I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 110: Awal Kemenangan


__ADS_3

"Kau sungguh sangat memuakkan nona!!" ucapnya kesal.


"Saya tau itu…" sahutku berjalan dengan pelan mendekati Leron.


Sebisa mungkin aku harus mempercepat pertarungan ini, aku tidak tau apa yang akan terjadi nantinya jika pria itu datang.


"…mari kita akhiri pertarungan ini!" ucapku dengan terus menebas iblis Leron.


"Baiklah!! AKU AKAN MEMBUNUHMU NONA!!!" ucap iblis Leron sambil melakukan serangan sihirnya.


Sring!! sring!!


Setelah sempat terdiam sejenak dengan mata yang terlihat sangat tajam iblis Leron kemudian kembali mengoceh tentangku, tapi aku membalas itu dengan senyuman walau perasaanku sungguh tidak enak karena terus memikirkan tentang pria naga labirin, memikirkan kembali tentang itu membuatku sangat kacau jadi untuk mengalihkan pikiranku aku kemudian menyerang iblis Leron dengan tebasan-tebasan yang kuat.


Dan tanpa kusadari aku sedikit terbawa suasana pertarungan ini dan tersenyum menikmati setiap tebasan yang aku lakukan pada iblis Leron walaupun pada nyatanya dia bisa menghindari dan menahannya, tapi meski begitu senyumanku itu hanya sebatas senyuman kekhawatiran pada nasipku nanti, yaah pada akhirnya aku tidak bisa mengalihkan pikiranku dan terus khawatir.


...***...


"HARGHHHH!!" Teriak Leron dengan keras sembari melancarkan serangannya.


Ssttt!!


Itu sangat besar!


"Eh! pedang ini? a-aduh! gawat serangannya!" ucapku sedikit menjerit kaget kemudian kembali mengangkat pedangku.


Syutt!!


DUARRR!!


"Duhh, kenapa pedang ini? tadi… sepertinya pedang ini menyerap energi sihirku, sebenarnya pedang apa ini?" ucapku pelan menatap pedangku.


Bisa menghindar dan menahan seranganku iblis Leron kemudian berteriak dengan wajah yang mengerikan sambil membalasku dengan serangan sihirnya yang berbentuk bulat besar berwarna ungu gelap berdiameter sekitar lima meter, menatap serangan sebesar itu melayang ke arahku dengan sigap aku mengangkat pedangku untuk memotongnya.


Akan tetapi sesaat aku merasakan tanganku getaran dengan sensasi parestesia di tangan kananku lalu dengan cepat aku menebaskan pedangku ke arah bola sihir itu hingga terbelah dua, bahkan tebasanku itu sampai membuat sebuah serangan terusan bagaikan bulan sabit berwarna biru cerah yang mengarah langsung pada iblis Leron dan akhirnya meledak bersamaan dengan serangan iblis Leron yang terbelah sebelumnya.


"Hah hah hah!! kau…!" ucap iblis Leron sambil menghela napas kasar menatap ke arahku.

__ADS_1


"Hm, apa serangan tadi memang sekuat itu?" tanyaku pelan menatap pedangku.


Hehehehe, tapi tidak masalah ini artinya aku yang akan menang.


"Aku tidak bisa terima ini!! HARGHHHH!!!" ucap iblis Leron sembari melesat cepat dengan memancarkan aura membunuh yang sangat kuat.


Napas yang terengah-engah dengan tubuh yang bersimbah darah iblis Leron berhasil menahan serangan tebasanku sebelumnya dengan sebuah penghalang kuat, walaupun akhirnya penghalang itu hancur berantakan dan dia tetap terluka parah, yaah jujur aku sendiri cukup kebingungan dengan seranganku itu, aku tidak pernah menyangka bahwa tebasanku akan menjadi sekuat itu dan membuat iblis Leron nyaris sekarat dengan tubuh penuh darah.


Baju yang robek dan tubuh berdarah seranganku itu benar-benar membuatnya terlihat sangat berantakan dan meski sedikit membingungkan, tapi aku senang dengan itu karena aku berhasil meraih satu lagi langkah kemenangan untukku hehehe.


Tampak tidak terima dengan seranganku itu iblis Leron kemudian kembali berdiri sembari memunculkan senjata barunya karena yang sebelumnya telah hancur berkeping-keping, dia kemudian melesat dan melompat tinggi di udara sambil mengangkat tombaknya itu.


Aura sebesar itu, apa dia berniat untuk mengakhiri ini dalam satu tebasan? yaah, tidak apa, kalau begitu…



"Baiklah, pedang cantik aku percaya padamu, ayo kita selesaikan ini dengan cepat!" ucapku tersenyum menatap ke arah iblis Leron yang melesat di udara.


DUARRR!!!


Dengan aura yang sangat besar terpancar dari bilahan tombaknya dan wajah penuh dengan amarah yang menggebu-gebu, tindakan iblis Leron terlihat seakan-akan dia ingin mengakhiri pertarungan ini dalam satu tebasannya, apalagi dengan luka separah itu aku yakin tidak banyak kekuatan yang tersisa dalam dirinya.


Melihat iblis Leron mulai mendekat dengan dengan sangat cepat lantas membuatku langsung mengambil kuda-kuda untuk melakukan sebuah tebasan, aku memegang pedangku dengan kedua tangan kemudian menyalurkan energi sihirku pada pedang itu lalu menariknya ke atas bahu belakang tubuhku dengan kuda-kuda kaki yang sudah sangat mantap.


