
Aku baru saja pulang menjalankan tugas yang tuan berikan, dia memintaku untuk mencari pintu labirin yang mengarah ke lantai selanjutnya.
Sangat melelahkan menjelajahi lantai labirin yang penuh dengan lorong dan belokan yang berputar-putar, meski begitu aku tetap bisa menemukannya walaupun dengan sedikit perjuangan.
Aku melaporkan semua yang kulihat pada tuan dan apa saja yang ada di sana, dia tampak mundur ketika aku menyebutkan bahwa ada beberapa monster besar di jalanan itu, aku sudah menduga itu tuan bukan orang yang suka dengan hal yang merepotkan.
Selama enam tahun terakhir aku terus berusaha memperlambat perjalanannya dengan melewati rute yang salah berharap dia menyerah dan berhenti mencari bahaya yang mengancam keselamatannya.
Tapi, ternyata tuan memiliki tekad dan keyakinan yang kuat dan terus maju tanpa berhenti, walaupun dia tidak tau apa yang akan dihadapinya dan bahaya seperti apa yang menunggunya?
Kebahagiaan selalu terpancar di matanya seakan dia tidak takut akan semua itu, terkadang aku bingung dari mana semua keceriaan itu berasal.
Aku tidak berhasil menghentikan langkahnya, pada akhirnya aku yang berhenti untuk memperlambatnya, karena kami sudah semakin dekat dengan kediaman orang itu jadi sudah terlambat untuk menghentikannya sekarang.
Aku sempat ingin memberi tahunya tentang orang yang akan dia hadapi dan seberapa berbahayanya dia, tapi aku menarik kembali ucapanku.
Disatu sisi aku takut dia terbunuh, tapi di sisi lainnya aku ingin tau apa yang akan terjadi jika mereka berdua bertemu, apa dia bisa bertahan atau malah sebaliknya.
Aku tau mustahil bagi tuan untuk menang dengan kekuatannya yang sekarang, tapi apa pun yang terjadi nantinya aku tidak terlalu peduli, semua makhluk hidup pada akhirnya memang akan mati pada waktunya yang terpenting aku akan tetap membelanya karena dia adalah tuan yang aku layani.
Walaupun sangat disayangkan jika dia harus mati, tapi kita tidak tau apa yang terjadi di masa depan nantinya semua tergantung bagaimana takdir akan membawanya.
Setelah selesai melaporkan tentang lokasi lantai 75, aku naik ke atas batu besar yang ada di dekat danau lalu sedikit berbaring dan istirahat, semua orang perlu istirahat tak terkecuali jika kau baru saja selesai bekerja keras.
Tuan sering kali mencari tempat istirahat yang ada danau dan aliran air di dalamnya dia punya selera yang bagus.
.
.
.
Groaahhhhhh...
"Eh! apa itu?!"
Aku kemudian memejamkan mataku dan tidur sebentar, tapi tiba-tiba aku mendengar samar-samar suara raungan dari kejauhan yang menggema masuk ke tempat ini.
"Tu...an? dia pergi." Ucapku sambil menatap ke arah danau.
Saat aku membuka mataku tuan sudah tidak ada lagi di dalam danau dia sudah pergi entah kemana.
"Apa tuan pergi sendirian?!! aku harus segera membantunya."
Setelah mendengar suara itu aku langsung pergi untuk mencari tuan, aku melewati rute yang sebelumnya aku beri tahu padanya, karena cuma itu satu-satunya jalan yang mungkin dia lewati.
"Ini jejak tuan, dia sebelumnya melewati jalanan ini, itu artinya tuan memang menuju ke arah pintu lantai." Ucapku sambil menatap telapak kaki besar yang ada di tanah.
Aku memasukinya tanpa ragu dan langsung berlari agar cepat sampai, beberapa kali aku merasakan getaran yang cukup kuat seperti ada sesuatu yang sedang bertarung padahal aku masih jauh dari tempat itu.
"Aku harus cepat!"
Dari semua getaran yang kurasakan tuan pasti sangat terdesak, aku terus mempercepat langkahku menuju ke tempat tuan untuk membantunya.
.
.
.
"Hah! apa yang terjadi?!" ucapku kebingungan.
Aku sudah tiba di belokan kelima sebelum akhirnya sampai di depan ketujuh jalur lorong tinggal dua belokan lagi aku akan sampai di tempat tuan, tapi aku sama sekali tidak merasakan ada pertarungan yang terjadi, semua raungan dan getaran yang kurasakan dari pertarungan sebelumnya sudah benar-benar tidak terasa lagi.
