
Ah... dia tampaknya sedang kesal. ("^_^)
"Ya tidak masalah, lagipula itu yang terbaik" ucapku sambil kembali duduk memotong sayuran.
"Ada apa Toki?" tanya Sam padaku.
"Tidak, bukan apa-apa" sahutku padanya.
Terdiam di bahwa pohon sembari menggembung pipinya sambil mengaduk-aduk tanah dan rumput Shea terlihat kesal dan tidak suka dengan ucapanku yang melarangnya untuk ikut memasak, meskipun begitu dia tetep menurutinya dan itu sangat menggemaskan, sebenarnya aku ingin dia membantuku untuk memasak karena aku tidak suka dengan gaya memasak para lelaki payah di sampingku, tapi melihat kulitnya yang masih memerah karena rantai di lehernya aku tak tega meminta bantuannya terlebih lagi Shea telah banyak membantu kami, dan aku tidak ingin merepotkannya hanya karena hal kecil setidaknya dia bisa berteman dengan Noel yang sama-sama tidak ada kerjaan.
Aku kemudian mencincang kecil semua sayuran yang tersisa di tasku sementara Sam, Kaov, dan Jaz membersihkan jamur yang mereka dapatkan, begitupun juga dengan Kroz dan Nath yang sedang meniup bara api untuk mendidihkan air dan membakar beberapa jamur.
***
"Hahh… akhirnya selesai, sisanya tinggal menunggu supnya matang."
"Kami juga akan segeralah selesai" ucap Nath membersihkan tangannya.
"Apa itu memang bisa dimakan?" tanyaku padanya.
"Jangan meragukan masakan laki-laki" sahut Kroz dengan penuh kebanggaan.
Justru karena itu aku meragukannya.
Setelah airnya mendidih aku kemudian memasukkan daging ikan yang sudah Shea iris ke dalamnya bersama dengan sayuran rempah-rempah dan jamur-jamur sebelumnya, aku juga menusuk sebagian daging ikan untuk dipanggang di samping perapian yang ada dan akhirnya aku selesai memasak dan hanya perlu menunggu masakan itu matang, begitupun dengan Nath dan juga Kroz yang ikut memanggang beberapa tusuk jamur seukuran kepalan tangan anak kecil di samping pangganganku, tapi aku sedikit meragukan jamur itu karena warnanya yang tidak biasa dan agak mencurigakan dengan banyak totol merah, dan untuk sebuah harga diri Nath dan Kroz terlihat sangat sepakat dengan penuh kebanggaan pada makanan itu, setidaknya aku berharap mereka tidak berjalan miring saat memakan jamur itu.
***
Hahh... panas!
"Hm... rasanya ada yang kurang."
"Eh! Shea!" ucapku terkejut.
"Apaa? aku tidak dilarang mencicipikan?" ucap Shea masih sambil cemberut.
"Y-ya tidak hehe."
Ah benar juga, tadi aku lupa memasukkan gula dan garam, pantas saja rasanya hambar. ("•_•)
"Ahh… aku berharap bisa ikut membantu kalian" ucap Noel sambil berjalan ke dekatku.
"Tidak apa... jika ingin belajar mulailah dari hal kecil… nenekku pernah bilang keahlian memasak adalah kemampuan yang wajib dimiliki oleh perempuan, karena itu akan dibawa sampai dia berkeluarga… em rasanya sudah jauh lebih baik" ucap Shea sembari mencicipi kembali masakanku.
Nenek? apa Shea punya keluarga?hm... apa mungkin maksudnya keluarga angkat?
"Aku akan berusaha" sahut Noel pada Shea.
"Berusahalah" ucap Shea sambil tersenyum.
Setelah beberapa menit menunggu dan mengaduk sup yang aku buat, aku kemudian mundur dari kobaran api itu sembari menyapu keringatku yang bercucuran karena harus terus berdekatan dengan bara api yang berkobar, tapi di saat aku ingin duduk di atas batu yang tidak jauh dari tempatku memasak Shea tiba-tiba saja berada di dekat panci sup yang bertengger di perapian lalu mencicipinya, dan itu sangat mengejutkanku karena sebelumnya Shea masih berada di bawah pohon bersama dengan Noel dan naganya, tapi sekarang mereka sudah berada di dekatku, sementara itu Kroz dan Nath terlihat santai bersandar di batu dekat sungai begitupun juga dengan Sam dan yg lainnya.
