
"Bagaimana keadaan nona hari ini, Frenya?" tanya Sira padaku.
"Dia sudah jauh lebih tenang, tapi panas tubuhnya tetap tidak berubah" jawabku padanya.
"Kenapa kau tidak langsung mengobatinya saja?" tanyanya lagi.
"Aku ingin melihat perkembangan Shea tanpa harus membantu dalam proses kesembuhannya, tapi... ternyata nyaris tidak ada yang berubah."
Terus memantau perkembangan kesehatan Shea sejak kemarin Sore, kondisi Shea hanya mengalami sedikit perubahan bahkan untuk panas demamnya sama sekali tidak ada penurunan, tak lama kemudian Sira datang menghampiriku dan menanyakan perihal keadaan Shea sambil melompat naik ke atas tempat tidur di dekatku, aku kemudian menjelaskan padanya tentang kesehatan Shea dan alasanku karena tidak langsung memberikan pengobatan secara menyeluruh.
Sebelumnya aku memang membantu proses pemulihan pada tubuh Shea, tapi pengobatanku itu nyaris tidak ada dampak yang terlihat karena kondisinya kembali memburuk kecuali luka di tangannya yang memang sudah sembuh, setelah beberapa jam berlalu sejak aku menggunakan kekuatan penyembuhanku panasnya yang semula mulai mereda malah kembali memanas, dan karena itulah aku memutuskan untuk mengawasi Shea agar aku bisa mengetahui apa yang terjadi padanya.
"Bukannya ini hanya demam? kenapa bisa separah ini?" ucap Sira bertanya.
"Aku juga berpikir bahwa ini cuma demam, tapi... tampaknya ini sedikit berbeda..." ucapku sambil menggunakan kekuatan penyembuhanku.
Hm... dia menyerap kekuatanku? tidak bukan itu, tapi energi murni...
"Hehehehe… ternyata begitu" ucapku sambil tersenyum.
Cukup kebingungan dengan kondisi Shea yang tidak menunjukkan adanya peningkatan sejak kemarin sore, aku kemudian menumbuhkan beberapa sulur tanaman di dekat tubuh Shea lalu kembali memulai penyembuhan untuk melihat reaksinya, tapi setelah beberapa saat menggunakan teknik penyembuhan pada Shea aku langsung menghentikannya karena aku terkejut saat merasakan kekuatanku sedang diserap oleh tubuh Shea, aku benar-benar nyaris tidak menyadari itu karena dia hanya menyerapnya dengan jumlah yang kecil sedikit demi sedikit.
Duduk diam menatap tanganku dengan sensasi serapan yang masih terasa, setelah mengetahui itu aku mulai berpikir tentang semua hal membingungkan yang terjadi pada Shea, semua masalah itu mulai terlihat sebab dan alasannya meskipun masih ada beberapa hal yang membuatku bingung.
Sejak pertama aku menyembuhkan Shea, aku hanya berpikir bahwa Shea hanya memerlukan kekuatan penyembuhan yang lebih sempurna daripada sekedar sihir penyembuhan biasa, tapi ternyata dia juga memerlukan kekuatan energi murni dariku dan itulah alasan mengapa tubuh Shea menolak Sira untuk mengobatinya karena Sira tidak memiliki apa yang sedang diperlukannya, menyadarinya cukup membuatku terkejut karena semuanya terlihat sangat lucu.
"Ada apa Frenya?" tanya Sira padaku.
"Tidak, bukan apa-apa, hanya saja aku baru menyadari sesuatu" ucapku padanya.
"Memangnya ada apa?" tanyanya lagi.
"Kau terlalu lemah" jawabku sambil tersenyum.
"Ini bukan saatnya untuk membahas itu" sahut Sira sembari memalingkan wajahnya.
"Hehehehe, tapi itulah yang sebenarnya terjadi" ucapku sembari menyalurkan energi murniku pada Shea.
