
"Apa hanya ini?! kalian cepatlah maju agar ini dapat diselesaikan dengan cepat."
"Kalian mengganggu waktuku." Sambungku.
Mereka sangat lemah.
Walaupun aku tidak menyukainya, tapi sepertinya keberuntungan masih berpihak padaku, mereka sangat mudah dikalahkan.
[ Winter Waves ]
Aku mengubah tanah, dinding dan langit-langit labirin menjadi es agar mereka tidak bisa menggunakan sihir-sihir ranjau mereka, rata-rata naga bumi pasti menggunakan sihir itu walaupun mereka masih bisa menggunakan tombak bumi untuk menyerangku, tapi ini sudah cukup untuk mengurangi pergerakan mereka.
"Sekarang apa yang akan kalian lakukan? apa kalian hanya diam ketakutan seperti tikus yang terpojok? kalian monster yang menyedihkan."
Para naga itu sepertinya sudah kehabisan akal untuk melawanku, tentu mereka monster mereka tidak miliki akal, mereka hanya berfikir menggunakan insting bertarungnya saja.
Graahhhhhh!!
Para naga itu maju secara serentak untuk menyerangku, tapi karena mereka berada di dalam ruang lingkup seranganku, aku dapat dengan mudah menghentikan pergerakannya dengan membekukan kaki mereka lalu menjepit tubuh mereka dengan kristal es.
"Rasakan ini!!"
Ssttt!!!
Aku menebas leher mereka dengan cakarku, seketika saja kepala mereka putus secara bersamaan, darah mereka mengalir deras melewati kristal esku, kepala mereka tergeletak tak jauh dari tubuhnya.
"Apa aku terlalu kejam? tidak tidak itu salah mereka sendiri."
Aku sedikit kasihan pada mereka, tapi karena ulah mereka suasana hatiku menjadi sangat buruk, jadi mereka pantas mendapatkannya.
Mungkin ini hanya kebetulan, tapi jika mereka ada di sini berarti tempat ini sudah tidak aman lagi, aku harus segera pergi, aku juga harus lebih waspada dan tidak boleh lengah sedikit pun.
"Lagian kenapa mereka seakan mengejar-ngejarku? situasi ini mulai meresahkan huhhh." Ucapku sambil menghela nafas.
[ Reverse magic ]
Karena tidak ingin lagi ada yang mengejarku, aku menggunakan sihir pembalik untuk menghilangkan jejak pertarungan.
"Eh! kepala mereka ikut tersambung lagi?!"
"M-mereka sudah mati yakan?"
Saat aku menggunakan sihir pembalik tiba-tiba saja semua kepala yang terputus itu juga ikut tersambung kembali, itu membuatku sangat kaget karena mereka seakan-akan masih hidup walaupun tidak bergerak.
"Halo... kalian sudah mati kan? halo?!"
"Ada apa tuan?" tanya Sira.
"Sira, mereka sudah mati kan?"
__ADS_1
"Sepertinya mereka memang sudah mati tuan." Jelas Sira.
Aku menyentuh kepala naga-naga itu untuk memastikan mereka semua sudah mati atau masih hidup, walaupun aku tau mereka itu sudah mati karena walau bagaimanapun kejadian ini masih membuatku sedikit waspada.
Jika mereka hidup kembali aku adalah orang – maksudnya monster – yang paling bodoh di dunia ini, karena telah menghidupkan musuh yang sudah kubunuh, meskipun aku sendiri sudah mengobati sedikit dari mereka, tapi itu adalah sebuah pengecualian hehehe. ^_^
Walaupun tidak terlalu sulit untuk membunuh mereka, tapi mereka pasti belajar dari kesalahan dan mungkin juga akan membawa banyak kawanan untuk menyerangku sekali lagi.
"Jadi apa yang akan anda lakukan selanjutnya tuan?" tanya Sira padaku.
Selanjutnya yahh... jika aku terus masuk ke dalam mungkin aku akan bertemu dengan banyak kawanan mereka, tapi kalau aku kembali aku juga mungkin akan bertemu dengan orang itu.
"Sira apa ada jalan lain untuk kembali ke lantai sebelum tanpa harus melewati jalanan itu?" tanyaku.
"Entah lah tuan, saya hanya tau tentang jalanan itu, tapi mungkin ada mengingat bahwa labirin ini masih sangat luas."
Jadi begitu... ya tempat ini memang sangat luas dan besar tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada jalanan yang lain, tapi mungkin akan sulit menemukannya dan pasti akan jauh dari sini, tapi... itu ide yang bagus, menjauh dari jalanan itu berarti aku tidak akan berpapasan dengannya.
"Tempat ini sudah tidak aman, ayo kita pergi dari sini." Ucapku pada Sira.
"Baik tuan."