"Apa tuan sudah selesai? Y-yahh... tuan memang hebat, kalau begitu aku sebaiknya menemuinya."
Aku kembali berlari melanjutkan perjalanan menuju ke tempat tuan, tapi tidak tergesa-gesa seperti sebelumnya aku hanya berlari dengan kecepatan sedang karena pertarungan sepertinya sudah selesai dan juga aku yakin kalau tuan tidak akan kalah dengan monster-monster itu.
.
.
__ADS_1
.
"Tuan? Anda di sini? hah! kosong?!"
Kenapa tidak ada bekas pertarungan di sini? padahal aku sangat yakin pertarungan itu terjadi di sini lalu di mana tuan?
Saat aku sampai di depan ketujuh lorong aku sama sekali tidak melihat keberadaan tuan bahkan tidak ada sedikitpun bekas pertarungan yang terjadi di tempat ini, padahal seharusnya pertarungan sepertu pasti meninggalkan jejak serangan yang besar.
"Apa yang kau lakukan di sini Sira?" ucap seseorang dari belakang.
"Ha!"
Aku sangat kaget mendengar suara seseorang yang menyapaku dengan datar dari belakang bahkan tanpa harus melihat ke arah orangnya aku sudah tau siapa dia; dia menatapku dengan tajam dan datar, karena itu adalah kepribadiannya.
Sial kenapa dia bisa ada di sini? apa jangan-jangan dia sudah bertemu dengan tuan? apa yang terjadi pada tuan? ini gawat.
"Apa seperti itu caramu menyapa teman lama?" ucapku sambil berbalik menatapnya.
Orang yang tidak ingin aku temui saat ini ada di hadapanku, dia orang yang sangat berbahaya terutama untuk tuan, senak mendengar suaranya pikiranku benar-benar sangat kacau.
...
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanyanya sekali lagi.
"kau terlalu kaku, apa kau tidak bisa sedikit le.../
"Jika tidak ada kepentingan sebaiknya pergilah dari sini, aku tidak menerima tamu." Ucapnya memotong ucapanku.
Cih... kau harus belajar tata krama dalam berbicara, kau pikir aku betah di tempat ini! jika bukan karena tuan aku pasti sudah pergi dari sini, melihat wajahmu membuatku ingin muntah.
"Bagaimana denganmu, apa yang kau lakukan? tidak biasanya kau berkeliaran seperti ini." Tanyaku padanya.
Aku harus mencari tau tentang tuan, apa dia sudah menangkapnya atau tidak, jika belum sebaiknya aku mencari tuan sebelum dia yang akan menemukannya.
"Ada sesuatu yang harus kuurus." Jawabnya.
"Sesuatu? apa maksudmu?"
"Kau tidak perlu tau, pergilah dari sini." Ucapnya sambil berjalan pergi meninggalkanku.
Sesuatu apa yang dia maksud? apa jangan-jangan dia masih belum menangkap tuan, kalau begitu aku harus segera menemukan tuan.
Aku langsung bergegas pergi untuk mencari tuan sesegera mungkin, jika orang itu ada di sini itu artinya lantai ini sudah tidak aman lagi untuk tuan.
.
.
.
"Sial aku tidak bisa menemukan satupun jejak telapak kaki tuan."
Tempat ini penuh dengan tikungan dan lorong-lorong yang membingungkan jadi sangat sulit untuk menemukannya walaupun tuan sangat besar.
Aku tidak bisa melacak keberadaannya, bahkan aku tidak bisa merasakan aura kekuatannya, tuan pasti sedang bersembunyi di suatu tempat, aku harus cepat.
Aku terus menyusuri jalanan dan lorong-lorong yang ada, aku berlari dan melompat berusaha untuk mempercepat pergerakanku.
"Apa jangan-jangan tuan sudah sampai dan bersembunyi di gua? kalau begitu sebaliknya aku memeriksanya terlebih dahulu."
[ Teleport ]
Aku menggunakan sihir teleport agar tidak membuang-buang waktu, saat ini sedetik saja waktu yang berjalan sangat berharga untuk keselamatan tuan, jika aku terlambat dia pasti akan segera ditemukan oleh orang itu.
...
"Tuan!! anda di sini?!"
"Tuan?!"
"Tidak ada jawaban, tuan masih belum tiba di sini, kalau begitu akan kucari diluar sekali lagi."
__ADS_1
[ Teleport ]
...