Saat Shea mencicipi rasa sup itu untuk yang kedua kalinya aku baru menyadari bahwa aku lupa untuk memasukkan garam dan gula di dalamnya jadi wajar saja jika Shea mengeluarkan ekspresi wajah yang terlihat heran dengan supku, melihat Shea memasukkan kedua bahan itu Noel kemudian berjalan mendekatiku dengan wajah yang menunjukkan ekspresi tidak enak karena tidak bisa membantu apapun.
Setelah memasukkan bahan yang kurang Shea langsung mengaduknya dengan pelan sambil mencicipinya sekali lagi untuk memastikan rasanya, Shea juga tersenyum menanggapi perkataan Noel yang tidak bisa membantu apa-apa, dia juga memberikan nasehat kecil pada Noel dan aku setuju dengan ucapannya itu, tapi aku cukup terkejut mendengar Shea memiliki nenek, karena jika diingat perkataannya yang sebelumnya dia berasal dari ras monster naga dan itu membuatku sedikit berpikir tentang siapa Shea yang sebenarnya, satu-satunya yang bisa aku pikirkan adalah sebuah keluarga angkat.
Ya... nanti akanku tanya.
"Hm… tampaknya sudah matang" ucapku sambil memeriksa ikan yang aku bakar.
"Owh! kalau begitu aku akan mengambil kepalanya... hey Blue ambil ini!" ucap Shea mengambil bagian kepala ikan bakar.
"Eh!" ucapku terkejut.
Groah...
__ADS_1
"Blue?" kataku kebingungan.
"He hehe… tadi Shea memberinya nama" sahut Noel senyuman yang seolah terpaksa.
Ah... m-memangnya itu hewan peliharaan?
"Hehehe… naga baik" ucap Shea tersenyum sembari mengelus kepala naga itu.
Dia memang hebat.
Kebingungan dengan nenek yang Shea maksud aku kemudian berjalan mendekati panggangan ikan yang berjejer rapi di dekat bara-bara api yang panas dengan terus terbayang-bayang ucapan Shea itu, aku kemudian berjongkok di depan panggangan itu lalu membalik-balikkannya agar matang secara merata, dan setelah menunggu beberapa menit akhir semua ikan dan juga sup yang dimasak sudah matang dan siap untuk dimakan.
Akan tetapi, aku cukup terkejut saat Shea tiba-tiba mengambil potongan kelapa ikan bakar lalu pergi ke arah naganya dan langsung melemparkan kepala ikan itu padanya, naga itu terlihat sangat berbeda saat berada di dekat Shea dia terlihat tidak berbahaya bahkan aku sama sekali tidak merasakan adanya bahaya dari monster itu padahal naga adalah monster kelas atas yang sangat mengerikan, tapi di hadapan Shea dia benar-benar terlihat seperti peliharaan rumahan yang sangat patuh, tapi sesuatu yang membuatku merasa bingung adalah nama yang disebutkannya untuk memanggil naga itu, aku tidak menyangka Shea akan menamainya, dia benar-benar membuatnya terlihat menjadi hewan peliharaan dan itu sangat membuatku kagum.
***
"Ini mangkuknya" ujar Sam sambil membawa beberapa buah mangkuk dengan sendoknya.
"Oh! terima kasih."
.
.
"Shea, mari makan" ucapku memanggil Shea.
"Owh! oke!" sahutnya sambil berjalan ke arahku.
"Ini untukmu" kataku sambil menyerahkan sup pada Shea.
"Terima kasih... emm! ini enak!" ucap Shea sembari memakan makanannya.
Sifatnya sangat kekanak-kanakan.
"Mau!! ehhh!! curang! aku lebih dulu!"
"Siapa cepat dia yang dapat" ujar Sam mengejek Shea.
""Hahahaha...!""
"Baik baik jangan khawatir supnya masih banyak lohh" ucapku sambil menuangkan sup ke mangkuk Shea.
"Wahh! emm!"
...
"Noel?"
