I Was Reincarnated As A Dragon

I Was Reincarnated As A Dragon
Chapter 92: Si Naga Cantik Mencium Bau Menyengat.


__ADS_3

Setelah semua gerak-gerikku terbongkar oleh Sira aku tidak ada alasan untuk merahasiakan itu lagi, aku juga baru tau kalau Sira bisa mengomel seperti itu padaku karena biasanya Sira selalu membiarkan apapun tindakan yang aku lakukan walaupun harus menyakiti diri sendiri, tapi itu hanya terjadi saat sekarang semenjak aku tidak bisa menggunakan sihirku dengan leluasa, jika aku sudah bisa menggunakan kekuatanku aku tidak akan seperti sekarang meskipun itu tergantung keadaan hehe.


Hm… kira-kira ada apa di hutan sebelah sana? auranya sangat tidak mengenakkan!


"Huh… ayo naik Sira sebaiknya kita berkeliling dulu mungkin masih ada orang yang perlu di selamatkan" ucapku pada Sira.


Sudah cukup beristirahatnya aku kemudian mengajak Sira untuk pergi berkeliling di hutan untuk mencari tau apakah masih ada orang yang terjebak di dalam hutan, terlebih lagi aku merasakan aura yang tidak biasa dari dalam hutan walaupun jaraknya berada cukup jauh dari tempatku saat ini.


"Tentu nona hup ahh!" sahut Sira melompat naik ke kepalaku.


"Baiklah apa kau sudah siap Sira?" ucapku sambil melebarkan sayapku.


"Anu nona…! kita cuma berjalankan?"


"Hum… hehehe" gumamku seraya tertawa kecil.


"S-saya akan mengikuti dari bawah saja" ucap Sira kembali turun ke bawah.


"Ehhhh!! kenapa?!" tanyaku terkejut sambil cemberut.


"Seharusnya anda tidak perlu menanyakan itu lagi" sahut Sira menghela nafas.


"E-eh! ya… hehe…" tawaku sambil sedikit menggaruk kepala.


Aku hampir lupa kalau Sira tidak suka terbang. "•_•


Karena aku merasa ada sesuatu yang terjadi di dalam hutan meminta Sira untuk naik ke kepalaku sana seperti sebelumnya, dan dengan cepat Sira kemudian melompat mendarat di bahuku lalu naik ke atas kepalaku diantara sela-sela tandukku, tapi saat aku melebarkan sayapku untuk terbang Sira kembali berdiri dan turun setelah tau aku akan terbang walaupun aku sempat kaget dengan itu, tapi aku lupa kalau Sira tidak suka dengan ketinggian hehehe.


"… um… tapi, aku sedang ingin cepat… owh!! begini saja bagaimana kalau aku menaikimu? jadi kita tidak perlu harus terbang, tapi tetap bisa pergi dengan cepat!" kataku mengusulkan sembari menepuk tanganku.


"Hm… itu ide yang bagus nona, saya merasa tidak enak terus-terusan berada di kepala anda."


"Masalah itu tidak perlu dipikirkan lagipula aku menyukai itu hehe."


...


"Ya baiklah nona, hup! groaahhh!! silahkan naik nona!" ucap Sira melompat ke udara kemudian berubah ke wujud harimau besarnya.


"Ookeh!"


Hum... aku lebih suka suaranya saat dia masih terlihat kecil. "•_•

__ADS_1


Tanpa berlama-lama setelah Sira berubah ke wujud semulanya sebagai harimau besar aku langsung duduk di atas punggungnya dengan posisi menyamping dua kaki di sebelah kirinya sambil berpegangan pada bulu di lehernya, suara Sira menjadi lebih besar dari saat dia menjadi anak harimau yang memiliki suara lebih kecil dan menggemaskan, tapi tekstur bulunya masih lembut sama seperti sebelumnya jadi aku tidak masalah dengan itu hehehe.


"Jadi, kita akan pergi ke mana nona?"


"Lurus saja ke sebelah sana, ikuti jejak darah orang-orang tadi!" jawabku sambil menunjuk ke arah kananku.


"Baik nona" sahutnya sambil melompat dengan cepat.


Walaupun di sini tidak ada bercak darah dari tiga orang itu tentunya karena mereka tidak melewati jalan ini, aku meminta Sira untuk mengikuti aroma darah dari jalanan yang pernah di lewati oleh ketiga wanita itu, selain aura aneh yang kurasakan aku sedikit penasaran dengan orang-orang itu yang terlihat begitu ketakutan sambil menyebut tentang iblis ketika melihatku.


Meskipun sedikit menyakitkan rasanya mendengar itu karena aku memang bukan iblis ya… aku ini monster ( monster naga yang cantik, imut, dan tentunya baik hati ) berbeda dengan iblis yang terkesan seperti penjahat, aku penasaran tentang apa yang terjadi pada mereka sebelum bertemu denganku karena aku merasa jika itu hanya sekedar dikejar monster seharusnya tidak seperti itu.


Setelah aku naik dan berpegangan Sira kemudian melompat lalu berlari dengan cepat mengikuti aroma darah itu sesuai dengan ucapanku, ini cukup menyenangkan dan sayangnya terlalu banyak guncangan dalam langkah kakinya.


...*****...


"Sira berhenti!"


"Baik nona!"


Aura memuakkan apa ini? tidak bukan aura! tapi aroma, benar-benar tidak enak!


