
"A-anu… se-sebenarnya aku sedikit berpikir jika tebing ini runtuh itu akan membuat kita lebih mudah untuk mencapai dan mengeluarkan mereka... t-tanpa harus terlalu lama melewati lorong yang gelap…" ucap nona berangsur pelan sambil mengetuk-ngetuk jari telunjuknya dengan malu-malu.
Setelah cukup tercengang dengan ucapan nona Shea sebelumnya aku akhirnya bisa bernapas dengan tenang saat nona menjelaskan ucapannya itu, begitupun dengan lelaki payah di sampingku yang juga sudah terlihat mulai mengerti dengan maksud perkataan nona.
Secara inti mungkin nona Shea hanya tidak nyaman berada dalam gua yang cukup gelap ini, dapat dilihat dari ekspresi dan gerak tubuhnya yang mulai mengetuk-ngetuk jari telunjuknya sembari menurunkan sedikit sayapnya ke depan dengan malu-malu.
"Haah, nona anda takut?" tanyaku sambil sedikit menghela napas.
"T-tidak, untuk apa aku takut hehe…" ucap nona sambil berjalan dengan percaya diri.
Ha… benarkah? bagaimana dengan ini,, ucapku sambil menendang batu kecil ke arah kaki nona.
"Hi-ii!!" jerit nona Shea sambil berjongkok memegangi kepalanya.
Sadar dengan tingkah nona yang sedikit berbeda aku kemudian bertanya padanya apakah dia sedang takut atau tidak, tapi nona malah bersikap sangat percaya diri dengan menerobos kami berjalan lebih dulu menyusuri lorong gua.
Terlihat mencurigakan dengan gerak-geriknya aku kemudian menendang sebuah batu kecil yang tepat mengenai pinggang nona Shea, dan itu membuatnya langsung terhenti sambil sedikit menjerit lalu berjongkok sambil memegangi kepalanya dengan gemetar.
...
"Hahh, sudah kuduga" ucapku sambil menatap ke arah nona Shea. ("•_•)
"Kenapa orang sekuat dia bisa takut pada hal sekecil ini?" tanya lelaki manusia itu padaku.
"Entahlah… tapi, seperti itulah sifat lain dari dirinya" sahutku sambil menghampiri nona Shea.
Melihat reaksi nona Shea itu aku menjadi sangat yakin bahwa nona sebenarnya memang sedang takut, tapi yahh… nona Shea mungkin malu untuk mengakui bahwa dirinya memang takut dengan kegelapan dan itu juga membuat pria payah di sampingku kebingungan dengan apa yang terjadi pada nona Shea.
Tapi memang seperti itulah sifat dari nona Shea tak peduli seberapa kuat dirinya nona selalu bersikap layaknya seorang anak-anak dan kadang juga terlihat seperti seorang wanita dewasa, dan kekuatan sama sekali tidak mencerminkan kepribadian seseorang.
…
"Ekhem... tenanglah nona itu hanya batu." •_•
"Sira… hiks… aku tidak suka tempat ini, di sini sangat gelap…!" ucap nona Shea berbalik menatapku dengan mata yang berair.
Ah ini berbahaya, nona sangat imut. ("•_•)
__ADS_1
"Haaah, kenapa anda takut dengan hal seperti itu nona?" tanyaku sambil menghela napas.
"Mana aku tau!! hiks… aku tidak suka keadaan seperti ini!"
Melihat nona Shea yang masih gemetar memegangi kepalanya aku kemudian perlahan berjalan mendekat lalu menepuk pundaknya, tapi saat nona berbalik menatapku wajahnya terlihat memerah dengan genangan air di matanya dan itu jelas terlihat memancarkan aura yang berada di luar nalar. ("•_•)
Jujur saja aku sendiri sangat kebingungan dengan sikap nona Shea itu, tapi saat aku bertanya kepadanya tentang itu nona Shea hanya bilang tidak tau dan karena dia tidak menyukai situasi ini, mendengar itu sesaat pikiranku terasa berhenti karena aku sudah cukup kebingungan dengan itu, sekali lagi perasaan wanita sulit untuk dipahami.
"Sudahlah nona, untuk apa anda takut nona? anda bisa menyinari seluruh lorong ini dengan kristal es bukan? sama seperti saat anda berada di labirin" ucapku sambil mengetuk-ngetuk pundaknya.
"Oowhh!! benar!! kenapa aku bisa lupa itu?!! hehehe" ucap nona bersemangat sambil bangkit kembali dengan mengepalkan kedua tangannya.
Suasana hatinya sangat cepat berubah •_•
Sambil menepuk-nepuk pundak nona aku kemudian mengingatkannya saat dia berada di dalam labirin dan membuat labirin itu bersinar terang karena kristal es yang tersebar di penjuru lantai, dan tidak ada yang perlu ditakuti dari sekedar keadaan yang gelap karena dia bisa menyinarinya dengan sangat mudah.
Setelah mendengar itu sontak saja nona Shea langsung bangkit dengan cepat dan bahkan raut wajahnya telah berubah drastis menjadi sangat bersemangat dan percaya diri seolah rengekannya hanya sekedar angin lalu, aku benar-benar tidak habis pikir dengan tingkah laku nona Shea itu, seolah-olah perasaannya berada di atas telapak tangan yang dapat dengan mudah dia balikkan sesuka hatinya.
" … "
Cling Cling...
"… yosh!! ayo kita lanjutkan!!" sambungnya berjalan dengan sangat percaya diri.
…
"A-apa yang terjadi? apa yang dia lakukan?" ucap lelaki di sampingku sambil tercengang.