"Eh! ehehehe" ucap Noel tertawa kecil.
Apa memang selapar itu? ("^_^)
...
Datang sembari membawakan beberapa buah mangkuk Sam kemudian juga membantuku untuk menghidangkan sup itu ke dalam mangkuk satu persatu, sementara teman-temanku yang lain duduk menunggu di sekitar api, tak seberapa lama kemudian semua makanan sudah siap dimakan aku langsung memanggil Shea yang masih sibuk bermain dengan naganya untuk makan bersama, dan dengan cepat Shea langsung mendekat lalu duduk bersama kami diikuti naganya yang juga duduk di sebelahnya, Shea kemudian langsung memakan sup dan ikannya dengan lahap tepat setelah aku menghidangkannya padanya bahkan dia menghabiskannya dengan sangat cepat.
Aku nyaris tidak percaya dengan sifatnya yang kekanak-kanakan, tapi aku menyukai itu karena Shea terlihat menggemaskan dan sifat itu sangat cocok untuknya, dikarenakan mangkuk Shea sudah kosong aku kemudian kembali ingin menuangkan sup yang baru karena dia terlihat masih lapar dan Shea terlihat sangat senang dengan itu, tapi tiba-tiba saja Sam menerobos mangkuk Shea dan membuatku menuangkan sup itu di mangkuknya, bahkan Sam juga sedikit mengejeknya yang sontak saja Shea langsung terlihat cemberut kesal dengan pipi yang menggembung dan itu membuat semua orang yang ada di sini tertawa.
Melihat itu aku kemudian kembali menuangkan sup ke mangkuk Shea dan dengan cepat ekspresi wajahnya langsung berubah menjadi sangat ceria, setelah itu aku kemudian menengok ke sampingku tempat Noel duduk dan makan untuk memeriksa isi mangkuknya karena sebelumnya dialah orang yang sangat kelaparan di kelompok ini, akan tetapi aku langsung terkejut saat melihat ke arahnya karena berbeda dengan kami yang hanya mengambil satu atau dua tusuk daging ikan, Noel malah mempunyai enam tusuk ikan bakar di mangkuknya bahkan dia terlihat masih ingin mengambil ikan yang ada jika saja aku tidak menatap ke arahnya, nafsu makannya benar-benar luar biasa. ("•_•)
***
"Ah!! hehehe perutku kembali terisi, terima kasih makanannya" ucap Shea sambil tersenyum puas.
Groah...
__ADS_1
"Shea"
"Ya ada apa, Toki?" sahutnya padaku sembari tersenyum.
"Apa kau punya keluarga?" tanyaku padanya.
"Tentu, aku punya…/" jawabnya.
"Maksudku keluarga kandung" ucapku memperjelas.
"Ya aku memilikinya, tapi… itu dulu, sekarang aku tidak tau apa yang terjadi pada keluargaku." jawabnya lagi.
"Memangnya ada apa dengan keluargamu?"
"Kalian pasti tidak akan percaya dengan apa yang aku ucapkan jika aku menceritakannya, yahh… meskipun begitu aku tidak bisa menceritakan itu pada kalian" jawab Shea menatap ke arah langit.
Masih terbayang dengan sosok nenek yang Shea maksud aku kemudian bertanya padanya tentang keluarganya, karena mungkin saja yang Shea maksud nenek ada seseorang keluarga angkat yang menjadikan Shea sebagai cucunya, dan agar tidak ada salah paham aku langsung memperjelas ucapanku bahwa yang aku maksud adalah keberadaan keluarga kandungnya bukan keluarga angkat, jika Shea memiliki keluarga angkat aku akan sangat memaklumi itu karena dia berasal dari ras monster naga, tapi jika itu adalah keluarga kandung, mungkin saja Shea sedang bermain-main tentang rasnya ataupun dia memang sengaja tidak ingin mengatakan yang sebenarnya tentang dirinya karena memang kami baru bertemu beberapa saat yang lalu.
Tapi, aku sangat terkejut saat mendengar Shea memiliki keluarga kandung bahkan dia mengatakan itu dengan tersenyum meski akhirnya terlihat murung, dan karena penasaran dengan keluarganya aku kembali bertanya pada Shea meskipun itu terkesan kurang sopan karena pertanyaanku seolah mengungkit hal pribadi, walaupun begitu Shea terlihat tidak ingin membicarakan karena suatu alasan yang tidak bisa dijelaskan.