Tak ingin berlama-lama di tempat ini aku langsung pergi meninggalkan mayat-mayat monster naga itu tergeletak di tanah, biasanya aku membawanya, tapi karena aku sudah punya banyak makanan aku membiarkannya saja.
.
.
.
Aku sedikit curiga dengan keadaan yang sangat sunyi, tapi aku senang karena di tempat ini penuh dengan cahaya terang jadi aku tidak perlu khawatir kekurangan cahaya.
Sepertinya Sira juga merasakan keanehan dari tempat ini, dia terus membuka matanya melihat ke segala arah dengan waspada, Sira kali ini tidak berada di atas kepalaku, dia lebih memilih untuk berjalan di samping kakiku.
"Huhh... sepertinya aku tidak perlu terlalu khawatir, tempat ini sunyi mungkin karena memang tidak ada monster di sini." Ucapku pelan.
"Ada apa tuan?" tanya Sira padaku.
"Tidak tidak tidak bukan apa-apa hehehe."
Aku terus berjalan dengan penuh kewaspadaan, tapi sewaspada apapun aku tetap saja tidak ada monster besar di sini, aku bahkan tidak bisa merasakan aura keberadaanya, jadi aku menghentikan kewaspadaanku dan berjalan dengan tenang hehe.
"Tempat ini bagus untuk istirahat, yoshh... kita akan duduk sebentar di sini."
"Baik tuan."
Kami sudah berjalan cukup lama menyusuri jalanan labirin, tapi aku belum bisa menemukan arah jalan yang menuju ke lantai 74, aku bisa saja melewati jalanan yang sebelumnya, tapi itu terlalu beresiko.
Karena sudah sangat lelah apalagi sebelumnya tidurku sempat terganggu aku memutuskan untuk beristirahat di tempat ini.
__ADS_1
Aku melihat-lihat keadaan sekitar terlebih dahulu sebelum akhirnya beristirahat, aku tidak ingin waktu istirahatku terganggu lagi.
"Hoahh... tempat ini sangat nyaman."
Setelah mematikan situasi sudah aman aku duduk bersandar di dinding labirin sambil berusaha menghilangkan rasa lelah, tak terkecuali dengan Sira yang juga tampak duduk di samping kiriku.
Sedangkan di samping kananku ada sebuah belokan tajam yang mengarah ke dua lorong, tampaknya kedua lorong itu mengarah ke lantai atas (74), tapi aku tidak memastikannya secara detail, aku hanya melihatnya sekilas lalu kembali ke tempat awal.
.
.
.
"Lohh... aku tertidur? Aghh!! sakit!"
Kenapa kepalaku terasa berat dan pusing?
"Anda kenapa tuan?" tanya Sira.
"T-tidak apa-apa, hanya sedikit pusing." Jawabku.
Karena lelah tanpa sadar aku tertidur dengan pulas, entah berapa lama aku tidur kepalaku terasa sangat berat dan sakit saat aku bangun, mungkin karena aku tidur terlalu lama atau mungkin juga karena aku masih terlalu lelah, sudah sangat lama aku tidak merasakan ini rasanya tidak terlalu menyenangkan.
Seandainya ada toko obat di dunia ini... aghh mana mungkin ada toko obat, sebaiknya aku jangan terlalu berkhayal.
"Huhhh... sebaiknya aku kembali melihat keadaan, duh... rasanya semakin bertambah pusing." Ucapku pelan.
"Anda mau kemana tuan?"
"Aku ingin melihat-lihat keadaan sekitar sini."
"Sebaiknya anda istirahat, biar saya yang memeriksanya."
"Hm... sepertinya tidak perlu, aku ingin memeriksanya sendiri, tapi jika kau mau kau boleh ikut memeriksanya, ayo naik."
"Baik tuan."
Sira sepertinya khawatir dengan keadaanku, tapi ini bukan hal yang perlu dikhawatirkan, sakit kepala itu akan hilang dengan sendirinya tanpa harus diobati, aku juga tidak ingin hanya diam menunggu, sedikit olahraga itu bagus untuk kesehatan.
Perlahan aku mulai berjalan ke arah belokan dan mengendap-endap mengintip dari balik dinding di sampingku.
"Eh... aaa!!!"
Saat aku melihat ke arah belokan yang ada di sampingku, aku sangat kaget karena tiba-tiba saja ada kepala naga yang juga ikut mengintip dari balik dinding itu, sontak saja aku langsung melompat kaget ke belakang.
Sira bahkan juga sangat kaget melihat kemunculan tiba-tiba dari naga itu, aku dapat merasakan dia mencengkeram erat sisik kepalaku, tampaknya naga itu juga kaget saat melihat kami, jadi bisa dibilang kami sama-sama terkejut melihat satu sama lain.
Tapi, dengan cepat naga itu kembali dan langsung berusaha untuk menyerang kami.
__ADS_1
...~•~...