Luas tempat ini hanya sekitar lima meter saja dari pohon yang satu ke pohon yang lainnya dan kami tepat berada di tengah-tengah tanah tanpa rumput ini dengan aroma tidak sedap yang menyebar di sekitaran kami berdiri saat ini.


"Undead!" ucap Sira berjalan bolak-balik di depanku seolah merasakan sesuatu.


"Undead? hum… maksudmu mayat hidup?" ucapku kebingungan.


"Ya seperti itulah, mayat yang dihidupkan kembali menggunakan sihir pengikat" jawab Sira.


Mungkin seperti zombie. °-°


Setelah berhenti Sira terus-terusan berjalan bolak-balik di depanku dengan ekspresi wajah yang terlihat serius seolah dia merasakan sesuatu yang membahayakan, dan setelahnya Sira kemudian terdengar menyebutkan undead atau mayat hidup sambil menatap ke satu arah di depanku.


Sira pasti juga mencium bau yang sama seperti yang aku rasakan benar-benar bau yang menjijikkan, undead atau mayat hidup singkatnya zombie baunya sangat menyengat karena memang begitulah aroma mayat hidup setidaknya dari buku yang pernah aku baca, karena ini baru pertama kalinya aku mencium bau mayat hidup. •_•


"Aroma mereka begitu pekat! apa mungkin mereka sedang berkumpul?" kataku seraya bertanya.


"Sepertinya begitu/"


HARGHHH!!!

__ADS_1


Crakkk


"Huhh… serangan yang payah…" ucapku setelah memukul kepala tengkorak mayat hidup.


...


Saat sedang berpikir dan merasakan aroma busuk di sekitarku tiba-tiba saja dari arah belakangku muncul seorang mayat hidup yang langsung menyerangku dengan sebilah pedang di tangannya dan tentunya menyerangku tidak akan semudah mengupas kulit kacang, aku langsung memukulkan tangan kananku yang tepat menghancurkan kepalanya hingga tengkorak basahnya berhamburan dan kembali tewas.


Sementara Sira masih terdiam karena terkejut dengan serangan itu, Sira mungkin kesulitan untuk memprediksi arah serangan zombie itu karena penciumannya terhalang bau yang menyengat, dan juga mungkin saat dia menyadari serangan itu aku sudah terlebih dahulu menghancurkan tengkorak zombie itu sebelum dia sempat untuk bergerak, yah… aku ini memang hebat bahkan hantu pun akan merasakan mati untuk kedua kalinya jika berhadapan denganku hehehe.


"… hm… bau apa ini? eh! waaa!! tanganku! tanganku!! tidaakkk!! hiks… haaa… Siraa! tanganku kotor" ucapku merengek menutup mata sambil mengulurkan tangan kananku.


"Y-yahh… tunggu sebentar…"



"… baiklah sudah bersih nona."


"Yee! terima kasih Sira, kupikir aku akan mati karena baunya" ucap sambil menatap ke bawah dengan ekspresi kesedihan.


"Saya rasa itu terlalu berlebihan nona" sahut Sira. •_•


"Hehehehe" tawaku sambil menggaruk-garuk kepalaku.


Memukul mayat hidup itu benar-benar sangat tidak meresahkan otak dan cairannya yang berbau busuk menempel di tangan kananku dengan aroma yang tercium jelas sangat tidak menyenangkan, dan karena bau busuk itu aku sedikit merengek sambil menutup mata dengan tangan kiriku seraya mengulurkan tanganku yang kotor pada Sira memintanya untuk membatu membersihkannya, rasanya sedikit memalukan seperti itu, tapi aku tidak tahan dengan baunya.


Jika hanya kotoran kurasa itu tidak masalah, tapi itu bahkan lebih buruk dari kotoran, benar-benar sangat menjijikkan dan setelah sedikit menunggu Sira akhirnya selesai membersihkannya dengan gelembung-gelembung sihir air yang menempel di tanganku itu sangat melegakan, seandainya aku bisa menggunakan sihirku lagi aku tidak akan memintanya melakukan itu karena itu memalukan terlebih lagi tubuhku sedang tidak memungkinkan untuk menggunakan sihir karena rasa sakitnya masih belum hilang, dan juga aku tidak ingin Sira mengomeliku karena aku melakukan itu lagi.


"Hei Sira ayo kita lanjutkan, sepertinya ada sesuatu di arah sana" ucapku menunjuk ke depan.


"Ya… saya juga merasakan itu, mereka benar-benar sedang berkumpul" sahut Sira.


"Mau mencoba mencari tau?" tanyaku padanya.


"Tentu nona." sahutnya sekali lagi dengan sedikit membungkuk.


"Tapi, sebaiknya kita jangan dekat-dekat dulu, cukup awasi dari jarak yang aman saja… aku tidak ingin membuat gaunku kotor dan bau" ucapku sambil menaiki punggung Sira.


Tidak hanya ada satu, dua, atau tiga undead yang dapat kurasakan, tapi ada banyak aroma yang tercium bergerak dari arah depanku dan itu diperkuat dengan banyaknya burung-burung dan hewan, serta monster kecil yang berlarian menghindar dari hutan di depanku, dengan tekad dan semangat yang mantap aku kemudian memutuskan untuk menyelidiki apa yang sebenarnya sedang terjadi di hutan itu, walaupun aku tidak siap untuk kembali kotor dan bau karena berhadapan dengan zombie menjijikkan itu.


...🌹*****🌹...

__ADS_1


__ADS_2