Menatap dengan heran ke arahku Sira tampak sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Shea, terlebih lagi saat aku tertawa melihat keadaan Shea, tapi memberitahukannya juga tidak akan membuatnya mengerti tentang apa yang dialami oleh Shea, jadi aku hanya tersenyum dan menyinggungnya karena dirinya yang terlalu lemah, bukan tanpa alasan aku mengatakan itu, tapi memang Sira terlalu lemah untuk bisa menyentuh titik di mana energi murni itu berasal bahkan Sira tidak akan pernah bisa menjadi kandidat monster kuat.
Sambil tertawa kecil mengejek Sira yang tampak sedang kesal aku kemudian kembali memfokuskan perhatianku untuk memberikan energi murniku ke tubuh Shea, aku juga kembali mencari tau apa yang membuat tubuh Shea harus memiliki energi murni seperti ini.
...
__ADS_1
"Eh! ada apa dengan nona?" tanya Sira terkejut.
"Wah wah... tampaknya ini sudah cukup hehehe… dia bertambah manis ya" ucapku tertawa kecil sembari menghentikan penyaluran kekuatanku.
Jadi ini sebabnya ya, mungkinkah proses evolusinya terhambat karena rantai kutukan Ardner? tapi, seharusnya evolusi makhluk hidup tidak selama ini, apa ini karena kekuatannya itu?
Cukup lama aku menyalurkan energi murniku tubuh Shea mulai mengalami sedikit perubahan bukan hanya dari segi kesehatannya yang sudah pulih, akan tetapi juga dari postur tubuhnya yang tumbuh sedikit lebih besar, ukuran sayap, panjang rambut dan tanduknya juga mengalami pertumbuhan bersamaan dengan tubuhnya dan meskipun perubahannya hanya sedikit, tapi Sira sangat terkejut ketika melihatnya.
Setelah melihat perubahan itu dan reaksi tubuhnya dengan energi murni yang aku salurkan, aku langsung berhenti memberikan kekuatanku lalu merapikan rambut Shea yang sudah sangat panjang memenuhi tempat tidurnya, aku juga sudah mengetahui penyebab keanehan pada Shea yang ternyata terjadi karena proses evolusinya yang tidak berjalan dengan lancar akibat adanya kutukan yang mengekang kebebasan Shea untuk menyerap dan mengumpulkan kekuatan.
"Sebaiknya kita pergi, dia perlu ruang untuk beristirahat" ucapku pada Sira.
"Ya baiklah, aku juga tidak ingin menganggu istirahat nona" sahut Sira sembari mengikutiku.
...
"Frenya, bisa kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada nona Shea?" tanya Sira padaku sambil berjalan di sampingku.
"Hm... seperti yang baru kau lihat" jawabku singkat sambil tersenyum.
"Aku tidak mengerti, bisakah kau jangan berbelit-belit Frenya, aku tidak bisa terus mendengarkan ucapanmu yang tidak jelas" ucap Sira padaku.
"Ohh...! kau sudah berani berbicara seperti itu padaku ya Sira..." sahutku tersenyum sembari menatap ke arah Sira.
Pergi meninggalkan kamar Shea untuk memberinya ruang agar bisa beristirahat dengan tenang, saat mencapai ujung tangga lantai satu Sira kembali bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi kepada Shea, tapi aku tidak langsung mengatakan padanya tentang kondisi Shea karena aku suka mempermainkan makhluk berbulu ini, Sira tampak sangat kesal dengan sikapku padanya, tapi aku suka melihatnya seperti itu karena dia sangat menghibur.
"Hehehehe... kau tidak perlu khawatir dengan keadaan Shea, selama aku ada dia akan baik-baik saja" ucapku pada Sira sambil duduk di kursi meja makan.
"Frenya kali ini tolong jangan bermain-main, bisakah kau memberitahuku apa yang terjadi pada nona Shea, jika kejadian ini terulang lagi setidaknya aku tau apa yang harus aku lakukan" ucap Sira bertanya padaku.