Aku kembali menggunakan teleport ketempat sebelumnya untuk menelusuri jalanan yang belum kuperiksa.
"Tuan?!!"
"Apa dia ada di sana?" ucapku sambil melihat ke arah salah satu lorong.
Aku kemudian memasuki lorong besar itu untuk mencarinya, di sekitar sini hanya itu satu-satunya lorong yang berdiameter cukup besar untuk dilewati tuan.
"Kalau tidak salah jalanan ini masih terhubung dengan ruangan ketujuh lorong menuju lokasi pintu lantai 75." Ucapku sambil mengamati secara mendetail setiap sudutnya.
Dengan terus berlari dan mengamati aku berusaha mencari keberadaan tuan, labirin benar-benar sangat menyusahkan setiap lorongnya selalu ada banyak belokan dan jalanan di setiap sisinya.
Walaupun demikian aku tetap harus fokus dan tidak terpengaruh dengan banyaknya jalanan yang ada, aku hanya berfokus pada jalanan yang dapat dilalui oleh tuan.
"Apa itu?" ucapku sambil menatap ke arah jalanan besar yang ada di sampingku.
"Tuan? di sini rupanya dia bersembunyi, tapi apa yang dia lakukan?
"Tuan?! ken... aaa!!!"
"Aaa!!!"
Saat aku menyapanya tuan tiba-tiba menerkamku dengan cepat, tubuhku yang kecil langsung masuk ke dalam mulutnya.
"T-tunggu tuan!!"
Aku akan mati, aku akan mati, aku akan mati, aku akan mati, aku akan mati, aku akan mati.
"Aku tak mengira hidupku akan berakhir di mulut majikan sendiri."
Aku berusaha berpegangan erat pada lidahnya agar tidak jatuh ke tenggorokannya, tapi sangat sulit untuk menemukan pegangan yang sesuai di sini sangat licin penuh dengan air liur salah sedikit aku pasti tergelincir dan menjadi makanan pembuka.
Bug
Mengerikan mengerikan mengerikan, dia ingin memakanku.
Setelah beberapa saat kemudian tuan memuntahkanku keluar dari mulutnya, melihat taring-taringnya itu sudah menjadi keseharianku, tapi sekarang rasanya sangat menyeramkan.
Tuan mengajakku pergi dari tempat ini setelah tadi berbincang-bincang sebentar denganku, dia tidak kembali ke persembunyian awal, tapi pergi ke lantai 75 dan langsung mencari tempat yang persembunyian yang baru.
Aku sedikit mengambil jarak dengannya, taring-taring itu masih sangat menghantui pikiranku.
.
.
.
"Huhh... sampai!" ucap tuan.
Cukup lama kami berlari tuan akhirnya memilih sebuah tempat yang jauh dari pintu lantai, sebuah tempat yang berada di jalan buntu awalnya sangat gelap di sini, tapi karena tuan dapat menyemburkan kristal es tempat ini menjadi sangat terang, tuan bahkan juga menutup sisi lainnya dengan tembok yang tebal dan menyamarkannya.
"S-sebenarnya ada apa tuan? apa ada sesuatu yang terjadi?" tanyaku padanya.
"Yahh... bukan apa-apa... hehehe, ngomong-ngomong dari tadi kau pergi ke mana Sira? kenapa kau tiba-tiba saja menghilang?"
Sepertinya tuan sedang berusaha menghindari sesuatu, apa mungkin...
Melihat tingkah laku dan keadaan tuan hanya ada satu kemungkinan yang terjadi ini pasti ada hubungannya dengan orang itu, dia lebih waspada dari biasanya di tambah lagi orang itu ada di lantai yang sama jadi hampir mustahil jika dia tidak melihatnya walau hanya sekilas.
"Dari tadi saya mencari anda tuan, apalagi sebelumnya saya mendengar suara raungan yang sangat keras." Jawabku.
"Ooh jadi begitu, yahh... sebelumnya memang ada sedikit perkelahian kecil hehehe, maaf ya." Ujarnya sambil tertawa kecil.
Ternyata benar saja kalau tuan sebelumnya sedang bertarung, mengingat saat kami melewati pintu lantai aku tidak melihat ada satu pun monster yang berkeliaran, padahal sebelumnya sangat banyak monster besar di sana.
"Untuk sekarang ini akan menjadi tempat peristirahatan yang baru, tapi kita tidak akan tinggal lama di sini, kita akan langsung pergi setelah cukup istirahat." Ujarnya sambil me
__ADS_1
"Baik, tuan."
...~•~...