Sempat terdiam sejenak dalam keheningan seketika saja seluruh lorong gua gelap ini berubah menjadi lorong putih terang dengan dinding dan langit-langit yang dilapisi oleh kristal es yang bersinar.
Setelah berhasil merubah kegelapan gua dengan cahaya terang dari kristal es nona Shea langsung terlihat sangat senang dan bahagia dengan senyuman lebarnya yang mengarah pada kami, nona Shea kemudian melanjutkan perjalanan menyusuri lorong gua dengan sangat percaya diri, meskipun nona menjadi sangat bersemangat, tapi tidak dengan lelaki payah di sampingku yang terlihat sangat tercengang dengan apa yang nona Shea lakukan.
"Ha? ini cuma es, memangnya ada apa?" tanyaku padanya.
"Tidak, aku tau itu es, tapi ini bukan es biasa… jika kita melakukan sihir es di tempat tertutup es itu tidak lebih dari sekedar kristal yang terlihat bening ataupun putih dan akan pernah memancarkan cahaya seperti ini… sebenarnya sihir seperti apa yang baru saja dia lakukan?" ucap lelaki manusia itu sembari mengamati keadaan lorong gua.
"Hahahaha!! ternyata kau orang yang cukup jeli untuk melihat keanehan itu, jika kau penasaran dengan itu cobalah untuk mengingat sihir apa saja yang bisa memancarkan cahaya selain api?"
__ADS_1
"Selain 'api' mungkinkah petir? tidak! tunggu sebentar! apa mungkin…?! kau pasti bercanda bukan?"
"Jangan terlalu banyak berpikir anak muda, kau tidak akan sanggup untuk memikirkannya, bahkan aku yang sudah lama bersamanya masih sangat kebingungan dengan kekuatan yang dimiliki oleh nona Shea" ucap padanya sambil berjalan mengikuti nona Shea.
"H-hei tunggu dulu, kau belum menjelaskannya …/"
"Jangan sampai tertinggal bocah, kita tidak tau kapan bahaya akan datang" ucap memotong perkataannya sambil terus berjalan menyusul nona Shea.
Dengan ekspresi wajah yang kebingungan orang itu terus berkata-kata mengungkapkan keanehan yang dia lihat pada sihir nona Shea, mendengar setiap ucapannya itu aku kemudian tertawa keras kemudian sedikit memujinya karena awalnya aku mengira jika dia orang yang payah, tapi ternyata dia cukup jeli untuk melihat keunikan dari sihir nona Shea.
Setelah cukup puas tertawa padanya aku kemudian memberikan sedikit petunjuk padanya tentang sihir yang bisa memancarkan cahaya terang, dan tentunya hanya ada sedikit sihir semacam itu di dunia ini, dan aku sudah menyederhanakan pertanyaanku itu agar dia lebih mudah untuk menjawabnya.
Meskipun sempat terdiam untuk berpikir dan bergumam mengemukakan pendapatnya dia akhirnya bisa menebaknya, walaupun manusia itu terlihat sangat tidak percaya dengan apa yang dia pikirkan, ya itu adalah sihir cahaya sesuatu yang mustahil untuk dikuasai oleh kami para monster, bahkan untuk manusia ataupun ras makhluk hidup lainnya sihir cahaya adalah sebuah elemen sihir yang mustahil untuk dilakukan.
Bisa dibilang sihir cahaya adalah salah satu elemen langka yang tidak bisa dimiliki oleh setiap orang, kecuali oleh mereka yang sudah memiliki pertimbangan sejak lahir seperti faktor keturunan yang membuat mereka bisa menggunakannya, dan biasanya mereka yang memiliki sihir cahaya adalah orang-orang dari golongan pendeta dan akan disebut sebagai gadis suci dan juga kesatria suci.
Meski begitu tetap saja mereka tidak akan pernah bisa menggunakannya dengan semena-mena, karena sihir cahaya adalah elemen sihir penyembuhan tingkat tinggi yang dapat berisiko pada kematian, kecuali mereka yang berasal dari golongan para roh seperti Frenya.
Dan itulah yang membuatku penasaran dengan kekuatan nona Shea karena jelas selama enam tahun nona selalu menggunakannya, bahkan terlihat seperti kegiatan sehari-hari dan sama sekali tidak berdampak apa-apa pada tubuh ataupun kesehatannya.
...
"Sebenarnya siapa gadis itu?" tanya manusia itu padaku dengan suara yang pelan.
"Entahlah aku pun penasaran dengannya" sahutku sambil terus berjalan di belakang nona Shea.
Yahh, siapakah sebenarnya nona Shea?
...🌺🌺🌺...
...~Perspective Zoe~...
Ini sangat mustahil untuk terjadi, siapa gadis bersayap ini? kenapa dia bisa menggunakan sihir cahaya?
Berjalan di belakang gadis putih bersayap itu dengan didampingi oleh monster harimau putih pikiranku sangat terguncang dengan apa yang telah terjadi di gua ini, gadis iblis yang kini bersamaku baru saja memperlihatkan sesuatu yang sangat menakjubkan, tapi juga sangat mencengangkan.
Gadis iblis bersayap itu mampu menggunakan sihir cahaya yang jelas tidak mungkin untuk dikuasai oleh sembarang orang, meski begitu dahulu ada seorang pendeta suci jenius yang mampu untuk menyederhanakan sihir cahaya menjadi sesuatu yang bisa digunakan oleh setiap orang, dan bentuk sederhana dari sihir cahaya itu adalah Healing.
__ADS_1
Akan tetapi jika yang digunakan oleh gadis itu memang benar adalah sihir cahaya lalu sebenarnya siapakah gadis itu dan dari mana dia bisa menguasainya? pertanyaan itulah yang membuat pikiranku sangat terguncang.
...🥀🥀🥀...