"Hm... baiklah aku juga tidak bisa memaksamu untuk menceritakan hal pribadi, tapi apa aku boleh bertanya satu hal lagi?" ucapku padanya.
"Tentu saja" sahutnya sambil tersenyum.
"Sebelumnya aku minta maaf, tapi apa sebenarnya kau berasal dari ras iblis succubus?" tanyaku padanya.
"Eh!" °-°
"" … ""
"HAAHHHHHH!!!! tidak tidak tidak!! itu tidak mungkin!! aku sudah bilangkan aku ini naga! naaga!! lihat ini! ini! dan ini! aku juga bisa menyemburkan api dari mulutku!! TIDAKKK!! aku bukan succubus!!!"
GROAHHH!!
"I-iya baiklah baiklah aku mengerti."
"Agh! harga diriku hancur…" ucap Shea sembari tersimpuh. ( ꈍ_ꈍ)
…
"Memangnya kenapa kau bertanya seperti itu, Toki?" tanya Noel padaku.
"Y-ya bagaimana menjelaskannya ya, aku hanya bingung dengan keluarga yang Shea maksud… jika Shea dari ras monster naga bagaimana mungkin dia memiliki keluarga selengkap itu bahkan bisa mengatakan sesuatu, kau taukan, monster itu tidak bisa berbicara" jelasku pada Noel.
"Aku juga sedikit berpikir tentang itu, jika diperhatikan Shea lebih mirip dengan iblis succubus daripada naga, hanya saja dia tidak memiliki ekor" sahut Jaz ikut bicara.
"Dia memang membingungkan" sahut Kroz.
Merasa masih penasaran aku kemudian meminta izin terlebih dahulu untuk kembali bertanya padanya karena itu adalah pertanyaan yang kurang sopan dan Shea mengizinkannya sambil tersenyum, dengan sedikit meminta maaf aku langsung mengatakan pertanyaanku padanya yang menyangkut tentang apa ras Shea sebenarnya, dan semua orang yang berada di tempat ini terdiam dengan mata membulat terkejut mendengar ucapanku karena aku menyebut Shea sebagai ras iblis succubus dan tentunya itu hanya sebuah pertanyaan bukan berarti aku menganggapnya sebagai seorang succubus.
Dan Shea langsung membantahnya sembari berteriak-teriak menunjukkan tanduk, sayap, dan bahkan Shea juga membuka mulutnya lebar-lebar untuk memperlihatkan taring mungil yang ada di mulutnya, bahkan naga di belakang Shea terlihat ingin mengamuk melihat Shea berteriak dengan keras, bukan tanpa alasan aku berpikir seperti itu, tapi karena monster terutama untuk monster naga tidak mungkin hidup berkelompok walaupun mereka sangatlah peduli dengan naga lainnnya, terlebih lagi jarang ada monster yang bisa berbicara dan keluarga kandung yang Shea maksud benar-benar membuatku berpikir bahwa Shea bukan berasal dari ras monster naga.
"Hahh… mengenai keluargaku, aku sudah bilangkan kalian tidak akan percaya jika aku menceritakannya, lagipun itu bukanlah cerita yang bisa dicerna oleh akal sehat orang biasa dari dunia ini" ucap Shea bersandar pada tubuh naga sembari duduk merangkul kakinya.
"Dan mengenai bentuk fisikku, tanyakan saja pada Dewa yang membuatku seperti ini, aku tidak bisa menentukan seperti apa aku akan terlahir" sambungnya terlihat murung.
Groah...
"Hahh... setidaknya aku pernah merasakan hidup sepertinya, suatu hari nanti saat aku terlepas dari rantai ini akanku perlihatkan pada kalian siapa aku sebenarnya" lanjut Shea seraya mengelus naganya.
"M-maaf Shea, aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya/"
"Tidak apa, aku mengerti, aku juga minta maaf karena tidak bisa mengatakan hal yang lebih jauh dari ini."
...❄️❄️❄️❄️❄️...
__ADS_1