Dan dengan teriakan amarah yang menggebu-gebu dari iblis Leron kontak senjata pun tidak bisa dihindari, dan BUMMM!! ledakan besar terjadi saat kedua senjata kami kembali berhantaman, akan tetapi senjata kami tidaklah benar-benar bersentuhan, jujur saja aku merasakan sensasi tolak menolak yang sangat kuat di antara senjata kami seperti magnet yang memiliki kutub yang sama dan bahkan terlihat dengan jelas kilatan-kilatan petir berwarna merah gelap yang membentuk sebuah bola energi disela-sela senjata kami itu.


"HAARRGGGHHHH!!!"


"HOARRGGHHHH!!!"


DUARRR!!!


Aura yang pekat menyelimuti area hutan sekitar, tanah terbelah dan retakannya terangkat karena benturan hebat dari bentrokan senjata kami, begitupun dengan angin yang berhembus kencang meratakan dan memotong pepohonan di hutan sekitarku seolah ada sesuatu yang menebasnya bahkan angin tornado yang sebelumnya berhembus kencang juga lenyap dalam sekejap.


Dengan terus berusaha untuk menahan kuatnya hantaman dari tombak iblis Leron aku terus mempertahankan kuda-kuda kakiku dengan kilatan petir merah gelap yang terus menerus menyambar membabi buta dari celah senjata kami, dan bahkan salah satu dari cabang kilatan itu sampai menggores kulit wajahku sepertis sayatan benda tajam, teriakan kami terdengar begitu keras tidak mau mengalah satu sama lain.


"Gawat itu akan meledak!!" ucapku menatap bola energi yang tercipta diantara senjata kami.

__ADS_1


"HAHAHAHA!!ADA APA NONA?!!APA KAU TAKUT HAH?!!AYO KITA AKHIRI SEMUA INI!! HAHAHAHA!!!" sahut iblis Leron dengan suara lantang.


Yang benar saja, aku tidak ingin mati konyol di tempat ini... •_•


Cih dasar sialan! apa dia memang berniat untuk meledakkan diri? kalau sudah begini…,, pikirku sambil menghentakkan kakiku.


"Uakhh!!"


Brukk!



"Hoarghh!! meledaklah di tempat lain dasar bodoh!" ucapku sambil menendang bola energi itu.


Ssttt!!


DUAARRR!!!



"Woi woi nona! kau tidak berniat menyerangku bukan?!" tanya iblis Kin dari kejauhan.


"Maaf aku tidak punya arah lain untuk menendang!" sahutku berteriak padanya.


Dia bisa memanipulasi ruang ya, apa itu artinya serangan cakram sebelumnya juga menggunakan cara yang sama? tampaknya dia lebih berbahaya dari iblis Leron.


Merasakan perubahan atmosfer disekitar kami secara tidak sengaja aku menatap ke arah bola energi di antara benturan senjata kami yang seakan sudah tidak terkendali, menyadari sesuatu yang buruk akan terjadi aku kemudian langsung berpikir cepat untuk menghentikan bentrokan senjata kami agar bola energi itu tidak meledak, akan tetapi iblis Leron yang seakan melihat kekhawatiran muncul dari raut wajahku malah memanas-manasiku dan menambah kekuatannya untuk membuat bola energi itu menjadi lebih besar.


Yahh walaupun aku tidak akan mati karena ledakan dari bola energi itu - setidaknya aku cukup percaya diri dengan itu -, aku tetap tidak ingin energi padat yang sangat kuat itu meledak mengenaiku karena dampaknya pasti tetap sangat menyakitkan, jadi dengan mencoba untuk berpikir dingin aku kemudian menghentakkan kakiku dan duarr!! aku membuat sebuah replika tubuhku sama seperti saat aku melawan pria naga labirin.


Replika tubuhku itu langsung muncul di belakangnya dan dengan kuat menendang rusuk kirinya hingga terdengar suara yang mengagumkan -maksudnya suara tulang patah- dan akhirnya iblis Leron pun terpental cukup jauh diikuti dengan replikaku yang ikut menghilang.


Dan dengan sangat kuat pula aku menendang bola energi itu ke udara agar dia meledak dengan tanpa menimbulkan banyak kerusakan pada area sekitarku, tapi meski begitu tetap saja bola sihir itu menimbulkan banyak kebakaran hutan dikarenakan kilatan-kilatan petir merah yang terus menyambar saat melambung tinggi di udara, dan yang lebih mencengangkan lagi ternyata aku tidak sengaja mengarahkan bola itu pada iblis Kin yang sedang duduk di atas cakramnya.


Walaupun begitu akhirnya aku bisa mengetahui sedikit tentang kekuatan dari iblis Kin, yah dia mampu untuk memanipulasi ruang dan itu terlihat jelas saat dia membuat dua buah portal dimensi di depan dan belakangnya agar bola sihir tidak menabrak dirinya, setelah melihat itu aku menjadi sedikit sadar tentang serangan misterius dari lemparan cakramnya sebelumnya, iblis Kin juga pasti menggunakan sihir yang sama untuk melemparkan cakramnya tepat ke belakangku.


Walaupun dia terlihat tenang, tapi aku tidak boleh lengah! dia bisa saja ikut menyerangku saat aku tidak memperhatikannya!,, pikirku sembari menaruh tatapan curiga pada iblis Kin.

__ADS_1


...🌹*****🌹...


__ADS_2