"Kau tidak akan bisa melakukan apa-apa, kau tidak memiliki kekuatan untuk membantu Shea, lagipula dia seperti ini hanya karena kondisi tertentu saja" ucapku padanya sambil mengeluarkan bahan-bahan masakan.
"Kondisi seperti apa?" tanya Sira lagi.
"Kau sangat banyak bertanya" ucapku sedikit kesal.
"Meski hanya sedikit setidaknya aku ingin membantu nona, jika aku tidak mengetahui penyebabnya bagaimana aku bisa melakukan itu?" ucap Sira padaku.
Berjalan sambil berbicara dengan Sira sampai di dapur aku langsung mengambil tempat duduk di depan meja makan lalu mengeluarkan bahan-bahan masakan untuk membuat bubur hangat, aku hanya menyarankan pada Sira agar tidak perlu mengkhawatirkan Shea karena akulah yang akan mengurusnya, tapi Sira masih saja bertanya berusaha untuk mengetahui penyebab keadaan Shea saat ini, sebenarnya aku tidak ingin mengatakan apapun lebih dari yang diperlukan karena percuma saja memberi taunya jika dia tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantu Shea, akan tetapi aku merasa cukup terkesan dengan ucapan Sira yang sangat menyakinkan terutama untuk kesetiaannya sampai-sampai dia sangat mengkhawatirkan keadaan Shea.
Aku kemudian memberitahunya bahwa dia tidak akan pernah bisa berbuat apapun untuk membantu Shea, tapi walaupun sudah tau itu dia tetap saja bertanya dan semua ini terasa cukup menyebalkan karena dalam beberapa saat terakhir Sira menjadi sangat banyak bertanya padaku.
"Hahh… sebagai salah satu monster yang pernah mengalaminya kau pasti sudah sadar setiap kali monster seperti kalian mengalami evolusi, kalian selalu menyerap energi murni dari alam dengan jumlah yang banyak untuk menyempurnakan evolusi itu dan untuk menunjukkan perubahan kekuatan dari tahap ke tahap sampai kalian mencapai puncak evolusi menjadi ras sejati, tapi dalam kasus Shea, dia tidak bisa mengumpulkan kekuatan untuk menyempurnakan evolusinya dan karena itulah dia menjadi seperti ini" jelasku padanya.
__ADS_1
"Jadi, apa maksudmu nona Shea seperti ini karena dia belum bisa menyempurnakan evolusinya? tapi, bukannya nona sudah mencapai ras sejati saat dia mendapatkan wujud manusianya?"
Sepertinya aku memang harus memberikan pelajaran untuk bulu tengil ini.
Memotong-motong sayuran dan bahan herbal sebagai campuran untuk bubur Shea, aku terpaksa harus meladeni ucapan Sira dengan lebih detail, aku menjelaskan kepadanya mengenai kondisi tubuh Shea yang tidak stabil karena kekurangan kekuatan dan mengakibatkan evolusinya untuk menjadi ras sejati menjadi tidak sempurna, dan payahnya Sira setelah mendengar ucapanku yang sudah panjang lebar dia malah meminta penjelasan lebih mengenai ras sejati, aku benar-benar sangat kesal dan ingin melempar bulu bodoh ini sampai ke seberang lautan, tapi sayangnya saat ini aku sedang sibuk mengurus makanan agar Shea lebih cepat pulih setelah dia sadar nanti.
"Jangan salah paham Sira, monster yang mendapat wujud manusia bukan berarti dia telah mencapai ras sejati, ras sejati adalah julukan bagi mereka yang bisa mencapai puncak kekuatannya dan bisa mengendalikan kekuatan itu dengan sempurna, bukan hanya sekedar mendapatkan wujud baru... dan Shea hanya mendapat wujud baru yang bahkan belum sempurna karena evolusinya yang terhambat akibat rantai Ardner... dia masih perlu beberapa langkah untuk menjadi ras sejati." jelasku lagi sembari mengaduk-aduk bubur untuk Shea.
