dia punya bulu yang bagus, biar aku saja."
"Ehhh... apa anda yakin?"
Bulu cave bear itu hangat dan lembut walaupun monsternya sangat ganas, agak sangat disayangkan jika bulunya harus rusak karena cakaran dan serangan Sira, jadi aku memutuskan untuk menghadapinya sendiri, tidak bisa menggunakan sihir tidak masalah bagiku.
Groaahhhh!!
"Wah wah... jangan terlalu kasar beruang manis, hup..."
Duarrr
"Eh! s-sepertinya aku terlalu berlebih... tunggu! aku tidak menggunakan sihirkan?"
Aku sama sekali tidak menggunakan sihir dalam tendanganku, tapi monster setinggi 4 meter itu terpental cukup jauh dan seketika langsung mati hanya dengan satu tendanganku, Sira bahkan terpelongo kebingungan melihatku melakukannya.
Hm... aku sangat yakin tidak menggunakan sihir dalam serangan ini, tapi... tunggu sebentar! orang itu dan Sira bilang kalau aku tidak bisa memakai sihir selama aku memakai kalung rantai ini, itu artinya ini...
"Haaaa!!!" teriakku sambil memukul dinding.
Duarrr
"Oh jadi begitu, sejak awal dia memang hanya mengatakan kekuatan sihir bukannya fisik dan yahh... fisik itu memang bukan sihir."
Aku memukul dinding dengan keras untuk menguji kebenaran dari pemikiranku dan ternyata benar saja walaupun kekuatan sihirku tersegel, tapi kekuatan fisikku masih sangat kuat kecepatanku bahkan tidak berkurang sama sekali, terlihat saat aku refleks menghindar dari serangan cave bear itu.
"Sira tolong bawa monster itu."
"I-iya nona." Sahut Sira
Sira kemudian berjalan ke arah cave bear lalu memasukkan mayat monster itu ke dalam dimensi ruangnya, sulit untuk mengurus bulu monster itu jika aku tidak bisa menggunakan sihir pembekuanku.
Kekuatan ini sudah lebih dari cukup untukku. membela diri.
"S-sudah nona."
"Baiklah mari lanjutkan perjalanan." Ucapku dengan semangat.
Rasanya sangat senang saat mengetahui kalau aku masih memiliki kekuatan yang besar, memang terasa agak kurang jika tidak bisa menggunakan sihir, tapi memiliki kekuatan fisik yang besar sudah lebih dari cukup bagiku, setidaknya aku bisa mempertahankan dan membela diriku sendiri tanpa menyusahkan orang lain.
.
.
.
"Itu dia nona, jalur teleport lantai labirin."
"Woahh! yoshh tanpa berlama-lama lagi ayo kita pergi ke lantai satu."
...~•~...
😗Muehehehe kira-kira seperti inilah model gaun yang dipakai oleh White saat ini. " Setelah mencari-cari modelnya akhirnya saya menemukan Karakter yang sangat sesuai dengan white yaitu 'yang ada di foto atas'😆😗 sisanya tinggal anda imajinasikan kalau ada tanduk dan sayap ditambah dengan mata yang biru cerah."
By the way Rambutnya lebih panjang.
__ADS_1
...~•~...
...Terimakasih yang sudah mendukung dan membaca novel ini....