Menjelaskan kepada Sira tentang arti sebenarnya dari seorang ras sejati, dia tampak terkejut mendengar penjelasanku saat aku meluruskan kesalahpahamannya, Shea memang telah mendapatkan wujud manusianya, akan tetapi dia belum bisa disebut sebagai ras sejati sepenuhnya, Shea masih sering terbawa emosi saat bertarung dan penguasaan kekuatannya pun yang masih sangat kurang, dia masih seorang amatir yang tidak bisa membangkitkan potensi kekuatan yang ada di dalam dirinya, terlebih lagi bentuk manusianya juga masih belum sempurna dikarenakan ulah Ardner dengan rantai kutukannya.
"... saat ini baik tubuh ataupun kekuatan Shea masih terlalu lemah terutama terhadap kutukan, jika saja Ardner serius untuk membunuhnya Shea pasti sudah mati" sambungku sambil menaburkan sedikit bumbu di dalam buburku.
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi" sahut Sira dengan serius.
"Ya aku juga tidak akan membiarkannya, jika Ardner membunuh Shea, bukan hanya Ardner, tapi aku juga akan menghancurkan dunia ini karena sudah tidak ada lagi alasan bagiku untuk menjaganya... hm... sepertinya ini sudah cukup" ucapku sambil mencicipi bubur yang aku buat.
" … "
Sambil memasukkan sedikit penyedap rasa agar buburnya semakin enak, aku kemudian mencicipi rasa buburku agar tidak berlebihan dengan sedikit memberikan gambaran kehancuran dunia pada Sira jika Ardner bertindak serius untuk membunuh Shea yang saat ini masih sangat lemah baik mental maupun fisiknya, Sira terlihat sangat kesal ketika aku mengatakan bahwa Ardner akan membunuh Shea, tapi dia kemudian terdiam membisu dengan mata yang membulat terkejut saat aku melanjutkan kata-kataku.
Dari segi kekuatan dan tubuhnya Shea sangatlah lemah jika harus berhadapan dengan keseriusan Ardner terutama karena saat ini kelemahan Shea adalah kutukan, tapi beruntung Ardner mengurungkan niatnya untuk membunuhnya, seandainya kemarahan Ardner benar-benar memuncak dunia ini pasti akan berduka untuk kehancurannya.
"Boleh aku tanya satu hal lagi?" ucap Sira bertanya padaku.
"Bertanyalah sebanyak yang kau mau sebelum aku menggantungmu di pulau terapung" ucapku sambil tersenyum padanya.
"Y-ya… a-apa yang sebelumnya kau lakukan pada nona Shea?"
"Hm... aku hanya membantu untuk menyempurnakan evolusinya, selanjutnya dia hanya perlu melatih diri agar lebih bisa menguasai kekuatannya dengan begitu Shea akan layak untuk menjadi ras sejati" ucapku sambil mengambil mangkuk dan gelas minum dari portal teleport.
"Bagaimana caramu melakukannya Frenya?" tanya Sira padaku.
"Dengan memberikan energi murniku padanya, sebelumnya aku sudah mengatakannyakan, setiap kali kalian berevolusi kalian memerlukan energi murni untuk memperkuat diri kalian, hanya saja Shea tidak bisa menyerap energi alam dan alam tidak mungkin bisa memberikan energi dengan sendirinya, jadi aku membantunya untuk mendapatkan energi murni itu" jelasku padanya sambil membersihkan mangkuk dan gelas minum dengan sapu tangan.
"Maksudmu kau menyerap energi alam lalu memberikannya pada nona?" sahut Sira sembari bertanya lagi.
"Di dunia ini ada beberapa cara mendapatkan energi murni, pertama dari alam; yang kedua dari seseorang yang telah mencapai tingkat kekuatan tertentu, tapi untuk sekarang tidak ada orang yang bisa mencapainya; dan cara yang terakhir yaitu dari para Roh" ucapku seraya tersenyum.
"Apa kau ingin bilang hanya Roh yang bisa mengobati nona Shea?"
"Hanya jika dia mengalami hal seperti ini saja" jelasku singkat sambil tersenyum.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
__ADS_1